Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Strategi Keamanan Energi Cina dalam Upaya Penurunan Emisi Karbon melalui Pendekatan Konstruktivisme Chotimah, Hidayat Chusnul
Global: Jurnal Politik Internasional Vol. 19, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Chinese government has finally committed itself to reducing carbon emissions after having for years refused to limit its energy consumption levels due to industrialising efforts and economic development needs. The primary reason behind the policy change is the severe, life-threatening environmental damage resulted from industrialisation processes. The Chinese government has now set out strategic measures to safeguard its energy security by harmonising its climate change and economic policies. This is done to achieve carbon emission reduction through energy conservation and green economy development by developing renewable energy such as nuclear energy, hydropower, wind power, solar power and other undiscovered alternative energy sources. The actions taken by the Chinese government are based on existing international norm, namely those stipulated by the climate change regime which in turn formulate China's identity as a responsible country in the collective efforts to reduce carbon emissions. Operating on the basis of climate change norms, China interacts with other actors within the international structure to gather variegated knowledge on the issues at hand. With this accumulated knowledge as guidance, China enacts strategic-instrumental and resources-instrumental deliberations in its commitment to reduce carbon emissions.
Mengukur Pencapaian Sustainable Development Goals 2030 Melalui Pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport Fiya Ainur Rohmatika; Hidayat Chusnul Chotimah; Erti Kusuma Siahaan; Yenis Contesa
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) Vol. 2 No. 2 (2022): Article Research Volume 2 Issue 2, Juli 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v2i2.1835

Abstract

The YIA airport was built as part of a national master plan to open up economic channels, including export and import, and internationalise the Yogyakarta region. The building of this airport generates an anomaly that is in conflict with the state of the community and the affected environment surrounding the airport, particularly in terms of meeting the SDGs by 2030. Researchers believe that the spectacular infrastructure's state in achieving economic growth is insufficient since the community's environmental and social characteristics also affect the success of the SDG's in regional development, including the development of the airport industry. This study employs qualitative research methodologies to describe the answers to the formulation of the problems investigated through online and offline interviews with the DIY PUP-ESDM Office, Bappeda Kulon Progo, and the people of Palihan Village, Temon District. The findings indicate that efforts to accomplish sustainable development goals from the economic, social, and environmental pillars can be directly tied to the construction of YIA airport. In this regard, synergy and effective communication between the government, those responsible for implementing airport operations, and the local population in Kulon Progo are crucial.
Pengabdian Sosialiasi Meningkatkan Motivasi Nasionalisme Generasi Milenial Muhammad Ridha Iswardhana; Puguh Toko Arisanto; Hidayat Chusnul Chotimah
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 08 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i08.609

Abstract

Pengabdian ini dilaksanakan sebagai respons adanya kegelisahan tim pengabdian tentang pudarnya semangat kebangsaan bagi generasi muda di Indonesia. Terdapat kecenderungan anak muda kurang nasionalis dan mementingkan dirinya sendiri. Sementara realitasnya problematika bangsa semakin banyak dan memerlukan perhatian. Apalagi adanya globalisasi turut memudarkan kepribadian bangsa. Aktivitas pengabdian ini sebagaimana Bulan Merdeka pada 12 Agustus 2023 merefleksikan kemerdekaan yang sudah diperoleh Indonesia selama 78 Tahun agar dapat mendorong kemajuan negara ini. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring untuk memberikan edukasi peningkatan wawasan nusantara dalam konteks kemalasan generasi milenial, upaya melawan korupsi, dan usaha menghadapi kejahatan siber. Selama kegiatan dilaksanakan mendapatkan respons positif dari tujuh belas peserta kegiatan yang berdiskusi seputar perundungan, korupsi, penyalahgunaan kewenangan, kejahatan jalanan, dan upaya mencegah korupsi bagi kalangan milenial. Kegiatan ditutup dengan kesimpulan dan ajakan agar anak muda lebih aktif dan kreatif dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan berfokus pada kontribusi terhadap negara dibandingkan mengeluh kondisi pada saat ini.
Perkembangan Aspek Keamanan Ekonomi dalam Konsep Human Security Hidayat Chusnul Chotimah
Jurnal Transformasi Global Vol. 4 No. 1 (2017): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v4i1.70

Abstract

Paradigma keamanan saat ini telah berkembang dari sekedar keamanan yang berfokus pada negara dan batas-batasnya dengan menggunakan kekuatan militer sebagai strategi menjaga stabilitas negara kemudian meluas pada aktor individu dan menyangkut aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebebasan politik. Konsep keamanan tradisional yang berfokus pada militer dianggap belum bisa memberi jaminan keamanan kepada masyarakat di suatu negara. Dari sinilah kemudian keamanan berubah haluan dari negara menjadi individu dan ancaman tidak lagi hanya berupa militer tetapi juga non-militer. Ide tentang keamanan manusia pun membuat keamanan dan pembangunan menjadi saling bersinggungan. Keduanya kemudian menjadi satu pada tahun 1994 pada saat UNDP meluncurkan Human Development Report yang secara eksplisit berfokus pada topik keamanan manusia. Dalam laporan ini juga dijelaskan bahwa ancaman terhadap keamanan manusia dapat dikelompokkan menjadi tujuh kategori dimana salah satunya adalah keamanan ekonomi. Dalam konteks keamanan ekonomi, di dalam paper ini akan membahas lebih jauh cakupan dari keamanan ekonomi yang tidak hanya berfokus pada actor negara tetapi juga individu. Oleh sebab itu, ada dua tingkat analisis dalam yang akan dibahas dalam konteks perkembangan keamanan ekonomi dalam konsep human security. Pertama, pada level negara dan antar-negara (inter-state), di mana ekonomi diperlakukan sebagai faktor penentu keamanan negara, dan dampak keamanan negara pada kemakmuran ekonomi diperhitungkan dalam pertimbangan ekonomi. Kedua, pengembangan teori ekonomi dihadapkan dengan keamanan ekonomi non-negara seperti entitas sosial yaitu individu.
Meningkatkan Kesadaran Mahasiswa Di Daerah Istimewa Yogyakarta Melalui Sosialisasi Pendidikan Politik Menjelang Pemilu 2024 Tiffany Setyo Pratiwi; Puguh Toko Arisanto; Muhammad Ridha Iswardhana; , Lucitania Rizky; Adi Wibawa; Hidayat Chusnul Chotimah
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v4i1.1134

Abstract

Peran pemuda dalam menggunakan hak pilihnya menjadi sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia, terutama kalangan mahasiswa. Potensi generasi muda sebagai  sangat besar di Indonesia sehingga penting untuk generasi muda melek politik sebagai dasar Pemilu 2024 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan 60% pemilih adalah dari kelompok pemuda atau sekitar 110 juta orang. Pengabdian ini diselenggarakan dalam bentuk penyampaian materi dan diskusi dengan tujuan meningkatkan melek politik di kalangan mahasiswa. Sosialisasi pendidikan politik dihadiri 40 orang terdiri dari Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas Pembangunan “Veteran” Yogyakarta. Materi yang disampaikan terkait teknis tentang pengecekan data calon pemilih di masalah , ujaran kebencian, politik identitas, dan oleh media massa.  
PERAN GREENPEACE DALAM UPAYA SEKURITISASI ISU SAMPAH PLASTIK DI THAILAND Chotimah, Hidayat Chusnul; Sulistyoningsih, Age
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jsdk.v15i1.7182

Abstract

Penggunaan plastik di Thailand akibat meningkatnya urbanisasi juga telah mendorong tingkat  konsumsi masyarakat dan membawa negara tersebut pada kondisi darurat sampah plastik. Meningkatnya jumlah polusi plastik di Thailand dari tahun ke tahun belum direspon dengan strategi kebijakan yang tepat dari Pemerintah setempat sehingga mendorong Greenpeace untuk berperan sebagai securitizing actor untuk mengangkat isu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis data kualitatif melalui wawancara dan studi literatur yang berkaitan dengan isu polusi plastik di Thailand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi awal oleh Greenpeace di Thailand menyebutkan bahwa polusi plastik masuk dalam kategori isu disruption of ecosystem sebagai ancaman keamanan (existential threat). Dalam hal ini, laut beserta ekosistem di dalamnya merupakan pihak terancam yang harus dilindungi atau yang disebut sebagai referent object. Melalui kegiatan kampanye anti plastik yang telah dilakukan, selain sebagai securitizing actor, Greenpeace juga berperan sebagai inisiator pertama kampanye anti plastik di Thailand yang secara khusus menekankan pada perlunya tanggung jawab individu, pemerintah dan korporasi besar, khususnya industri plastik/kemasan, untuk melakukan perubahan dalam mengatasi permasalahan polusi plastik tersebut.
SOSIALISASI PENDIDIKAN POLITIK MENYONGSONG PEMILU 2024 TERHADAP GENERASI Z DI SMAN 4 YOGYAKARTA Iswardhana, Muhammad Ridha; Arisanto, Puguh Toko; Chusnul Chotimah, Hidayat; Wibawa, Adi; Risky, Lucitania; Setyo Pratiwi, Tiffany
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2023): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v2i1.574

Abstract

Abstract Political participation in democratic countries, such as Indonesia, is still not considered high during general election. Influenced by various factors, many people choose not to vote “golput” during election. One way to reduce the number of golput is to provide political education to the public. Generation Z, as first-time voters in the 2024 election in Indonesia, should be given political education to reduce the golput-rate during the democratic process. Generation Z is expected to become politically aware of the political situation, the consequences of golput, and the importance of participation in the 2024 election. At the same time, strengthening political education aims to ensure that Generation Z not only becomes political objects but also political subjects. Therefore, the International Relations Program at Universitas Teknologi Yogyakarta carried out a project to provide political education in preparation for the 2024 election at a senior high school, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Yogyakarta.   Keywords: Political Participation, Election, Political Education, Golput, Generation Z.   Abstrak   Partisipasi politik pada waktu pemilihan umum di negara demokrasi yakni Indonesia masih belum bisa dikatakan tinggi. Dipengaruhi oleh beberapa faktor, banyak masyarakat yang memilih golongan putih (golput) pada waktu pemilu. Salah satunya upaya menguranginya adalah dengan diadakannya pendidikan politik kepada masyarakat. Generasi Z sebagai calon pemilih pemula untuk pemilu 2024 adalah generasi yang patut diberikan pendidikan politik guna mengurangi tingkat golput pesta demokrasi tersebut. Generasi Z diharapkan menjadi generasi yang melek politik terhadap situasi politik, sanksi atas golput, dan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi dalam Pemilu 2024. Di sisi yang sama, penguatan pendidikan politik juga dimaksudkan agar generasi Z tidak hanya menjadi objek politik tetapi juga berperan sebagai subjek politik.  Oleh sebab itu, prodi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Teknologi Yogyakarta melakukan pengabdian mengenai pendidikan politik menyongsong pemilu 2024 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Yogyakarta.
PEMULIHAN PASCA BENCANA ERUPSI DI KAWASAN WISATA MERAPI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DITINJAU DARI MODEL PENTA HELIX Pratiwi, Tiffany Setyo; Chotimah, Hidayat Chusnul
Jurnal Konstituen Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v4i1.2435

Abstract

Letusan Gunung Merapi di tahun 2010 telah menewaskan ratusan jiwa. Bencana tersebut telah memberikan dampak buruk terhadap berbagai aspek, termasuk kawasan wisata Merapi. Padahal wisata Merapi adalah sumber penghasilan warga sekitar. Upaya pemulihan dilakukan oleh berbagai pihak dari pemerintah dan sektor swasta dengan revitalisasi langsung melalui berbagai program. Penelitian ini akan memfokuskan seperti apa peran Penta Helix dalam pemulihan pasca bencana erupsi di kawasan wisata Merapi tahun 2010 hingga 2014. Penta Helix terbagi atas lima aktor: pemerintah, pihak swasta, akademisi, komunitas, dan media. Data penelitian diperoleh dari wawancara dengan pemerintah yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan komunitas organisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) di DIY dan salah satu korban erupsi. Penelitian ini juga di dukung dengan data-data sekunder seperti website pemerintah, berita di internet, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dari model Penta Helix dilakukan melalui beragam festival, donasi, dan promosi yang melibatkan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah di DIY dan Sleman, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY and Sleman (pemerintah), Tim Reaksi Cepat dan Merapi Rescue Community (komunitas), Universitas Gadjah Mada (akademis), Kedaulatan Rakyat (media massa), juga Metro TV dan TV One (sektor privat) dan beberapa aktor lainnya. Sehingga upaya-upaya tersebut berkontribusi dalam peningkatan jumlah wisatawan yang membantu percepatan pemulihan wisata Merapi. Kata kunci: Penta Helix, Pasca Bencana, dan Wisata Merapi
Sosialisasi Peran Pendidikan Lingkungan Dalam Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Siswa/Siswi Sejak Usia Dini Zamaya, Zahra; S.M. Rimosan, Raisyah; Damayanti, Siti; M.L. Runtuwene, Marsye; Aghata Iza Zafira, Alda; Danti Ayuningtyas, Rietma; Chusnul Chotimah, Hidayat
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 : Agustus (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Environmental education is one of the efforts aimed at preserving the surrounding environment so as not to harm humans and other living things. Efforts to preserve the environment need to be carried out early on so that awareness and habits of the importance of nature for humans can be instilled and threats to human security can be reduced, which include seven aspects, namely economic, food, health, environmental, personal, community, and political security. To realize this, the Yogyakarta Technology University community service team is trying to conduct socialization with kindergarten students to help them realize one aspect of human security, especially environmental security. This activity has encouraged the enthusiasm of students at the kindergarten level to learn outside the classroom while preserving the surrounding environment.
Bilateral Agreement of Indonesia - Japan for Low Carbon Growth Cooperation: An Analysis of the Effectiveness and the Compliance Level Chotimah, Hidayat Chusnul; Arisanto, Puguh Toko; Pratiwi, Tiffany Setyo
Nation State: Journal of International Studies Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Economics and Social Science, Department of International Relations, Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/NSJIS.2020v3i2.228

Abstract

To reduce greenhouse gas emissions, in 2013 Indonesia and Japan agreed to establish bilateral cooperation in Joint Crediting Mechanism (JCM). JCM facilitated and encouraged Japanese institutions (private and state) to cooperate with Indonesian institutions in a form of investment in low-carbon development. This article seeks to analyze the effectiveness of JCM implementation between Indonesia and Japan by using international cooperation effectiveness approach to determine the legal form whether soft law or hard law. The results show that both Indonesia and Japan choose to use soft law in this negotiation which has several benefits. Soft law provides an opportunity for both countries to achieve their goals and it can be used as a tool for negotiation and compromise. This article will also analyze the level of compliance between the two countries through coercion, reciprocity, reputation, and domestic institutions approaches. Authors found that there is no coercion in the form of sanction in implementing JCM; there is a reciprocity allowing JCM to provide financial assistance, transfer of technology and human resource; Indonesia and Japan keep their promises to uphold their international commitments; and domestic institutions play a role in promoting compliance in the low carbon growth partnership between the two countries.