Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian Kemampuan Lahan Dan Arahan Penggunaan Lahan Di Kampus 2 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota P.S, Dyah; S, Riza; Suhadi, Suhadi; S.A, Ardi,; S, Ismet; A, Syafri
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15686

Abstract

Lahan Kampus II Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang terletak pada Jorong Batu Kabau, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban termasuk lahan dengan bentuk berbukit dimana pada lahan ini digunakan selain sebagai lahan praktikum mahasiswa, juga digunakan sebagai lahan budidaya pertanian oleh masyarakat sekitar. Lahan berbukit yang memiliki kerentanan terhadap kerusakan lahan membutuhkan perencanaan yang tepat dalam pengelolaannya, salah satu informasi yang dibutuhkan adalah kelas kemampuan lahan agar penggunaan lahan dapat disesuaikan dengan potensi lahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kemampuan lahan serta potensi lahan yang disajikan dalam bentuk peta dan memberikan arahan penggunaan lahan agar dapat dikelola secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian memiliki 4 kelas kemampuan lahan yaitu kelas I, III, IV, dan VI dengan didominasi oleh kelas kemampuan lahan I dan IV. Kelas kemampuan lahan I seluas 8,3 hektar dan kelas kemampuan lahan IV seluas 20,92 hektar. Faktor pembatas yang mendominas pada kemampuan lahan adalah potensi erosi dan kelerengan. Arahan penggunaan lahan untuk lahan kampus II dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan semusim, tanaman perkebunan dengan teknik konservasi, dan agroforestry.
Kajian Kesuburan Tanah Pada Perkebunan Karet Di Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung Dyah Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 1 No. 2 (2023): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v1i2.138

Abstract

Ultisol sering diidentikkan dengan tanah yang tidak subur, tetapi sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian potensial, asalkan dilakukan pengelolaan yang memperhatikan kendala yang ada. Beberapa kendala yang umum pada tanah Ultisol adalah kemasaman tanah yang tinggi, pH rata-rata <4,50, kejenuhan Al tinggi, miskin hara makro terutama P, K, Ca dan Mg, serta kandungan bahan organik yang rendah. Namun dibalik permasalahan tersebut, ultisol memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian salah satunya adalah perkebunan karet. Pengkajian kesuburan tanah dalam perkebunan karet sangat penting dalam menentukan usaha pengelolaan dan budidaya tanaman karet. Kebutuhan akan pengukuran inilah yang mendorong untuk dilakukannya kajian kesuburan tanah pada perkebunan karet Sijunjung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Karet Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung dan Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tanah pada perkebunan karet Sijunjung memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Hal ini ditandai dengan rendahnya nilai fosfat tersedia, rendahnya nilai nitrogen tanah, dan rendahnya nilai kalium dapat ditukar tanah. Rendahnya nilai unsur-unsur ini dapat menyebabkan kekahatan unsur hara pada tanaman sehingga tanaman karet tidak dapat menghasilkan getah secara optimal. Penambahan pupuk N, P, dan K dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara didalam tanah.
Vegetative Growth Response of Robusta Coffee Seedlings (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) to Various Concentrations of Atonic Growth Regulators Novi Yulanda Sari; Nursamsi; Muhammad Syahfitra; Novfirman; Dyah Puspita Sari
Pro-Life Vol. 13 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/pro-life.v13i1.7897

Abstract

Seedling quality is a critical determinant of the long-term productivity of robusta coffee. Under nursery conditions, seedlings often exhibit slow and uneven growth, which may limit canopy development and photosynthetic efficiency. Therefore, strategies that enhance physiological processes are needed to improve seedling performance. Atonik, a plant growth regulator (PGR) containing nitrophenolate compounds, has been reported to stimulate metabolic activity and enhance plant growth. However, information regarding the optimal concentration of Atonik for seed-propagated robusta coffee seedlings remains limited. This study aimed to evaluate the vegetative growth response of robusta coffee seedlings to different concentrations of Atonik and to determine the most effective rate during the nursery stage. The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with a single factor consisting of five Atonik concentrations (0, 10, 15, 20, and 25 ml/L) and three replications. Observed variables included plant height, leaf number, stem diameter, leaf length, leaf width, total fresh weight, and total dry weight. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test at 5%. The results showed that Atonik application significantly increased plant height, stem diameter, leaf width, total fresh weight, and total dry weight. The 15 ml/L concentration significantly increased plant height and leaf width, whereas the 20 ml/L concentration significantly improved stem diameter and biomass accumulation. Overall, the 20 ml/L treatment was the most effective in enhancing seedling vigor during the nursery stage.
Penguatan Literasi Pertanian untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda terhadap Dunia Tani Nursamsi, Nursamsi; Sari, Dyah Puspita; Syofiani, Riza; Hudia, Hudia; Suhadi, Suhadi; Amir, Syafri; Zudri, Fatardho; Yuska, Dian Aulia Tri; Nasution, Mona Turisna; Novfirman, Novfirman; Maulana, Ingga Pragesti
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i2.893

Abstract

The declining interest and participation of young generations in the agricultural sector pose a serious challenge to the sustainability of agricultural development, including in Kamang Tangah Anam Suku Village, Agam Regency, West Sumatra. Despite its commitment to developing as an organic food production center, the village faces limited involvement of millennial and Generation Z farmers, which threatens the continuity of environmentally sustainable agriculture. This community service program aimed to strengthen agricultural literacy and increase young people’s interest in farming through an educational and participatory approach. The program was implemented through a preliminary survey, problem identification, organic agriculture literacy counseling for youth aged 15–30 years, and evaluation using pre-test and post-test methods. The counseling activities were delivered interactively by engaging young agricultural practitioners and incorporating contextual discussions based on local experiences. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, positive perceptions, and interest in agriculture, with an average increase in agricultural literacy of approximately 45%. Furthermore, the program successfully facilitated the establishment of the Agro Muda Kreatif Millennial Farmer Group, consisting of 19 millennial and Generation Z youths, as a tangible outcome of the intervention. These findings indicate that strengthening agricultural literacy through approaches aligned with youth characteristics is effective in encouraging farmer regeneration