Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Effect of Android-based Pregnancy Education and Care on Improving The Behavior of Pregnant Women Indah Sari Setyaningrum; Tatarini Ika Pipitcahyani; Evi Pratami; Ani Media Harumi; Zarinah Binti Abdul Aziz
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 3 No. 5 (2023): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v3i5.273

Abstract

Pregnancy begins with the meeting of egg and sperm cells so that fertilization occurs, followed by implantation until the birth of the fetus. The coronavirus pandemic has led to various limitations, shortages of personal protective equipment (PPE), fear of being overwhelmed with COVID-19 cases. The maternal mortality rate increased in 2021 during the Covid-19 pandemic to reach 234.7 per 100,000 live births. The lowest MMR was in Surabaya, which was 42.33 per 100,000 live births. This study used a quantitative approach with a Quasi-Experimental design using a One-group pretest-posttest design with a sample of 51 respondents and 1 intervention group. The technique for taking samples using Purposive Sampling. The research instrument used a questionnaire sheet to determine the behavior of pregnant women. This research was conducted in February - April 2023. The analytical method used univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test. The results showed that there was a significant increase in behavior with the result that the p value on knowledge = 0.005 p < α (0.05), attitude = 0.008 p < α (0.05), action = 0.019 p < α (0.05). The results of the study showed the effect of using Android-based educational and treatment applications to increase behavior in pregnant women. So it is advisable for pregnant women to use Android-based pregnancy education and care applications to increase knowledge, attitudes, and actions about pregnancy.
Causes or Risk Factors of Cervical Cancer: Systematic Literature Review Winancy Winancy; Herlia Sumardha Nasution; Ani Media Harumi; Novita Eka Kusuma; Siti Mar’atus Sholikah; Ni Gusti Made Ayu Agung Budhi
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 2 No. 3 (2025): July : Green Health: International Journal of Health Sciences, Nursing and Nutr
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v2i3.160

Abstract

Cervical cancer remains one of the leading causes of mortality among women, particularly in developing countries such as Indonesia, where prevalence is high and early detection is often delayed. This study aims to identify and synthesize the major risk factors for cervical cancer through a systematic review of both national and international literature. The core problem addressed is the lack of a comprehensive and context-relevant risk framework for Indonesian women, resulting in suboptimal preventive interventions. The proposed method is a qualitative descriptive literature review, analyzing 15 selected scientific articles based on defined inclusion criteria. Key findings indicate that age ≥35 years, high parity, early sexual activity, smoking habits, prolonged use of hormonal contraceptives, low educational attainment, and physically demanding occupations are significant determinants of increased cervical cancer risk. The synthesis of ideas shows that biological, behavioral, social, and environmental factors interact in complex ways to influence vulnerability to cervical cancer. This study concludes that cervical cancer prevention requires a multidimensional approach that integrates education, routine screening, and increased public awareness of modifiable risk factors. The findings are expected to inform more effective and context-sensitive health policy development in Indonesia.
Hubungan Riwayat Faktor Resiko Ibu Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Kayangan: The Relationship between Maternal Risk Factors and the Incidence of Low Birth Weight at the Kayangan Health Center I Desak Ayu Apriyanti; Astuti Setiyani; Ani Media Harumi; Novita Eka Kusuma Wardani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.29

Abstract

Bayi berat lahir rendah mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian pada bayi. Salah satu indikator keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah dengan menurunnya angka kematian bayi (AKB). Untuk Indonesia AKB mencapai 24 per 1000 kelahiran hidup dimana yang masih jauh dari target Indonesia dalam Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 yaitu 16 per 1000 kelahiran hidup. Bayi berat lahir rendah disebabkan karena berbagai faktor resiko salah satunya dari faktor resiko ibu yang meliputi ibu dengan terlalu muda (usia <20 tahun), terlalu tua (usia > 35 tahun), terlalu dekat (jarak kehamilan <2 tahun), terlalu banyak (paritas >4) . Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan rancangan case control dan menggunakan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Ibu bersalin di Puskesmas Kayangan periode Januari-Desember 2021. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dan besar sampel 237 sampel. Hasil. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Kesimpulan penelitian ini Terdapat hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Perlunya peningkatan pemantauan ANC terpadu dan konseling kepada ibu dengan faktor resiko, sehingga dapat mengatasi BBLR maupun komplikasi kehamilan dan persalinan. Kata Kunci : Faktor Resiko Ibu, BBLR
Hubungan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Balita: The Relationship Between Infectious Diseases and Nutritional Status of Toddlers Dwi Nurhastutik; Rekawati Susilaningrum; Ani Media Harumi; Rijanto
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.48

Abstract

Latar Belakang:Status gizi kurang masih banyak terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia. Penyakit infeksi yang sering terjadi adalah ISPA dan diare dan mempengaruhi status gizi kurang pada balita. Tujuan.Tujuan dari literature review ini adalah melakukan review secara sistematik pada beberapa hasil penelitian terbaru yang mengkaji hubungan penyakit infeksi dengan status gizi kurang balita. Metode. Pencarian artikel dengan metode Boolean strategicdengan penyaringan artikel menggunakan Flow Diagram. Database yang digunakan ProQuest, Pubmed, Science Direct, Research Gates, dan Google Schoolar. Jurnal internasional maupun nasional terindeksasi oleh SINTA dan Scopus, sehingga artikel yang digunakan bereputasi, dengan pencarian artikel 5 tahun kebelakang. Hasil.12 artikel menyatakan bahwa penyakit infeksi yang terjadi pada balita adalah ISPA dan diare. 8 artikel lain menyebutkan penyakit infeksi lain yaitu TBC, pneumonia, campak, dan infeksi telinga. 11 artikel internasional membahas penyakit infeksi pada balita yaitu ISPA dan diare merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita di negara berkembang lainnya seperti Afrika Timur, Bangladesh dan Ethiopia. Penyakit infeksi dan status gizi kurang pada balita memiliki hubungan sinergis. Kesimpulan.Penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita adalah ISPA dan diare dan berhubungan dengan status gizi kurang balita. Saran.Diperlukan penelitian lanjutan mengenai ulasan lanjutan untuk dapat mengetahui mengapa ISPA dan diare merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Implikasi: Untuk menambah kajian literatur terkait hubungan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita.
Analisis Partisipasi Keluarga Pada Program Perbaikan Gizi Balita Melalui Aplikasi Mobile Nur Rosida Aisiana; Sri Utami; Ani Media Harumi; Novita Eka Kusuma Wardani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.51

Abstract

Latar Belakang: Status gizi pada anak berusia 0-23 bulan menjadiIprioritas penting pada masa tumbuh kembang anak.  Permasalahan gizi di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Partisipasi keluarga memiliki peran penting demi optimalnya program gizi pada anak. Namun melibatkan orang tua dalam program tersebut masih menjadi tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk  melakukan review secara sistematik pada beberapa hasil penelitian terbaru yang mengkaji partisipasi keluarga dalam program perbaikan gizi melalui aplikasi mobile terhadap berbagai kasus. Metode. Jenis penelitian Literature Review dengan design penelitian menggunakan pendekatan Preferred ReportingIItems for SystematicIReview, MetaIAnalisisI (PRISMA) dan Population, IIntervention, IComparation, Outcomes, StudyIdesign (PICOS). Hasil: Sebanyak 18 artikel yang telah direview ditemukan 11 artikel menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan aplikasi mobile terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang gizi anak, 4 artikel menunjukkan terdapat pengaruh dari penggunaan aplikasi mobile terhadap peningkatan partisipasi keluarga dan 3 artikel menunjukkan tidak ditemukan pengaruh apilikasi mobile terhadap peningkatan status gizi anak. Kesimpulan:Aplikasi mobile secara signifikan memiliki pengaruh dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi orang tua dalam perbaikan gizi anak, tetapi tidak menunjukkan berpengaruh terhadap peningkatan gizi anak.  
Hubungan Antara Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Perkembangan Anak Usia 6-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Buduran: The Relationship Between the History of Exclusive Breastfeeding and the Development of Children Aged 6-36 Months in the Working Area of the Buduran Health Center Renanda Ayu; Ani Media Harumi; Ahdatul Islamiah; Astuti Setiyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.103

Abstract

Exclusive breastfeeding is an important factor for child development which includes gross movements, fine movements, socialization of speech and language independence. The achievement of breastfeeding in Sidoarjo Regency is far below the target, only 2 Puskesmas namely Wonoayu and Sedati have to achieve the target. The purpose of the study was to determine the relationship between a history of exclusive breastfeeding and the development of children aged 6-36 months in the working area of ​​the Buduran Health Center. This research is an analytic study with a cross sectional approach. Samples were taken with a total sampling technique of 40 respondents. The independent variable is exclusive breastfeeding, the dependent variable is the development of children aged 6-36 months. Collecting data using questionnaires and KPSP (Pre-screening Development Questionnaire) sheets. To analyze this relationship, the Chi-Squere test was used with a significance level of 0.05. The results showed that almost all children aged 6-36 months, 95% of children were exclusively breastfed. Then, almost all of the development of children aged 6-36 months, 97.5% of children in Wadung Asih Village, the working area of ​​the Buduran Health Center, are included in the Appropriate Development Category (S). Then the results of the analysis obtained a P Value of 0.000 so it can be concluded that there is a significant relationship between a history of exclusive breastfeeding and the development of children aged 6-36 months in Wadung Asih Village, the working area of ​​the Buduran Health Center.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III: The Relationship Between Nutritional Status and the Incidence of Anemia in Pregnant Women in the Third Trimester Khomsa Etik Romdani; Ani Media Harumi; Titi Maharrani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.183

Abstract

Status gizi ibu sangatlah penting untuk tercapainya kesejahteraan ibu dan janin. Hal tersebut perlu diperhatikan untuk menghindari resiko seperti anemia pada ibu hamil yang dikarenakan konsumsi nutrisi yang kurang atau kehilangan banyak darah pada persalinan sebelumnya. Status gizi dan nutrisi ibu hamil wajib dipenuhi selama kehamilan berlangsung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Jenis penelitian survei analitik, dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tanah Kali Kedinding kota Surabaya pada bulan Maret 2023. Populasi pada penelitian ini adalah Semua Ibu Hamil trimester III di Puskesmas Tanah Kali Kedinding periode 1 Januari sampai dengan 30 September 2022 sejumlah 164 dengan sampel 116 Ibu hamil dengan cara purposive sampling. Variabel independen status gizi (IMT) dan dependen kejadian anemia. Instrumen yang digunakan berdasarkan data sekunder adalah rekam medis. Analisa data menggunakan uji spearman rank dengan a = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan status gizi (IMT) ibu hamil trimester III hampir setengahnya Obesitas sejumlah 41 (35.3%). Kejadian anemia ibu hamil trimester III sebagian besar menunjukkan tidak anemia sejumlah 87 (75%). Dari Hasil analisis statistik menggunakan uji spearman rank menunjukkan nilai p = 0,000 < α = 0,05 artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Disarankan ibu hamil trimester III tetap menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi untuk mencukupi kebutuhan tubuh dan menghindari kurangnya status gizi dan terjadinya anemia yang bisa berakibat fatal hingga kematian
Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone dengan Perkembangan pada Anak Prasekolah: The Relationship Between Smartphone Use Intensity and Development in Preschoolers Farah Hanifah; Rekawati Susilaningrum; Ani Media Harumi; Astuti Setiyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.210

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode penting dalam proses perkembangan anak. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia prasekolah menderita gangguan perkembangan. Perkembangan dimasa itu menjadi penentu keberhasilan perkembangan anak prasekolah di periode yang akan datang. Smartphone membuat anak semakin mudah mendapatkan akses media informasi dan teknologi, sehingga anak-anak malas menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan anak pasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Penelitian bersifat observasional dengan desain cross sectional. Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui ada hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembanagan anak hasil menggunakan uji chi square menunjukkan  p-value = (0,024) < (0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan pada anak prasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Saran bagi para orang tua sebaiknya anak tetap dalam pengawasan ketika menggunkan smartphone. Perkembangan anak juga tetap terus dipantau dengan deteksi dini ke tenaga kesehatan, agar stimulasi perkembangan anak tetap stabil sesuai dengan usianya.
Efektivitas Senam Nifas Dengan Media Video Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Nifas: The Effectiveness of Postpartum Gymnastics with Video Media on Uterine Involution in Postpartum Mothers Arvemin Sovia Gladis Angelina; Ani Media Harumi; Yuni Ginarsih; Evi Yunita Nugrahini
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.226

Abstract

Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusi. Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas, dimana 50%-60% karena kegagalan uterus berkontraksi secara sempurna. Kontraksi uterus yang tidak kuat berkontraksi akan menyebabkan involusi uteri tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan masa nifas yang efektif, salah satunya adalah senam nifas. Efektivitas promosi kesehatan sangat bergantung pada media yang digunakan selama penyuluhan. Salah satu media yang menarik dan interaktif adalah video. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre experimental dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di PMB Afah Fahmi yang berjumlah 84 responden. Sampel berjumlah 38 responden diambil menggunakan Purposive Sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian dengan menggunakan lembar checklist dan video senam nifas. Analisis data bivariate menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh involusi uteri ibu nifas berjalan dengan normal (92%) sebelum diberikan intervensi senam nifas dan berjalan dengan cepat (89,5%) sesudah diberikan intervensi senam nifas dengan media video. Hasil uji analisis Wilcoxon signed rank test didapatkan p-value = 0,001 yang berarti terdapat efektivitas antara senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri pada ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Senam nifas yang dilaksanakan secara benar, rutin dan teratur akan membantu menguatkan kontraksi otot rahim sehingga mempercepat involusi uteri. Penggunaan media video, dalam senam nifas ini menawarkan aksesibilitas yang tinggi, memungkinkan ibu nifas untuk mengikuti senam kapan saja dan di mana saja. Diharapkan senam nifas dapat dijadikan salah satu program rutin karena dapat memberikan banyak manfaat untuk menangani komplikasi masa nifas.
The Relationship Between Early Breastfeeding Initiation and Bonding Attachment with Exclusive Breastfeeding Adinda Puteri Amalia; Sherly Jeniawaty; Siti Mar'atus Sholikah; Ani Media Harumi
Journal of Research in Midwifery and Healthcare Vol 1 No 1 (2025): Journal of Research in Midwifery and Healthcare, June 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrmh.v1i1.41608

Abstract

WHO states the gold standard for child nutrition is exclusive breastfeeding. The national target for exclusive breastfeeding for 2020-2024 is 80%. In Indonesia, as of 2023, the target has not yet been reached, with a rate of 63.9%. In East Java province at 74.8%, Bangkalan district at 49.4%, and Blega Community Health Center at 48.14%. Exclusive breastfeeding is influenced by several factors, two of which are Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) and bonding attachment. This study aims to examine the relationship between EIBF and bonding attachment with exclusive breastfeeding. This study uses quantitative research and a retrospective design with a survey method involving 53 mothers who have children aged 7-12 months at The Blega Health Center. Data was collected through interviews and a questionnaire. Data analysis using the chi-square test and contingency coefficient test. The research results indicate a weak relationship between EIBF and exclusive breastfeeding with a p-value of 0.019 and a contingency coefficient of 0.342, as well as a moderate relationship between bonding attachment and exclusive breastfeeding with a p-value of 0.001 and a contingency coefficient of 0.446. This shows that although EIBF is an important step for exclusive breastfeeding, bonding attachment has a stronger relationship with exclusive breastfeeding in mothers with children aged 7-12 months at the Blega Health Center. This study concludes that exclusive breastfeeding has a stronger relationship with bonding attachment than EIBF.