p-Index From 2021 - 2026
6.384
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) International Journal of Nusantara Islam Media Wisata Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Journal of Management and Business Review Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ecodemica : Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Jurnal Pariwisata Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Medika Saintika JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) International Journal of Marketing and Human Resource Research SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Jurnal Kajian Pariwisata Jurnal Sains Manajemen Jurnal Kolaboratif Sains Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Research of Service Administration Health and Sains Healthys Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Pendidikan dan Perhotelan Journal of Accounting and Finance Management (JAFM) Business Management Media Bina Ilmiah Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Innovative: Journal Of Social Science Research El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia International Journal of Nusantara Islam J-CEKI Nusantara : Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Perhotelan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Model Pelatihan Simulasi Alur Layanan Untuk Meminimalisir Kesenjangan Keterampilan (Skills Gap) Tenaga Rekam Medis Di UPTD Puskesmas Kuta 1 Nayu Hestyna Wardany; Purwadhi, Purwadhi; Syarifuddin , Didin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.11005

Abstract

Dalam proses transisi penggunaan rekam medis elektronik (RME), fasilitas pelayanan kesehatan dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utama dalam implementasi sistem RME adalah adanya kesenjangan keterampilan (skills gap) pada tenaga rekam medis, di mana kebutuhan tenaga kerja di bidang rekam medis tidak sesuai dengan sumber daya manusia yang tersedia. Banyak fasilitas pelayanan kesehatan masih menghadapi hambatan dalam menyediakan tenaga rekam medis yang kompeten dan sesuai dengan bidang keahliannya. Kondisi ini juga menjadi permasalahan salah satunya di UPTD Puskesmas Kuta 1, yakni adanya kesenjangan keterampilan (skills gap) diantara tenaga rekam medis berdasarkan jenjang pendidikan yang dimiliki. Kesenjangan keterampilan tenaga rekam medis menjadi tantangan yang berdampak pada ketepatan alur layanan dan kualitas pelayanan di Puskesmas Kuta 1. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pelatihan alur layanan yang relevan guna meminimalkan kesenjangan keterampilan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini terdiri dari staf pendaftaran, koordinator pendaftaran, dan pihak Manajemen Puskesmas (Kepala Tata Usaha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staf pendaftaran tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang rekam medis, serta belum pernah mengikuti pelatihan formal terkait alur pelayanan dan pelayanan prima. Model pelatihan yang dibutuhkan mencakup materi tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) alur layanan, keterampilan komunikasi (komunikasi efektif), dan prinsip pelayanan prima (service excellent), yang disampaikan melalui metode kombinasi teori dan praktik. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya pelatihan yang terstruktur dan terjadwal dengan dukungan koordinasi antar unit serta pemanfaatan fleksibilitas anggaran melalui sistem BLUD Puskesmas. Model pelatihan yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi Puskesmas lain dalam meningkatkan kompetensi tenaga rekam medis dan mutu pelayanan administrasi kesehatan.