Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Personal Branding Tasya Farasya, Dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli Ulang Pada Produk Skintific Di Instagram (Studi Kasus Kecamatan Medan Sunggal) Simamora, Tania Maria Agatha Br; Amelia, Wan Rizca; Yunita, Nindya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Personal Branding Tasya Farasya dan Kepercayaan Konsumen terhadap Minat Beli Ulang pada Produk Skintific di Instagram (Studi Kasus Kecamatan Medan Sunggal). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Medan Sunggal yang berusia 18-50 tahun dengan jumlah 15.567 orang berdasarkan data Kantor Kecamatan Medan Sunggal tahun 2025. Data diperoleh melalui survei lapangan menggunakan kuesioner, dan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Solvin sehingga diperoleh 99 responden dengan kriteria pernah membeli produk Skintific dan mengikuti konten Tasya Farasya di Instagram. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Personal Branding Tasya Farasya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Ulang dengan nilai beta 0,637 dan signifikansi (0,000) < 0,05, menjadikannya variabel yang paling dominan. Kepercayaan Konsumen juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Ulang dengan nilai beta 0,249 dan signifikansi (0,037) < 0,05. Secara simultan, Personal Branding Tasya Farasya (X1) dan Kepercayaan Konsumen (X2) berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Ulang, menunjukkan bahwa kedua variabel merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan minat beli ulang konsumen produk Skintific melalui strategi influencer marketing dan membangun kepercayaan pelanggan di era digital.
MODEL EKONOMI HIJAU AGRIBISNIS KOPI GAYO DENGAN INOVASI EKONOMI AKUNTANSI DI ACEH TENGAH Tambunan, Sari Bulan; Effendi, Ihsan; Amelia, Wan Rizca
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36721

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan Model Ekonomi Hijau Agribisnis Kopi yang terintegrasi dengan inovasi ekonomi akuntansi guna meningkatkan keberlanjutan lingkungan, efisiensi usaha tani, dan daya saing petani kopi. Kegiatan dilaksanakan bersama kelompok tani dan koperasi kopi rakyat dengan melibatkan 30 petani kopi sebagai peserta. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman terhadap konsep ekonomi hijau, praktik agribisnis berkelanjutan, serta pencatatan ekonomi usaha tani yang mencerminkan nilai tambah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan partisipatif, dan demonstrasi praktik yang difokuskan pada budidaya ramah lingkungan, pencatatan biaya produksi sederhana, analisis keuntungan usaha tani, serta pemanfaatan limbah kopi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi lapangan, dan penilaian adopsi teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi pencatatan biaya produksi dari 35% menjadi 82%, sekitar 70% peserta mulai menggunakan pupuk organik, serta potensi efisiensi biaya produksi sebesar 10–15%. Kegiatan ini menjadi fondasi awal penerapan agribisnis kopi yang lebih hijau, transparan, dan berdaya saing.Abstract: This community service activity aims to develop an integrated Green Economy Model for the Coffee Agribusiness that incorporates accounting innovation to improve environmental sustainability, farming efficiency, and the competitiveness of coffee farmers. The activity was carried out in collaboration with farmer groups and community coffee cooperatives, involving 30 coffee farmers as participants. The main problems faced by partners were a low understanding of the concept of green economy, sustainable agribusiness practices, and economic recording of farming businesses that reflect environmental added value. The implementation methods included training, participatory assistance, and practical demonstrations focused on environmentally friendly cultivation, simple production cost recording, analysis of farming business profits, and utilization of coffee waste. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, field observations, and technology adoption assessments. The results of the activity showed an increase in production cost recording literacy from 35% to 82%, with around 70% of participants starting to use organic fertilizers, as well as potential production cost efficiencies of 10-15%. This activity laid the initial foundation for the implementation of a greener, more transparent, and more competitive coffee agribusiness.
Pengaruh Elektronik Word Of Mouth, Brand Image, Competitive Advantage Terhadap Repurchase Interest Produk Deodorant Rexona Roll On Studi Kasus Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo Ginting, Ia Ninta Karina Br; Amelia, Wan Rizca; Rafiki, Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM), Brand Image, dan Competitive Advantage terhadap minat beli ulang produk deodorant Rexona Roll On di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media digital mendorong konsumen untuk lebih aktif mencari serta membagikan informasi mengenai produk, sehingga E-WOM menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi dan keputusan pembelian ulang. Selain itu, citra merek yang kuat serta keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan juga diyakini berperan dalam mempertahankan loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 15.073 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), dan uji simultan (uji F). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi residual sebesar 0,200 (> 0,05), tidak terdapat gejala multikolinearitas dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10 dan nilai tolerance > 0,1, serta tidak ditemukan gejala heteroskedastisitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa E-WOM, Brand Image, dan Competitive Advantage berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang produk Rexona Roll On, baik secara parsial maupun simultan. Dengan demikian, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan strategi pemasaran digital, memperkuat citra merek, serta mempertahankan keunggulan bersaing guna mendorong peningkatan minat beli ulang konsumen.