Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Role of Social Media in the Formation of Global Cultural Identity Yolanda, Agnita; Andary, Ria Wuri; Tamsil, Ilma Saakinah; Zaman, Khalil; Wei, Sun
Journal of Social Science Utilizing Technology Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jssut.v3i1.2102

Abstract

Background. In the contemporary digital era, social media platforms have become a dominant force in shaping cultural identities across the globe. The rapid dissemination of information and interactive communication fostered by platforms such as Instagram, TikTok, Twitter, and Facebook has significantly contributed to the formation of a shared global cultural identity. Purpose. This research explores the role of social media in influencing cultural perceptions, values, and behaviors among diverse communities. The primary objective of this study is to analyze how social media facilitates cultural exchange and contributes to the convergence of cultural norms, while also highlighting the tensions between global and local identities. Method. This study adopts a qualitative approach using content analysis and semi-structured interviews involving 30 active social media users from different cultural backgrounds. Data were analyzed thematically to identify recurring patterns and narratives regarding cultural identity construction. Results. The findings reveal that social media functions both as a platform for cultural homogenization and as a space for cultural hybridity. While global trends and popular content promote a sense of shared identity, users also reinterpret and adapt these influences to fit their local cultures, resulting in the emergence of hybrid cultural expressions. Moreover, the study indicates that social media plays a crucial role in youth identity formation and in promoting cross-cultural understanding. Conclusion. In conclusion, social media acts as a double-edged sword—supporting the development of a global cultural identity while preserving unique cultural elements. Future studies are recommended to further explore this dynamic in different regional contexts.
MENINGKATKAN KESADARAN PAJAK DISUMATERA UTARA MELALUI PERAN DAN STRATEGI PUBLIC RELATIONS BADAN PENDAPATAN DAERAH (BAPENDA) Yolanda, Agnita; Hanum, Zubaidah; Hasibuan, Siska; Muthia, Muthia; Bebi, Bebi; Dhea, Dhea; Nayla, Nayla
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3219

Abstract

Abstract: This study aims to explore the role and strategy of Public Relations (PR) of the North Sumatra Regional Revenue Agency (BAPENDA) in increasing public awareness of motor vehicle tax obligations. Departing from the challenge of low levels of tax compliance, this study uses a qualitative approach to explore in depth the strategic role of PR in building effective communication between Bapenda and the public. Data were collected through in-depth interviews with Bapenda officials responsible for the PR function, focus groups from various circles of society, and analysis of related documents, such as activity reports, socialization materials, and promotional media. The results showed that PR plays an important role in building a positive image of Bapenda through various communication strategies, such as the use of social media, collaboration with influencers, and direct socialization with schools. In addition, Bapenda cooperates closely with stakeholders, including local governments, prosecutors' offices, and neighborhoods, to expand communication outreach and enforce tax rules. Education programs are also a key component, with interactive approaches and incentives such as souvenirs and vouchers to increase public participation. On the other hand, Bapenda has an effective crisis communication plan to deal with negative publicity issues. Through these diverse communication strategies, the research found that a personal approach and the utilization of digital technology are factors in the crisis communication plan. Keywords: Role of PR, Strategy, Regional Revenue Agency, Tax Awareness. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan strategi Public Relations (PR) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Utara dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor. Berangkat dari tantangan rendahnya tingkat kepatuhan pajak, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali secara mendalam peran strategis PR dalam membangun komunikasi yang efektif antara Bapenda danmasyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat Bapenda yang bertanggung jawab atas fungsi PR, kelompok fokus dari berbagai kalangan masyarakat, serta analisis dokumen terkait, seperti laporan kegiatan, materi sosialisasi, dan media promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PR berperan penting dalam membangun citra positif Bapenda melalui berbagai strategi komunikasi, seperti pemanfaatan media sosial, kolaborasi dengan influencer, dan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah. Selain itu, Bapenda menjalin kerja sama erat dengan stakeholder, termasuk pemerintah daerah, kejaksaan, dan kelurahan, untuk memperluas jangkauan komunikasi dan menegakkan aturan perpajakan. Program edukasi juga menjadi komponen kunci, dengan pendekatan interaktif dan pemberian insentif berupa souvenir dan voucher untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Di sisi lain, Bapenda memiliki rencana komunikasi krisis yang efektif dalam menangani isu-isu publikasi negatif. Melalui strategi komunikasi yang beragam ini, penelitian menemukan bahwa pendekatan personal dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran pajak masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi di bidang perpajakan dan menawarkan rekomendasi kebijakan bagi Bapenda untuk meningkatkan efektivitas program-program sosialisasi pajak di masa depan. Kata kunci: Peran PR, Strategi, Badan Pendapatan Daerah, Kesadaran Pajak.
Peningkatan Kinerja Karyawan PT Smartfren Sumbagut Adam Malik Melalui Optimalisasi Komunikasi Organisasi Internal Yolanda, Agnita; Rismayati Aruan, Rosanni
Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajemen) Vol. 12 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35126/ilman.v12i2.724

Abstract

Komunikasi organisasi merupakan bentuk pertukaran pesan antara unit-unit komunikasi yang berada di dalam suatu organisasi. Tujuan dari ini penelitian ini untuk mengidentifikasi peran komunikasi organisasi dalam meningkatkan semangat kerja karyawan pada PT SMARTFREN. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam bagaimana peran komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja karyawan di PT. SMARTFREN. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa peran komunikasi organisasi pada karyawan PT SMARTFREN Sumbagut Adam Malik sangat berperan dalam peningkatan kinerja karyawan, hal ini ditunjukkan dari kinerja karyawan yang maksimal dan minimnya konflik yang terjadi.
Efektivitas Komunikasi Melalui Google Classroom: Communication Effectiveness Through Google Classroom YOLANDA, AGNITA; Saragih, Novi Ismaya Br; Nurislimida, Nurislimida
BISMA Cendekia Vol. 1 No. 2 (2021): BISMA Cendekia - Januari 2021
Publisher : Politeknik Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama masa pandemic covid-19 Mahasiswa dan dosen melalukan pembelajaran online dan berdiskusi melalui media sosial. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Komunikasi melalui Google Classroom (Studi Tehadap Mahasiswa PLM Angkatan 2017). Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif, Sampel yang diambil sebanyak 68 mahasiswa yang telah dihitung dengan menggunakan rumus slovin, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan kuesioner dengan  melakukan  pengolahan data melalui software excel dan pengolahan data SPSS V.21. Hasil penelitian berdasarkan 3 Indikator yaitu Intesitas, Komunikasi, dan kepuasaan, Penelitian ini dilakukan dengan cara  menyebarkan kuesioner kepada 68 responden dan  hasil penelitian menujukan bahwa indikator Intesitas memiliki nilai rata–rata tertinggi sebesar 4,47, Indikator Komunikasi memiliki nilai rata – rata sebesar 4,36 dan  Indikator  Kepuasaan memiliki nilai rata– rata sebesar 4,34. Dari hasil penelitian dilihat bahwa intesitaslah yang memiliki  keefektivitasan  komunikasi dalam masa pembelajaran online.
Tangibles Sebagai Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan Perguruan Tinggi YOLANDA, AGNITA; Ginting, Verawati R.; Sari, Ruri Aditya
BISMA Cendekia Vol. 2 No. 1 (2021): BISMA Cendekia - September 2021
Publisher : Politeknik Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan sebuah Perguruan Tinggi. Dengan tujuan untuk memperoleh hasil tentang apa saja Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan Politeknik LP3I Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan data yang didapat melalui observasi lapangan dan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa tingkat III T.A 2020/2021 semua jurusan. Populasi dalam penelitian ini kesluruhan dari jumlah mahasiswa/i Tingkat III Politeknik LP3I Medan, dengan sampel sebanyak 120 mahasiswa yang didominasi oleh jenis kelamin perempuan yakni berjumlah 71 orang (59,2%) sedangkan laki-laki berjumlah 49 orang (48,0%). Setelah data diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS Versi 22 dengan hasil yang menunjukkan bahwa faktor bukti langsung dan kempat faktor lainnya berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada Politeknik LP3I Medan. Faktor yang paling dominan adalah faktor bukti langsung sebesar 3,45, dan faktor dominan kedua adalah faktor keandalan sebesar 3,38, yang ketiga faktor jaminan sebesar 3,27, selanjutnya faktor empati sebesar 3,19 dan yang terakhir faktor daya tanggap sebesar 3,13. Secara umum, kelima faktor tersebut mempengaruhi kualitas pelayanan Politeknik LP3I Medan, namun faktor yang paling dominan berpengaruh adalah faktor bukti langsung dengan nilai rata-rata 3,45 dan dalam penilaian range interval dinyatakan baik terhadap kualitas pelayanan politeknik LP3I Medan.
Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Pada Perguruan Tinggi Marhamah, Siti; Yolanda, Agnita; Sari, Ruri Aditya; Nurismilida, Nurismilida
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 02 (2021): Artikel Riset Edisi Agustus 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i2.1023

Abstract

Latar belakang: Di era society 5.0, Perguruan Tinggi dituntut mampu menghasilkan mahasiswa yang kreatif dalam memecahkan permasalahan yang ada dan memberi solusi. Untuk menghasilkan mahasiswa yang kreatif, penyediaan fasilitas belajar di Perguruan Tinggi perlu di perhatikan guna meningkatkan prestasi belajar. Tujuan penulisan makalah ini untuk mendeskripsikan bagaimana Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa di Perguruan tinggi, yaitu ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan data yang didapat melalui observasi lapangan dan menyebarkan kuesioner kepada responden sebanyak 60 mahasiswa pada Politeknik LP3I kampus Marelan. Data diolah dengan menggunakan program SPSS Versi 25 Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya  fasilitas belajar  pada sarana pendidikan berpengaruh terhadap prestasi belajar dan fasilitas belajar pada prasarana pendidikan tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar. t hitung variabel Fasilitas belajar pada Sarana Pendidikan sebesar t hitung 3.860< t table 1,6715, dan pada Prasarana pendidikan diketahui nilai t hitung variabel Fasilitas belajar pada Sarana Pendidikan sebesar t hitung 2.525< t table 1,6715. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa fasilitas belajar berupa sarana pendidikan berpengaruh terhadap prestasi belajar dan fasilitas belajar berupa prasarana tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa Politeknik LP3I kampus Marelan. Hal ini dikarenakan alat pelajaran, alat peraga dan media pembelajaran yang merupakan sarana dalam belajar diperlukan dalam proses pembelajaran yang dapat mempengaruhi prestasi mahasiswa.