Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Karakteristik Makroskopis Dan Mikroskopis Jamur Kontaminan Pascapanen Pada Buah Jeruk Madu Berastagi di Desa Seribu Jandi Sumatera Utara Tarigan, Emilia Surabina Br; Sartini, Sartini; Rahmiati, Rahmiati; Lubis, Rosliana
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v7i1.6110

Abstract

This study aims to determine the types of fungi that contaminate post-harvest Berastagi honey orange fruit. The type of research is descriptive qualitative. The method used is the blocksquare method. The stages in the study include preparation of test media, isolation of contaminant fungi in honey orange fruit, pure culture techniques, measurement of fungal diameter in growth media, macroscopic and microscopic identification of fungi. The results of the study found three (3) genera with 14 isolates of post-harvest contaminant fungi. The first genus Fusarium with one species Fusarium sp. The second genus Penicillium with one species, namely Penicillium sp, the third genus Aspergillus with 12 species, namely Aspergillus sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus sp3, Aspergillus sp5 Aspergillus sp5, Aspergillus sp6, Aspergillus sp7, Aspergillus sp8, Aspergillus sp9, Aspergillus sp10, Aspergillus sp11, and Aspergillus sp12. Two (2) unidentified isolates, namely Mycelia sterilia sp1 and Mycelia sterilia sp2. The isolates found had varying characteristics of texture, colony color and spore color. The conclusion obtained from this study was that the 16 fungal isolates consisted of three genera Fusarium, Aspergillus, Penicillium and two unidentified isolates, namely Mycelia sterilia.
PENGARUH NILAI PH TANAH TERHADAP POTENSI PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT Saragih, Sri Wahyuna; Lubis, Rosliana; Adhyaksa, Yohannes; Hasibuan, Mahidin EL Wafa; Apriansyah Sembiring; Izhar Hasan Nasution; Sigit; Dwi Mutia Anggraini; Meliala, Bibel Agrivino
Jurnal Agro Fabrica Vol. 7 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v7i1.299

Abstract

This study aims to determine soil pH values using various dilution levels with water (H₂O) and 1 N KCl solution, and to analyze their effects on soil acidity and its implications for soil fertility. Soil pH is an important indicator that influences nutrient availability and plant growth, particularly in oil palm cultivation. The research was conducted in an ITSI Soil Laboratory by mixing air-dried soil with H₂O and KCl in ratios of 1:1 and 1:2.5. The results showed that soil pH mixed with water ranged from 5.3 to 5.8 (slightly acidic), while soil mixed with 1 N KCl had lower pH values, ranging from 4.2 to 4.4 (strongly acidic). The decrease in pH when using KCl solution is due to the exchange of H⁺ and Al³⁺ ions from soil colloids into the solution, resulting in increased soil acidity. This condition can reduce nutrient availability, suppress microbial activity, and potentially lead to toxicity in plants if not properly managed. Therefore, soil pH management through liming is necessary to achieve optimal conditions for plant growth.
Penguatan Komunikasi dan Mitigasi Bencana untuk Tenaga Medis Puskesmas Kebun Lada Binjai Melalui Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Rosliana Lubis; Riyanto Riyanto; Effiati Juliana Hasibuan
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7202

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan publik yang terdiri atas berbagai unit kerja, seperti ruang farmasi, ruang administrasi, dan ruang perawatan. Kompleksitas aktivitas di dalamnya menjadikan Puskesmas memiliki potensi risiko kebakaran yang cukup tinggi, khususnya akibat korsleting listrik, tumpahan bahan kimia, maupun kelalaian dalam penggunaan peralatan medis. Minimnya pengetahuan petugas medis mengenai prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sering kali menjadi faktor utama kegagalan dalam melakukan penanganan awal terhadap insiden kebakaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan petugas medis dalam menghadapi kebakaran melalui edukasi dan pelatihan praktis. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, simulasi pemadaman api dengan goni basah, serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan dasar, dan kepercayaan diri dalam menghadapi keadaan darurat. Kegiatan ini secara efektif meningkatkan kapasitas individu dan kelembagaan dalam mitigasi serta penanggulangan bencana kebakaran di lingkungan Puskesmas.
Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Teknologi Mesin Pemisah Lidi Sawit Bagi Kelompok Tani Desa Gunung Ambat, Kecamatan Sei Bingai Langkat Rosliana Lubis; Effiati Juliana Hasibuan; Ahmad Prayudi; Affandi Affandi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8313

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani tentang penerapan teknologi mesin pemisah lidi sawit. Mitra kegiatan adalah kelompok tani (Poktan) Putra Mandiri desa Gunung Ambat, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lidi Sawit adalah produk turunan yang dihasilkan dari limbah pelepah sawit. Saat ini, pemisahan lidi sawit dilakukan secara manual dan belum menggunakan teknologi mesin.  Bentuk kegiatan  adalah : (a) Sosialisasi kepada mitra tentang penerapan teknologi mesin pemisah lidi sawit, dan (b] Pelatihan, (c) Hibah satu unit mesin pemisah lidi sawit, (d) Pendampingan dalam penggunaan dan pemasaran, (e) Monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mitra dan mendorong masyarakat dapat beralih dari metode konvensional menuju teknologi berbasis mesin. 85% mitra menunjukkan peningkatan yang memuaskan dalam pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan mesin pemisah lidi sawit.
Analisis Variasi Leksikal Bahasa Batak Toba di Kecamatan Siantar Timur: Kajian Dialektologi: A Dialectological Study of Lexical Variation in the Toba Batak Language in Siantar Timur District Indah Destriani Samosir; Dwi Widayati; Rosliana Lubis
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2698

Abstract

Variasi leksikal merupakan aspek penting dalam kajian dialektologi karena mencerminkan persebaran, kontak, dan identitas kebahasaan masyarakat tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi leksikal bahasa Batak Toba di Kecamatan Siantar Timur serta menentukan status perbedaan leksikal antardaerah pengamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data berupa bentuk leksikal bahasa Batak Toba yang diperoleh dari informan di empat titik pengamatan, yaitu Kelurahan Asuhan, Siopat Suhu, Merdeka, dan Pahlawan. Data penelitian terdiri atas 200 kosakata daftar Swadesh yang dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik sadap dan simak libat cakap. Data dianalisis menggunakan metode padan, perbandingan leksikal, pemetaan, dan dialektometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 dari 200 kosakata memiliki variasi leksikal. Perhitungan dialektometri menunjukkan jarak leksikal antardaerah pengamatan tergolong rendah, yaitu 8% sampai 11%. Implikasinya, meskipun terdapat variasi leksikal, bahasa Batak Toba pada keempat wilayah tersebut tidak menunjukkan perbedaan dialek.
Interpretation of The Setan Card in Tarot Nusantara: A Semiotic Study Based on Roland Barthes Arief Budi Mulia; Gustianingsih Gustianingsih; Rosliana Lubis
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.435

Abstract

Tarot cards contain complex symbolic systems, including The Setan (the Devil) card in Tarot Nusantara. This complexity makes Barthes’ semiotics relevant for uncovering deeper meanings through denotation, connotation, and myth. This qualitative descriptive study aims to identify the similarities, differences, strengths, and weaknesses between the researcher’s interpretation (based on Barthes’ semiotic framework) and a tarot practitioner’s interpretation of the Setan card in Tarot Nusantara. The data were analyzed using a commensurate method, a comparative analytical approach used to examine relationships between interpretations. The analysis involved identifying and classifying the key symbolic elements of the card, followed by systematic comparisons to determine similarities, differences, and core meanings between the researcher’s interpretation and that of the tarot practitioner. Both interpretations associate the card with human powerlessness driven by lust and desire, representing the darker aspects of human nature. However, the semiotic analysis reveals that the card also conveys a symbolic message of self-awareness and the potential for liberation from psychological and spiritual attachment. The analysis shows that the researcher’s interpretation focuses on psychological dimensions and the potential for self-transformation, while the practitioner’s interpretation emphasizes external negative consequences and immediate risks.
Analisis Sedimen Urine pada Peminum Kopi di Kelurahan Titi Rantai Kecamatan Medan Baru Kota Medan Budiarti Sembiring; Rosliana Lubis; Abdul Karim; Ferdinand Susilo
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 8, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v8i1.7104

Abstract

Coffee is a widely consumed beverage containing caffeine and oxalate, which may affect urinary tract health. This study aimed to analyze urine sediment among coffee drinkers in Titi Rantai Village, Medan Baru District, Medan City. A quantitative descriptive method was employed with 56 respondents selected through purposive sampling. Urine sediment examination was conducted microscopically to identify erythrocytes, leukocytes, epithelial cells, casts, crystals, and calcium oxalate crystals. Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. The results showed that 38 respondents (67.86%) had normal urine sediment, while 18 respondents (32.14%) exhibited abnormal urine sediment. The most common abnormalities were erythrocytes (51.79%), followed by calcium oxalate crystals (39.29%) and other crystals (37.50%). Calcium oxalate crystals were detected in 24 respondents (42.86%), whereas 32 respondents (57.14%) showed no calcium oxalate crystals. In conclusion, most coffee drinkers had normal urine sediment; however, abnormal findings, particularly erythrocytes and calcium oxalate crystals, were still observed and may indicate potential urinary tract disorders.
DISFEMISME PADA WACANA LINGKUNGAN BANJIR DI SUMATERA UTARA DALAM MEDIA MASSA DARING Regita Ayuni Putri Ginting; Dwi Widayati; Rosliana Lubis
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i1.1749

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguraikan latar belakang digunakannya disfemisme pada wacana lingkungan banjir di Sumatera Utara menggunakan teori Allan dan Burridge. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan bagaimana sebuah media massa daring mengemas wacana menggunakan piranti bahasa untuk membangun ideologi dan memengaruhi sikap pembaca dalam menyikapi sebuah fenomena lingkungan. Dalam pengumpulan datanya, digunaakan metode simak dengan teknik catat. Metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik ganti digunakan untuk menganalisis datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya disfemisme dalam wacana lingkungan banjir di Sumatera Utara dalam media massa daring Waspada.id, Medanbisnisdaily.com, Waspada.co.id, Orbitdigitaldaily.com, dan Analisadaily.com berupa kata, frasa, atau kalimat dengan berbagai latar penggunaannya. Kelima portal berita daring tersebut menggunakan kata, frasa, dan kalimat berupa disfmesime dengan latar belakang untuk menunjukkan rasa tidak suka atau tidak setuju terhadap seserorang atau sesuatu, penggambaran yang negatif tentang seseorang atau sesuatu, mengungkapkan kemarahan atau kejengkelan, menunjukkan rasa tidak hormat atau merendahkan seseorang, mengolok-olok, mencela, atau menghina, melebih-lebihkan sesuatu, menghujat atau mengkritik, serta menunjukkan sesuatu hal bernilai rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran mengenai sikap penulis atau wartawan terhadap penulisan berita khususnya pada situasi ekologi.
Variasi Leksikal Bahasa Pakpak Dairi di Kabupaten Dairi: Kajian Dialektologi: Lexical Variation in the Pakpak Dairi Language in Dairi Regency: A Dialectological Study Astri Indah Manalu; Dwi Widayati; Rosliana Lubis
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2695

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi leksikal bahasa Pakpak Dairi di Kabupaten Dairi melalui pendekatan dialektologi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh situasi kontak multibahasa antara bahasa Pakpak Dairi, bahasa Indonesia, Batak Toba, dan bahasa daerah lain yang berpotensi memengaruhi perbedaan leksikal antarkomunitas tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan persebaran variasi leksikal, mengidentifikasi kosakata tanpa variasi, serta menentukan status perbedaan antartitik pengamatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif-kuantitatif. Data dikumpulkan pada empat titik pengamatan melalui metode cakap, teknik cakap semuka, dan teknik catat berdasarkan kosakata Swadesh serta kosakata budaya. Data dianalisis menggunakan metode padan, teknik Pilah Unsur Penentu, Hubung Banding Membedakan, pemetaan isoglos, dan dialektometri. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi leksikal dan fonologis, meskipun sebagian besar glos tetap tidak bervariasi. Perhitungan dialektometri menunjukkan bahwa perbedaan antartitik pengamatan berada dalam kategori tidak berbeda. Implikasinya, bahasa Pakpak Dairi memiliki keragaman leksikal tanpa membentuk dialek terpisah.