Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Application of Cover Type and Rootstock Height to the Success of Mango Grafting Darma Putra , I Kadek Handre; Pembengo, Wawan; Dude, Suyono; Bagu, Fitria S; Zakaria, Fauzan; Apriliani, Silvana; Lihawa, Mohamad; Fathan, Suparmin; Mustafa, Ramlan
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.3.591

Abstract

The availability of high-quality mango seedlings is a major challenge in improving fruit yield and quality, which can be addressed through vegetative propagation techniques, such as grafting that combines rootstocks with strong root systems and scions from superior varieties. This study aimed to determine the effects of the interaction between cover type and rootstock height on mango grafting success. This study was conducted from July to September 2022. A split-plot design was employed, with the main factor being the cover type (single and mass cover) and the sub-factor being the rootstock height (50 cm and 30 cm). The measured parameters included the time for bud emergence, percentage of bud emergence, number of leaves, and grafting success, with data analyzed using ANOVA and LSD tests at a 5% significance level. The results showed that mass cover significantly influenced grafting success, with an average time of bud emergence of 12.40 days, percentage of bud emergence of 100%, average number of leaf average of 6.90, and grafting success rate of 100%. Conversely, the rootstock height did not significantly affect these parameters. Mass cover has been proven to create an optimal microenvironment for plant growth by maintaining humidity and temperature and protecting plants against extreme environmental conditions. In contrast, grafting incompatibility was detected in certain rootstock height treatments, potentially affecting the nutrient flow and graft quality. In conclusion, mass cover had a dominant effect on grafting success, whereas rootstock height had no significant impact. No interaction was found between cover type and rootstock height in mango grafting. Keywords: cover type, rootstock height, grafting
PENERAPAN TEKNOLOGI VERTIMINAPONIK DAN BUDIKDAMBER GUNA MEMBANGUN RESILIEN PANGAN MASYARAKAT Pembengo, Wawan; Lihawa, Mohamad; Fathan, Suparmin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertiminaponik merupakan teknologi kombinasi antara sistem budidaya sayuran secara vertikal berbasis pot talang plastik dengan sistem akuaponik. Bukdidamber merupakan teknik budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem akuaponik (polikulturikan dan sayuran). Kedua teknologi ini berperan dalam menjaga tingkat resilien (ketahanan) pangan di tingkat masyarakat desa yang kepemilikan lahannya terbatas dengan kondisi marginal. Kegiatan Pengabdian Desa Binaan yang berlokasi di desa Tunggulo kecamatan Tilongkabila kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan bimtek penerapan ilmu dan teknologi. Kegiatan ini juga merupakan pengabdian kaji tindak (action research) dalam rangka sosialisasi teknik vertiminaponik dan budikdamber. Teknik vertiminaponik dan budikdamber bisa digunakan oleh petani dan juga rumah tangga yang memiliki keterbatasan luas lahan. Dengan metode ini, petani dan rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan meskipun tidak memiliki lahan yang luas. Teknik ini muncul dengan pertimbangan, bisa tercapainya pemenuhan kebutuhan sayuran dan ikan demi tumbuhnya tingkat resilien (ketahanan) pangan masyarakat. Selain itu, teknologi ini memiliki peluang besar untuk dijadikan usaha mikro masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN BIOPESTISIDA UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA ULANTA KABUPATEN BONE BOLANGO Lihawa, Mohamad; Rahim, Yunnita; Pulogu, Siska Irhamnawati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2361

Abstract

Pertanian adalah aktivitas manusia dalam mengelola lahan untuk menghasilkan pangan dan produk lainnya. Proses ini melibatkan persiapan lahan, pemilihan benih unggul, penanaman, serta pengendalian hama dan penyakit. Pestisida kimia sering digunakan untuk melindungi tanaman, namun penggunaannya yang berlebihan dapat merusak ekosistem dan menciptakan hama dan patogen resisten. Sebagai alternatif, biopestisida yang berasal dari tumbuhan dan mikroorganisme menjadi solusi ramah lingkungan. Desa Ulanta di Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi besar untuk pengembangan biopestisida dari tanaman lokal seperti gamal dan babadotan. Kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan ke masyarakat tentang pemanfaatan biopestisida yang diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Metode kegiatan berupa survei Lokasi, pelaksanaan kegiatan ini mencakup penyampaian materi pembuatan biopestisida dari gamal, babadotan, Beauveria bassiana, dan Trichoderma sp., serta demonstrasi langsung di lahan Masyarakat. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam berdiskusi dengan pemateri mengenai permasalahan yang dihadapi di lahan pertanian Desa Ulanta. Peserta berharap biopestisida yang telah disosialisasikan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lahan pertanian desa tersebut. Hasil aplikasi di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan biopestisida berbahan daun gamal, babadotan, Beauveria bassiana, dan Trichoderma sp. efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kegiatan pelatihan ini mendorong meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya pertanian ramah lingkungan, sekaligus inovasi lokal dalam menghasilkan produk biopestisida yang bernilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini berhasil memperkenalkan biopestisida untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Diversifikasi Produk Pertanian untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Butu, Kabupaten Bone Bolango Lihawa, Mohamad; Apriliani, Silvana; Pulogu, Siska Irhamnawati; Zakaria, Fauzan
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6937

Abstract

The challenges facing the people of Butu Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, include low added value of agricultural products and limited diversification of local food products. This situation leads to dependence on the sale of raw crops and a limited variety of nutritious food consumption. This program provides training and mentoring solutions for diversifying agricultural products, with a focus on processing. The objective of this activity is to enhance the skills of the Butu Village community in processing agricultural products, particularly corn, into value-added products and to strengthen village food security by providing a variety of nutritious and sustainable local food products. The results of this community service activity show an increase in participants' knowledge and skills in processing corn-based agricultural products, as well as growing community motivation to develop local food-based businesses. Thus, this activity makes a significant contribution to supporting community economic independence and food security, leveraging the village's potential. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango adalah rendahnya nilai tambah hasil pertanian dan terbatasnya diversifikasi produk pangan lokal. Kondisi ini menyebabkan ketergantungan pada penjualan hasil panen dalam bentuk mentah, dan terbatasnya variasi konsumsi pangan bergizi. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk pertanian, khususnya pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Butu dalam mengolah hasil pertanian, khususnya jagung dan komoditas lainnya, menjadi produk olahan bernilai tambah dan menguatkan ketahanan pangan desa melalui penyediaan produk pangan lokal yang variatif, bergizi dan berkelanjutan. hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses produksi, serta tumbuhnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus ketahanan pangan berbasis potensi desa.