Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI VERTIMINAPONIK DAN BUDIKDAMBER GUNA MEMBANGUN RESILIEN PANGAN MASYARAKAT Pembengo, Wawan; Lihawa, Mohamad; Fathan, Suparmin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertiminaponik merupakan teknologi kombinasi antara sistem budidaya sayuran secara vertikal berbasis pot talang plastik dengan sistem akuaponik. Bukdidamber merupakan teknik budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem akuaponik (polikulturikan dan sayuran). Kedua teknologi ini berperan dalam menjaga tingkat resilien (ketahanan) pangan di tingkat masyarakat desa yang kepemilikan lahannya terbatas dengan kondisi marginal. Kegiatan Pengabdian Desa Binaan yang berlokasi di desa Tunggulo kecamatan Tilongkabila kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan bimtek penerapan ilmu dan teknologi. Kegiatan ini juga merupakan pengabdian kaji tindak (action research) dalam rangka sosialisasi teknik vertiminaponik dan budikdamber. Teknik vertiminaponik dan budikdamber bisa digunakan oleh petani dan juga rumah tangga yang memiliki keterbatasan luas lahan. Dengan metode ini, petani dan rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan meskipun tidak memiliki lahan yang luas. Teknik ini muncul dengan pertimbangan, bisa tercapainya pemenuhan kebutuhan sayuran dan ikan demi tumbuhnya tingkat resilien (ketahanan) pangan masyarakat. Selain itu, teknologi ini memiliki peluang besar untuk dijadikan usaha mikro masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN BIOPESTISIDA UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA ULANTA KABUPATEN BONE BOLANGO Lihawa, Mohamad; Rahim, Yunnita; Pulogu, Siska Irhamnawati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2361

Abstract

Pertanian adalah aktivitas manusia dalam mengelola lahan untuk menghasilkan pangan dan produk lainnya. Proses ini melibatkan persiapan lahan, pemilihan benih unggul, penanaman, serta pengendalian hama dan penyakit. Pestisida kimia sering digunakan untuk melindungi tanaman, namun penggunaannya yang berlebihan dapat merusak ekosistem dan menciptakan hama dan patogen resisten. Sebagai alternatif, biopestisida yang berasal dari tumbuhan dan mikroorganisme menjadi solusi ramah lingkungan. Desa Ulanta di Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi besar untuk pengembangan biopestisida dari tanaman lokal seperti gamal dan babadotan. Kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan ke masyarakat tentang pemanfaatan biopestisida yang diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Metode kegiatan berupa survei Lokasi, pelaksanaan kegiatan ini mencakup penyampaian materi pembuatan biopestisida dari gamal, babadotan, Beauveria bassiana, dan Trichoderma sp., serta demonstrasi langsung di lahan Masyarakat. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam berdiskusi dengan pemateri mengenai permasalahan yang dihadapi di lahan pertanian Desa Ulanta. Peserta berharap biopestisida yang telah disosialisasikan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lahan pertanian desa tersebut. Hasil aplikasi di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan biopestisida berbahan daun gamal, babadotan, Beauveria bassiana, dan Trichoderma sp. efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kegiatan pelatihan ini mendorong meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya pertanian ramah lingkungan, sekaligus inovasi lokal dalam menghasilkan produk biopestisida yang bernilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini berhasil memperkenalkan biopestisida untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Diversifikasi Produk Pertanian untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Butu, Kabupaten Bone Bolango Lihawa, Mohamad; Apriliani, Silvana; Pulogu, Siska Irhamnawati; Zakaria, Fauzan
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6937

Abstract

The challenges facing the people of Butu Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, include low added value of agricultural products and limited diversification of local food products. This situation leads to dependence on the sale of raw crops and a limited variety of nutritious food consumption. This program provides training and mentoring solutions for diversifying agricultural products, with a focus on processing. The objective of this activity is to enhance the skills of the Butu Village community in processing agricultural products, particularly corn, into value-added products and to strengthen village food security by providing a variety of nutritious and sustainable local food products. The results of this community service activity show an increase in participants' knowledge and skills in processing corn-based agricultural products, as well as growing community motivation to develop local food-based businesses. Thus, this activity makes a significant contribution to supporting community economic independence and food security, leveraging the village's potential. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango adalah rendahnya nilai tambah hasil pertanian dan terbatasnya diversifikasi produk pangan lokal. Kondisi ini menyebabkan ketergantungan pada penjualan hasil panen dalam bentuk mentah, dan terbatasnya variasi konsumsi pangan bergizi. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk pertanian, khususnya pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Butu dalam mengolah hasil pertanian, khususnya jagung dan komoditas lainnya, menjadi produk olahan bernilai tambah dan menguatkan ketahanan pangan desa melalui penyediaan produk pangan lokal yang variatif, bergizi dan berkelanjutan. hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses produksi, serta tumbuhnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus ketahanan pangan berbasis potensi desa.
Analysis of Soil Physical Properties and Their Implications for Corn (Zea mays L.) Land Management in Pulubala District Usman, Ledi Diana Putri; Zulzain Ilahude; Mohamad Lihawa
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze variations in soil physical properties and their implications for corn (Zea mays L.) land management strategies in Pulubala District. This study used a quantitative descriptive survey method on three systematically selected corn land units, with soil sampling at a depth of 0-20 cm for analysis of texture, water content, bulk density, particle density, and porosity in the laboratory. The results showed that points 1 and 3 have a sandy loam texture with a dominant sand content, while point 2 has a clay texture with a dominant clay fraction. The bulk density and porosity values ​​​​illustrate the gradation of soil compaction, where point 1 is relatively looser with high porosity, while points 2 and 3 show lower porosity and indications of compaction that inhibits aeration and root penetration. In terms of management, land with good physical conditions needs to focus on maintaining soil structure, while more compacted land requires intervention in the form of adding organic matter, improving aeration, and regulating drainage to maintain an optimal corn growing environment.
EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI MEDIA TUMBUH Trichoderma brevicompactum DAN UJI ANTAGONISME TERHADAP Fusarium sp. SERTA STIMULASI PERKECAMBAHAN BENIH CABAI Nurhayati T. Moli; Rida Iswati; Mohamad Lihawa
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7637

Abstract

Kulit pisang kepok sebagai limbah pertanian mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai media alternatif untuk membiakkan Trichoderma brevicompactum, yaitu bahan formulasi pengontrol hayati Fusarium sp., dan peningkat pertumbuhan benih cabai. Penelitian ini bertujuan menguji potensi ekstrak kulit pisang kepok sebagai media tumbuh T. brevicompactum, efektivitas formulasi antagonisnya terhadap Fusarium sp. secara in vitro, dan pengaruhnya pada perkecambahan benih cabai yang terinfeksi. Penelitian dilakukan pada April-Juli 2025 di Laboratorium Agen Hayati Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo menggunakan rencana acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi sifat fisik-kimia, kerapatan spora, berat berangkasan miselium, daya hambat terhadap Fusarium sp., daya berkecambah, dan indeks vigor benih cabai. Data dianalisis dengan uji t-Test, anova, dan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok dan Potato dextrose Broth (PDB) standar mendukung pertumbuhan T. brevicompactum dengan kerapatan spora mencapai 1.1×10⁹ spora/ml, sehingga memiliki potensi sebagai media cair yang ekonomis dan ramah lingkungan. Formulasi ini mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. hingga 25.11%, meningkatkan viabilitas benih cabai dengan daya berkecambah 96.7% dan indeks vigor 83.3-97.0%.
BIODIVERSITAS MUSUH ALAMI ARTHROPODA PADA TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) YANG DIBERI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Susi Rahmawati; Mohamad Lihawa; Suyono Dude
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, kelimpahan, dan keanekaragaman musuh alami arthropoda pada tanaman terong (Solanum melongena L.) yang diberi Mikroorganisme Lokal (MOL). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (20 ml MOL/l air), P2 (40 ml MOL/l air), dan P3 (60 ml MOL/l air) dengan empat ulangan. Pengambilan sampel musuh alami arthropoda dilakukan menggunakan jaring ayun secara berkala, kemudian diidentifikasi. Data analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis-jenis musuh alami arthropoda yang terdiri dari 8 ordo, 18 famili dan 25 jenis spesies. Populasi musuh alami arthropoda pada P3 lebih tinggi pada umur 6 dan 8 MST. Kelimpahan musuh alami arthropoda pada perlakuan MOL meningkat dibandingkan dengan kontrol, dengan Staphylinidae (P.fuscipes), Coccinellidae (Spesies 2), dan Libellulidae (Spesies 1) sebagai kelompok dominan. Nilai indeks keanekaragaman di semua perlakuan berada pada kategori sedang, yaitu P0 (1,285), P1 (1,325), P2 (1,368), dan P3 (1,372). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MOL berpotensi mendukung keberadaan musuh alami arthropoda melalui peningkatan jumlah famili, populasi, dan kelimpahan tanpa menurunkan stabilitas keanekaragaman. MOL dapat direkomendasikan sebagai alternatif ramah lingkungan karena tidak bersifat toksik terhadap musuh alami arthropoda, melainkan berpotensi membantu menjaga keseimbangan ekosistem agroekologi.
INTENSITAS SERANGAN HAMA KUTU DAUN DAN KUTU KEBUL PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DIBERI MIKROORGANISME LOKAL Rina Alfiani Sugianto; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, dan intensitas serangan hama pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang diberi mikroorganisme lokal yang berasal dari kombinasi daun gamal, daun pepaya, dan daun kirinyuh. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Jenis hama diamati secara kualitatif deskriptif, sementara populasi dan intensitas serangan hama diamati secara kuantitatif menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu kontrol, 20 ml/1 liter air, 40 ml/1 liter air, dan 60 ml/1 liter air dengan masing-masing ulangan di ulang sebanyak 4 kali. Pengambilan sampel jenis hama dilakukan menggunakan aspirator dan kuas secara berkala, kemudian diidentifikasi. Data populasi dan intensitas serangan di analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Pada penelitian ini diamati dua jenis hama yaitu kutu daun dan kutu kebul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal berpengaruh terhadap populasi dan intensitas serangan hama kutu daun dan kutu kebul pada tanaman cabai rawit. Penggunaan mikroorganisme lokal ini dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian hama tanaman yang bersifat ramah terhadap lingkungan
Uji Patogenisitas Beauveria bassiana Terhadap Larva Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) Suslara Santika Manopo; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin; Rida Iswati; Silvana Apriliani
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i2.13159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Beauveria bassiana dalam mengendalikan larva Spodoptera frugiperda. Penelitian ini dilakukan pada Maret hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan, yaitu suspensi Beauveria bassiana 107, 109, dan 1011  konidia mL-1 serta kontrol, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial. Setiap perlakuan diulang lima kali, menghasilkan dua puluh unit percobaan. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu masa inkubasi jamur Beauveria bassiana, Perkembangan Beauveria bassiana pada jaringan internal Spodoptera frugiperda, mortalitas larva Spodoptera frugiperda dan Aktivitas Makan larva Spodoptera frugiperda. Data penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA), diikuti oleh Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan berpengaruh nyata dalam mempercepat masa inkubasi terhadap larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol, dengan perlakuan 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 menunjukan waktu yang singkat dibandingkan 107  konidia mL-1. Infeksi Beauveria bassiana pada larva Spodoptera frugiperda bersifat progresif, ditandai dengan tidak terdeteksinya struktur jamur pada 1–4 HSA dan munculnya perubahan jaringan internal pada 5 HSA. Mortalitas larva Spodoptera frugiperda akibat aplikasi Beauveria bassiana mulai terjadi pada 4 HSA, mencapai puncak pada 7 HSA terutama pada perlakuan 109  konidia mL-1, kemudian menurun setelah 8 HSA. Aplikasi Beauveria bassiana pada seluruh perlakuan 107  konidia mL-1, 109  konidia mL-1 dan 1011  konidia mL-1 secara nyata menurunkan aktivitas makan larva Spodoptera frugiperda dibandingkan kontrol.
Application of Cover Type and Rootstock Height to the Success of Mango Grafting I Kadek Handre Darma Putra; Wawan Pembengo; Suyono Dude; Fitria S Bagu; Fauzan Zakaria; Silvana Apriliani; Mohamad Lihawa; Suparmin Fathan; Ramlan Mustafa
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.3.591

Abstract

The availability of high-quality mango seedlings is a major challenge in improving fruit yield and quality, which can be addressed through vegetative propagation techniques, such as grafting that combines rootstocks with strong root systems and scions from superior varieties. This study aimed to determine the effects of the interaction between cover type and rootstock height on mango grafting success. This study was conducted from July to September 2022. A split-plot design was employed, with the main factor being the cover type (single and mass cover) and the sub-factor being the rootstock height (50 cm and 30 cm). The measured parameters included the time for bud emergence, percentage of bud emergence, number of leaves, and grafting success, with data analyzed using ANOVA and LSD tests at a 5% significance level. The results showed that mass cover significantly influenced grafting success, with an average time of bud emergence of 12.40 days, percentage of bud emergence of 100%, average number of leaf average of 6.90, and grafting success rate of 100%. Conversely, the rootstock height did not significantly affect these parameters. Mass cover has been proven to create an optimal microenvironment for plant growth by maintaining humidity and temperature and protecting plants against extreme environmental conditions. In contrast, grafting incompatibility was detected in certain rootstock height treatments, potentially affecting the nutrient flow and graft quality. In conclusion, mass cover had a dominant effect on grafting success, whereas rootstock height had no significant impact. No interaction was found between cover type and rootstock height in mango grafting. Keywords: cover type, rootstock height, grafting
Aplikasi Teknologi Media Tanam Kompos Organik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Bibit Pisang Cavendish Zulzain Ilahude; Fauzan Zakaria; Hayatiningsih Gubali; Mohamad Lihawa
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.134

Abstract

Quality Cavendish banana seedlings are needed to support successful cultivation and improve the productivity of banana farming. However, the Women Farmers Group Tunas Hijau in Haya-haya Village, West Limboto District, Gorontalo Regency, still faces several problems in seedling preparation. The growing medium used by the group still depends on ordinary soil, has low organic matter content, poor drainage, and does not yet produce uniform seedling growth. In addition, the technical knowledge of group members in preparing and applying organic compost as a growing medium is still limited. This community service activity aimed to apply organic compost-based growing media technology to improve the quality of Cavendish banana seedlings. The method consisted of program socialization, initial observation of seedling conditions, training on organic compost use, training on growing media formulation, demonstration of growing media preparation with a 2:1:1 ratio of soil, mature organic compost, and rice husk, mentoring during seedling application, and evaluation of seedling growth. The activity involved 20 participants and was carried out collaboratively with students and farmer group members. The results showed increased participant understanding and skills in recognizing mature compost, formulating growing media, filling polybags, transplanting seedlings, and maintaining seedling moisture. This activity provides a simple, low-cost, and applicable technology that can support healthier, more uniform, and sustainable Cavendish banana seedling production.