Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI VERTIMINAPONIK DAN BUDIKDAMBER GUNA MEMBANGUN RESILIEN PANGAN MASYARAKAT Pembengo, Wawan; Lihawa, Mohamad; Fathan, Suparmin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertiminaponik merupakan teknologi kombinasi antara sistem budidaya sayuran secara vertikal berbasis pot talang plastik dengan sistem akuaponik. Bukdidamber merupakan teknik budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem akuaponik (polikulturikan dan sayuran). Kedua teknologi ini berperan dalam menjaga tingkat resilien (ketahanan) pangan di tingkat masyarakat desa yang kepemilikan lahannya terbatas dengan kondisi marginal. Kegiatan Pengabdian Desa Binaan yang berlokasi di desa Tunggulo kecamatan Tilongkabila kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan bimtek penerapan ilmu dan teknologi. Kegiatan ini juga merupakan pengabdian kaji tindak (action research) dalam rangka sosialisasi teknik vertiminaponik dan budikdamber. Teknik vertiminaponik dan budikdamber bisa digunakan oleh petani dan juga rumah tangga yang memiliki keterbatasan luas lahan. Dengan metode ini, petani dan rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan meskipun tidak memiliki lahan yang luas. Teknik ini muncul dengan pertimbangan, bisa tercapainya pemenuhan kebutuhan sayuran dan ikan demi tumbuhnya tingkat resilien (ketahanan) pangan masyarakat. Selain itu, teknologi ini memiliki peluang besar untuk dijadikan usaha mikro masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN BIOPESTISIDA UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA ULANTA KABUPATEN BONE BOLANGO Lihawa, Mohamad; Rahim, Yunnita; Pulogu, Siska Irhamnawati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2361

Abstract

Pertanian adalah aktivitas manusia dalam mengelola lahan untuk menghasilkan pangan dan produk lainnya. Proses ini melibatkan persiapan lahan, pemilihan benih unggul, penanaman, serta pengendalian hama dan penyakit. Pestisida kimia sering digunakan untuk melindungi tanaman, namun penggunaannya yang berlebihan dapat merusak ekosistem dan menciptakan hama dan patogen resisten. Sebagai alternatif, biopestisida yang berasal dari tumbuhan dan mikroorganisme menjadi solusi ramah lingkungan. Desa Ulanta di Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi besar untuk pengembangan biopestisida dari tanaman lokal seperti gamal dan babadotan. Kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan ke masyarakat tentang pemanfaatan biopestisida yang diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Metode kegiatan berupa survei Lokasi, pelaksanaan kegiatan ini mencakup penyampaian materi pembuatan biopestisida dari gamal, babadotan, Beauveria bassiana, dan Trichoderma sp., serta demonstrasi langsung di lahan Masyarakat. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam berdiskusi dengan pemateri mengenai permasalahan yang dihadapi di lahan pertanian Desa Ulanta. Peserta berharap biopestisida yang telah disosialisasikan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lahan pertanian desa tersebut. Hasil aplikasi di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan biopestisida berbahan daun gamal, babadotan, Beauveria bassiana, dan Trichoderma sp. efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kegiatan pelatihan ini mendorong meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya pertanian ramah lingkungan, sekaligus inovasi lokal dalam menghasilkan produk biopestisida yang bernilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini berhasil memperkenalkan biopestisida untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Diversifikasi Produk Pertanian untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Butu, Kabupaten Bone Bolango Lihawa, Mohamad; Apriliani, Silvana; Pulogu, Siska Irhamnawati; Zakaria, Fauzan
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6937

Abstract

The challenges facing the people of Butu Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, include low added value of agricultural products and limited diversification of local food products. This situation leads to dependence on the sale of raw crops and a limited variety of nutritious food consumption. This program provides training and mentoring solutions for diversifying agricultural products, with a focus on processing. The objective of this activity is to enhance the skills of the Butu Village community in processing agricultural products, particularly corn, into value-added products and to strengthen village food security by providing a variety of nutritious and sustainable local food products. The results of this community service activity show an increase in participants' knowledge and skills in processing corn-based agricultural products, as well as growing community motivation to develop local food-based businesses. Thus, this activity makes a significant contribution to supporting community economic independence and food security, leveraging the village's potential. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango adalah rendahnya nilai tambah hasil pertanian dan terbatasnya diversifikasi produk pangan lokal. Kondisi ini menyebabkan ketergantungan pada penjualan hasil panen dalam bentuk mentah, dan terbatasnya variasi konsumsi pangan bergizi. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk pertanian, khususnya pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Butu dalam mengolah hasil pertanian, khususnya jagung dan komoditas lainnya, menjadi produk olahan bernilai tambah dan menguatkan ketahanan pangan desa melalui penyediaan produk pangan lokal yang variatif, bergizi dan berkelanjutan. hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses produksi, serta tumbuhnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus ketahanan pangan berbasis potensi desa.
BIODIVERSITAS MUSUH ALAMI ARTHROPODA PADA TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) YANG DIBERI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Susi Rahmawati; Mohamad Lihawa; Suyono Dude
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, kelimpahan, dan keanekaragaman musuh alami arthropoda pada tanaman terong (Solanum melongena L.) yang diberi Mikroorganisme Lokal (MOL). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (20 ml MOL/l air), P2 (40 ml MOL/l air), dan P3 (60 ml MOL/l air) dengan empat ulangan. Pengambilan sampel musuh alami arthropoda dilakukan menggunakan jaring ayun secara berkala, kemudian diidentifikasi. Data analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis-jenis musuh alami arthropoda yang terdiri dari 8 ordo, 18 famili dan 25 jenis spesies. Populasi musuh alami arthropoda pada P3 lebih tinggi pada umur 6 dan 8 MST. Kelimpahan musuh alami arthropoda pada perlakuan MOL meningkat dibandingkan dengan kontrol, dengan Staphylinidae (P.fuscipes), Coccinellidae (Spesies 2), dan Libellulidae (Spesies 1) sebagai kelompok dominan. Nilai indeks keanekaragaman di semua perlakuan berada pada kategori sedang, yaitu P0 (1,285), P1 (1,325), P2 (1,368), dan P3 (1,372). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MOL berpotensi mendukung keberadaan musuh alami arthropoda melalui peningkatan jumlah famili, populasi, dan kelimpahan tanpa menurunkan stabilitas keanekaragaman. MOL dapat direkomendasikan sebagai alternatif ramah lingkungan karena tidak bersifat toksik terhadap musuh alami arthropoda, melainkan berpotensi membantu menjaga keseimbangan ekosistem agroekologi.
INTENSITAS SERANGAN HAMA KUTU DAUN DAN KUTU KEBUL PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DIBERI MIKROORGANISME LOKAL Rina Alfiani Sugianto; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, dan intensitas serangan hama pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang diberi mikroorganisme lokal yang berasal dari kombinasi daun gamal, daun pepaya, dan daun kirinyuh. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Jenis hama diamati secara kualitatif deskriptif, sementara populasi dan intensitas serangan hama diamati secara kuantitatif menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu kontrol, 20 ml/1 liter air, 40 ml/1 liter air, dan 60 ml/1 liter air dengan masing-masing ulangan di ulang sebanyak 4 kali. Pengambilan sampel jenis hama dilakukan menggunakan aspirator dan kuas secara berkala, kemudian diidentifikasi. Data populasi dan intensitas serangan di analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Pada penelitian ini diamati dua jenis hama yaitu kutu daun dan kutu kebul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal berpengaruh terhadap populasi dan intensitas serangan hama kutu daun dan kutu kebul pada tanaman cabai rawit. Penggunaan mikroorganisme lokal ini dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian hama tanaman yang bersifat ramah terhadap lingkungan
Aplikasi Teknologi Media Tanam Kompos Organik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Bibit Pisang Cavendish Zulzain Ilahude; Fauzan Zakaria; Hayatiningsih Gubali; Mohamad Lihawa
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.134

Abstract

Quality Cavendish banana seedlings are needed to support successful cultivation and improve the productivity of banana farming. However, the Women Farmers Group Tunas Hijau in Haya-haya Village, West Limboto District, Gorontalo Regency, still faces several problems in seedling preparation. The growing medium used by the group still depends on ordinary soil, has low organic matter content, poor drainage, and does not yet produce uniform seedling growth. In addition, the technical knowledge of group members in preparing and applying organic compost as a growing medium is still limited. This community service activity aimed to apply organic compost-based growing media technology to improve the quality of Cavendish banana seedlings. The method consisted of program socialization, initial observation of seedling conditions, training on organic compost use, training on growing media formulation, demonstration of growing media preparation with a 2:1:1 ratio of soil, mature organic compost, and rice husk, mentoring during seedling application, and evaluation of seedling growth. The activity involved 20 participants and was carried out collaboratively with students and farmer group members. The results showed increased participant understanding and skills in recognizing mature compost, formulating growing media, filling polybags, transplanting seedlings, and maintaining seedling moisture. This activity provides a simple, low-cost, and applicable technology that can support healthier, more uniform, and sustainable Cavendish banana seedling production.
BIODIVERSITAS MUSUH ALAMI PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DI BERI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Nurhijra Nurhijra; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11856

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah Mikroorganisme Lokal (MOL) berpengaruh terhadap biodiversitas musuh alami pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Penelitian ini dilaksanakan pada November 2024–Maret 2025 di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kota Gorontalo, serta di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi (kontrol; 20 ml/L; 40 ml/L; 60 ml/L), masing-masing diulang empat kali sehingga menghasilkan 16 petak percobaan berukuran 340×200 cm dengan jarak tanam 60×50 cm dan total 240 tanaman sampel. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi jenis-jenis musuh alami, populasi, kelimpahan populasi, dan keanekaragaman musuh alami pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekosistem tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) teridentifikasi delapan spesies arthropoda, yaitu Diplacodes trivialis, Polistes stigma, Coccinella transversalis, Paederus fuscipes, Orthetrum serapia, Machimus sadyates, Orthetrum trinacria, dan Micraspis discolor. Pemberian mikroorganisme lokal (MOL) berpengaruh terhadap peningkatan populasi musuh alami, dengan perlakuan 60 ml/L dibandingkan perlakuan lainnya. Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) memengaruhi kelimpahan dan distribusi musuh alami pada agroekosistem cabai, dengan dominansi utama pada Paederus fuscipes. Nilai indeks keanekaragaman musuh alami pada seluruh perlakuan (20,40 dan 60 ml/L) berada pada kategori sedang.