Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Biodiversitas Serangga Aerial di Perkebunan Teh PPTK Gambung Maharani, Indika Rona; Cahya, Martyas Adi; Fauziah, Fani
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v3i1.191

Abstract

Perkebunan teh di Indonesia tersebar luas, salah satunya terletak di Jawa Barat yaitu kebun teh milik Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung (PPTK). Lahan yang luas kemudian dibagi menjadi beberapa blok yang memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut mendasari faktor pengaruh keragaman, salah satunya keragaman serangga aerial. Penelitian dilaksanakan di 9 blok berbeda pada bulan Oktober-Desember tahun 2022. Serangga aerial ditangkap menggunakan yellow pan trap yang sudah dimodifikasi dan sweep net. Faktor pengaruh biodiversitas antara lain lingkungan dan ekosistem. Tingkat keragaman dihitung menggunakan metode indeks Shannon Wiener untuk menentukan tingkat keragaman serangga aerial pada kebun teh PPTK Gambung yang diketahui memiliki keanekaragaman sedang.
Pengaruh Ekstrak Daun Kipahit dan Bandotan terhadap Empoasca flavescens pada Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) Fauziah, Fani; Eulis Eva; Lilis Irmawatie
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v3i2.199

Abstract

Empoasca flavescens merupakan salah satu hama utama teh yang dapat menyebabkan kerusakan hingga lebih dari 50%. Penggunaan pestisida nabati ekstrak daun kipahit dan bandotan merupakan salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan untuk E. flavescens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kipahit dan bandotan mana yang paling baik dalam menekan intensitas serangan E. flavescens pada tanaman teh. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan dengan rincian; P1: Ekstrak daun kipahit 100 ml/l, P2: Ekstrak daun bandotan 100 ml/l, P3: Kombinasi ekstrak daun kipahit 50 ml/l dan bandotan 50 ml/l, P4: Kombinasi ekstrak daun kipahit 100 ml/l dan bandotan 100 ml/l, P5: Kombinasi ekstrak daun kipahit 150 ml/l dan bandotan 150 ml/l, P6: Buprofezin 0,75 ml/l (perlakuan pembanding), P7: kontrol (air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kipahit 150 ml/l dan bandotan 150 ml/l merupakan perlakuan paling baik dalam menekan populasi E. flavescens hingga 3,33 ekor/perdu dan sebanding dengan buprofezin 0,75 ml/l.
EFIKASI INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF BUPROFEZIN TERHADAP Empoasca sp. DI PERKEBUNAN TEH Fauziah, Fani; Maulana, Hilman
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 4 No 02 (2018): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v4i02.169

Abstract

Empoasca merupakan salah satu hama utama di perkebunan teh yang dapat menimbulkan kerusakan hingga 50%. Penelitian ini bertujuan untuk menguji insektisida berbahan aktif Buprozein. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Gambung, Kabupaten Bandung dari bulan Maret 2017 hingga Mei 2017. Pengujian dilaksanakan dengan metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi insektisida Buprofezin 100 g/l dengan dosis 0,125; 0,25; 0,375; 0,5 l/ha, dan kontrol. Insektisida disemprotkan dengan menggunakan alat semprot punggung semi automatis sehari setelah pemetikan, volume semprot 400 l/ha, sebanyak 6 kali, dengan interval aplikasi 1 minggu. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan, populasi Empoasca sp., produksi pucuk, suhu dan curah hujan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa insektisida Buprofezin 100 g/l pada semua dosis yang diuji berpengaruh terhadap intensitas dan populasi Empoasca sp. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat efikasi tertinggi ditunjukkan oleh dosis formulasi 0,375 dan 0,5 l/ha dengan tingkat efikasi lebih dari 70%
PERSISTENSI ISOLAT JAMUR PATOGEN SERANGGA ASAL FILOPLAN TANAMAN TEH DARI PERKEBUNAN DATARAN TINGGI PANGALENGAN DENGAN LAMA PAPARAN SINAR MATAHARI BERBEDA: PERSISTENCE OF ENTOMOPATHOGENIC FUNGI ISOLATES FROM PHYLLOPLANE OF PANGALENGAN HIGHLANDS TEA PLANT WITH DIFFERENT DURATION OF SUNLIGHT EXPOSURE Purba, Rio Euagelion; Fauziah, Fani; Afandhi, Aminudin
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.2.3

Abstract

Jamur Patogen Serangga (JPS) berfungsi sebagai agens hayati yang efektif untuk pengendalian hama. Akan tetapi, paparan sinar matahari secara langsung dapat mempengaruhi persistensi JPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi berbagai jenis JPS yang terdapat pada filoplan tanaman teh dataran tinggi Pangalengan serta untuk mengetahui pengaruh lama paparan sinar matahari terhadap persistensi JPS di filoplan tanaman teh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2024 sampai Januari 2025 di Laboratorium Proteksi Tanaman Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Jawa Barat. Uji persistensi dilakukan dengan perlakuan lama paparan sinar matahari terhadap konidia JPS di filoplan tanaman teh selama 0, 3, 6, 9, 12, 24, 48, 72, dan 96 jam dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh isolat JPS yang diisolasi dari filoplan teh dataran tinggi Pangalengan, antara lain Aspergillus sp., Beauveria sp., Penicillium sp., Fusarium sp., dan Paecilomyces sp. Isolat Beauveria sp. merupakan isolat JPS yang terpilih untuk dilakukan uji persistensi karena memiliki kerapatan, viabilitas, dan mortalitas tertinggi. Paparan sinar matahari selama 96 jam mampu menurunkan kerapatan dan viabilitas konidia Beauveria sp. masing-masing sebesar 89,01%, dan 81,71%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kerapatan dan viabilitas konidia Beauveria sp. menurun seiring dengan bertambahnya lama paparan sinar matahari.
Empoasca Pest Attack Classification on Tea Plantations Using Multispectral Imaging and Deep Learning Kurniawan, Bella K.; Suratman, Fiky Y.; Fauziah, Fani; Vidyaningtyas, Hurianti; Saputri, Desti M.; Pramudita, Aloysius A.
Emerging Science Journal Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Ital Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/ESJ-2025-09-04-04

Abstract

This study aims to enhance the management of Empoasca pests in tea cultivation, a critical sector for Indonesia’s economy, by developing an innovative detection method. The challenge of pest infestations may significantly reduce tea production yields, and the misuse of chemical pesticides further compromises tea quality. We propose a novel approach that integrates multispectral imaging with Convolutional Neural Networks (CNN), specifically employing ResNet-50 and AlexNet architectures to accurately detect Empoasca infestations. We begin with the data collection process, followed by the development of the preprocessing model and evaluation of its performance. We classify tea leaves affected by Empoasca pests using spectral data obtained from a multispectral camera operating across Green, NIR (Near Infrared), REG (Red Edge), and RED channels. We evaluated various spectral channels and identified the green spectrum as the most effective for revealing visual characteristics, such as curled leaves associated with Empoasca damage. Experimental results demonstrated that ResNet-50 outperformed AlexNet, achieving a remarkable accuracy of 99% on the green channel, while AlexNet showed notable accuracy declines on other channel combinations. These findings underscore the effectiveness of the green spectrum and the superiority of ResNet-50 in achieving precise pest detection, offering a reliable technological solution for modern tea plantation management.
PERSISTENSI JAMUR PATOGEN SERANGGA DARI RIZOSFER PERKEBUNAN TEH DATARAN TINGGI PANGALENGAN DENGAN PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET BERBEDA: PERSISTENCE OF ENTOMOPATHOGENIC FUNGI FROM THE RHIZOSPHERE OF PANGALENGAN HIGHLANDS TEA PLANTATIONS WITH DIFFERENT DURATIONS OF ULTRAVIOLET LIGHT EXPOSURE Rizqulloh, Dimas Ilfan; Fauziah, Fani; Fernando, Ito; Afandhi, Aminudin
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.3.1

Abstract

Perkebunan teh Pangalengan, Kabupaten Bandung, memiliki kondisi lingkungan yang mendukung jamur patogen serangga (JPS) sebagai agens pengendali hayati (APH). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi JPS dari rizosfer perkebunan teh dataran tinggi serta mengetahui persistensinya setelah dipaparkan sinar UV. Isolasi JPS dilakukan dengan metode umpan serangga menggunakan Tenebrio molitor dan dilanjutkan dengan seleksi berdasarkan kerapatan dan viabilitas konidia. Uji persistensi dilakukan terhadap konidia yang dipaparkan sinar UV pada 254 nm selama 0, 15, 30, 45, dan 60 menit dengan lima kali ulangan. Kerapatan dan viabilitas konidia digunakan untuk menghitung kelangsungan hidup. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 7 isolat jamur yang diperoleh dari rizosfer perkebunan teh dataran tinggi Pangalengan yang terdiri dari 3 genus, yaitu genus Fusarium sebanyak 5 isolat, genus Penicillium sebanyak 1 isolat, dan genus Beauveria sebanyak 1 isolat. Pemaparan sinar UV selama 60 menit pada isolat Penicillium sp. Pg-P1 mampu menurunkan kerapatan konidia sebesar 73,43% dan viabilitas konidia sebesar 60,71%. Hal tersebut menunjukkan bahwa persistensi Penicillium sp. Pg-P1 menurun seiring dengan meningkatnya durasi paparan sinar UV.