Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Paparan Sinar Matahari, Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dan Penggunaan Sunscreen terhadap Kejadian Melasma yang Diukur dengan Skor Masi pada Wanita Y Ang Sudah Menikah di Desa Kertasari Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur Maulani, Nurma Hestika; Wulandari, Made Ayu Mirah; Mariam, Lysa; Mulianingsih, Wiwin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24832

Abstract

ABSTRACT Melasma is a chronic facial hyperpigmentation disorder commonly affecting women, particularly in coastal areas with high sun exposure. Ultraviolet radiation, hormonal contraceptive use, and sunscreen application are considered important factors influencing melasma occurrence and severity. The severity of melasma can be objectively assessed using the Melasma Area and Severity Index (MASI). Objective to determine the association between sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use with melasma occurrence measured using the MASI score. This study was an analytical quantitative study with a cross-sectional design. The study population consisted of married women living in Kertasari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency, totaling 302 individuals. The sample size was 80 respondents selected using a random sampling method. Data on sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use were collected using structured questionnaires. The severity of melasma was assessed through clinical examination using the Melasma Area and Severity Index (MASI) score. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses to determine the association between the study variables. The majority of respondents were aged 26–35 years (31.3%). Most respondents worked as farmers (33.8%), and the highest proportion of respondents had completed senior high school education (35.0%). A high level of sun exposure was reported in 60.0% of respondents. The most commonly used hormonal contraceptive method was oral contraceptive pills (42.5%). Regarding sunscreen use, 40.0% of respondents reported moderate use. There was a significant association between sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use with the occurrence of melasma in Kertasari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency. Keywords: Melasma, Sun Exposure, Hormonal Contraceptives, Sunscreen, MASI Score.   ABSTRAK Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi kronis pada wajah yang sering dialami wanita, terutama di daerah pesisir dengan paparan sinar matahari tinggi. Faktor paparan sinar ultraviolet, penggunaan kontrasepsi hormonal, serta penggunaan sunscreen diduga berperan terhadap kejadian dan derajat keparahan melasma. Penilaian objektif derajat keparahan melasma dapat dilakukan menggunakan Melasma Area and Severity Index (MASI). Tujuan penelitianmengetahui hubungan paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan penggunaan sunscreenterhadap kejadian melasma yang diukur menggunakan skor MASI. Penelitian kuantitatif analitik cross sectional. Populasi penelitian adalah wanita yang sudah menikah di Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur sebanyak 302 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan penggunaan sunscreen dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Derajat keparahan melasma dinilai melalui pemeriksaan klinis menggunakan skor MASI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Responden penelitian sebagian besar berusia 26-35 tahun (31,3%), mayoritas responden bekerja sebagai petani (33,8%) dan mayoritas adalah lulusan SMA (35,0%), paparan sinar matahari tinggi (60%), penggunaan kontrasepsi hormonal berjenis pil (42,5%), dan penggunaan sunscreen cukup (40,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal dan penggunaan sunscreen terhadap kejadian melisma di desa kertasari kecamatan labuan haji kabup[aten Lombok timur. Kata Kunci: Melasma, Paparan Sinar Matahari, Kontrasepsi Hormonal, Sunscreen, Skor MASI.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Personal Hygiene terhadap Kualitas Hidup Pasien Dermatitis Kontak di Poli Kulit RSUD Kota Mataram Purwanta, Asmara Tantya Fitria Manggali; Mariam, Lysa; Sabariah, Sabariah; Santosa, Hilda; Mulianingsih, Wiwin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24821

Abstract

ABSTRACT Contact dermatitis is a common skin disease that can significantly affect patients’ quality of life, including physical, psychological, and social aspects. Behavioral factors such as knowledge, attitude, and personal hygiene are assumed to play an important role in influencing the quality of life of patients with contact dermatitis; however, previous studies have reported inconsistent findings. This study aimed to determine the relationship between knowledge, attitude, and personal hygiene and the quality of life of patients with contact dermatitis at the Dermatology Outpatient Clinic of RSUD Kota Mataram. This study was an analytical observational quantitative study using a cross-sectional design. The sample consisted of 115 patients diagnosed with contact dermatitis, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires assessing knowledge, attitude, and personal hygiene, as well as the Dermatology Life Quality Index (DLQI) to measure quality of life. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Spearman Rank correlation test at a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had poor knowledge (55.7%), positive attitudes (63.5%), and good personal hygiene (57.4%). Most patients (62,6%) reported minimal impact on their quality of life, while others (37,4%) experienced mild to severe impairment. Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between knowledge and quality of life (r = 0.411; p = 0.000) and between personal hygiene and quality of life (r = 0.599; p = 0.000). Attitude also showed a statistically significant but weak correlation with quality of life (r = 0.292; p = 0.002). In conclusion, knowledge and personal hygiene play important roles in improving the quality of life of patients with contact dermatitis.  Keywords: Contact Dermatitis, Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Quality of Life, DLQI.  ABSTRAK Dermatitis kontak merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai dan menimbulkan dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Faktor perilaku seperti pengetahuan, sikap, dan personal hygiene diduga berperan dalam memengaruhi kualitas hidup pasien dermatitis kontak, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan personal hygiene terhadap kualitas hidup pasien dermatitis kontak di Poli Kulit RSUD Kota Mataram. Penelitian ini kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 115 pasien dermatitis kontak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, sikap, personal hygiene, serta instrumen Dermatology Life Quality Index (DLQI) untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik (55,7%), sikap positif (63,5%), dan personal hygiene baik (57,4%). Mayoritas pasien (62,6%) melaporkan memiliki kualitas hidup yang tidak terlalu terganggu, namun sebagian lainnya (37,4%) mengalami gangguan kualitas hidup dari ringan hingga berat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kualitas hidup (r = 0,411; p = 0,000) dan antara personal hygiene dengan kualitas hidup (r = 0,599; p = 0,000). Sementara itu, sikap memiliki hubungan yang lemah namun signifikan secara statistik terhadap kualitas hidup (r = 0,292; p = 0,002). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan personal hygiene berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dermatitis kontak.  Kata Kunci: Dermatitis Kontak, Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Kualitas Hidup, DLQI.