Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGENDALIAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SITU RAWA GEDE KOTA BEKASI Aziz, Farah Dila; Susanti, Dian; Suherry, Suherry
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 26 No 2 (2021): Vol. 26 No. 2, Desember 2021
Publisher : Ilmu Pemerintahan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam mengelola objek wisata Situ Rawa Gede di Kota Bekasi yang belum mencapai tingkat optimal. Dengan mengacu pada konteks tersebut, peneliti mencari pemahaman lebih mendalam terhadap masalah yang muncul, yaitu bagaimana strategi pengelolaan Situ Rawa Gede sebagai objek wisata di Kota Bekasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep pengendalian dari Hasibuan yaitu langkah langkah pengendalian dengan dimensi menentukan standar, mengukur pelaksanaan prestasi kerja, membandingkan standar dengan prestasi kerja dan melakukan tindak perbaikan. Dan sebagai peneliti merumuskan proposisi yaitu pengendalian objek wisata Situ Rawa Gede di Kota Bekasi akan berjalan optimal apabila didasarkan kepada pendekatan dimensi menentukan standar, mengukur pelaksanaan prestasi kerja, membandingkan standar dengan prestasi kerja dan melakukan tindak perbaikan. Metode penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sementara itu, data dikumpulkan melalui review literatur, pengamatan langsung, wawancara secara mendalam, dan pengumpulan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa belum optimalnya pengendalian objek Situ rawa Gede di Kota Bekasi disebabkan oleh standar operasional prosedur belum dilakukan secara baik, kurangnya peningkatan prestasi kerja dari aparat penyelenggara pariwisata Situ Rawa Gede, tidak dilakukan tindak perbaikanoleh pemerintah dalam pengelolaan objek wisata Situ Rawa Gede sehingga objek Wisata Situ Rawa Gede tersebut tidak berkembang secara maksimal
Pengawasan Pemanfataan Ruang Kawasan Pasar Baru Kota Tanjungpinang usman, nurbaiti; Suherry, Suherry; Ika Apriyanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v3i1.57

Abstract

Pasar baru Kota Tanjungpinang yang dikelola oleh PT Tanjungpinang Makmur Bersama (BUMD) Kota Tajungpinang adalah salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Tanjungpinang. Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasar Baru (Pasar Tradisional) Kota Tanjungpinang saat ini kurang diperhatikan. Dalam pemanfaatannya, fasilitas atau sarana fisik pasar kurang diperhatikan, ketidakteraturan pedagang dalam penggunaan zona penempatan barang dagangan yang telah ditetapkan, serta keadaan pasar yang semrawut karena kebersihan pasar dan penataan yang kurang diperhatikan. Kondisi fisik pasar yang sudah tua, kebersihan pasar yang tidak terjaga, bau dan tidak tertata rapi, serta masih banyaknya ruang kosong didalam pasar yang tidak dimanfaatkan, hal ini merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasar Baru Kota Tanjungpinang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tanjungpinang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Pedagang di Pasar Baru (Pasar Tradisional) Kota Tanjungpinang, Masyarakat di sekitar kawasan Pasar Baru (Pasar Tradisional) Kota Tanjungpinang. Teknik sample yang digunakan yaitu purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisa interaktif. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan pasar baru Kota Tanjungpinang masih belum optimal sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Presiden RI No 112 tahun 2007 Tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern pasal 2 ayat (2) huruf c. Saran yang diberikan terkait hasil penelitian ini yaitu perlunya pengawasan dan evaluasi terhadap program pengembangan dan pemanfaatan pasar agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengaruh Penggunaan Sistem Surat Masuk dan Surat Keluar (Sisumaker) terhadap Efisiensi Kerja Pegawai pada Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang Sujarwani, Riau; Nitrisia, Nindya; Suherry, Suherry
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v3i2.77

Abstract

Penerapan teknologi informasi pada organisasi pemerintah dikenal dengan istilah electronic government (e-government). Salah satu penyedia informasi maupun komunikasi yang merupakan perwujudan dari e-Government adalah dengan mengembangkan sebuah Sistem Surat Masuk dan Surat Keluar (SISUMAKER) sebagai implementasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemerintahan. Banyak faktor yang menyebabkan belum optimalnya efisiensi kerja dalam pengelolaan surat di Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang. Hambatan-hambatan tersebut berpengaruh terhadap hasil kerja organisasi secara keseluruhan yang menyebabkan efisiensi kerja pegawai tidak berjalan sesuai target dan sasaran. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh penggunaan Sistem Surat Masuk dan Surat Keluar (SISUMAKER) terhadap efisiensi kerja pegawai pada Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang. Penelitian ini bersifat asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Dimana penelitian ini dilakukan di Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pegawai Rudenim Pusat Tanjungpinang sebanyak 89 orang. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik accidental sampling, jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin, dan didapati sampel sebanyak 77 orang. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS Versi 22.0. Teknik pengumpulan datanya yaitu quesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh antara Variabel X terhadap sebesar 0,763 atau 76.3 % yang berarti bahwa variabel independen (Penggunaan SISUMAKER) mempengaruhi variabel dependen (Efisiensi Kerja) sebesar 76.3 % dan sisanya 23.7%, yang diperkirakan oleh faktor lain. Diperlukan adanya Sosialisasi lebih Lanjut terhadap penggunaan Akun Sisumaker kepada Pejabat, Pegawai dan PPNPN pada Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang, agar kedepan jauh lebih baik dalam penggunaan aplikasi SISUMAKER tersebut.
Peran Pemerintah Kelurahan dalam Prencanaan Pembangunan Infrastruktur Jalan di Kelurahan Amal Bakti Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Rianto, Rianto; Suherry, Suherry; Dwiniati, Dwiniati; Riska Ayu, Agustina
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v4i1.94

Abstract

Amal Bakti Village is one of the villages located on the Guntung River, Kateman District. The average area in Amal Bakti Village has problems with infrastructure development, especially connecting roads, as access for the community. The road in Amal Bakti Village is still dirt and only partially paved, making it difficult to travel when it rains heavily. The purpose of this study is to find out the role of the Village Government in Planning for Infrastructure Development in Amal Bakti Village. In this study the theory used according to Siagian (2000: 142-150). In this study, a sample of 5 people was taken. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. Based on the results of the study, it can be concluded that the role of the Village Government in Road Infrastructure Development Planning (Study in Amal Bakti Village, Kateman District, Indragiri Hilir Regency) is not optimal, this is because there are still many damaged infrastructure developments, the government conducts musrenbang in determining development priorities, but some developments that occur outside of deliberation, then often encounter obstacles such as lack of program socialization or otherwise the village community does not respond or participate in programs promoted by the government. The suggestions that can be conveyed are that the Government must be able to see priority road construction, including those that are frequently passed and become important access for the community. There must be deliberation by involving the community to hear suggestions and input so that development is more targeted.
Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Pada Pilar Pertama Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Desa Kelong Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan Tahun 2022 Siti Utari, Diah; Suherry, Suherry; Mukhlis, Suhardi; Marzalinda, Salneta; Sujono, Agus; Jenawi, Billy
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v6i1.189

Abstract

Bintan Regency is one of the districts/cities in Indonesia that implements the STBM program in order to improve sustainable clean and healthy lifestyles by reducing the problem of open defecation in Bintan Regency. Kelong village is one of the villages that implements STBM, but Kelong village has not been declared an Open Defecation Free (ODF) village/sub-district because some of the people still build houses above the sea so they still practice defecation even in private. The aim of this research is to evaluate the First Pillar Community-Based Total Sanitation program to Stop Open Defecation (BABS) in Kelong Village, Bintan Pesisir District, Bintan Regency. The type of research used is evaluative analysis with a qualitative approach. The informants in this research were employees of the Bintan District Health Service, Kelong Community Health Center sanitarian workers in the field of environmental health, employees of the Public Works, Spatial Planning and Land Services and the Kelong village community who received benefits from the STBM program. The data collection tools used were observation, interviews and documentation. Next, a qualitative analysis was carried out. From the research results, it is known that the implementation of the STBM program in Kelong Village is still not optimal. Suggestions that can be given for this research are that the relevant agencies should respond more to reports or complaints from the public regarding the communal septic tank facilities that have been built in Kelong Village.
DO WE NEED SOCIAL EWOM TO BRING UP BRAND ATTITUDE AND PURCHASE INTENTION? Mukhlis, Suhardi; Satriadi, Satriadi; Suherry, Suherry; Siryanti, Esi; Yeni, Afni
Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia Vol 18 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jibeka.v18i3.1950

Abstract

This study aims to analyze the application of human resource management strategies at the Bintan Regency Environmental Office. This research is a study that uses qualitative research. The results showed that the implementation of human resource strategies at the Bintan Regency Environmental Office has been implemented but must be developed again because basically human resources have many differences for each individual. Planning at the Bintan Regency Environmental Office has been done well through planning, implementation, organizing. In terms of organizing, human resources owned by the Bintan Regency Environmental Office are still developing and training in order to implement the policies contained in the Bintan Regency regional regulations because the Bintan Regency Environmental Office is engaged in the government sector that regulates government regulations through policies that have been regulated in law.
HR STRATEGY IMPLEMENTATION IN A RAPID CHANGING ENVIRONMENT Mukhlis, Suhardi; Sutardi, Sutardi; Suherry, Suherry; Sriyanti, Esi; Yeni, Afni
Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jibeka.v18i2.2268

Abstract

This study aims to analyze the application of human resource management strategies at the Bintan Regency Environmental Office. This research is a study that uses qualitative research. The results showed that the implementation of human resource strategies at the Bintan Regency Environmental Office has been implemented but must be developed again because basically human resources have many differences for each individual. Planning at the Bintan Regency Environmental Office has been done well through planning, implementation, organizing. In terms of organizing, human resources owned by the Bintan Regency Environmental Office are still developing and training in order to implement the policies contained in the Bintan Regency regional regulations because the Bintan Regency Environmental Office is engaged in the government sector that regulates government regulations through policies that have been regulated in law.
BAYANGAN GELAP DI DUNIA AKADEMIK: PENGARUH SOSIAL BUDAYA DALAM MENYIKAPI FENOMENA BULLYING MELALUI SOSIALISASI EDUKATIF DI SMAN 5 TANJUNGPINANG Suherry, Suherry; Junriana, Junriana; Fadilla, Safrika Nur; Riyadi, Ridho Aufa; Safrika Nur Fadilla, Safrika Nur Fadilla
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.7881

Abstract

The phenomenon of bullying in the school environment is still often considered as part of the dynamics of social interaction, even though its impact on students' mental health is very significant. The community service activity carried out at SMAN 5 Tanjungpinang City aims to increase awareness of grade 10 students about the negative impacts of bullying, both in physical and non-physical forms, as well as the socio-cultural influences in strengthening this behavior. The main focus of this service is to provide an understanding of the forms of bullying that are often not recognized as violations, as well as the importance of building an inclusive and safe school culture. The methods used are socialization through material presentation, group discussions, and simulations on how to support victims of bullying. The results of this service show an increase in student awareness of the dangers of bullying, as well as changes in their attitudes towards the importance of respecting differences and creating a safer environment. However, the biggest challenge is changing the culture that has been formed, which requires the active role of teachers, students, parents, and the community in creating long-term change.
Pentahelix Model Collaboration In Disaster Risk Reduction Efforts In Bintan Regency Suherry, Suherry; Husni, Alfi; Ferizone, Ferizone; Rifa'i, Azwan; Barus, Muhamad Anugrahi
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 10, No 1 (2026): April 2026, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v10i1.8395

Abstract

This study aims to examine the collaborative dynamics of the Pentahelix model in disaster risk reduction efforts in Bintan Regency. The study is grounded in the high disaster vulnerability of the region, including floods, extreme weather, high waves, coastal abrasion, forest and land fires, and drought. This research employs a qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), and document analysis, including the 2022–2026 Disaster Risk Assessment. The findings reveal that the five main actors in the Pentahelix model, namely government, academia, business sector, media, and community, actively participate in disaster risk reduction forums with different but complementary roles. The government acts as regulator and coordinator, academia contributes scientific knowledge, the business sector supports logistics and Corporate Social Responsibility (CSR) initiatives, media disseminates disaster information, and communities implement local preparedness strategies. The study identifies a sharing power pattern among actors, demonstrating that disaster risk reduction responsibility is distributed across sectors rather than centralized in government. Theoretically, these findings extend the Pentahelix model by demonstrating that disaster risk reduction collaboration is not only based on role distribution but also on adaptive power-sharing among actors, particularly in archipelagic and disaster-prone regions, thereby enriching collaborative governance theory in disaster management contexts. In conclusion, the Pentahelix model is relevant for strengthening disaster resilience in Bintan Regency through integrated local resources and capacities. However, this study is limited by its territorial scope and lack of long-term impact analysis. Future research is recommended to conduct comparative studies in other archipelagic regions and explore technological innovation and digital media in enhancing community resilience.
Pendampingan Rumah Tangga Nelayan dengan Pembuatan Usaha Kerupuk Ikan di Desa Numbing Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan Husni, Alfi; Usman Siam, Nurbaiti; Suherry, Suherry; Anugrahi Barus, Muhamad; Humaira, Nur; Adwina Ipriani, Tessya
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i2.1715

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga nelayan melalui pengembangan usaha kerupuk ikan berbasis kelompok istri nelayan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan sarana produksi, rendahnya pengetahuan manajemen usaha, serta belum optimalnya strategi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan kewirausahaan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan produksi, manajemen keuangan, dan pemasaran digital melalui media sosial serta marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara mandiri, memperbaiki kualitas produk, dan mengembangkan kemasan serta merek usaha. Selain itu, mitra mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan keluarga nelayan serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan pesisir.