Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERAN KOPERASI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arwati, Sitti; Anwar, Andi Rahayu; Fatmasari, Reni; Putra, Ardian
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.13714

Abstract

Koperasi memegang peran sentral dalam mendukung kelangsungan dan perkembangan usahatani bawang merah. Sebagai lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi para petani bawang merah untuk berkolaborasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kegiatan pertanian. Dengan mengakomodasi kebutuhan bersama, koperasi berperan dalam peningkatan akses petani terhadap sumber daya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji peran koperasi dalam menunjang kegiatan usahatani bawang merah di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian melibatkan petani bawang merah dan pengurus Koperasi Bina Usaha (KBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBU memiliki peranan penting untuk menjembatani petani dalam mengakses, input produksi, penyediaan modal, penyuluhan dan lain-lainnya. Selain itu, KBU juga menyediakan akses ke fasilitas kredit atau pembiayaan yang membantu petani bawang merah memenuhi kebutuhan modal untuk penanaman, pemeliharaan, dan panen dalam usahatani bawang merah. Kata kunci: Peran koperasi, usahatani, bawang merah
Persepsi Pembudidaya Rumput Laut Terhadap Lembaga Keuangan di Kecamatan Laikang Kabupaten Takalar Febrianti, Syarifah; Syarif, Asriyanti; Arwati, Sitti
Agrimics Journal Vol. 3 No. 1: Januari 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i1.59

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji persepsi pembudidaya terhadap lembaga keuangan, suku bunga, prosedur, sistem pembayaran, jaminan, bentuk pinjaman, besar pinjaman, finalty pembayaran, waktu menunggu pinjaman cair, prosedur survey untuk mendapatkan pinjaman. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus kemudian dianalisis dengan menggunakan aplikasi Nvivo 12. Pengambilan Informan dilakukan secara purposive sampling pada perempuan pembudidaya sebanyak 10 orang yang menggunakan ketiga lembaga keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga diterapkan oleh perbankan dan lembaga keuangan mikro, sedangkan pedagang pengumpul tidak menerapkan bunga tetapi mengikat pembudidaya untuk menjual hasil panen. Prosedur pinjaman pada lembaga keuangan bersifat formal, sementara pada pedagang pengumpul didasarkan pada kesepakatan. Sistem pembayaran perbankan dilakukan secara bulanan, lembaga keuangan mikro secara mingguan, dan pedagang pengumpul setelah panen. Jaminan hanya diterapkan oleh perbankan, dengan besar pinjaman relatif lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan formal perlu menyediakan akses permodalan yang lebih cepat dan fleksibel untuk mengurangi ketergantungan pembudidaya pada pedagang pengumpul.
Evaluation Of The Effectiveness of The Subsidized Fertilizer Distribution System In Bulukumba Regency Mudatsir, Rasdiana; Arwati, Sitti
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 10, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v10i1.27701

Abstract

The distribution of subsidized fertilizer plays an important role in supporting agricultural productivity and food security in Indonesia. This study aims to evaluate the effectiveness of subsidized fertilizer distribution among rice farmers in Jojjolo Village, Bulukumba District, based on five key indicators: type, quantity, location, price, and timing. The research employs a descriptive quantitative approach with data collection techniques including questionnaires, in-depth interviews, field observations, and administrative documentation. The sample consisted of 23 farmers actively involved in the fertilizer subsidy program. The results showed that the distribution of subsidized fertilizer was fairly effective, with an average effectiveness score of 73.06%. Accuracy in type and location demonstrated the highest performance, at 91.3% and 87%, respectively, indicating that the RDKK-based needs planning system is functioning reasonably well. However, price accuracy (60.9%) and timing accuracy (52.2%) remain low, indicating challenges in price monitoring and distribution logistics efficiency. These gaps align with previous studies highlighting infrastructure issues, limited information technology, and weak coordination within the supply chain. This study concludes that while the distribution system demonstrates relatively good performance in some areas, improvements are still needed in logistics systems, price monitoring, and the utilization of digital technology. These findings provide important insights into agricultural input distribution in remote areas and serve as a foundation for future policy improvements.