Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGENDALIAN DAN EVALUASI RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MEDAN TAHUN ANGGARAN 2023 Kornel Munthe
KAIZEN : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Volume 3 Nomor 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan merupakan dokumen pendukung dalam pengambilan kebijakan bagi semua stakeholder pembangunan Kota Medan terutama bagi Badan Perencanaan Pengembangan Daerah sebagai OPD yang bertanggungjawab terhadap perencanaan. Dokumen ini akan memberi gambaran mengenai efektifitas pelaksanaan perencanaan hingga tahap pelaksanaan yang pada akhirnya memberi nilai strategis bagi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan usulan kegiatan dari masyarakat dan, usulan kegiatan dari OPD dalam musrenbang, serta kebijakan pengelolaan keuangan daerah. Usulan kegiatan dari masyarakat dalam RKPD merupakan bentuk perencanaan bottom up merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Hal ini perlu dijaga terus-menerus dalam rangka menjamin kepedulian dan rasa memiliki masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan. Usulan kegiatan dari OPD merupakan bentuk dari alur perencanaan top down dan teknokratis. Hal ini berarti usulan kegiatan yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dan penjabaran dari perencanaan di atasnya dalam hal ini perencanaan di tingkat propinsi dan tingkat pusat selain itu perencanaan yang dilakukan telah melalui alur perencanaan. Pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2023 merupakan tahun ketiga. Berbagai upaya terintegrasi dan komprehensif telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Medan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Evaluasi RKPD Kota Medan dilakukan berdasarkan 5 (lima) tema pembangunan kota sesuai dengan RPJMD Kota Medan 2021-2026 Secara umum, kinerja pembangunan kota pada tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Medan 2021-2026 menunjukkan hasil-hasil yang menggembirakan dan sudah dilaksanakan secara bertahap serta berkesinambungan tetapi masih ada beberapa hal dalam pembangunan secara keseluruhan yang membutuhkan percepatan akibat pengaruh melemahnya ekonomi global. Untuk itu secara terus menerus juga dilaksanakan evaluasi terhadap masalah-masalah dan tantangan pembangunan kota yang harus segera diatasi dan dibenahi bersama. Laporan evaluasi RKPD ini memberikan gambaran mengenai capaian kinerja pembangunan kota pada tahun pertama pelaksanaan RKPD Kota Medan 2021-2026, mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada, serta memberikan rekomendasi untuk mengakselerasi pembangunan kota. Diharapkan, pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD Kota Medan, semua target kinerja daerah dapat tercapai
PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA MEDAN TAHUN 2025-2029 Kornel Munthe; Suprayitno Suprayitno
KAIZEN : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Volume 4 Nomor 1 Juli 2025
Publisher : LPPM Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat Daerah wajib menyusun Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD) yang merupakan dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode lima tahun. Renstra PD disusun sebagai penjabaran atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Renstra PD ini memuat tujuan, sasaran, program, kegiatan dan subkegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan urusan Pemerintahan Wajib, Pemerintahan Pilihan Urusan Pemerintahan, Unsur Kewilayahan dan Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah. Sejalan dengan telah terpilihnya Wali Kota dan Wakil Walikota Medan periode tahun 2025-2029, maka dilakukan proses penyusunan RPJMD sesuai dengan visi dan misinya. Maka bersamaan dengan itu, perangkat daerah juga menyusun Renstra PD untuk periode tahun 2025-2029 dengan mengacu pada RPJMD Kota Medan dengan memperhatikan penjabaran visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yakni Mewujudkan Medan BERTUAH yang Inklusif, Maju dan Berkelanjutan melalui Semangat Transformasi Menuju Medan Satu Data serta tupoksi perangkat daerah. Penyusunan Renstra Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Medan Tahun 2025-2029 telah melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan melalui tahapan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Renstra ini selanjutnya akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan Perangkat Daerah. Disamping itu dokumen perencanaan ini berorientasi pada hasil yang akan dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada atau mungkin timbul. Berdasarkan uraian di atas, maka Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Medan sebagai salah satu PD di lingkungan Pemerintah Medan menyusun dan menetapkan Rencana Strategis Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Medan Tahun 2025-2029.
Motivasi Kerja, Reward dan Punishment terhadap Kinerja Karyawan: Tinjauan Literatur dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening Marianus Jhonlibert Girsang; Lau Rensia Riri Indriani; Petra Aprianti Gultom; Kornel Munthe; Donalson Silalahi
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.6171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh motivasi kerja, reward, danpunishment terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel interveningmelalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematisterhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, yang dipublikasikan dalam sepuluhtahun terakhir dan terindeks pada basis data bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasikerja memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan secaraberkelanjutan. Pemberian reward yang adil dan berbasis kinerja terbukti mampu meningkatkankepuasan kerja yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya,penerapan punishment yang tidak proporsional cenderung menurunkan kepuasan kerja danberimplikasi negatif terhadap kinerja, meskipun dalam konteks tertentu dapat berfungsi sebagaialat pengendalian perilaku kerja. Kepuasan kerja terbukti berperan sebagai variabel interveningyang memperkuat hubungan antara motivasi kerja serta reward terhadap kinerja karyawan,sekaligus memediasi secara parsial hubungan antara punishment dan kinerja karyawan. Temuanini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang menekankan keseimbanganantara motivasi intrinsik, sistem penghargaan yang objektif, dan mekanisme disiplin yangkonstruktif guna meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukankonseptual bagi praktisi dan akademisi dalam pengembangan kebijakan manajemen sumber dayamanusia yang berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi
Peran Financial Distress Dalam Memediasi Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba: Tinjauan Literatur Sistematis Lau Rensia Riri Indriani; Marianus Jhonlibert Girsang; Nesa Repinalia Br Manjorang; Oktaviana Gracella Br Sibagariang; Kornel Munthe
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.6172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran financial distress dalam memediasi pengaruhGood Corporate Governance (GCG) terhadap praktik manajemen laba melalui pendekatantinjauan literatur sistematis (systematic literature review). Praktik manajemen laba sering munculsebagai respons manajerial terhadap tekanan keuangan, terutama pada perusahaan yangmengalami kondisi financial distress. Di sisi lain, penerapan GCG yang baik diyakini mampumemperkuat mekanisme pengawasan dan mengurangi perilaku oportunistik manajemen. Metodepenelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengkaji artikel-artikelilmiah bereputasi yang dipublikasikan dalam rentang waktu tertentu dan relevan dengan topikGCG, financial distress, dan manajemen laba. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa GCG secaraumum berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, baik secara langsung maupun tidaklangsung melalui penurunan tingkat financial distress. Selain itu, financial distress terbuktiberperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat kecenderungan manajemen laba ketikamekanisme tata kelola perusahaan lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan GCGyang efektif sebagai upaya preventif dalam mengurangi risiko financial distress dan praktikmanajemen laba. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual bagi penelitiselanjutnya serta memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dan regulator dalammeningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.
Decoding Financial Sustainability in Microfinance: The Interplay of Financial Literacy and Leadership Trust Esli Silalahi; Kornel Munthe; Miska Irani Tarigan; Riko Fridolend Sianturi
Journal of Economics, Entrepreneurship, Management Business and Accounting Vol 4 No 5 (2026): Volume 4, Issue 5, September 2026
Publisher : CV. Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jeemba.v4i5.1553

Abstract

Purpose – This study empirically decodes the micro-level structural drivers determining the long-term financial sustainability of grassroots microfinance institutions, specifically savings and loan cooperatives in the North Sumatra region of Indonesia by uncoupling the dimensions of financial literacy. Design/methodology/approach – Utilizing a quantitative cross-sectional survey, data was collected from 276 active cooperative members. The hypothesized causal-predictive relationships were analyzed using Variance-Based Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Finding/Results – Applied financial skills directly and significantly drive institutional sustainability. Financial knowledge indirectly enhances sustainability through the mediation of calculus-based institutional trust. Conversely, traditional financial culture fails to exert any significant direct or indirect effect on sustainability. Originality/Value – This research challenges the conventional reliance on informal social capital in microfinance. By evaluating individual financial literacy (knowledge and skills) alongside the environmental context of localized financial culture. The findings suggest that technical human capital (applied skills) and cognitively validated trust—rather than communal culture alone—serve as critical foundational components for grassroots financial resilience within the tested model.