Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perkebunan Karet dan Dinamika Ekonomi Petani: antara Harapan dan Kenyataan Ega Nasywa; Effendi , Rusdi; Subroto, Wisnu; Mardiani, Fitri; Nadilla, Dewicca Fatma; Rochgiyanti
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i1.18411

Abstract

Perekonomian merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia khususnya Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak dari perkebunan karet terhadap perekonomian petani karet dan untuk mengetahui pendapatan petani karet ini bisa mensejahterakan keluarga. Perkebunan karet mempunyai peranan penting dalam perekonomian perdesaan di Desa Hukai, karena menjadi sumber pendapatan paling utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perkebunan karet (Hevea brasiliensis) terhadap perekonomian petani di Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Karet merupakan salah satu komoditas utama yang berperan penting dalam perekonomian lokal, meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga dan perubahan cuaca. Dengan adanya perkebunan karet menjadikan sektor ini sebagai sumber utama pendapatan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari petani pemilik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani karet sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga karet di pasar global. Ketika harga karet tinggi, pendapatan petani meningkat, yang berimbas pada perbaikan kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga. Sebaliknya, fluktuasi harga yang tajam dan ketergantungan terhadap musim juga dapat menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan ekonomi petani karet di Desa Hukai memerlukan kebijakan yang mendukung peningkatan produktivitas dan diversifikasi produk karet, serta perlunya bantuan pemerintah dalam mengatasi permasalahan fluktuasi harga. Diversifikasi produk dan pemanfaatan teknologi pengolahan karet dapat menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung keberlanjutan sektor perkebunan karet di wilayah.
INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUKU OSING DALAM PEMBELAJARAN IPS: STUDI ANALISIS ETNOPEDAGOGI DI SMP Priyatno, Octavian Hendra; Galih, Ilham; Mardiani, Fitri; Nadilla, Dewicca Fatma
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.265

Abstract

Di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial menghadapi tantangan besar dalam menjaga identitas budaya lokal, terutama di kalangan generasi muda. Di Banyuwangi, tercatat 67% remaja mengalami krisis identitas budaya dan kurang memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai kearifan lokal, khususnya budaya suku Osing. Berangkat dari keprihatinan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi kearifan lokal Osing dalam pembelajaran IPS tingkat SMP serta menyusun kerangka praktis bagi guru melalui pendekatan etnopedagogi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan desain studi pustaka, menganalisis berbagai sumber akademik dengan sistematis melalui teknik analisis isi, triangulasi sumber, dan pengecekan anggota untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya Osing secara signifikan meningkatkan penguasaan konsep (85%), memperkuat identitas budaya (88%), dan membentuk karakter siswa (87%). Model ini diterapkan melalui perencanaan pembelajaran terpadu, materi kontekstual, dan penilaian berbasis nilai lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal mampu menjadi strategi efektif dalam membangun jati diri peserta didik. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas guru, kolaborasi lintas sektor, pengembangan sumber belajar budaya, serta evaluasi berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan berbasis nilai lokal di sekolah.
Hubungan Pola Aktivitas Full Day School dengan Sikap Sosial Siswa Kelas XI SMA Islam Terpadu (IT) Ar-Rahman Banjarbaru Al Mujtaba, Parid Wajdi; Abbas, Ersis Warmansyah; Nadilla, Dewicca Fatma; Susanto, Heri
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i3.26875

Abstract

Technological developments and advances have had a major influence on the development of morals, morals and ethics. Integrated Islamic schools that implement full day school and boarding school programs are in great demand by parents to shape children's character and avoid the negative impacts of modernization and globalization. Full day school is an education system that implements full day learning. Student activity patterns in Full day school, including academic activities, extracurricular activities and social interactions, have the potential to develop social attitudes. The aim of this research is to analyze the relationship between full day school activity patterns and the social attitudes of students at XI Integrated Islamic High School (IT) Ar-Rahman Banjarbaru. The type of research used is quantitative research with a cross-sectional design. The population of this research is class XI students of SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru for the 2023/2024 academic year. The research sample was 32 respondents with a sampling technique using proportional random sampling. The research instrument is a questionnaire and the data analysis technique uses the chi square test. The research results show a p-value of 0.001 (p < 0.05), which means there is a significant relationship between full day school activity patterns and the social attitudes of class XI students at Ar-Rahman Banjarbaru Integrated Islamic High School (IT). The existence of a full day school system can shape students' social attitudes such as honesty, discipline, tolerance, mutual cooperation, politeness, and responsibility.
IMPLEMENTATION OF GREEN HISTORY IN HISTORY LEARNING IN SECONDARY SCHOOLS AS A BASIS FOR STUDENTS' ENVIRONMENTAL AWARENESS Nadilla, Dewicca Fatma; Arisanty, Deasy; Angriani, Parida
International Conference On Social Science Education Vol 1 (2023): 1st International Conference On Social Science Education
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pehk2c15

Abstract

The environmental damage that occurs almost every year in South Kalimantan impacts many sectors, including the health sector, so efforts are needed to instil environmental awareness in the younger generation. One of the objectives of learning history in secondary schools in the independent curriculum is to develop moral, human and environmental values, and this is one of the basic foundations of why learning history can be used as a bridge of knowledge to internalize environmental awareness in students. This writing aims to see how learning history through a green history approach can help students develop environmental awareness integrated through local history material in South Kalimantan. This article was developed through a literature study by collecting various concepts and theories and previous research relevant to the green history approach and developing students' environmental awareness. In this paper, it can be concluded that the internalization of environmental awareness through implementing green history can be done with environmental content materials. Teachers' flexibility in the independent curriculum makes it easier to internalize material containing green History, both national History and local History.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Sejarah Lokal Dalam Kurikulum Merdeka Di Kelas XI SMAN 2 Paringin Noordani, Rahmat; Prawitasari, Melissa; Nadilla, Dewicca Fatma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17581

Abstract

Integrasi sejarah lokal dalam pembelajaran bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual dan relevan. Penelitian di SMAN 2 Paringin ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka dengan mengintegrasikan materi Perang Banjar dan peran Tumenggung Jalil, yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan Modul Ajar pada tema Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang pembelajaran dengan menganalisis capaian kompetensi dasar dan memetakan materi ke dalam Modul Ajar. Proses pembelajaran melibatkan evaluasi tiga ranah: kognitif melalui tes essay, afektif dengan penilaian sikap, dan psikomotor berupa tugas membuat kalender sejarah. Dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa integrasi materi Perang Banjar dan peran Tumenggung Jalil memperkaya pembelajaran sejarah sebagai pendalaman materi perjuangan kemerdekaan, sehingga lebih kontekstual dan relevan bagi murid.
Pentingnya Mempelajari Seni Batik agar Menciptakan Pendidikan Karakter dalam Sejarah Kebudayaan Rico, Muhammad; Nadilla, Dewicca Fatma
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i2.54347

Abstract

Penulisan artikel ini untuk menganalisis pentingnya mempelajari Seni Batik agar menciptakan karakter dalam sejarah kebudayaan yang mana hal tersebut penting agar tidak terjadi degradasi moral pada anak muda. metode penelitian yaitu kepustakaan jenis penelitian yang dilakukan dengan membaca buku-buku atau jurnal dan sumber data lainnya untuk menghimpun data dari berbagai literatur, baik perpustakaan maupun di tempat-tempat lain dan Teknik kepustakaan dilaksanakan dengan cara membaca, menelaah dan mencatat berbagai literatur penting. Peserta didik yang mengenal seni batik akan lebih memiliki karakter yang positif karena Peserta didik akan dapat memahami, menerima orang lain, hormat menghormati, memiliki kebijakan dalam bertindak dan melaksanakan aturan berdasarkan perasaan dan hati nurani. Dalam seni batik secara tidak langsung mengajarkan nilai-nilai karakter yang baik dan nilai-nilai karakter yang salah. Contohnya dalam motif batik jawa yang mempunyai pesan tersirat seperti batik sidomukti sebagai lambang kemakmuran, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.
Workshop Kreatif Melukis Tema Kesejarahan Dengan Media Pengayuh Jukung Bagi Mahasiswa dan Anak Untuk Menumbuhkan Nasionalisme Subroto, Wisnu; Nadilla, Dewicca Fatma; Akmal, Helmi; Fathurrahman, Fathurrahman
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ztn7qd91

Abstract

Sebuah karya seni tidak hanya untuk seni semata, tetapi dapat juga dipakai sebagai media menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Di dalam menumbuhkan hal itu, maka diadakan workshop untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa dan anak-anak melalui kegiatan melukis dengan tema kesejarahan menggunakan media pengayuh jukung. Jukung adalah perahu tradisional yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Selatan, dan penggunaan pengayuhnya sebagai media melukis menambah nilai budaya dan kearifan lokal dalam karya seni. Seni lukis tidak hanya ditorehkan dalam media kain saja, lewat media kayu pengayuh menjadikan karya seni yang mempunyai nilai tambah. Media pengayuh dapat menyentuh kebutuhan-kebutuhan emosi dan imajinasi sejarah yang dapat membentuk citra diri.
Pelatihan Keterampilan Anyaman dan Online Selling Bagi Wanita Ibu Rumah Tangga Di Desa Tantaringin Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong Nadilla, Dewicca Fatma; Rochgiyanti, Rochgiyanti
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/0wmggs60

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pelatihan keterampilan anyamanbagi Ibu Rumah Tangga di Desa Tantaringin, Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 Januari 2023 di Balai Desa Tantaringin, Kecamatan Muara Harus, selanjutnya menggunakan 1) tahapan observasi untuk menemukan masalah dan merencanakan tahapan pelaksanaan; 2) penyajian data dalam bentuk deskriptif; dan 3) penarikan kesimpulan berdasarkan kegiatan sehingga menggambarkan hasil yang sistematis. Pada bagian analisis hasil, penulis menggunakan studi literature dan transkrip hasil wawancara dengan peserta kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua taha kegiatan yakni dimulai dengan memperkenalkan ragam flatform penjualan yang terintegrasi dalam media sosial serta bagaimana cara melakukan penjualan onlinenya dan yang kedua adalah praktik pembuatan anyaman.