Claim Missing Document
Check
Articles

The The Relationship Of Stress Level And Menstrual Cycle In Adolescent Girls At Manbatul Akhlaq Mojo Kediri Islamic Boarding School Tety Ripursari; Nita Dwi Astikasari; Candra Wahyuni
Journal for Quality in Public Health Vol. 8 No. 1 (2024): November
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v8i1.516

Abstract

Adolescent girls especially female students, as academic individuals cannot be separated from stress in daily activities. As result of perceveid stress, it can cause the putiaitary to release ACTH wich then increases cortisol levels, causing disruption of the menstrual cycle. The aim of this research was to determine the relationship between stress levels and the menstrual cycle in adolescent girls at the Manbatul Akhlaq Mojo Kediri Islamic Boarding School. This research uses an observational analytical research design with a cross sectional approach. Purposive sampling technique. The sample was 32 respondents, statistical tests used spearmen-Rho. The results of the reserch from 32 respondents showed that the majority of respondents who experienced moderate levels of stress had irregular menstrual cycles (<21 or >35 days) with a precentage of 16 people (50%) and respondents who experienced moderate levels of stress had regular menstrual cycles (21-35 days) There were 2 people with a percentage (6.25%), respondents with mild levels of stress had irreguler menstrual cycles totaling 5 people (15.6%), and respondents with low levels of stress had regular menstrual cycles as many as 9 people(28,1%). There is sigifict reltioship etwee stress d the menstrual cycle in adolescent girls the Mamtul Akhlaq Mojo Kediri Islamic Boarding School. P=0.001<0.05. You need to get enough rest, joke and tell stories to friends, do fun things, do physical activity/exercise, so that the stress felt by respondents can be minimized and their menstruation becomes regular.
Analisis Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Dharma Wanita Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri Andriani, Ni Putu Linda; Wahyuni, Candra
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kejadian keterlambatan perkembangan sosial emosional pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisis pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional pada anak usia 4–5 tahun di TK Dharma Wanita Kelurahan Burengan Kecamatan Pesanten Kota Kediri. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anak usia 4-5 tahun yang sekolah di TK Dharma Wanita Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri dengan besar sampel 33 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua, sedangkan variabel dependenya adalah perkembangan sosial emosional anak. Analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan sebagian kecil dari responden yaitu (21,2% ) menerapkan pola asuh otoriter terhadap perkembangan sosial emosional termasuk katagori berkembang sangat baik. Nilai sig (p) = 0,018, α = 0,05, p < α, maka H0 ditolak, berarti ada pengaruh yang kuat antara pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional pada anak usia 4–5 tahun di TK Dharma Wanita Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pola asuh orang tua dengan otoriter akan mempengaruhi perkembangan sosial emosional pada anak usia 4–5 tahun di TK Dharma Wanita Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri
Analisis Pantang Makan Dengan Derajat Luka Perineum Terhadap Penyembuhan Luka Pada Ibu Nifas Kasari, Irma Ayu Dwi; Wahyuni, Candra
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor yang mempengaruhi dalam penyembuhan luka perineum diantaranya, status nutrisi, istirahat, stress, infeksi, merokok, kondisi medis dan pengobatan, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pantang makan dan derajat luka perineum terhadap penyembuhan luka pada ibu nifas. Desain penelitian yang digunakan adalah Retrospektif, populasinya seluruh ibu nifas pada bulan Maret 2020. Dengan menggunakan Purposive sampling, diperoleh 15 responden sesuai kriteria inklusi. Parameter yang digunakan jawaban kuisioner pantang makan selama satu minggu masa nifas, lembar observasi derajat luka perineum, dan lembar observasi penyembuhan luka. Pengumpulan data diolah dengan uji analitik korelasi menggunakan uji Spearman Rank Corelation. Hasil analisa ρ (0.000) < α (0,05) maka ada hubungan yang signifikan antara pantang makan dan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Dan nilai ρ (0.435) > α (0,05) yang berarti tidak ada hubungan uang signifikan antara derajat luka perineum dan penyembuhan luka pada ibu nifas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapakan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar memberikan informasi secara akurat kepada ibu-ibu nifas yang mengalami luka perineum tentang pantang makan yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum
Analisis Pengetahuan Dengan Perilaku Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas 3-10 Hari Post Partum Wahyuni, Candra; Lada, Oktaviana
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu nifas yaitu kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan payudara pada masa nifas sehingga terjadinya bendungan ASI. Bendungan ASI dimana payudara terasa berat, panas dan keras yang terjadi karena perilaku ibu terlambat menyusukan atau perlekatan pada waktu menyusui yang kurang baik, jika bendungan ASI tidak ditangani dengan tepat dapat terjadi mastitis, sehingga dapat menyebabkan kesakitan (morbiditas) pada ibu nifas. Literatur bersumber dari database google cendekia, google scholar yang diterbitkan dari tahun 2015 hingga 2019, dan secara manual memilih artikel yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Terdapat pengaruh pengetahuan dengan perilaku perawatan payudara pada ibu nifas. Hal ini disebabkan oleh karena pada hari ketiga atau keempat setelah melahirkan, seringkali payudara terasa penuh, tegang dan nyeri karena terjadinya sekresi ASI. Sehingga perawatan yang baik pada payudara diperlukan karena akan menyebabkan ibu merasa nyaman, sehingga ibu dapat menyusui bayinya dan mencegah terjadinya bendungan ASI. Diharapkan agar petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai pentingnya perawatan payudara sehingga pengetahuan pasien tentang perawatan payudara lebih meningkat dan akan lebih meningkatkan lagi presentase wanita khusunya ibu dalam pemberian ASI secara eksklusif
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Melanjutkan Pendidikan Kebidanan Pada Bidan Vokasi Di Wilayah Kerja Ibi Singosari Wahyuni, Candra; Siwi, Retno Palupi Yonni; Oktafiantari, Ika
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah bidan vokasi di wilayah kerja IBI Singosari disebabkan oleh pengembangan profesi bidan berjalan sangat lambat. Sesuai dengan Undang-undang Kebidanan nomor 4 tahun 2020, bidan baik dengan pendidikan akademik maupun pendidikan vokasi wajib mengambil pendidikan profesi untuk dapat berpraktik mandiri. Dalam pelaksanaannya, bidan vokasi memiliki berbagai minat dalam melanjutkan pendidikan kebidanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan minat melanjutkan pendidikan kebidanan pada bidan vokasi di wilayah kerja IBI Singosari. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 70 orang dengan simple random sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang undang-undang kebidanan, sosial ekonomi, dukungan keluarga dan dukungan atasan. Sedangkan variabel independennya adalah minat melanjutkan pendidikan kebidanan. Uji statistik yang digunakan adalah uji Spearman rank. Adapun instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil analisa data menunjukan nilai signifikan hubungan pengetahuan tentang Undang-undang Kebidanan dengan minat melanjutkan pendidikan kebidanan adalah ρ = 0,000, hubungan antara sosial ekonomi dengan minat melanjutkan pendidikan kebidanan adalah ρ = 0,006, hubungan antara dukungan keluarga dengan minat melanjutkan pendidikan kebidanan adalah ρ = 0,003, dan hubungan antara dukungan atasan dengan minat melanjutkan pendidikan kebidanan adalah ρ = 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan tentang Undang-undang Kebidanan, sosial ekonomi, dukungan keluarga, dan dukungan atasan berhubungan dengan minat melanjutkan pendidikan kebidanan pada bidan vokasi di wilayah kerja IBI Singosari tahun 2020. Saran bagi responden hendaknya selalu bersemangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, agar pelayanan kebidanan lebih berkualitas
Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa L.) Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Klinik Endisa Medika Sukopuro Kabupaten Malang Amelina, Iin; Wahyuni, Candra
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu merupakan produk yang istimewa dan sangat spesifik tak satupun produk formula yang dapat menyamai keunggulan ASI namun pada beberapa ibu menyusui, pengeluran ASI terhambat sehingga ASI tidak lancar. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap asupan gizi,kesehatan ,dan pertumbuhan bayi. Menurut Depkes 2011 pemberian ASI di Indonesia dalam 3 tahun terakhir menurun dari 62,2 % tahun 2010 menjadi 56,2% pada tahun 2011 dan sedikit meningkat pada tahun 2012 yaitu menjadi 34,3%. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui pengaruh pemberian jintan hitam (Nigella Saltiva L) terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Endisa Medika Sukorejo Kabupaten Malang Desain penelitian menggunakan Preeksperimen dengan pendekatan One group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan proses perhitungan menggunakan uji regresi logistik dengan menggunakan SPSS 18.0 kesalahan α 0.05.\ Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua responden (100%) memiliki prosuksi ASI yang kurang yaitu 8 responden, Berdasarkan penelitian diketahui bahwa dari 8 responden yang menjadi sampel pada penelitian ini, setelah pemberian jintan hitam sebagian besar yaitu (67,5%) diantaranya memiliki produksi ASI sedang dan sebagian kecil yaitu (32,5%) sisanya memiliki produksi ASI baik. Berdasarkan hasil analisa data statistic dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh nilai Zhitung sebesar -2,598b dengan nilai signifikansi sebesar 0,009. Karena Zhitung>Ztabel atau nilai signifikansinya < taraf nyata 0,05 maka Ho ditolak atau menerima Ha, artinya ada pengaruh pemberian jintan hitam (Nigella sativa.L) terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Klinik Endisa Medika Sukopuro Kabupaten Malang
Kejadian Amenorea Lebih Dari 6 Bulan Pada Akseptor Kb Suntik 3 Bulan Terhadap Tingkat Kecemasan Di Bpm ”A” Waru Sidoarjo wulandari, Dewi fitria; Wahyuni, Candra
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 4 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Tingginya akseptor KB suntik 3 bulan yang merasa cemas mengenai efek samping yang terjadi seperti amenore. Dimana amenore merupakan suatu keadaan tidak adanya haid sedikitnya 3 bulan berturut-turut atau berhentinya siklus menstruasi yang tidak teratur selama 6. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kejadian amenore lebih dari 6 bulan pada akseptor KB suntik 3 bulan terhadap tingkat kecemasan. Metode: Metode penelitan bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen amenore lebih dari 6 bulan Sedangkan variabel dependen tingkat kecemasan. Dengan jumlah populasi 50 responden, jumlah sampelnya 44 responden. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simpel random sampling, instrumen yang digunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan somer’d nilai signifikan α 0,05.Hasil dan analisa: Hasil uji statistik akseptor KB suntik 3 bulan yang mengalami amenore kurang dari 6 bulan sebagian besar mengalami kecemasan ringan yaitu 9 responden (69,2 %) sedangkan akseptor KB suntik 3 bulan yang mengalami amenore lebih dari 6 bulan sebagian besar mengalami kecemasan berat yaitu 22 responden (71 %). nilai ρvalue sebesar 0,00<α (0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian amenore lebih dari 6 bulan pada akseptor KB suntik 3 bulan dengan tingkat kecemasan. Diskusi: Sebagian besar wanita indonesia memilih alat kontrasepsi berdasarkan pengaruh dan pengalaman orang yang sudah memakainya. Sarana informasi tentang alat kontrasepsi suntik secara menyeluruh sangat dibutuhkan sehingga calon akseptor KB maupun bukan calon akseptor KB memahami tentang segala hal yang berhubungan dengan kontrasepsi suntik
Hubungan Paritas Dengan Kejadian Rupture Perineum Di Rs Daerah Kabupaten Manufahi Timor Leste Barros, Alexandrina; Wahyuni, Candra
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 4 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perineal rupture is experienced by 85% of women who have vaginal delivery. Perineal rupture needs attention because it can cause dysfunction of the female reproductive organs, as a source of bleeding, and a source, or a way in and out of infection, which can then cause death due to bleeding or sepsis (Chapman, 2006; Manuaba, 2008). Based on a preliminary study at the District Hospital of Manufahi, East Timor in 2020, data on pregnant women in October 2019 were 10 people, and there were still many primigravida mothers who suffered perineal tears. This research is a cross sectional study. The population in the study were all maternity mothers who came to the Regional Hospital of Manufahi Regency East Timor in 2020, amounting to 44 respondents. The independent variable in this study is parity with an ordinal scale and the dependent variable is perineal rupture with an ordinal scale. This research instrument uses a standardized questionnaire and observation sheet. The analysis of this study uses the Spearman rank test. In the analysis of the Spearman test p-value = 0.002 <α = 0.05 (p-value <α) which means that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is a relationship between parity and perineal rupture. So mothers with primiparous status have a higher risk for experiencing severe perineal rupture events. This is due to the effects of mothers who experience fear when undergoing the first labor, edema during labor and delivery with the help of tools
The Effect Of Endorphin Massage Combination And Murottal Therapy On Reduction Of Menstrual Pain In Adolescents At Islamic Al Azhaar High School Tulungagung Candra Wahyuni; Niken Dwi Lusiani
Journal of Health Science Community Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jhsc.v4i2.199

Abstract

Menstrual pain is a cramp that occurs during menstruation. Menstrual pain that occurs in young women makes it difficult for young women to concentrate because of the discomfort felt when experiencing menstrual pain (dysmenorrhea). Menstrual pain can be reduced by pharmacological and non-pharmacological measures. Non-pharmacological treatment to reduce menstrual pain including endorphin massage and murottal therapy. This study aims to determine the effect of endorphin massage and murottal therapy on decreasing menstrual pain in young women at Al Azhaar Tulungagung Islamic High School. This study uses an observational analytic research design with an experimental approach. With purposive sampling technique, a sample of 18 respondents was obtained, the independent variable was endorphine massage and murottal therapy and the dependent variable was menstrual pain for young women before and after being given a combination of endorphine massage and murottal therapy. The Wilcoxon test statistic test was used to determine the effect of the two variables. The results of the 18 respondents before the combination treatment of endorphin massage and murottal therapy found that almost all respondents, 15 respondents (83.3%) experienced menstrual pain in the moderate category whereas after the combination of endorphin massage and murottal therapy, almost all respondents were 14 respondents (77.8 %) decreased menstrual pain in the category of no pain. Analysis using Wilcoxon statistical test showed p = 0,000 <0.05 then H0 was rejected and H1 was accepted, which means that there was a combination of endorphin massage and murottal therapy on decreasing menstrual pain in young women at Al Azhaar Tulungagung High School. Endhorphin massage techniques combined with murottal therapy can stimulate the body to release and increase the production of endorphins and encephalins which function to reduce menstrual pain, improve the mental system to reduce violent behavior exhibiting body chemistry.
Posyandu Cader Capacity Building: Prevent Stunting With Repair Nutrition 1000 HPK Nita Dwi Astikasari; Candra Wahyuni
Journal of Health Science Community Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jhsc.v4i2.207

Abstract

Government Indonesia initiated "Movement 1000 Day First Life (HPK)” For lower prevalence stunting, as well as problem not enough nutrition other. However, it turns out that the general public and Posyandu cadres are still not understand stunting, the 1000 HPK Movement, and stunting screening. Program This community service was carried out in July-August 2018 with method community relations. Participant program is cadre Integrated Healthcare Center in Village Ngara-arap, Ngaringan District, Grobogan Regency totaling 25 people (22 people follow the program to the end). The program includes advocacy activities and self-management, education of posyandu cadres regarding stunting, education of posyandu cadres about 1000 HPK in prevention stunting, training measurement Long Body (PB) and Height (TB) toddlers, and evaluation monitoring. Result of the program includes: 1) 88% of the target is to follow the program to the end, 2) Yes enhancement knowledge cadre about stunting And nutrition 1000 HPK after follow program Which be measured with questionnaire pre-post test (There is enhancement mark the average pre-test and post-test was 0.7 points), 3) 60% of the cadres were present able to practice how to measure body length (PB) and height (TB) toddlers are measured by observation, and 4) 40% of posyandu cadres are willing make transfers knowledge to society around through Integrated Healthcare Center.
Co-Authors Alexandrina Barros Amelina, Iin Andriani, Ni Putu Linda Anisatul Mufida Atik Setiawan Wahyuningsih Badratul Ain Barros, Alexandrina Basuki, stevani Byba Melda Suhita Devi Mandasari Dewi fitria wulandari Ema Mayasari, Ema Erma Retnaningtyas Ersa Novani Kharisma Putri Fachry Abda El Rahman Fajriah, Asruria Sani Fazrin, Intan Fitra Okta Damayanti Furnamasari, Dyan Hafikaini Hairiya Yuliani Rahman Heppy Indrawati Hidayatul Fitriya Iin Amelina Ika Oktafiantari Indah Maya Stasia Intan Fazrin Irma Ayu Dwi Kasari Irma Ayu Dwi Kasari Kasari, Irma Ayu Dwi Komariah Tusolikah Kumalasari, Eri Puji Kyky Yunita Sari Suharto Lada, Oktaviana Lena Berlenda Rumadas Lena Berlenda Rumadas Lia Agustin Lisna Bte Baharuddin Mahmudah, Siti Miftakhur Rohmah Miftakhur Rohmah Miftakhur Rohmah Miftakhur Rohmah, Miftakhur Mitha Yulia Mukminah Nawangsari, Elliza Natania Ni Putu Linda Andriani Niken Dwi Lusiani Niken Dwi Lusiani Nita Dwi Astikasari Nur Yeny Hidajaturrokhmah Nurhasanah Nurhasanah Nurmala Sari Oktafiantari, Ika Oktaviana Lada Pigome, Rosina Prima Dewi Kusumawati Putri Eka Sejati Putri Eka Sejati Putri Eka Sejati Remita Ayu Agustin Remita Ayu Agustin Reni Yuli Astutik Reni Yuli Astutik Respati, Laras Laxita Winda Retnaningtyas, Erma Retno Palupi Yoni Siwi Retno Palupi Yonni Siwi Retno Palupi Yonni Siwi Ripursari, Tety Riza Tsalatsatul Mufida Rizkika Wijayanti Sejati, Putri Eka Shanty Natalia Siti Mahmudah SITI MAHMUDAH Sofia Indah Agustina Suci Anggraeni Susana Sri Wahyuni Susana Sri Wahyuni Wiji Andayani Wulandari, Anggrawati wulandari, Dewi fitria Yonni Siwi, Retno Palupi Yuslina Simangunsong Yuslina Simangunsong