Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Kebijakan Preventive Maintenance Mesin Cincinnati Milacron Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Risk Matrix Di Pt Dirgantara Indonesia Shabrina Zatalini Kuswardani; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT DI (Indonesian Aerospace Inc.) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Saat ini, selain memproduksi untuk kebutuhan pesawat dalam negeri, PT. DI juga melayani pesanan kebutuhan part untuk Airbus. Pemenuhan produk pesanan PT. DI mengikuti prosedur dan tenggat waktu yang ketat dari pemesan, sehingga produk pesanan harus dipenuhi sesuai spesifikasi pemesan dan dikirimkan tepat waktu. Tetapi untuk mencapai pengiriman tepat waktu tersebut, PT. DI dihadapkan dengan kendala operasional, yaitu banyak nya downtime yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability centered maintenance dengan menggabungkan analisis kualitatif yang meliputi Failure Mode and Effect Analysis dan RCM Decision Worksheet. Metode lain yang digunakan yaitu dengan tools Risk Matrix untuk menentukan critical system. Dari hasil penilaian Risk Matrix terpilihlah Axis sebagai critical system yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM yang dilakukan pada equipment Axis, diperoleh dua puluh sembilan scheduled on-condition dan tujuh belas scheduled restoration. Sementara interval waktu perawatan masing-masing equipment berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Selisih biaya perawatan apabila perusahaan menggunakan kebijakan maintenance usulan dibandingkan dengan kebijakan maintenance eksisting adalah Rp 320,150,400.00. Kata Kunci : RCM, Reliability centered maintenance, Decision Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Risk Matrix
Perancangan Proses Bisnis Penilaian Kinerja Dosen Menggunakan Metode Knowledge Conversion 5C-4C Dan Seci Di Program Studi Teknik Industri Universitas Telkom Desy Hafriyani; Amelia Kurniawati; Nurdinintya Athari Supratman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban Kerja Dosen (BKD) merupakan representasi kegiatan dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang didukung oleh penunjang. Untuk menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan, maka Universitas Telkom membuat kontrak manajemen yang berisi target untuk setiap dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang didukung oleh penunjang. Perhitungan BKD dimulai dengan mengidentifikasi data dosen di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan penunjang. Data tersebut dikonversi menjadi informasi menggunakan metode knowledge conversion 5C. Hasil informasi tersebut dikonversi menjadi knowledge menggunakan metode knowledge conversion 4C. Aktivitas penilaian kinerja dosen belum didokumentasikan ke suatu proses bisnis dan masih menjadi tacit knowledge dapat dikonversi menggunakan knowledge conversion SECI. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan informasi berupa nilai BKD di semester genap berada di rentang nilai antara 3.3 SKS sampai dengan 54.8 SKS dan rentang nilai di semester ganjil antara 0.5 SKS sampai dengan 37.2 SKS. Konversi informasi menjadi knowledge menghasilkan knowledge berupa komposisi beban kerja bidang pendidikan yang paling besar mempengaruhi nilai akhir BKD dan tidak ada pengaruh antara semakin besar atau semakin kecil beban kerja dosen di bidang pendidikan dengan jumlah publikasi penelitian dosen dan pelaksanaan pengabdian masyarakat. Perbedaan nilai BKD tiap dosen sesuai dengan performansi kinerja dosen di tiap semester. Aktivitas penilaian kinerja dosen yang dikonversi menggunakan metode knowledge conversion SECI menghasilkan proses bisnis penilaian kinerja dosen dengan sub proses bisnis penilaian kinerja dosen sebanyak sembilan sub proses. Keywords- Knowledge Conversion, 5C, 4C, SECI, Kontrak Manajemen, Beban Kerja Dosen, Proses Bisnis.
Usulan Kebijakan Preventive Maintenance Pada Mesin Waldrich Siegen Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Life Cycle Cost (lcc) Di Pt Xyz (persero) Noviyanti Permata Sari; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan alat utama sistem senjata, produk industri, serta beberapa produk komersial. Produk-produk unggulan yang dihasilkan seperti produk konstruksi, pertanian, perkapalan, pertambangan dan kelistrikan. Produk unggulan dengan ukuran yang mayoritas besar diproduksi oleh bagian divisi alat berat. Mesin Waldrich Siegen merupakan mesin produksi yang memiliki downtime tertinggi sehingga mesin tidak dapat bekerja optimal dan memerlukan kebijakan perawatan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Life Cycle Cost (LCC). Metode Risk Based Maintenance digunakan untuk mengetahui seberapa besar konsekuensi dan nilai risiko yang dihasilkan akibat kerusakan mesin Waldrich Siegen. Metode Life Cycle Cost (LCC) digunakan untuk menentukan retirement age, maintenance set crew, dan mengetahui total life cycle cost optimal pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode RBM, didapatkan nilai konsekuensi dan risiko sebesar Rp 284.817.600,00 dengan persentase 0,90%. Risiko ini melewati batas kriteria penerimaan risiko yaitu 0,40% pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode LCC, didapatkan retirement age mesin Waldrich Siegen selama tiga tahun dengan jumlah maintenance set crew yang terdiri dari satu orang, dan total life cycle cost yang minimum sebesar Rp 413.882.541,00. Kata Kunci: Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew Abstract PT XYZ (Persero) is a company engaged in the production and sales of main tool weapon systems, industrial products, and some commercial products. Excellent products are produced such as construction products, agriculture, shipping, mining and electricity. Excellent products with a large sizes produced by heavy equipment division. Waldrich Siegen engine is the production machine that has the highest downtime so that the machine can not work optimally and require maintenance policy. The method used in this research is Risk Based Maintenance (RBM) and Life Cycle Cost (LCC). Risk Based Maintenance method is used to find out how big the consequences and the value of risk resulting from damage to engine Waldrich Siegen. Life Cycle Cost (LCC) method is used to determine retirement age, maintenance set crew, and know the total life cycle cost optimal on Waldrich Siegen machine. Based on RBM method, we get the value of consequence and risk of Rp 284.817.600,00 with percentage 0,90%. This risk exceeds the risk acceptance criteria of 0.40% on the Waldrich Siegen engine. Based on the LCC method, there was a retirement age of Waldrich Siegen engine for four years, with maintenance crew consisting of one person, and a minimum life cycle cost of Rp 413.882.541,00. Keyword : Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Murata 310a Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Ii Dan Risk Matrix Di Pt Xyz Kensya Fadli Agustiant Putra; Endang Budiasih; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Bandung yang memproduksi berbagai macam produk tekstil seperti kain dan benang. Sekitar 70% hasil produksi perusahaan ini di ekspor ke luar negeri. Di tahun 2013 dan 2014, persentase tiap jenis cacat rata-rata di atas target yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 0,14%. Hal ini menjadi masalah bagi perusahaan karena produk cacat yang dihasilkan akan mengakibatkan kerugian material, mengurangi jumlah produksi, menghasilkan limbah produksi, dan menambah biaya untuk mengerjakan ulang. Walaupun kerugian akibat pengerjaan ulang sedikit akan tetapi kondisi seperti ini apabila dibiarkan secara terus mene rus dapat menimbulkan masalah yang semakin besar. Menurut kepala bagian maintenance, produk cacat yang dihasilkan disebabkan oleh kerusakan mesin. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kebijakan perawatan beserta interval waktu perawatan berbasiskan keandalan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh mesin Murata 310A. Tahap awal penelitian ini menggunakan metode Risk Matrix untuk menentukan komponen kritis mesin. Dari hasil pengolahan data menggunakan Risk Matrix, komponen kritis yang terpilih adalah komponen yang termasuk kategori medium dan high yaitu, Cradle, GE Box, Gear End Box, Motor end box, Spindle dan Traverse. Berdasarkan hasil Risk Matrix, ditentukan kebijakan perawatan yang efektif dan efisien dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance II. Pengolahan data menggunakan RCM II dihasilkan kebijakan perawatan Schedule On Condition untuk subkomponen Spring, Bobbin Holder dan Traverse Bar. Schedule Restoration untuk subkomponen Worm Shaft, Worm Wheel, Collar, Holder dan Bobbin Sheet. Schedule Discard untuk subkomponen Bearing 6007, Gear Bush, Angular Bearing, Motor Pulley, Flat Belt, Guide Roller dan Bearing. Schedule Failure Finding untuk subkomponen Oli Seal dan O-Ring. Dalam penelitian ini juga ditentukan interval waktu perawatan yang optimal untuk tiap subkomponen kritis mesin Murata 310A. Kata kunci : Reliability Centered Maintenance II, Risk Matrix, produk cacat
Analisis Kelayakan Pembukaan Toko Disneck Merchandise Dilihat Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Aspek Keuangan, Dan Aspek Manajemen Fauzan Fauzan; Budi Praptono; Nurdinintya Athari Supratman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT At the present time the need for individual people increasingly diverse, starting from basic needs, needs support to non-basic needs. Clothing is one of the basic needs that are essential in human survival. Large consumption rate becomes positive in the clothing industry, especially industrial development. The human need for clothing is growing into its own business opportunities for industry players. Merchandise Disneck is one of the local brand that sells items related to the world of fashion. At first, Diseneck Merchandise making sales through online media such as social media Twiiter, Faceebook, blackberry massager and buy-sell website. By looking at the number of sales of Disneck Merchandise which continues to grow from year 2010 - 2013 about 11.1% - 15.2% and to increase consumer trust to the brand of Diseneck Merchandise, Diseneck Merchandise planning to open its first store in Bandung city. Before making Disneck Merchandise Toko, feasibility analysis whether Disneck Merchandise Toko will make decent views of aspects of the market, aspects technical, financial aspects and management aspects. From the distribution of questionnaires, researchers get the percentage of the potential market is 96%, 92% and available market target market of 1.67%. for the financial aspects of investment expenditure and revenue estimates obtained by using the results of the analysis of the calculations have been done before. The period set for the financial projections is 5 years with MARR = 12%. Results of calculation of the value of the investment is NPV = Rp. 238 928 917, IRR = 64.48% and PBP = 2,050 years. Development of Toko DisneckMerchandise declared eligible for IRR value is greater than the value of MARR and the NPV is positive. Keywords: Feasibility Analysis, NPV, IRR, PBP, Disneck Merchandise store.
Perancangan Proses Bisnis Dan Indikator Keberhasilan Pada Kegiatan Pemasaran Di Admisi Nasional Universitas Telkom Dengan Metode Seci Denny Karnelus Sinaga; Luciana Andrawina; Nurdinintya Athari Supratman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan pemasaran pada Admisi Nasional Tel-U belum memiliki dokumen proses bisnis yang standar. Kegiatan pemasaran dilakukan berdasarkan instruksi manajer dan kebiasaan sehingga pengalaman tentang pelaksanaan kegiatan pemasaran tidak merata dimiliki oleh seluruh pegawai. Oleh karena itu, diperlukan dokumentasi proses bisnis dan indikator keberhasilan untuk menjadi standar kegiatan pemasaran ke depannya. Penelitian ini menggunakan metode SECI yang terdiri dari empat tahapan konversi pengetahuan, yaitu Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization. Pada tahap Socialization dilakukan konversi tacit knowledge berupa pengalaman pegawai menjadi tacit knowledge milik pewawancara tentang kegiatan pemasaran. Pada tahap Externalization dilakukan konversi tacit knowledge pewawancara menjadi explicit knowledge berupa proses bisnis awal. Pada tahap Combination dilakukan konversi explicit knowledge proses bisnis awal menjadi explicit knowledge baru berupa proses bisnis best practice yang dilengkapi indikator keberhasilan kegiatan pemasaran dalam bentuk SOP. Pada tahap Internalization dilakukan konversi explicit knowledge menjadi tacit knowledge yang dimiliki pegawai tentang best practice kegiatan pemasaran. Hasil penelitian adalah rancangan proses bisnis best practice berupa SOP roadshow, kunjungan kampus, sosialisasi, dan edufair dengan indikator keberhasilan yang diukur menggunakan waktu. Kata kunci: proses bisnis, indikator keberhasilan, best practice, Standard Operation Procedure (SOP), Admisi Nasional
Pengembangan Kebijakan Perawatan Pada Mesin Manugraph Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Ii (rcm Ii) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Abc Shintya Asih Angelita Tampubolon; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri percetakan di Indonesia. Pada tahun 2014, PT ABC mengalami penurunan jumlah produksi yang cukup besar dikarenakan banyaknya permintaan yang ditolak akibat beberapa mesin yang rusak sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan. Berdasarkan data produktivitas, mesin Manugraph memiliki produktivitas yang paling besar sehingga dengan kata lain mesin Manugraph memiliki peranan yang paling penting dalam proses produksi. Apabila mesin mengalami kerusakan akan menyebabkan terhambatnya proses produksi. Oleh karena itu, mesin Manugraph harus memiliki preventive maintenance yang tepat. Dari hasil penentuan subsistem kritis, subsistem printing terpilih sebagai sistem kritis. Kemudian ditentukan kebijakan perawatan dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliability- Centered Maintenance II dan risiko yang ditimbulkan dengan menggunakan metode Risk Based Maintenance. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM, diperoleh sepuluh scheduled on- condition task, sebelas scheduled discard task, dan empat scheduled restoration task. Interval waktu perawatan masing-masing komponen berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Dan berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RBM diperoleh system performance loss sebesar Rp 6.486.742.077 dan risiko sebesar Rp 5.643.765.482. Total biaya perawatan usulan didapatkan berdasarkan interval waktu yang optimal yaitu sebesar Rp 6.478.302.684. Kata Kunci – Preventive Maintenance, Reliability-Centered Maintenance, Risk Based Maintenance. Abstract
Penentuan Optimasi Sistem Perawatan Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (oee) Dan Life Cycle Cost (lcc) Pada Mesin Cincinnati Milacron F Di Pt Dirgantara Indonesia Citra Andriyadi; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara di Indonesia. Aktivitas produksi yang ada di PT Dirgantara Indonesia menuntut mesin untuk selalu beroperasi dengan baik. Mesin Cincinnati Milacron F sering mengalami kerusakan dan memiliki downtime yang tinggi di Departemen Machining. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat availabilitas mesin pada Departemen Machining. Diperlukan metode Overall Equipment Effectiveness untuk mengukur kinerja dan tingkat efektifitas mesin. Dalam metode Overall Equipment Effectiveness dilakukan perhitungan untuk mengetahui nilai availability, performance rate, dan rate of quality product dari sebuah mesin. Hal lain yang dilakukan dalam metode Overall Equipment Effectiveness adalah penelitian terhadap faktor six big losses untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan nilai Overall Equipment Effectiveness rendah. Metode lain yang digunakan adalah menggunakan metode Life Cycle Cost. Life Cycle Cost digunakan untuk mengetahui jumlah maintenance crew dan retirement age yang optimal dari sebuah mesin. Untuk mendapatkan total Life Cycle Cost yang optimal, dibutuhkan pengolahan biaya-biaya dengan metode Life Cycle Cost , yaitu sustaining cost dan acquisition cost. Berdasarkan metode Life Cycle Cost diperoleh nilai Life Cycle Cost terendah sebesar Rp 22.874.067.246 dengan umur optimal mesin dua belas tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak lima orang. Berdasarkan perhitungan metode Overall Equipment Effectiveness, nilai Overall Equipment Effectiveness mesin Cincinnati Milacron F sebesar 67,25%. Hasil tersebut masih jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance, yaitu sebesar 85%. Dari six big losses diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin Cincinnati Milacron F adalah faktor idling and minor stoppages, yaitu dengan persentase sebesar 42%. Kata Kunci – Life Cycle Cost, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
Performance Assessment Berbasis Reliability Menggunakan Metode Reliability, Availability, Maintainability (ram) Dan Cost Of Unreliability (cour) Pada Mesin Cincinnati Milacron Di Direktorat Aerostructure Pt Dirgantara Indonesia Evan Suryatyasto Sujatman; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia mendirikan PT Dirgantara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pesawat dalam negeri. Perkembangan pengguna jasa transportasi udara menuntut PT Dirgantara Indonesia untuk memenuhi pesanan proyek dengan tepat waktu. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah Reliability, Availability & Maintainability. Data-data berupa Mean Time To Failure, Mean Time To Repair dan Mean Downtime berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Dari hasil pengolahan data Reliability, Availability & Maintainability Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram berdasarkan pada analytical approach, pada waktu 336 jam, sistem memiliki nilai Reliability (31%). Rata-rata nilai Maintainability sistem pada t = 12 jam adalah 99.60%. Nilai Inherent Availability sebesar 99.998% dan nilai Operational Availability sebesar 99.997%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakhandalan sistem adalah $11.526.92 berdasarkan active repair time dan $19.301,95 berdasarkan pada downtime. Kata Kunci : Availability, Cost of Unreliability, Key Performance Indicator, Maintainability, Reliability, Reliability Block Diagram
Usulan Interval Waktu Perawatan Dan Penilaian Biaya Ketidakandalan Excavator Kobelco Sk200 Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Cost Of Unreliability (cour) Di Po Rajawali Project Syahda Bintarum; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PO Rajawali Project merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan alat berat. Kobelco SK200 merupakan excavator yang paling banyak disewa karena merupakan tipe excavator yang terbaru. Frekuensi kerusakan Kobelco SK200 lebih tinggi dibanding excavator lain karena jumlah jam operasi yang lebih besar. Frekuensi kerusakan yang tinggi memengaruhi risiko dan biaya yang ditanggung perusahaan. Perlu adanya kegiatan perawatan yang optimal untuk menurunkan risiko dan biaya akibat ketidakandalan. Excavator memiliki enam subsistem, yaitu bucket, arm, boom, cabin, under carriage dan upper structure. Dari keenam subsistem tersebut kemudian dipilih subsistem yang paling kritis dengan menggunakan risk matrix. Berdasarkan risk matrix terpilih tiga subsistem kritis yaitu bucket, arm dan upperstructure. Setelah diperoleh subsistem kritis, selanjutnya menentukan usulan interval perawatan dengan menggunakan metode Risk Based Maintenance (RBM) dan menghitung biaya yang ditanggung perusahaan karena ketidakandalan mesin menggunakan metode Cost of Unreliability (COUR). Hasil perhitungan metode RBM didapatkan nilai risiko sebesar Rp16.532.685 dengan persentase risiko 3,73% dan kriteria penerimaan 2%. Persentase risiko hasil perhitungan melebihi batas kriteria penerimaan, sehingga dibuat usulan interval perawatan. Usulan interval perawatan mampu menurunkan risiko menjadi 1,98% sehingga dibawah kriteria penerimaan. Untuk hasil perhitungan COUR, biaya akibat ketidakandalan yaitu sebesar Rp52.685.611 dari corrective COUR dan Rp115.453.015 dari downtime COUR. Kata Kunci – risk matrix, risk based maintenance, cost of unreliability Abstract PO Rajawali Project is company in rental of heavy equipment. Kobelco SK200 is most hired excavators because the newest excavator type so that it is always be choice of tenants. Number of operating hours is greater than the other, so excavator frequency breakage of Kobelco SK200 is also higher than the other. Need an optimal interval time maintenance to lower risk and cost of unreliability. Excavators have six subsystems, namely boom, arm, bucket, cabin, under carriage and the upper structure. Then selected the most critical subsystems using Risk Matrix. Based on Risk Matrix, selected three critical subsystems namely bucket, arm and upperstructure. Further define the proposed maintenance intervals using Risk Based Maintenance (RBM) method and calculate the costs because of unreliability of the excavator using Cost of Unreliability (COUR) method. The results of the calculation method of the RBM obtained value risks amounting to Rp 16.532.685 with percentage risk of 3.73% and 2% of acceptance criteria. Percentage calculation result exceeds the limits of acceptance criteria, so that the created interval maintenance. Proposed maintenance intervals, able to lower risk becoming 1.98% and below the acceptance criteria. Costs from unreliability is Rp52.685.611 from corrective COUR Rp115.453.015 and Rp from downtime COUR. Keywords – risk matrix, risk based maintenance, cost of unreliability
Co-Authors Achmad Rizaldi Utomo Adriyantomo, Pramudya Afrin Fauzya Rizana Ahmad F Abdillah Albi Fitransyah Amelia Kurniawati Amelia, Mia Andiani, Ilsha Arsy, Ahmad Rasyid Ibrahim Augustina Asih Rumanti Bambang Indra Ismaya Bambang Indra Ismaya, Bambang Indra Bewana, Zanuar Galang Bima Dwica Ananto Budi Praptono Chairun Nisa Christanto Triwibisono Citra Andriyadi Denny Karnelus Sinaga Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti, Destina Surya Desy Hafriyani Devi Julietta Nainggolan Dhifa, Muhammad Fachri Edo Rantau Wijaya Edo Rantau Wijaya, Edo Rantau El Hadi , Rosad Ma'ali Endang Budiasih Evan Suryatyasto Sujatman Fachri Husaini Fachri Husaini Fadhal Nafi Pratama Faishal Mufied Al Anshary Fauzan Fauzan Febriansyah, Naufal Taufiq Febriyani, Widia Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hasiholan, Jacob Giando Ilham Meiriza Isnaeni Yuli Arini Jonathan, Fernaldi Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Kensya Fadli Agustiant Putra Litasari Widyastuti, Litasari Luciana Andrawina Muhamad Rafif Arrahman Muhammad Tamami Dwi Saputra Muhammad Tamami Dwi Saputra Mutia Al Masri Nainggolan, Devi Julietta Ningrum, Annisa Julia Nirwana, Faturochman Noviyanti Permata Sari Nuha, Hilyatun Nurhidayat, Fachry Putra, Rakan Furqan Adi Putu Eka Dewi Karunia Wati R. Wahjoe Witjaksono Rahmat Mulyana Rayinda Pramuditya Soesanto Reh Ulina Reh Ulina, Reh Rizaldi, Artamevia Salsabila Saputra, Muhammad Tamami Dwi Sari Wulandari Shabrina Fauzani Shabrina Zatalini Kuswardani Shintya Asih Angelita Tampubolon Simbolon, Yudika Aldi Briyan Sinatrya , Hanifah Widyarani Siska Febriyanti Siska Febriyanti Siska Febriyanti Sugiarto, Avin Christian Syahda Bintarum Tien Fabrianti Kusumasari Vanita Zahra Zahirah Wardhana, Adhika Aryasatya Wefi Ridha Maryami Wibisana , Fattah Yuli Adam Prasetyo Zahra , Adzhani Aliya