Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pendampingan Kelas Remaja Sadar Gizi dan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Menjadi Menu Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SMPN 18 Mataram Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.525

Abstract

Saat ini Indonesia dihadapkan pada tiga beban masalah gizi (triple burden) yaitu stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Data Riskesdas Nasional Tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek dan sangat pendek. Data Riskesdas Provinsi NTB menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 13-15 tahun dengan status gizi stunting sebanyak 23,38% sedangkan di Kota Mataram prevalensi remaja dengan status gizi stunting sebanyak 22,17%. Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu melakukan proses pendampingan kelas remaja sadar gizi dan pelatihan pengolahan pangan lokal menjadi menu sehat sebagai upaya pencegahan stunting di SMPN 18 Mataram. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diantaranya melakukan kegiatan Forum Group Discussion dengan Kepala Sekolah SMPN 18 Mataram, Wali Kelas, Guru Pembina Bimbingan Konseling, Kepala Dusun, Ketua RT/RW dan Kepala Lingkungan Desa Ampenan Selatan terkait dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yaitu hasil perikanan di pesisir pantai Ampenan, pembentukan kelas remaja sadar gizi usia 13-15 tahun, memberikan pendampingan edukasi gizi melalui media piring edukatif sehingga meningkatkan pengetahuan remaja mengenai asupan bergizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada generasi berikutnya serta memberikan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal sekitar sekolah terutama hasil perikanan pesisir pantai Ampenan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) remaja membutuhkan edukasi gizi secara rutinagar dapat mengatur pola makan sesuai dengan kebutuhan gizi remaja (2) Dengan dilakukannya edukasi gizi ini diharapkan kesadaran remaja terkait gizi dapat tercapai (3) Ikan tongkol dan talas dapat disajikan alternatif pangan olahan sehat dan kekinian karena mengandung sumber protein tinggi sebagai upaya pencegahan masalah gizi pada remaja.
Penyuluhan Pernikahan Usia Anak Pada Orang Tua sebagai Upaya Pencegahan Stunting Didin Septa Rahmadi; Auliya Nurhalimah; Dian Neni Naelasari; Febrina Sulistiawati; Nurmaningsih Nurmaningsih
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i2.733

Abstract

Seribu hari pertama kelahiran seorang anak ialah masa berkembangnya kecerdasan yang begitu pesat pada setiap individu dan diistilahkan dengan zaman keemasan (masa emas). Pola asuh anak yang belum maksimal bisa memicu buruknya tumbuh kembang anak, khususnya pada masa emas balita (stunting). Melakukan pendekatan dengan tenaga kesehatan, perangkat desa dan Masyarakat setempat untuk memudahkan dalam melakukan penyuluhan dengan tim pengabdian. Hasil yang dapat dilihat dari kegiatan penyuluhan adalah Masyarakat mampu memahami dampak dari pernikahan usia anak, yang memiliki risiko tinggi penyebab terjadinya stunting. Masyarakat dapat membuka pola berpikir bahwa pernikahan yang ideal untuk mencegah peningkatan angka stunting adalah Perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Pada Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini dilaksanakan dengan hasil yang baik dan responsif dari peserta yaitu ibu-ibu. Selama kegiatan dan setelah kegiatan berlangsung, pengetahuan dari yang kurang paham menjadi lebih paham mengenai stunting, terdapat perubahan dampak dari stunting dan dampak dari pernikahan usia anak.
Pengaruh Pelatihan LILA terhadap Tingkat Pengetahuan mengenai Kurang Energi Kronik Pada Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati; Novia Arista
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i1.244

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi pada ibu hamil dengan rentang usia 20-35 tahun yang terjadi akibat dari ketidakseimbangan asupan gizi secara menahun. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, terdapat 14,8% kasus wanita usia subur dengan KEK dan 17,3% prevalensi kasus wanita hamil dengan KEK, hal ini menunjukkan masih tingginya angka kejadian Kurang Energi Kronik pada wanita usia subur dan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa program studi S1 Gizi UNU NTB mengenai pemanfaatan pita lingkar lengan atas (LILA) untuk mengidentifikasi kejadian kurang energi kronik (KEK). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan LILA terhadap tingkat pengetahuan mengenai kurang energi kronik (KEK) pada mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Diketahui bahwa sebanyak 8 orang responden dengan tingkat pengetahuan kurang (50%) mengalami peningkatan tingkat pengetahuan menjadi kategori sedang yaitu sebanyak 15 orang (93,8%) (p=0.000). Berdasarkan hasil uji multivariat diketahui bahwa pelatihan LILA memberikan pengaruh 85 kali lebih besar terhadap peningkatan pengetahuan mengenai kurang energi kronik (KEK) pada mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat dimana R = 0.856 dengan (p=0.000). Mahasiswa mampu memanfaatkan media pita LILA sebagai alat pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mengidentifikasi kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) baik pada remaja, wanita usia subur maupun pada ibu hamil
Gambaran Status Gizi dan Asupan Zat Gizi Makro Kelompok Lansia Rumah Senja Di Desa Jenggik Kabupaten Lombok Timur Febrina Sulistiawati; Baiq Dewi Sukma Septiani
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i2.248

Abstract

Pada saat ini, Indonesia menempati peringkat lima besar negara di dunia dengan jumlah lansia terbanyak. Terdapat banyak perubahan dan masalah yang terjadi pada lansia seiring dengan proses penuaan, seperti penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial, ataupun ekonomi. Semua perubahan yang terjadi pada lansia ini tentu saja akan menjadi stressor bagi lansia dan akan mempengaruhi kesejahteraan hidup lansia. Bagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang diberikan dengan baik dapat membantu dalam proses beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya. Selain itu dapat pula menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh sehingga dapat memperpanjang usia. Kebutuhan kalori pada lansia berkurang karena berkurangnya kalori dasar dari kebutuhan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan dan ginjal. Berdasarkan hal tersebut, maka dipandang perlu untuk melakukan analisis status gizi kelompok lansia binaan Lembaga Rumah Senja di Desa Jenggik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status gizi kelompok lansia binaan Lembaga Rumah Senja di Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.
Perbedaan Sifat Organoleptik dan Kandungan Zat Gizi Makro Roti Tawar Nutriloaf dengan Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dan Beras Merah (Oryza nivara) Jihan Amartia; Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati; Novia Arista; Dian Septiana; Dwi Andayani
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1013

Abstract

Salah satu contoh makanan yang dikonsumsi sebagai makanan ringan di Indonesia saat ini adalah roti. Roti tawar umumnya berbahan dasar terigu protein tinggi. Substitusi tepung kedelai dan beras merah menambah kandungan gizi khususnya protein pada roti tersebut. Tujuan penelitian yaitu menganalisa beda sifat organoleptik dan kandungan zat gizi makro roti tawar Nutriloaf substitusi kacang kedelai dan beras merah. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan (K=3), 1 unit percobaan dilakukan 3 kali pengulangan, sehingga total jumlah percobaan adalah 3x1x3 = 9 dan analisis zat gizi diolah secara deskriptif. Dilakukan pula penambahan tepung kedelai dan beras merah pada produk roti tawar Nutriloaf dengan takaran yang berbeda, kemudian hasil yang dianalisis meliputi uji daya terima dan kandungan zat gizi diantaranya energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan T1 meningkatkan daya terima responden dari segi warna, aroma, rasa, tekstur. Kesimpulan: Perlakuan T2 pada produk roti tawar Nutriloaf meningkatkan kandungan gizi protein dan lemak. Ada beda daya terima dan kandungan zat gizi roti tawar Nutriloaf  dari masing – masing perlakuan. roti tawar Nutriloaf  terbaik pada perlakuan T1 dan kandungan gizi roti tawar Nutriloaf  terbaik pada perlakuan T2 yaitu 12,09 gram protein dan 10,09 gram.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Makan dengan Status Gizi Siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Himayati Nurul Wahdah; Muhammad Syamsussabri; Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/3dfyp607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, asupan makan, dan status gizi pada siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan melibatkan 109 siswa berusia 15-18 tahun sebagai responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner food recall 24 jam, kuesioner aktivitas fisik, dan pengukuran antropometri untuk menentukan IMT/U berdasarkan standar z-score. Hasil penelitian menunjukkan 51,38% siswa tergolong kurang gizi, 42,02% normal, sebagian besar aktivitas fisik siswa dalam kategori sedang (60,55%), serta asupan energi, protein, dan lemak yang kurang sering ditemukan. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,396). Namun, terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (p=0,038), protein (p=0,020), lemak (p=0,000), dan karbohidrat (p=0,000) dengan status gizi. Kesimpulannya, status gizi siswa lebih dipengaruhi oleh kecukupan asupan nutrisi daripada tingkat aktivitas fisik.