Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Susu Fermentasi Berbasis Kedelai dan Madu Sri Desfita; Wulan Sari; Yusmarini Yusmarini; Usman Pato
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas (Inpress)
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss1.1353

Abstract

The study aimed to examine the effect of the types of bacteria and honey concentration on sensory characteristics and consumer preference levels on fermented soymilk and honey, as well as evaluate the nutritional content. This research was conducted between October and December 2019 at the Faculty of Agriculture, Riau University, and STIKes Hang Tuah Pekanbaru.  Laboratory experiment-based research used forest honey from Bengkalis Regency (Rupat honey). The descriptive test was carried out by 30 semi-trained panelists and the hedonic test was conducted by 100 untrained panelists. Determination of nutrient composition was performed by proximate analysis. The statistical method used the ANOVA test and continued with Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) at a significance level of 5% to determine the differences among treatments. The result of the descriptive test showed that the type of bacteria, honey concentration, as well as the interaction between the bacteria and honey concentration, affected the sensory characteristic of fermented soymilk honey. The result of the overall hedonic test suggested that panelists preferred fermented soymilk honey using Lactobacillus casei subsp. casei R-68 to fermented soymilk honey using Lactobacillus plantarum 1 R. 1.3.2., with scores of 2.88 and 2.75 respectively. Overall panelists rather liked fermented soymilk honey. The taste of fermented soymilk honey needs to be improved through further research.
Faktor Ibu Dan Faktor Bidan Berhubungan Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Di Puskesmas Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu Pidajunita Munte; Heryudarini Harahap; Sri Desfita
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi menyusu dini (IMD) adalah praktek pemberian ASI segera dalam 30 menit sampai 60 menit setelah dilahirkan. IMD bertujuan agar bayi mendapatkan kolostrum yang kaya dengan zat gizi dan berguna untuk kekebalan tubuh bayi dan dapat mencegah kematian bayi. Penelitian ini bertujuan menilai faktor ibu dan faktor bidan yang berhubungan dengan pelaksanaan IMD di Puskesmas Air Molek Indragiri Hulu. Penelitian adalah cross-sectional. Subjek adalah 205 orang ibu pasca bersalin pada bulan Januari-Juni di wilayah kerja Puskesmas Air Molek Tahun 2015. Faktor ibu adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu, konseling/informasi yang diterima ibu dan dukungan suami. Faktor bidan adalah pelatihan yang pernah diikuti dan umur. Analisis data dilakukan dengan uji Chisquare dan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian diperoleh proporsi ibu yang tidak melaksanakan IMD sebanyak 34,1%. Hasil analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan IMD dari faktor ibu adalah pendidikan ibu (OR: 3,1;CI95%: 1,5-6,3), pengetahuan ibu (OR: 3,9; CI95%: 1,9-8,1), konseling/informasi yang diterima ibu (OR: 2,7;CI95%:1,3-5,5), dan dukungan suami (OR: 2,4; CI95%:1,1-5,0). Faktor bidan adalah pelatihan yang diikuti penolong persalinan (OR: 2,3; CI95%: 1,1-4,7), dan umur penolong persalinan (OR: 2,3; CI95%: 1,1-4,9). Ibu dengan pendidikan rendah, ibu dengan pengetahuan rendah, dukungan suami kurang, penolong persalinan tidak pernah mendapat pelatihan, dan penolong persalinan dengan usia tua lebih berisiko untuk tidak melakukan IMD. Disarankan kepada ibu dengan pendidikan atau pengetahuan rendah, demikian juga dengan suami yang kurang mendukung dalam pelaksanaan IMD untuk lebih sering mencari informasi mengenai manfaat IMD. Kepada pihak Puskesmas agar memberikan pelatihan IMD kepada bidan terutama dengan usia tua secara berkala.
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 67 TANGKERANG SELATAN PEKANBARU: Penyuluhan Gizi Seimbang Untuk Anak Sekolah Dasar Di SDN 67 Tangkerang Selatan Pekanbaru Desfita, Sri; Helsya Anggraini, Fatharani; Yolanda, Helena; Nanda Putri, Melysa; Zulriyanti, Nurfebi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 3 No. 1 (2023): JPKK Edisi April 2023
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss1.1523

Abstract

Balanced nutritional consumption needs to be applied every day by school children to meet the body's needs for growth, increased physical activity, and cognitive abilities. Counseling about balanced nutrition at SDN 67 Pekanbaru City using the lecture method is one of the efforts to increase student knowledge so that students have a healthy eating patterns. The pre-test and post-test were carried out orally to determine the increase in students' knowledge about balanced nutrition. The results of this community service showed an increase in students’ knowledge about balanced nutrition, the need for macro and micronutrients for school children, and the arrangements for providing food for school children. Good knowledge of nutrition is needed to establish good behavior or eating habits in school-age children. Keywords: School Age Children, Balanced Nutrition, Counseling Abstrak Konsumsi gizi seimbang perlu diterapkan setiap hari oleh anak sekolah untuk memenuhikebutuhan tubuh akan pertumbuhan, meningkatnya aktivitas fisik, dan kemampuankognitif. Penyuluhan tentang gizi seimbang di SDN 67 Kota Pekanbaru dengan metodeceramah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa sehinggasiswa memiliki pola makan yang sehat. Pre-test dan post-test dilakukan secara lisan untukmengetahui peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang. Hasil kegiatanpengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai giziseimbang, kebutuhan zat gizi makro dan mikro untuk anak sekolah dan pengaturanpemberian makanan untuk anak sekolah. Pengetahuan yang baik tentang gizi diperlukanuntuk membentuk perilaku atau kebiasaan makan yang baik pada anak usia sekolah.Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Gizi Seimbang, Penyuluhan
Pengukuran Status Gizi pada Siswa SMPN 48 Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Indeks IMT/U dan Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan: Pengukuran Status Gizi pada Siswa SMPN 48 Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Indeks IMT/U dan Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan Desfita, Sri; Azzahra, Mulia; Zulriyanti, Nurfebi; Nanda Putri, Melysa; Anggraini, Sisi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 2 (2024): JPKK Edisi Aug 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss2.1887

Abstract

Adolescents' nutritional status requires concern because they are in the second stage of rapid growth after infancy. Measuring teens' nutritional status at SMPN 48 Pekanbaru City aimed to increase student's awareness of their nutritional state, which would have an impact on their health and learning capacities. Anthropometric approaches were used to assess nutritional status utilizing indices such as BMI/U and waist-to-hip ratio. The data obtained includes name, age, gender, date of birth, weight, height, and waist circumference. Microtoises, digital scales, and measuring tapes are all tools used to assess nutritional status. The data was processed using the WHO Anthroplus tool for BMI/U and manually by dividing waist circumference by height. The majority of students have good nutritional status. A balanced diet should be consumed by students, especially those underweight or overweight. Abstrak Status gizi pada remaja perlu mendapat perhatian karena remaja berada dalam masa pertumbuhan cepat yang kedua setelah bayi. Pengukuran status gizi pada remaja di SMPN 48 Kota Pekanbaru bertujuan agar siswa lebih peduli dengan status gizinya yang akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kemampuan belajarnya. Metode antropometri digunakan dalam pengukuran status gizi dengan menggunakan indikator IMT/U dan rasio LP/TB. Data yang dikumpulkan terdiri dari nama, umur, jenis kelamin, tanggal lahir, berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Alat untuk mengukur status gizi antara lain microtoise, timbangan digital, dan pita meteran. Data diolah menggunakan aplikasi WHO Anthro plus untuk IMT/U dan secara manual dengan membagi lingkar pinggang dengan tinggi badan. Sebagian besar siswa memiliki status gizi baik. Konsumsi gizi seimbang perlu diterapkan terutama bagi siswa dengan status gizi kurang atau lebih.
CARA CERDAS MEMANFAATKAN TANAMAN SEKITAR RUMAH SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK Aedes aegypti di RT 02/RW14 KELURAHAN TUAH KARYA: Cara Cerdas Memanfaatkan Tanaman Sekitar Rumah Sebagai Pengusir Nyamuk Aedes Aegypti Di RT 02/RW14 Kelurahan Tuah Karya Wahyuni, Denai; Desfita, Sri; Maria Ulfa, Henny; Amalia, Risa
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2191

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that remains prevalent in Indonesia, caused by the dengue virus transmitted through the bite of mosquitoes from the Aedes genus. The community in RT 02/RW 14 lacks understanding of the life cycle and breeding habitats of Aedes aegypti mosquitoes, as evidenced by the presence of water-holding containers around homes and poor behavioral changes among residents. Therefore, education is necessary to explain the types of plants that can repel mosquitoes in residential areas. This educational activity was attended by 20 participants, focusing exclusively on the women of the PKK (Family Welfare Movement) in RT 02/RW 14, Tuah Karya Village. The educational material covered the characteristics, life cycle, and behavior of Aedes aegypti, as well as the features and types of plants that can repel these mosquitoes. Knowledge assessment was conducted through pre-tests and post-tests before and after the educational sessions. The pre-test results revealed that 61.7% of participants had poor knowledge, while 38.3% demonstrated good knowledge. Post-test results showed a significant improvement, with only 17.5% having poor knowledge and 82.5% achieving good knowledge. This health education program through counseling proved to be an effective preventive measure against the transmission of dengue fever. Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang kejadiannya masih tetap tinggi di Indonesia disebabkan virus dengue melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes. Masyarakat RT 02/RW14 kurang memahami siklus hidup dan perindukan nyamuk Ae. Aegypti, hal ini terlihat masih banyak media yang menampung air di sekitar rumah dan perubahan perilaku masyarakat yang kurang baik. Oleh karena itu, dirasa perlu edukasi dengan menjelaskan jenis-jenis tanaman yang dapat menolak nyamuk di lingkungan rumah. Penyuluhan ini dihadiri 20 orang berfokus hanya pada ibu-ibu PKK RT 02/RW14 Kelurahan Tuah Karya. Materi edukasi mengenai ciri-ciri, siklus hidup dan perilaku Ae. aegypti, ciri-ciri dan jenis tanaman yang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk Ae. aegypti. Proses penilaian pengetahuan dilakukan dengan pre-test dan post-test pada pra dan pasca aktivitas penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre-test pengetahuan peserta masih kurang sebanyak 61,7%, dan 38,3% memiliki kategori pengetahuan baik Sedangkan hasil post-test terjadi peningkatan yang signifikan. Pengetahuan kurang 17,5% dan pengetahuan baik 82,5%. Program edukasi kesehatan melalui penyuluhan ini dinilai efektif sebagai tindakan preventif penularan penyakit demam berdarah