Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : CJPP

Hubungan antara Iklim Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada Pegawai Dinas X Aulia, Agnely Risqy; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p165-178

Abstract

Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan kerja pegawai di instansi pemerintahan dengan beragam tugas dan fungsi. Ketidakjelasan peran dapat mendorong pegawai bekerja di luar tupoksi, yang menurunkan kinerja dan keterlibatan kerja. Keterlibatan kerja merupakan hubungan psikologis individu terhadap pekerjaannya, yang mana menjadi kunci pencapaian target instansi. Penelitian ini bertujuan mengungkap hubungan antara iklim organisasi dan keterlibatan kerja pada 74 ASN Dinas X yang bekerja minimal satu tahun. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Variabel diukur menggunakan instrumen keterlibatan kerja mengacu pada aspek keterlibatan kerja oleh Kanungo (1982) dan instrumen iklim organisasi mengacu pada dimensi iklim organisasi oleh Lussier (2017). Analisis data mencakup uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, uji linearitas dengan deviation from linearity, dan uji korelasi dengan analisis Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,656 dengan signifikansi 0,001 (p < 0,05) yang dimaknai adanya hubungan positif dan kuat antara iklim organisasi dengan keterlibatan kerja. Hal ini menandakan semakin tinggi iklim organisasi yang dirasakan pegawai maka semakin tinggi pula keterlibatan kerja pegawai. Abstract This research underscores the importance of job involvement in government agencies. Role ambiguity is a factor that can reduce employee performance and involvement. Job involvement is an individual's psychological connection to their work, and it is crucial for achieving institutional targets. This study investigated the relationship between organizational climate and job involvement among 74 civil servants at Agency X who had worked for at least one year. A correlational quantitative approach with a saturated sampling technique was used. Job involvement variables were measured using aspects identified by Kanungo (1982), while the organizational climate instrument was based on dimensions proposed by Lussier (2017). Data analysis included the Shapiro-Wilk normality test, a linearity test via deviation from linearity, and a Pearson Product Moment correlation. Results showed a positive and strong correlation (r=0.656, p<0.05) between organizational climate and job involvement. This suggests that a more positive perceived organizational climate correlates with higher employee job involvement.
Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja dan Pemberdayaan Psikologis pada Karyawan X Rohmah, Mellynda Silanur; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p179-192

Abstract

Karyawan bidang operasi berperan penting dalam menjaga kontinuitas proyek di lingkungan kerja berisiko tinggi. Tuntutan kompetensi, sistem kerja shift, serta tekanan fisik dan mental yang tinggi menjadikan pemberdayaan psikologis mereka perlu mendapat perhatian khusus. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan Pearson’s correlation melalui program JASP 0.17.1. Nilai koefisien (r) sebesar 0.785 dengan signifikansi (p = 0.001 < 0.05), yang mengindikasikan hubungan positif dan signifikan antara kualitas kehidupan kerja dan pemberdayaan psikologis. Semakin tinggi kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi pemberdayaan psikologis karyawan, demikian sebaliknya semakin rendah kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah pemberdayaan psikologis karyawan. Abstract Operational employees play a vital role in maintaining project continuity within high-risk work environments. High competency demands, shift-based schedules, and elevated physical and mental pressure highlight the need for greater attention to their psychological empowerment. This study employed a quantitative correlational method. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Pearson’s correlation through the JASP 0.17.1 software. The correlation coefficient (r) was 0.785 with a significance value (p = 0.001 < 0.05), indicating a positive and significant relationship between quality of work life and psychological empowerment. The higher the quality of work life, the higher the psychological empowerment of employees, and vice versa, the lower the quality of work life, the lower the psychological empowerment of employees.
Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja pada karyawan Nabila, Annisa’ Fara; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p193-201

Abstract

Karyawan yang menghadapi berbagai tugas dan tuntutan perlu memiliki semangat, dedikasi, dan keterikatan penuh agar dapat bekerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja pada karyawan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 karyawan yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.001 (p < 0.05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0.753 (r = 0.753) menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan keterikatan kerja bersifat kuat dan searah, yang berarti semakin tinggi persepsi dukungan organisasi yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula tingkat keterikatan kerja yang dimilikinya. Abstract Employees facing various tasks and demands need to have enthusiasm, dedication, and full commitment in order to work optimally. This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and work engagement among employees. The sample in this study consisted of 108 employees selected using saturated sampling techniques. The data obtained were analyzed using Pearson Product Moment correlation tests. The analysis results show a significance value of 0.001 (p < 0.05). The value of the correlation coefficient of 0.753 (r = 0.753) shows that the relationship between the two variables is strong and in the same direction, meaning that the higher the perceived organizational support score, the higher the work engagement owned by employees.
Hubungan Kebermaknaan Kerja dan Flourishing pada Guru SMK X Novianti, Dinda Cahya; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p202-214

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pentingnya flourishing pada guru SMK dengan tugas yang kompleks. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebermaknaan kerja dan flourishing pada guru. Subjek penelitian ini menggunakan sampel jenuh menggunakan 40 orang guru di SMK X sebagai subjek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Kedua variabel diukur menggunakan skala flourishing dan kebermaknaan kerja. Hasil penelitian ini adalah kedua variabel memiliki nilai koefisien korelasi 0.714 dengan nilai signifikansi 0.001 (p < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa  terdapat hubungan positif dalam kategori kuat antara variabel kebermaknaan kerja dan flourishing pada guru SMK X. Abstract This research is motivated by the importance of flourishing among vocational school teachers with complex tasks. This study investigates the relationship between meaningful work and teacher flourishing. The method used in this research is a quantitative method with research subjects totaling 40 teachers. Both variables are measured using flourishing and meaningful work scales. The results of this study show that both variables have a correlation coefficient of 0.714 with a significance value of 0.001 (p < 0.05). This indicates a strong positive relationship between meaningful work and vocational school teachers flourishing.
Hubungan Antara Kepribadian Proaktif Dengan Adaptabilitas Karier Siswa SMK X Sari, Teta Pamungkas; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p215-228

Abstract

Adaptabilitas karier bisa dilakukan pada siswa prakerin karena siswa melakukan transisi antara dunia sekolah dengan dunia kerja.  Dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja baru, siswa perlu beradaptasi dan berperan aktif, di mana kepribadian proaktif dan adaptabilitas karier sangat membantu dalam proses ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian proaktif dengan adaptabilitas karier siswa SMK X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan subjek sebanyak 428 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala adaptabilitas karier dan skala kepribadian proaktif. Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu teknik analisis korelasi. Berdasarkan analisis data didapatkan nilai signifikansi 0.000 (p < 0.05) dan nilai taraf korelasi (r) sebesar 0.714 Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat hubungan antara kepribadian proaktif dengan adaptabilitas karier siswa SMK X dinyatakan diterima. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif, maka semakin tinggi kepribadian proaktif pada siswa maka semakin tinggi pula adaptabilitas karier pada siswa. Abstract Career adaptability is possible for internship students because students make the transition between the school world and the world of work. In facing challenges in the new work environment, students need to adapt and play an active role, where proactive personality and career adaptability are very helpful in this process. This study aims to determine the relationship between proactive personality and career adaptability of SMK X students. The method used in this research is quantitative with 428 students as subjects. The instruments in this study used a career adaptability scale and a proactive personality scale. Data analysis techniques in this study are correlation analysis techniques. Based on data analysis, the significance value is 0.000 (p <0.05) and the correlation level value (r) is 0.714 so that the hypothesis that there is a relationship between proactive personality and career adaptability of SMK X students is accepted. The result of this study is that there is a positive relationship, so the higher the proactive personality in students, the higher the career adaptability in students.
Hubungan Keterikatan Kerja dan Perilaku Produktif pada Karyawan PT. X Rachmadev, Natasya Machendrei Haliza; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p229-239

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan keterikatan kerja dan perilaku produktif pada karyawan PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang karyawan yang dipilih melalui teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala keterikatan kerja dan perilaku produktif. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Produk Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keterikatan Kerja memiliki hubungan positif yang kuat terhadap Perilaku Produktif pada karyawan (r =0.856, p < 0.01). Nilai signifikansi sebesar 0.001 menunjukkan bahwa hubungan tersebut sangat signifikan secara statistik. Semakin tinggi keterikatan kerja yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula perilaku produktif yang ditunjukkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterikatan kerja berperan penting dalam membentuk perilaku kerja yang produktif. Abstract This study was conducted to examine the relationship between work engagement and productive behavior among employees of PT. X. The research method employed was quantitative with a sample size of 40 employees selected through total sampling technique. The measurement instruments used were the Work Engagement Scale and the Productive Behavior Scale. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation technique. The analysis results indicate that Work Engagement has a strong positive correlation with Productive Behavior among employees (r = .856, p < 0.01). The significance value of 0.001 demonstrates that this relationship is statistically highly significant. The higher the level of work engagement an employee has, the higher the level of productive behavior they tend to exhibit. This study concludes that work engagement plays an important role in shaping productive work behavior.
Hubungan antara Otonomi Kerja dengan Keterikatan Kerja Pada Karyawan PT X Hanum, Dyah Alfu Putri; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p240-253

Abstract

Perusahaan menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bertahannya produktivitas karyawan secara optimal. Perubahan produktivitas ini berhubungan erat dengan sejauh mana karyawan merasa terlibat dan terikat dengan pekerjaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan otonomi kerja dan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dan menggunakan teknik sampling jenuh yakni menggunakan keseluruhan populasi sebagai sampel. Alat ukur yang digunakan adalah skala keterikatan kerja dan perilaku produktif. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan koefisien korelasi sebesar 0.603, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara otonomi kerja dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi otonomi kerja yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula keterikatan kerja yang ditunjukkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterikatan kerja berperan penting dalam membentuk perilaku kerja yang produktif. Abstract Companies face the challenge of creating a work environment that supports the maintenance of optimal employee productivity. This productivity change is closely related to the extent to which employees feel involved and attached to their work. This study was conducted to determine the relationship between work autonomy and work engagement in employees of PT X. The research method used is quantitative with a population of 100 people and using saturated sampling technique, namely using the entire population as a sample. The measuring instrument used is a scale of work engagement and productive behavior. Data analysis techniques using Pearson Product Moment correlation. The results of the analysis showed a significance value of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.603, which means there is a significant and strong relationship between job autonomy and work engagement. The higher the work autonomy of employees, the higher the work engagement shown. This study concludes that work engagement plays an important role in shaping productive work behavior.
Hubungan Antara Persepsi Dukungan Organisasi Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Yael, Eva Nandha Jalma; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p508-517

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang muncul pada karyawan yang mengarah pada komitmen organisasi di PT X.  Komitmen organisasi adalah sebuah konstruk psikologis berupa karakteristik hubungan antara anggota dengan organisasinya yang berdampak pada keputusan seseorang untuk tetap mempertahankan keanggotaannya dalam berorganisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ada atau tidak hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi pada karyawan. Subjek penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang berjumlah 94 orang karyawan dari PT X.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Uji dipotesis penelitian ini menggunakan teknik pearson product moment dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian ini adalah kedua variabel berkorelasi secara signifikan dengan nilai r = 0.797 dengan nilai signifikansi 0.001 (p < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa  terdapat hubungan positif dalam kategori kuat antara variabel persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi pada karyawan. Abstract This study is motivated by a phenomenon observed among employees that points to organizational commitment at Company X. Organizational commitment is a psychological construct that reflects the nature of the relationship between members and their organization, influencing an individual's decision to remain a part of the organization. The purpose of this study is to identify whether there is a relationship between perceived organizational support and organizational commitment among employees. The research subjects consisted of 94 employees from Company X, selected using a saturated sampling technique. This study employed a quantitative correlational method. The hypothesis was tested using the Pearson product-moment correlation technique with the assistance of JASP software. The results indicate a significant correlation between the two variables, with a correlation coefficient of r = 0.797 and a significance value of 0.001 (p < 0.05). This indicates a strong positive relationship between perceived organizational support and organizational commitment among employees.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA GURU Fradipta, Diora; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i2.40455

Abstract

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA GURU SMA NEGERI 3 JOMBANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Asmoro, Yoga Seto; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i2.40846

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan perilaku kerja inovatif pada Guru SMA Negeri 3 Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh sehingga seluruh populasi menjadi responden penelitian yang berjumlah 55. Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah skala iklim organisasi dengan perilaku kerja inovatif yang menggunakan jenis skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan ialah uji korelasi Pearson Product Moment dengan alat bantu program SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan perilaku kerja inovatif pada Guru SMA Negeri 3 Jombang dimasa pandemi covid-19 yang dibuktikan dengan hasil nilai signifikan sebesar 0.000 (p <0.05), serta hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0.714 (sig >0.05). Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara iklim organisasi dengan perilaku kerja inovatif pada Guru SMA Negeri 3 Jombang dimasa pandemi covid-19. Sehingga semakin tinggi iklim organisasi, maka semakin tinggi pula perilaku kerja inovatif yang dimiliki oleh Guru SMA Negeri 3 Jombang.. Begitu juga sebaliknya, jika iklim organisasi pada semakin rendah, maka semakin rendah pula perilaku kerja inovatif yang dimiliki Guru SMA Negeri 3 Jombang. Kata Kunci: Iklim Organisasi, Perilaku Kerja Inovatif, Guru, Pandemi Covid-19 Abstract This study aims to determine the relationship between organizational climate and innovative work behavior at SMA Negeri 3 Jombang teachers. This study uses quantitative methods. The data collection technique in this study used a saturated sample technique so that the entire population became research respondents totaling 55. The instrument used in this study was the organizational climate scale with innovative work behavior using a Likert scale type. The Pearson Product Moment correlation test with SPSS 25.0 for windows program tools used the data analysis technique. The results of the analysis show that there is a significant relationship between organizational climate and innovative work behavior at SMA Negeri 3 Jombang teachers during the covid-19 pandemic, as evidenced by the significant value of 0.000 (p <0.05), and the result of the correlation coefficient of 0.714 (sig > 0.05). Therefore, based on the results of the data analysis, it can be said that there is a positive relationship between organizational climate and innovative work behavior at SMA Negeri 3 Jombang teachers during the covid-19 pandemic. So that the higher the organizational climate, the higher the innovative work behavior of SMA Negeri 3 Jombang teachers. And vice versa, if the organizational climate is lower, the innovative work behavior of SMA Negeri 3 Jombang teachers will also be lower Keywords: Organizational Climate, Innovative Work Behavior, Teacher, Pandemic Covid-19