Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Gambaran Kadar Alkali Phospatase Pada Petani Kelapa Sawit Yang Menggunakan Pestisida Sulistiawati, Retri Yaumil; Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11580

Abstract

Pestisida merupakan golongan bahan kimia yang umum digunakan petani untuk membasmi hama dan gulma atau tanaman penganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar alkali phosphatase pada petani kelapa sawit yang menggunakan pestisida Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani kelapa sawit di Kebun Pribadi Kelapa Sawit Milik Tn. D dan Kebun Milik Tn. H di Desa Kedang Ipil Kalimantan Timur sejumlah 20 petani. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Klinik Kumala Samarinda. Hasil penelitian dengan jumlah 20 responden memiliki kadar alkali phospatase normal 16 responden responden (80%) dan sisanya memilki kadar alkali phosphatase abnormal 4 responden (20%). Peningkatan aktivitas enzim alkali phosphatase tidak spesifik akibat kerusakan hati karena enzim ini juga di produksi di sel-sel lain dengan demikian mendiagnosa gangguan pada hati tidak dapat dilihat dari satu parameter pemeriksaan saja tetapi perlu dilakukan pemeriksaan lainnya seperti alanin transaminase (ALT), aspartate aminotransferase (AST), gamma glutamyl transferase (GGT) atau bilirubin.
Efektivitas Penyembuhan Luka Mencit Diabetes Dengan Pemberian Ekstrak Kombinasi Keji Beling Dan Binahong Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda Kusumawati; Harlita, Tiara Dini
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.491

Abstract

Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes mellitus. Luka ini terjadi akibat kerusakan sistem saraf dan pembuluh darah yang diakibatkan dari hiperglikemia yang tidak terkontrol. Tanaman binahong dan keji beling merupakan tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional untuk pasien diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dimana dilakukan 2 macam pengamatan yaitu pengamatan diameter luka dan juga pengamatan makroskopis terhadap kondisi luka mencit diabetes. Pemberian topikal kombinasi ekstrak keji beling dan binahong (1:1) terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka mencit diabetes. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan ekstrak yang dapat secara signifikan memperkecil diameter luka dan memperbaiki kondisi luka mencit diabetes pada hari ke 15 dibandingkan dengan kontrol.
ANALYSIS OF HEMOGLOBIN (Hb) LEVELS IN FARMERS USING PESTICIDES IN LOA JANAN ULU VILLAGE ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA PETANI YANG MENGGUNAKAN PESTISIDA DI DESA LOA JANAN ULU Laila, Siti Nurul; Farpina, Eka; Kusumawati, Nursalinda
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11428

Abstract

Pestisida sebagai produk perlindungan tanaman dapat menimbulkan efek negatif pada petani yang menggunakan. Salah satu komponen darah yang menjadi parameter keracunan yaitu hemoglobin (Hb). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar hemoglobin pada petani yang menggunakan pestisida di Desa Loa Janan Ulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian adalah petani di Desa Loa Janan Ulu yaitu 37 petani. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pemeriksaan yang digunakan yaitu cyanmethemoglobin. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariate. Hasil dari penelitian ini didapatkan karakteristik petani berdasarkan usia yang paling banyak adalah usia lansia (56-65 tahun), penggunaan APD tidak lengkap 28 petani, dosis pestisida sesuai anjuran sebanyak 31 petani dan lama penyemprotan pestisida < 5 jam. Rata-rata kadar hemoglobin terendah 9,8 gr/dL dan tertinggi 27,1 gr/dL. Persentase kadar hemoglobin berdasarkan standar nilai World Health organization (WHO) sebanyak 56,8%.
Gambaran Kadar Alkali Phospatase Pada Petani Kelapa Sawit Yang Menggunakan Pestisida Sulistiawati, Retri Yaumil; Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11580

Abstract

Pestisida merupakan golongan bahan kimia yang umum digunakan petani untuk membasmi hama dan gulma atau tanaman penganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar alkali phosphatase pada petani kelapa sawit yang menggunakan pestisida Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani kelapa sawit di Kebun Pribadi Kelapa Sawit Milik Tn. D dan Kebun Milik Tn. H di Desa Kedang Ipil Kalimantan Timur sejumlah 20 petani. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Klinik Kumala Samarinda. Hasil penelitian dengan jumlah 20 responden memiliki kadar alkali phospatase normal 16 responden responden (80%) dan sisanya memilki kadar alkali phosphatase abnormal 4 responden (20%). Peningkatan aktivitas enzim alkali phosphatase tidak spesifik akibat kerusakan hati karena enzim ini juga di produksi di sel-sel lain dengan demikian mendiagnosa gangguan pada hati tidak dapat dilihat dari satu parameter pemeriksaan saja tetapi perlu dilakukan pemeriksaan lainnya seperti alanin transaminase (ALT), aspartate aminotransferase (AST), gamma glutamyl transferase (GGT) atau bilirubin.
PENGARUH MENCUCI TANGAN TERHADAP ANGKA KUMAN PADA TELAPAK TANGAN SISWA SEKOLAH DASAR Maulina, Rida; Harlita, Tiara Dini; Kusumawati, Nursalinda
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 8 No 1 (2023): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v8i1.3959

Abstract

Washing hands with soap is one method of protecting the body from many infectious illnesses. Following the guidelines of the World Health Organization, effective hand washing involves six stages. The purpose of this study is to ascertain how proper and good hand washing habits affect the quantity of germs on the palms of pupils at State Elementary School 005 Samarinda. Purposive sampling was utilized to choose 31 samples for a quasi-experimental study with a one group pretest-posttest design. Through counseling, samples taken in the form of palm swabs and examined before and after hand washing were evaluated using the Total Plate Number (ALT) technique with dilutions ranging from 101 to 102. The Wilcoxon Test technique was used to assess the test findings using univariate and bivariate analysis. According to studies, there are typically 78 CFU/cm2 of germs on the hands before washing them, and there are 10 CFU/cm2 of germs after washing them with soap, with a 79% reduction in the quantity of germs on the palms. The Wilcoxon test findings showed a p-value of 0.000, indicating that there was a reduction in the number of germs on primary school children' palms both before and after washing their hands. Always wash your hands before and after carrying out activities.
IDENTIFIKASI JAMUR Malasezzia furfur PADA MAHASISWA D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS YANG TERINFEKSI KETOMBE Damayanti, Sulpinah; Makkadafi, Suparno Putera; Kusumawati, Nursalinda
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.12915

Abstract

Abstrak: Identifikasi Jamur Malasezzia Furfur Pada Mahasiswa D-III Teknologi Laboratorium Medis Yang Terinfeksi Ketombe. Ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang ditandai dengan pengelupasan abnormal pada kulit kepala yang ditandai dengan adanya skuama yang berlebihan berwarna putih atau abu-abu yang tersebar dirambut disertai dengan rasa gatal. Pada kondisi hangat dan lembab serta kebersihan diri yang buruk sangat ideal untuk pertumbuhan Jamur Malassezia furfur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jamur Malassezia furfur pada kerokan kulit kepala mahasiswi dan untuk mengetahui persentase atau prevalensi jamur Malassezia furfur pada kerokan kulit kepala mahasiswa. Jenis penelitian ini deskriptif dengan populasi seluruh mahasiswi D-III Teknologi Laboratorium Medis dan jumlah sampel adalah 30 sampel yang terinfeksi ketombe dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan data kuesioner pada responden selanjutnya dilakukan pengambilan sampel untuk diperiksa di laboratorium dan diidentifikasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan hasil disajikan dalam bentuk tabel. Hasil identifikasi Jamur Malassezia furfur sebagai penyebab ketombe pada kerokan kulit kepala mahasiswa diperoleh bahwa dari 30 responden seluruhnya negatif terdapat Malassezia furfur (100%) dan persentase jamur lain yang ditemukan didapatkan hasil, sebagian besar jamur yang teridentifikasi adalah jamur Aspergillus sp. (76,7%) dan jamur lain yang ditemukan adalah Penicillium sp. (23,3%). Dapat disimpulkan pada penelitian ini tidak ditemukan adanya jamur Malassezia furfur pada kerokan kulit kepala mahasiswa.
Antioxidant Activity of Extract and Fraction from Boesenbergia pandurata Rhizome by FRAP Method Kusumawati, Nursalinda; Haryoto, H
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2019: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.1436

Abstract

Boesenbergia pandurata is one of the Zingiberaceae families found in Southeast Asia. In Indonesia, this plant which is known as “temu kunci” is widely cultivated by people everywhere included as home plant and used as family medicinal plant. B. pandurata contains flavonoid compounds which have the efficacy of being an antioxidant. Antioxidant is useful to overcome the negative effects of free radicals. Antioxidant test using the FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) method began with B. pandurataextract using ethanol 96%, then continued with fractionation process of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol. Free radical activity using spectrophotometry was seen with a wavelength of 712 nm and the total antioxidant value was calculated based on the absorbance of each samples. The result of study of antioxidant activity from ethanol extract, non-polar, semi-polar, and polar fraction were 37.59; 27.43; 32.93; and 35.68 mgAAE/g.
Analisis Darah Rutin Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Wilayah Kota Samarinda : Routine Blood Analysis in Tuberculosis Patients at the Samarinda City Health Center Sari, Nur Permata; Kusumawati, Nursalinda; Anggrieni, Nurul
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7937

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit Infeksi menular yang disebabkan bakteri Basil Tahan Asam yaitu Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ. Pengobatan tuberkulosis terbagi menjadi 2 tahap, tahap intensif dan tahap lanjutan dengan pengobatan berlangsung selama 6 bulan. Obat Anti Tuberkulosis merupakan komponen penting dalam pengobatan tuberkulosis, namun penggunaan Obat Anti Tuberkulosis dapat menimbulkan beberapa efek samping pada berbagai organ, terutama sistem darah. Penelitian ini bertujuan untuk memantau keberhasilan dalam pengobatan dan adanya kelainan pada sistem darah lainnya yang disebabkan oleh efek samping dari penggunaan Obat Anti Tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu peneliti menggambarkan hasil pemeriksaan darah rutin pada pasien tuberkulosis yang masih menjalani pengobatan di Puskesmas Wilayah Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 responden terdapat 80% responden dengan jumlah leukosit normal. Jumlah eritrosit kategori normal terdapat 84% responden. Kadar hemoglobin kategori normal terdapat 68% responden. Kadar hematokrit kategori normal terdapat 92% responden. Jumlah trombosit kategori normal terdapat 64% responden. Pada penelitian ini penderita TB yang masih menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis menunjukkan sebagian besar hasil pemeriksaan darah rutin metode Hematology analyzer adalah normal.
Studi In Vivo Kombinasi Herbal Keji Beling, Binahong, dan Madu Kelulut terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Hewan Model Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda; Harlita, Tiara Dini; Dawam, Wirid Triana
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.847

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh pankreas, berkurangnya sensitifitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangrene/ulkus, yaitu terjadi kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer sehingga jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Penggunaan bahan herbal sebagai obat luka terus dikembangkan dalam penelitian maupun pemanfaatannya, diantaranya adalah daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian ekstrak daun binahong, daun keji beling, dan madu kelulut terhadap penyembuhan luka diabetik menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Setelah mencit diberi perlakuan, pengukuran diameter luka dimulai pada hari ke-0, 5, 10 dan 15. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji statistik dengan uji One Way Anovamenunjukan nilai p <0,05 yaitu 0,000 yang berarti pemberian kombinasi herbal memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. Selanjutnya dilanjutkan uji lanjutan yaitu Uji Duncan’s Multiple Range Test dengan hasil perlakuan yang paling efektif yaitu pemberian kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling.
Anticholesterol Activity of Combined Binahong and Keji Beling Leaf Extracts in Mice (Mus musculus) Rizky, Eka Septia Nur; Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda; Farpina, Eka
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.684

Abstract

Cholesterol is a type of lipid found in the human body, with approximately 80% produced endogenously by the liver and the remaining 20% obtained from dietary sources. Elevated total cholesterol levels in the blood increase the risk of various health conditions such as cardiovascular disease, obesity, hypertension, and even stroke. Prolonged elevation can lead to plaque formation in blood vessels, resulting in impaired circulation and potentially life-threatening complications. The use of synthetic cholesterol-lowering drugs is often associated with unwanted side effects, including liver toxicity, muscle pain, and gastrointestinal disturbances. This has prompted increasing interest in safer, natural alternatives such as herbal medicine, which is perceived to provide fewer side effects and additional health benefits. This study aimed to investigate the anti-cholesterol activity of a combination of Binahong (Anredera cordifolia) and Keji Beling (Strobilanthes crispus) leaf extracts in mice (Mus musculus) induced with a high-cholesterol diet. The extraction method employed was maceration, using 96% ethanol as the solvent to ensure optimal phytochemical yield. The experimental design consisted of five groups: a negative control group, a positive control group, and three treatment groups receiving combinations of Binahong and Keji Beling extracts in ratios of 1:1, 1:3, and 3:1. Total cholesterol levels were measured using the Point of Care Test (POCT) method. The results showed that all treatment groups experienced a significant reduction in total cholesterol levels (p = 0.001 < 0.05). The most effective reduction was observed in the 1:1 ratio group, with a decrease of 45.39%, followed by the 3:1 group (27.80%) and the 1:3 group (14.17%). These findings indicate strong potential for development as an effective and safe herbal alternative for lowering cholesterol levels.