Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementation of Screening, Counseling, and Health Education for Hypertension Prevention among Adolescents Marpatmawati, Idhfi; Sambas, Etty Komariah; Suprapti, Betty; Rismawan, Wawan; Wayunah, Wayunah; Yuningsih, Aneng; A, Saefunnuril; Hidayat, Nandita Milda; Setyarini, Wahyu Ikka; A, Iman Syarifuddin; Asparina, Arina; Bilhamdillah, Zalfa Nabilah; Gustiani, Mia Ruhmiati; Nuraeni, Nuraeni; Ramadhan, Gilang; Ismawi, Ade Sayid
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.640

Abstract

Introduction: Hypertension is no longer a health issue limited to adults but increasingly affects adolescents. Its asymptomatic nature makes it difficult to detect early, while lifestyle factors such as poor diet, lack of physical activity, and stress significantly increase the risk. Early intervention through school-based programs is crucial to increase awareness and prevention. Objective: The purpose of this service was to provide promotive and preventive efforts against hypertension in adolescents at SMK Suryalaya, Tasikmalaya, by increasing their knowledge, awareness, and healthy lifestyle practices through health screening, education, and counseling Method: This public service was conducted by lecturers and students of Universitas Bakti Tunas Husada in collaboration with SMK Suryalaya. The program consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. Screening included measurement of blood pressure, pulse, body mass index (BMI), and fitness tests. Health education was delivered through interactive lectures and discussions, while personal counseling was provided for students identified with health risks. Result: The activity involved 58 students (34 from grade X and 24 from grade XI). Screening results revealed 9.1% hypertension, 34.8% hypotension, and 13.6% obesity, indicating significant cardiovascular risks. Health education improved students’ knowledge with an average score increase from 60 (pre-test) to 82 (post-test), a gain of 36.7%, shifting most students from “moderate” to “high” knowledge categories. Personalized counseling for at-risk students enhanced their understanding and commitment to adopting healthier habits. Conclusion: This program demonstrated that integrating screening, education, and counseling effectively improved adolescent health awareness and promoted preventive behaviors. Early detection and health promotion in schools are essential strategies to reduce long-term cardiovascular risks. The program can serve as a replicable model for adolescent health promotion in other educational institutions.
Implementasi Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) sebagai Upaya Pengelolaan Kecemasan pada Siswa di SMAN 8 Tasikmalaya Rismawan, Wawan; Marpatmawati, Idhfi; Yuningsih, Aneng; Sambas, Etty Komariah; Suprapti, Betty; Nurliawati, Enok; Wayunah, Wayunah; Yulianti, Yeli; Anwar, Saefunnuril
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2668

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang sering dialami remaja dan dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai upaya pengelolaan kecemasan pada siswa SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 30 siswa kelas X melalui sesi edukasi kesehatan mental dan praktik langsung terapi SEFT secara berkelompok. Tingkat kecemasan siswa diukur menggunakan instrumen Skrining Dini Kecemasan Sederhana (SDKS) yang terdiri dari 10 item pertanyaan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori kecemasan sedang hingga tinggi (69,9%). Selama pelaksanaan terapi SEFT, secara observasional terlihat adanya penurunan ketegangan fisik, pernapasan yang lebih teratur, serta perubahan emosi menjadi lebih tenang dan nyaman. Siswa juga melaporkan berkurangnya rasa khawatir berlebihan dan meningkatnya kepercayaan diri dalam menghadapi aktivitas belajar. Implementasi SEFT terbukti mudah dipelajari, dapat dilakukan secara mandiri, serta memberikan efek relaksasi langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa terapi SEFT berpotensi menjadi intervensi promotif dan preventif kesehatan mental berbasis sekolah yang sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan.
BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) dalam Upaya Mitigasi Risiko Kardiovaskuler pada Remaja di SMAN 8 Tasikmalaya Yuningsih, Aneng; Sambas, Etty Komariah; Nurliawati, Enok; Rismawan, Wawan; Anwar, Syaefunnuril; Marpatmawati, Idhfi; Yulianti, Yeli; Suprapti, Betty; Wayunah, Wayunah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2669

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap munculnya faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat perubahan gaya hidup, seperti pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik. Upaya deteksi dini melalui skrining kesehatan berbasis sekolah menjadi penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan kardiovaskuler dan status gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan profil kesehatan remaja melalui program BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) di SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Januari 2026 dengan melibatkan 120 siswa dalam edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan komprehensif pada 37 siswa yang meliputi pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, dan kadar hemoglobin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tekanan darah normal (48,65%) dan status gizi normal (62,16%), namun masih ditemukan siswa dengan prehipertensi dan hipertensi sebesar 40,54%, serta status gizi berlebih (overweight dan obesitas) sebesar 27,03%. Selain itu, sebanyak 24,32% siswa teridentifikasi mengalami anemia. Temuan ini menunjukkan adanya potensi masalah kesehatan remaja yang memerlukan perhatian dan intervensi dini. Kegiatan BEAT-SCREEN terbukti efektif sebagai pendekatan promotif dan preventif melalui integrasi skrining, edukasi, dan konseling kesehatan. Diperlukan keberlanjutan program dan kolaborasi dengan pihak sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan PTM dan peningkatan derajat kesehatan remaja.
EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT UNTUK PENCEGAHAN GANGGUAN KARDIOVASKULER SEMASA MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 1 MANONJAYA KAB. TASIKMALAYA Sambas, Etty Komariah; Syafariah, Yayah; Nurliawati, Enok; Hersoni, Soni; Maulida, Salma; Nur Azlina, Putri; Agustina, Dhea; Isma Farida, Haliza
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i1.1617

Abstract

Proses menstruasi mengakibatkan perubahan fisiologis yang sementara memengaruhi aktivitas jantung dan tekanan darah, aspek ini sering diabaikan dalam evaluasi risiko kardiovaskular. Fokus kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada para siswi mengenai pentingnya gaya hidup sehat selama menstruasi guna mencegah gangguan kardiovaskular. Edukasi ini diperlukan karena kesehatan remaja selama menstruasi berkaitan dengan kesehatan jantung di masa depan. Metode penyuluhan digunakan dengan hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswi setelah kegiatan edukasi. Hasil menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman siswa tentang pentingnya gaya hidup sehat. Edukasi melalui media Power Point, leaflet, dan video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi. Program ini membantu siswa menerapkan gaya hidup sehat yang diharapkan berkelanjutan hingga dewasa.
Mobilisasi Dini Sebagai Intervensi Keperawatan Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pasca Seksio Sesarea Enok Nurliawati; Etty Komariah Sambas; Livia Raissa Shalehah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v7i2.19814

Abstract

A cesarean section is a surgical procedure performed to deliver a baby through an incision in the abdomen and uterine wall. The prevalence of cesarean sections continues to rise both in Indonesia and worldwide. However, postoperative incisional wounds after cesarean delivery lead to various risks that can hinder the healing process. One nursing intervention that can help speed up wound healing is early mobilization. This study aimed to analyze the relationship between early mobilization and wound healing in post-cesarean section patients. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used in this study. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 178 participants. Statistical analysis was conducted using the chi-square test. The results showed a significant association between early mobilization and wound healing (p = 0.025), indicating that patients with inadequate early mobilization had a 2.17 times greater risk of poor wound healing (OR = 2.17). Early mobilization was proven to speed up wound healing after cesarean section. Therefore, nurses should ensure and support early mobilization in post-cesarean section patients.
Pemberdayaan Pelajar SMA sebagai First Responder Awam melalui Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Yulianti, Yeli; Wayunah, Wayunah; Huda, Syaefunnuril Anawar; Sambas, Etty Komariah; Yuningsih, Aneng; Suprapti, Betty; Nurliawati, Enok; Rismawan, Wawan; Marpatmawati, Idhfi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2666

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan tindakan awal kegawatdaruratan yang penting dalam mempertahankan kehidupan korban sebelum bantuan medis lanjutan diberikan. Pelajar SMA memiliki potensi sebagai first responder awam dalam situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelajar SMA sebagai first responder awam melalui simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD). Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan sederhana, edukasi kegawatdaruratan kardiovaskular, serta simulasi BHD. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan sasaran 37 siswa kelas X SMA Negeri 8 Tasikmalaya. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar siswa mampu mengenali kondisi henti jantung, memanggil bantuan, dan mengikuti tahapan dasar BHD. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi kegawatdaruratan kardiovaskular.
IMPLEMENTASI PIJAT KAKI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA YANG MENGALAMI NYERI DAN GANGGUAN POLA TIDUR: IMPLEMENTATION OF FOOT MASSAGE FOR POST-CESAREAN SECTION MOTHERS WHO EXPERIENCE PAIN AND SLEEP PATTERN DISORDER Etty Komariah Sambas; Enok Nurliawati; Dini Apriliani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1595

Abstract

Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar operasi caesar di banyak negara sekitar 10-15% per kelahiran. Berdasarkan data penelitian WHO pada tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global, saat ini mencakup lebih dari 1 dari 5 (21%) dari seluruh persalinan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi operasi caesar di Indonesia sebesar 17,6%. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek  protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur.
PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM DENGAN SEKSIO SESAREA MENGENAI PERAWATAN IBU NIFAS DI RUANG I RSUD Dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Etty Komariah Sambas
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.164

Abstract

Kematian ibu pada masa nifas di Indonesia masih cukup tinggi (31 % dari total kematian ibu) akibat komplikasi puerperium seperti perdarahan dan infeksi (Kemenkes,2010 ). Berkaitan dengan hal tersebut, penyelenggaraan pelayanan dan perawatan ibu nifas yang adekuat serta berkualitas sangat diperlukan dan harus dapat dilakukan dan dipertahankan sampai di rumah setelah pulang dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu postpartum dengan SC mengenai perawatan nifas. Penelitian dilaksanakan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya pada bulan November 2015-Januari 2016. Rancangan penelitian adalah deskriptif eksploratif . Teknik sampling secara deskriptif kategorik diperoleh jumlah sampel sebanyak 81 orangresponden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menggambarkan pengetahuan ibu postpartum dengan SC mengenai perawatan nifas dengan kategori kurang adalah perubahan/adaptasi fisik&psikologis normal ibu nifas (38%), tanda&gejala tidak normal pada ibu nifas (37%), kebutuhan perawatan diri pada ibu nifas (49%), dan perawatan payudara (42%). Pengetahuan mengenai kebutuhan aktifitas dan latihan semasa nifas kategori rendah (44%), dan pengetahuan mengenai kebutuhan nutrisi dan eliminasi pada masa nifas kategori cukup (52%). Dari penelitian ini disarankan untuk dibuat modul perawatan ibu nifas, SOP pendidikan kesehatan perawatan ibu nifas, mengadakan kelas prenatal yang meliputi juga materi perawatan ibu nifas.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan melalui Metode Clinical Coaching dan Simulasi Moving Station 25 Kompetensi ILP di Puskesmas Cibeureum Aneng Yuningsih; Etty Komariah Sambas; Enok Nurliawati; Idhfi Marfatmawati; Yeli Yulianti; Betty Suprapti; Wayunah Wayunah; Syaefunnuril Anwar; Wawan Rismawan; Soni Hersoni
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 4 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i4.992

Abstract

Latar Belakang: Transformasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) menuntut kader kesehatan untuk menguasai 25 keterampilan dasar lintas siklus hidup. Namun, keterbatasan media edukasi serta belum optimalnya pendampingan klinis masih menjadi tantangan utama di lapangan. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis kader kesehatan dalam mengimplementasikan 25 kompetensi ILP saat melakukan kunjungan rumah. Metode: Program diselenggarakan di Aula Puskesmas Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pada 29 Mei 2026, dengan tingkat partisipasi peserta mencapai 100%. Metode yang diterapkan berbasis Empowerment-Coaching & Field Implementation, meliputi evaluasi pre-test dan post-test, sesi teori interaktif, serta simulasi moving station pada tiga stasi (Siklus Hidup Awal, Dewasa & Lansia, serta Manajemen Posyandu) yang didampingi oleh mahasiswa Ners sebagai clinical coach. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis kader secara signifikan setelah intervensi, yang dibuktikan dengan kenaikan rerata skor post-test serta kecakapan peserta dalam plotting Buku KIA, skrining PTM (pemeriksaan tekanan darah digital dan pengukuran lingkar perut), hingga pencatatan logbook kunjungan rumah. Seluruh peserta berpartisipasi aktif hingga sesi komitmen bersama di akhir acara. Kesimpulan: Penerapan metode clinical coaching dan simulasi moving station efektif meningkatkan kapasitas dan efikasi diri kader kesehatan dalam mendukung keberhasilan implementasi ILP di tingkat pelayanan kesehatan primer.