Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IBM Pencegahan Penularan Tuberkulosis Nurliawati, Enok; Sambas, Etty Komariah; Rismawan, Wawan; Agustin, Tetti
Jurnal Surya Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Seri Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsu.v2i1.51

Abstract

ABSTRAKInsidensi penyakit tuberkulosis di Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi. Hal ini merupakan ancamanpenularan TB yang serius di masyarakat, oleh karena itu diperlukan suatu tindakan nyata yang dapatmeminimalisir peningkatan prevalensi dan insiden TB. Tujuan kegiatan IbM ini adalah untuk meningkatkanpengetahuan, keterampilan dan sikap mengenai pecegahan penularan TB pada pengawas menelan obat (PMO)yang meliputi kader, tokoh masyarakat dan keluarga penderita TB. Hasil dan luaran yang dicapai adalahtersedianya modul pencegahan penularan TB, pelatihan bagi PMO dan pendampingan kader kesehatan dalamidentifikasi penderita TB. Setelah kegiatan IbM dilaksanakan, terdapat peningkatan pengetahuan PMOmengenai pencegahan penularan tuberkulosis, dimana persentase peningkatan pengetahuan PMO di KelurahanKotabaru Kota Tasikmalaya sebesar 55% dan di Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya 53 %. Individu yangteridentifikasi mengalami tanda atau gejala TB di Kelurahan Kotabaru Kota Tasikmalaya sebanyak 126 orangdan Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya sebanyak 80 orang. Untuk membantu kesinambungan program inidisarankan untuk membentuk organisasi masyarakat peduli TB dibawah bimbingan dan koordinasi denganpuskesmas setempat dan screening TB untuk individu yang teridentifikasi oleh kader kesehatan mengalamitanda atau gejala TB untuk mendeteksi awal penularan TB sehingga dapat mencegah perkembangan penyakitTB secara dini.
Implementation of Screening, Counseling, and Health Education for Hypertension Prevention among Adolescents Marpatmawati, Idhfi; Sambas, Etty Komariah; Suprapti, Betty; Rismawan, Wawan; Wayunah, Wayunah; Yuningsih, Aneng; A, Saefunnuril; Hidayat, Nandita Milda; Setyarini, Wahyu Ikka; A, Iman Syarifuddin; Asparina, Arina; Bilhamdillah, Zalfa Nabilah; Gustiani, Mia Ruhmiati; Nuraeni, Nuraeni; Ramadhan, Gilang; Ismawi, Ade Sayid
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.640

Abstract

Introduction: Hypertension is no longer a health issue limited to adults but increasingly affects adolescents. Its asymptomatic nature makes it difficult to detect early, while lifestyle factors such as poor diet, lack of physical activity, and stress significantly increase the risk. Early intervention through school-based programs is crucial to increase awareness and prevention. Objective: The purpose of this service was to provide promotive and preventive efforts against hypertension in adolescents at SMK Suryalaya, Tasikmalaya, by increasing their knowledge, awareness, and healthy lifestyle practices through health screening, education, and counseling Method: This public service was conducted by lecturers and students of Universitas Bakti Tunas Husada in collaboration with SMK Suryalaya. The program consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. Screening included measurement of blood pressure, pulse, body mass index (BMI), and fitness tests. Health education was delivered through interactive lectures and discussions, while personal counseling was provided for students identified with health risks. Result: The activity involved 58 students (34 from grade X and 24 from grade XI). Screening results revealed 9.1% hypertension, 34.8% hypotension, and 13.6% obesity, indicating significant cardiovascular risks. Health education improved students’ knowledge with an average score increase from 60 (pre-test) to 82 (post-test), a gain of 36.7%, shifting most students from “moderate” to “high” knowledge categories. Personalized counseling for at-risk students enhanced their understanding and commitment to adopting healthier habits. Conclusion: This program demonstrated that integrating screening, education, and counseling effectively improved adolescent health awareness and promoted preventive behaviors. Early detection and health promotion in schools are essential strategies to reduce long-term cardiovascular risks. The program can serve as a replicable model for adolescent health promotion in other educational institutions.
Implementasi Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) sebagai Upaya Pengelolaan Kecemasan pada Siswa di SMAN 8 Tasikmalaya Rismawan, Wawan; Marpatmawati, Idhfi; Yuningsih, Aneng; Sambas, Etty Komariah; Suprapti, Betty; Nurliawati, Enok; Wayunah, Wayunah; Yulianti, Yeli; Anwar, Saefunnuril
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2668

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang sering dialami remaja dan dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai upaya pengelolaan kecemasan pada siswa SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 30 siswa kelas X melalui sesi edukasi kesehatan mental dan praktik langsung terapi SEFT secara berkelompok. Tingkat kecemasan siswa diukur menggunakan instrumen Skrining Dini Kecemasan Sederhana (SDKS) yang terdiri dari 10 item pertanyaan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori kecemasan sedang hingga tinggi (69,9%). Selama pelaksanaan terapi SEFT, secara observasional terlihat adanya penurunan ketegangan fisik, pernapasan yang lebih teratur, serta perubahan emosi menjadi lebih tenang dan nyaman. Siswa juga melaporkan berkurangnya rasa khawatir berlebihan dan meningkatnya kepercayaan diri dalam menghadapi aktivitas belajar. Implementasi SEFT terbukti mudah dipelajari, dapat dilakukan secara mandiri, serta memberikan efek relaksasi langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa terapi SEFT berpotensi menjadi intervensi promotif dan preventif kesehatan mental berbasis sekolah yang sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan.
BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) dalam Upaya Mitigasi Risiko Kardiovaskuler pada Remaja di SMAN 8 Tasikmalaya Yuningsih, Aneng; Sambas, Etty Komariah; Nurliawati, Enok; Rismawan, Wawan; Anwar, Syaefunnuril; Marpatmawati, Idhfi; Yulianti, Yeli; Suprapti, Betty; Wayunah, Wayunah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2669

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap munculnya faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat perubahan gaya hidup, seperti pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik. Upaya deteksi dini melalui skrining kesehatan berbasis sekolah menjadi penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan kardiovaskuler dan status gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan profil kesehatan remaja melalui program BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) di SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Januari 2026 dengan melibatkan 120 siswa dalam edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan komprehensif pada 37 siswa yang meliputi pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, dan kadar hemoglobin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tekanan darah normal (48,65%) dan status gizi normal (62,16%), namun masih ditemukan siswa dengan prehipertensi dan hipertensi sebesar 40,54%, serta status gizi berlebih (overweight dan obesitas) sebesar 27,03%. Selain itu, sebanyak 24,32% siswa teridentifikasi mengalami anemia. Temuan ini menunjukkan adanya potensi masalah kesehatan remaja yang memerlukan perhatian dan intervensi dini. Kegiatan BEAT-SCREEN terbukti efektif sebagai pendekatan promotif dan preventif melalui integrasi skrining, edukasi, dan konseling kesehatan. Diperlukan keberlanjutan program dan kolaborasi dengan pihak sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan PTM dan peningkatan derajat kesehatan remaja.