Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Intervensi Pijat Oksitosin pada Ibu Post-Partum: Studi Kasus Nurliawati, Enok; Sambas, Etty Komariah; Suprapti, Betty
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI): Maret - Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v7i2.12215

Abstract

Latar Belakang: Proses laktasi merupakan suatu proses fisiologis yang dialami oleh seorang ibu setelah proses persalinan. Namum dalam dalam prosesnya ada berbagai faktor yang dapat menghambat proses produski ASI ataupun untuk pengeluaran ASI sehingga pada ibu postpartum mengalami masalah menyusui tidak efektif. Berdasarkan beberapa  hasil penelitian terdahulu bahwa salah satu tindakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pijat oksitosin. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan respon subjek terhadap intervensi pijat oksitosin. Metode: penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, jumlah subjek satu orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, instrument menggunakan format asuhan keperawatan,  studi kasus dilaksanakan selama tiga hari, dua hari di ruamh sakit dan satu hari  di rumah subjek, Hasil: studi kasus menunjukan bahwa respon pasien setelah diberikan intervensi pijat oksitosin selama tiga hari atau 6 sesi menunjukan respon menyusui secara efektif yang dibuktikan dengan  kedua payudara teraba padat, ASI menetes, bayi menyusu dengan tenang, posisi bayi dan  perlekatan bayi pada payudara tepat, setelah menyusu bayi tertidur, menurut ibu,  pada  malam hari  bayi lebih sering menyusu  serta ganti diapers. Sehari semalam ganti diapers kurang lebih 7-8  kali dan  b.a.b 4 kali. Simpulan intervensi  pijat oksitosin dapat meningkatkan status menyusui pada ibu post partum. Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Post Partum
SENAM AEROBIK DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS IMUNITAS DALAM MENGHADAPI PANDEMIK COVID-19 DI KAMPUNG GUNUNG BANGO KELURAHAN CIPAWITRA KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA Robby, Asep; Syafariah, Yayah; Nurliawati, Enok; Sambas, Etty Komariah; Hersoni, Soni
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v5i1.1224

Abstract

AbstrakKondisi kesehatan masyarakat pada saat ini sedang mendapatkan ancaman dari pandemik Covid-19. Masalah kesehatan ini bisa mengenai siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Upaya dalam menjaga kesehatan yaitu dengan pola hidup sehat yaitu menjaga pola makan, pola aktivitas/olah raga, dan pola istirahat. Kebugaran jasmani merupakan modal yang baik dalam menghadapi pandemik Covid-19 saat ini. Mayoritas IRT tidak memiliki waktu yang khusus untuk berolahraga, mereka cukup sibuk dengan rutinitas sehari-hari dan kadang beranggapan bahwa pekerjaan sehari-hari sudah cukup membuat berkeringat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan stimulasi dan edukasi sehingga terbentuk perilaku hidup sehat dalam upaya menangkal morbiditas dan mortalitas akibat Covid-19 di masyarakat dengan sasaran IRT dan remaja putri. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kesehatan dan intervensi senam aerobik. Hasil yang didapatkan dari 20 responden adalah 10 % mengalami hipertensi, seluruh responden memiliki rentang kadar gula darah sewaktu normal (<180 md/dL), 30% memiliki BB normal (IMT 18,5-22,9), 30 % memiliki BB gemuk (IMT 23-24,9), 40 % memiliki obesitas (IMT >= 25). Selama 1 bulan waktu intervensi dengan kegiatan sebanyak 5 kali senam aerobik, secara subyektif responden menyatakan kondisi tubuh lebih segar, istirahat lebih baik, keluhan fisik seperti nyeri kepala, nyeri badan/ pegal, badan lemas menurun. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi responden dan disarankan agar kegiatan terus berkesinambungan dilakukan secara mandiri.Kata Kunci: imunitas, pendemik  covid-19, senam aerobikAbstractThe public health condition is currently under threat from the Covid-19 pandemic. This health problem can affect anyone, anytime and anywhere. Efforts to maintain health are with a healthy lifestyle, namely maintaining diet, activity/exercise patterns, and rest patterns. Physical fitness is a good asset in dealing with the current Covid-19 pandemic. The majority of IRT do not have a specific time to exercise, they are too busy with their daily routines and sometimes think that their daily work is enough to make them warm. This community service aims to provide stimulation and education so that healthy living behaviors are formed in an effort to prevent morbidity and mortality due to Covid-19 in the community, targeting IRT and young women. The method used is a health check and aerobic exercise intervention. The results obtained from 20 respondents were 10% had hypertension, all respondents had normal blood sugar levels (<200 md/dL), 30% had normal weight (BMI 18.5-22.9), 30% had fat weight (BMI 23-24.9), 40% were obese (BMI >= 25). During the 1 month intervention time with 5 aerobic exercise activities, respondents subjectively stated that their body condition was fresher, rested better, physical complaints such as headaches, body aches/aches, decreased weakness. It can be concluded that this activity has had a positive impact on the respondents and it is recommended that the activities continue to be carried out independently.Keywords: immunity, covid-19 pandemic, aerobic exercise
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN IBU HAMIL DAN JANIN MELALUI EDUKASI NUTRISI SELAMA KEHAMILAN Sambas, Etty Komariah; Syafariah, Yayah
Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Ekalaya Journal
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57254/eka.v3i1.78

Abstract

Fulfilling balanced nutritional needs and following nutritional standards during pregnancy has an important contribution to maintaining the health of the mother and fetus. Lack of nutritional intake during pregnancy can cause problems in the mother, such as anemia, premature birth pro, problems with fetal development, and the risk of fetal death. This community service activity aims to increase knowledge about nutrition during pregnancy. The activity method includes preparation in the form of coordination with health cadres and media preparation; implementation includes: reviewing the identity data of pregnant women, checking vital signs. height and weight measurements for basic data, as well as nutrition education during pregnancy.Educational media used audiovisual powerPoint and booklets. Educational methods are lectures, questions and answers, and interactive discussions. Educational evaluation in the form of pre and post-tests. The results of this activity showed that pregnant women were in the second and third trimesters, the results of examination of vital signs were in the normal range, body weight was appropriate for gestational age, and there was an increase in knowledge about nutrition during pregnancy with an average of 47%. Efforts to provide education to pregnant women need to be carried out continuously and comprehensively. This effort is necessary to ensure that pregnant women can maintain their health and that of the fetus they are carrying; this can be one of the factors that determine the outcome of safe/normal birth and health for the mother and baby.
PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI PRODI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) IN D-III NURSING PROGRAM STUDENTS FACULTY OF HEALTH SCIENCES BAKTI TUNAS HUSADA UNIVERSITY Sambas, Etty Komariah; Enok, Nurliawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1279

Abstract

Symptoms of premenstrual syndrome (PMS) are psychosomatic symptoms that commonly occur in women of childbearing age starting from adolescence. PMS experienced in the long term can affect the quality of life due to disruption of activities and emotions. The purpose of this study was  to identify symptoms of premenstrual syndrome (PMS) including physical, psychological and behavioral changes during PMS in students. This research is a quantitative descriptive study. The participants were 171 students which were selected by  a purposive sampling, with the inclusion criteria being PMS and not having reproductive disorders. The results of the study showed that the physical changes during premenstrual syndrome (PMS) that experienced mostly were lower abdominal pain (55.6%), the psychological changes were mood swings (64.9%) and behavior changes was fatigue (39.8%). The conclusion of this study  is that the majority of students experienced premenstrual syndrome (PMS).  Imbalance of body hormones, especially estrogen and progesterone during menstruation, has been identified as the main cause of premenstrual syndrome (PMS) symptoms. It is suggested that students can increase their knowledge regarding how to reduce and deal with the symptoms of premenstrual syndrome (PMS) appropriately.  Keywords : Symptoms, Premenstrual SyndromeABSTRAK Gejala premenstrual syndrome (PMS) adalah gejala psikosomatis yang umum terjadi pada wanita usia  subur berawal dari usia remaja. PMS yang dialami dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kualitas hidup akibat dari gangguan aktifitas dan emosi yang dialami. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gejala premenstrual syndrome (PMS) meliputi perubahan fisik, psikis dan perilaku semasa PMS pada mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 171 orang yang dipilih   melalui purposive sampling, dengan kriteria inklusi mengalami PMS dan tdiak memiliki gangguan reproduksi.  Hasil penelitian  menunjukkan perubahan fisik semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah nyeri perut bagian bawah (55.6%), perubahan psikis semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah mood menjadi labil (mood swings) (64.9%) dan perubahan perilaku semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah kelelahan (39.8%). Simpulan dari penelitian ini ialah gejala premenstual syndrome (PMS) mayoritas dialami oleh mahasiswi Prodi D-III Keperawatan terutama perubahan psikis. Ketidakseimbangan hormon tubuh terutam aestrogen dan progesterone  semasa menstruasi, diidentifikasi merupakan  penyebab utama gejala premenstrual syndrome (PMS). Saran diharapkan mahasiswi dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara mengurangi dan mengatasi gejala premenstrual syndrome (PMS) yang dialami dengan tepat. Kata Kunci : Gejala, Premenstrual Syndrome (PMS) 
PELAKSANAAN SENAM NIFAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMULIHAN KESEHATAN IBU POSTPARTUM DI R. MELATI II A RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA Sambas, Etty Komariah; Nurliawati, Enok
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v5i2.1373

Abstract

Postpartum merupakan periode setelah melahirkan dimana ibu mengalami adaptasi terhadap perubahan berbagai sistem tubuhnya.  Masalah kesehatan dapat dialami oleh ibu postpartum apabila terdapat gangguan adaptasi fisiologis ini. Salah satu upaya untuk mencegah masalah kesehatan tersebut yaitu melalui senam nifas. Senam nifas merupakan serangkaian gerakan atau latihan fisik yang ditujukan untuk mengembalikan kekuatan otot dinding perut, otot punggung, otot  vagina dan perineum  serta   mempercepat involusi uterus. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan senam nifas dan mengidentifikasi masalah kesehatan setelah melakukan senam nifas.  Metode kegiatan ini berupa demonstrasi senam nifas  yang didukung oleh media leaflet dan video. Sasaran adalah ibu-ibu yang baru melahirkan baik secara spontan maupun seksio sesaria yang dirawat di R. Melati IIA RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Februari – Mei 2024. Evaluasi dilaksanakan setelah demonstrasi untuk menilai keterampilan senam nifas dan status kesehatan.  Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat 80 orang ibu postpartum dengan usia minimal 19 tahu maksimal 34 tahun, sebagian besar multipara, dan merupakan postpartum hari ke-1-2. Setelah demonstrasi senam nifas, seluruh peserta (100%) dapat redemonstrasi senam nifas, 81%  merasakan nyeri ringan pada pinggang, 41% merasakan kontraksi uterus,dengan kekuatan sedang, 65% tinggi fundus uterus 1-2 jari bawah pusat,66% mampu miring kiri-kanan secara mandiri, 53 % mampu duduk secara mandiri, 50% mampu berjalan dengan dibantu  dan50% mampu berjalan secara mandiri. Simpulan kegiatan ini yaitu pelaksanaan senam  nifas dapat meningkatkan kemampuan ibu postpartum  dalam melaksanakan senam nifas dan menurunkan masalah kesehatan yang terjadi pada masa postpartum.  Kata Kunci: Postpartum, Senam Nifas
IMPLEMENTASI PIJAT KAKI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA YANG MENGALAMI NYERI DAN GANGGUAN POLA TIDUR: IMPLEMENTATION OF FOOT MASSAGE FOR POST-CESAREAN SECTION MOTHERS WHO EXPERIENCE PAIN AND SLEEP PATTERN DISORDER Sambas, Etty Komariah; Enok Nurliawati; Apriliani, Dini
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1595

Abstract

Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar operasi caesar di banyak negara sekitar 10-15% per kelahiran. Berdasarkan data penelitian WHO pada tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global, saat ini mencakup lebih dari 1 dari 5 (21%) dari seluruh persalinan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi operasi caesar di Indonesia sebesar 17,6%. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek  protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur.
Medication Adherence and Lifestyle Modification in Pregnant Women with Hypertension Sambas, Etty Komariah; Nurliawati, Enok; Setyarini, Wahyu Ikka
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan (April 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v12i1.818

Abstract

Hypertension in pregnancy is a leading cause of maternal and fetal morbidity and mortality, contributing to 10% of global pregnancies and 412 maternal deaths in Indonesia in 2023. Proper management through medication and lifestyle changes is essential, but adherence remains low due to misinformation, fear of medication effects, and limited healthcare access. This study aimed to identify medication adherence and lifestyle modification in pregnant women with hypertension. A cross-sectional design was used with stratified random sampling. Data were collected through a validated questionnaire and analyzed descriptively. Results showed that 80.7% of respondents had high medication adherence and 77.2% had high lifestyle modifications. Significant associations were found between parity (p=0.042), history of hypertension (p=0.01), and ANC frequency (p=0.008) with medication adherence. Similarly, lifestyle modification was significantly associated with parity (p = 0.003), a history of hypertension (p = 0.000), and ANC frequency (p = 0.001). Multivariate analysis showed that ANC frequency predicted medication adherence (p=0.028), while history of hypertension predicted lifestyle modification (p=0.035). In conclusion, most pregnant women demonstrated high adherence levels. However, continuous health education, counseling, and family support are essential to maintain optimal maternal outcomes and reduce the risks associated with hypertensive disorders during pregnancy. Keywords : Hypertension, pregnancy, medication adherence, lifestyle modification.
Implementation of Kegel Exercises for Pregnant Women with Urinary Incontinence in the Third Trimester at Kahuripan Public Health Center, Tasikmalaya Sambas, Etty Komariah; Nurliawati, Enok; Salsabilla, Talitha Agripina; Yuningsih, Aneng
KIAN JOURNAL Vol 4 No 1 (2025): KIAN JOURNAL (March 2025)
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kian.v4i1.613

Abstract

Introduction: Third trimester pregnancy is often accompanied by physical discomfort such as urinary incontinence, which affects the quality of life of pregnant women. Kegel exercises are one of the exercises that can help overcome this problem by strengthening the pelvic floor muscles and bladder sphincter. This study aims to determine the effect of Kegel exercises on urinary incontinence in third trimester pregnant women in the working area of Kahuripan Community Health Center, Tasikmalaya City. Objective: This study aimed to determine the response of changes in third trimester pregnant women who experience urinary incontinence after implementing Kegel exercises for three consecutive days. Methods: This study used a case study design with two pregnant women in their third trimester experiencing urinary incontinence. Data were collected through interviews, physical examinations, and observations before and after the Kegel exercise intervention. Kegel exercises were performed three times a day for three consecutive days. Data were analyzed descriptively by measuring changes in urinary frequency, nocturia, enuresis, and bladder distension. Results: Before the intervention, both subjects experienced an increase in urinary frequency, nocturia, enuresis, and bladder distension. After three days of Kegel exercises, there was a significant decrease in all these parameters, with increased control of the pelvic floor muscles and bladder sphincter. Conclusion: Regular Kegel exercises can effectively reduce urinary incontinence in pregnant women in the third trimester. This intervention can improve the quality of life of pregnant women by improving urinary frequency, nocturia, enuresis, and bladder distension. It is recommended that pregnant women independently perform Kegel exercises as a preventative and treatment measure for urinary incontinence during pregnancy.
IMPLEMENTASI PIJAT KAKI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA YANG MENGALAMI NYERI DAN GANGGUAN POLA TIDUR: IMPLEMENTATION OF FOOT MASSAGE FOR POST-CESAREAN SECTION MOTHERS WHO EXPERIENCE PAIN AND SLEEP PATTERN DISORDER Sambas, Etty Komariah; Enok Nurliawati; Apriliani, Dini
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1595

Abstract

Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar operasi caesar di banyak negara sekitar 10-15% per kelahiran. Berdasarkan data penelitian WHO pada tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global, saat ini mencakup lebih dari 1 dari 5 (21%) dari seluruh persalinan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi operasi caesar di Indonesia sebesar 17,6%. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek  protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur.
Mobilisasi Dini Sebagai Intervensi Keperawatan Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pasca Seksio Sesarea Nurliawati, Enok; Sambas, Etty Komariah; Shalehah, Livia Raissa
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v7i2.19814

Abstract

A cesarean section is a surgical procedure performed to deliver a baby through an incision in the abdomen and uterine wall. The prevalence of cesarean sections continues to rise both in Indonesia and worldwide. However, postoperative incisional wounds after cesarean delivery lead to various risks that can hinder the healing process. One nursing intervention that can help speed up wound healing is early mobilization. This study aimed to analyze the relationship between early mobilization and wound healing in post-cesarean section patients. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used in this study. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 178 participants. Statistical analysis was conducted using the chi-square test. The results showed a significant association between early mobilization and wound healing (p = 0.025), indicating that patients with inadequate early mobilization had a 2.17 times greater risk of poor wound healing (OR = 2.17). Early mobilization was proven to speed up wound healing after cesarean section. Therefore, nurses should ensure and support early mobilization in post-cesarean section patients.