Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Konsep Humanisme Religius Sebagai Paradigma Pendidikan Islam Menurut Abdurrahman Mas’ud dalam Konteks Pendidikan Modern Lailatussa’idah, Isri; Kambali, Kambali; Rusydi, Rusydi
Journal Islamic Pedagogia Vol. 2 No. 2 (2022): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.926 KB) | DOI: 10.31943/pedagogia.v2i2.79

Abstract

Pendidikan Islam adalah pendidikan menyeluruh, penuh keseimbangan materi dan spiritual untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Pendidikan Islam dewasa ini cenderung mementingkan ‘ulumuddunya’ atau ‘ulumuddin’ saja. Namun secara realitas sering kali tujuan pendidikan tidak berjalan sebagaimana mestinya, terbukti dalam proses pendidikan masih diwarnai adanya kekerasan terhadap peserta didik, mengesampingkan potensi peserta didik, serta pendidikan terkonsentrasi pada urusan keduniawian saja serta sistem pendidikan yang belum mendekati fitrahnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya. Abdurrahman Mas’ud menawarkan humanisme religius dalam paradigma pendidikan Islam. kunci dari humanisme religius yakni konsep pendidikan yang memanusiakan manusia, juga mengembangkan kemampuan yang dimiliki, baik kemampuan intelektual ataupun religius tanpa meninggalkan nilai-nilai agama yang mendasarinya.
Strategi Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Siswa Kelas VII A MTsN 7 Indramayu Caniyah, Caniyah; Kambali, Kambali; Khoiriyah, Affy; Umam, Ahmad Khotibul
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i2.105

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin canggih akan alat telekomunikasi yang mana semua serba mudah dan cepat, menimbulkan kesenjangan terhadap karakter anak. Yang paling rentan terhadap perubahan zaman adalah anak-anak yang masih dalam fase perkembangan yaitu pada masa usia  sekolah menengah pertama dimana dapat kita ketahui untuk saat ini banyak anak yang luntur dan lemah karakternya. Dalam hal ini guru pendidikan agama islam memiliki peran dan kedudukan tinggi terhadap pembentukan karakter anak. Dalam pembentukan karakter anak di sekolah oleh Guru pendidikan agama islam tentu bermacam-macam strategi yang dilakukan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Seorang guru harus mempu mengarahkan dan membentuk karakter anak melalui kegiatan-kegiatan positif dengan di mulai dari sikap disiplin anak yang mana dari situ akan menumbuhkan sikap tanggung jawab. melalui kegiatan-kegiatan positif ekstrakurikuler, kegiatan sholat berjamaah dan melatih tanggung jawab anak melalui pelaksanaan kewajiban kewajibannya di sekolah.Berdasarkan realita diatas, peneliti berusaha untuk menggali strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. sehingga dalam kaitanya dengan peneliti ini ,peneliti dapat merumuskan masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi, pertama, bagaimana strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas VII A MTsN 7 Indramayu? . Kedua, bagaimana hasil dari strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas VII A MTsN 7 Indramayu?Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas VII A MTsN 7 Indramayu. (2) Untuk mengetahui hasil dari strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas VII A MTsN 7 Indramayu Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif dan menggunakan jenis penelitian Studi Kasus. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi Guru PAI dalam membentuk karakter Disiplin peserta didik melalui guru memberikan contoh keteladanan dengan datang tepat waktu, guru mengarahkan peserta didik untuk membiasakan salam setiap masuk kelas atau bertemu bapak ibu guru, guru membiasakan setiap masuk ke area sekolah baik jam pertama atau pulang sekolah dengan tertib, guru membiasakan berdoa dan membaca surat-surat pendek sebelum pelajaran dimulai, guru memberikan sanksi dan hukuman terhadap peserta didik yang melanggar aturan dan tata tertib.dan Strategi guru PAI dalam membentuk karakter tanggung jawab melalui guru memberikan tugas baik dikerjakan di rumah maupun di sekolah, guru mengarahkan peserta didik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, guru membiasakan peserta didik menyalin setiap materi yang telah disampaikan, guru memberikan hukuman atau sanksi.(2) hasil dari pembentukan karakter tanggung jawab dan disiplin adalah hasil pembentukan disiplin meliputi datang tepat waktu, masuk kelas dengan tertib, berpakaian sesuai ketentuan sekolah, tidak meninggalkan kelas pada waktu pelajaran, melakukan sholat dhuhur berjamaah, membaca surat-surat pendek sebelum pelajaran, selalu mengucapkan salam, hasil pembentukan karakter tanggung jawab meliputi selalu mengerjakan tugas, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, mematuhi tata tertib sekolah, menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga  kerukunan antar siswa, menghormati pegawai dan petugas sekolah.
Strategi Pembinaan Kedisiplinan Siswa Dalam Melaksanakan Shalat Dzuhur Berjamaah Di SMPN 2 Bongas Maula, Darojatul; Kambali, Kambali; Nurlaleliyah, Nurlaleliyah
Journal Islamic Pedagogia Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v4i1.112

Abstract

Shalat berjamaah adalah salah satu diantara sebab yang menjadikan seseorang melakukan shalat pada awal waktunya atau minimal tepat pada waktunya. Dan ini adalah termasuk amalan yang paling utama di sisi Allah Azza wa Jalla. Shalat berjamaah juga menjadi salah satu penyebab bagi kesempurnaan dan kelengkapan shalat. SMPN 2 Bongas merupakan sekolah yang bukan berbasis Islam namun memiliki program pembinaan keagamaan seperti program pembinaan kedisiplinan dalam shalat dzuhur berjamaah. Dengan adanya kegiatan shalat dzuhur berjama’ah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam melaksanakan shalat berjama’ah ketika di luar sekolah. Seringkali siswa meninggalkan shalat karena tidak terbiasa dari kecil atau kurangnya pengajaran dari orang tua, seperti kurang perhatian, nasihat, bimbingan dan pembiasaan shalat, baik itu manfaat, pahala dan dosa yang akan diterimanya. Sehingga ketika siswa merasa malas akan dengan mudah meninggalkan shalat. Di zaman yang semakin canggih ini maka nilai-nilai keagamaan dari anak-anak itu sendiri semakin merosot dan terlena untuk tidak mengikuti kegiatan shalat berjamaah yang dilaksanakan di SMPN 2 Bongas setiap dzuhurnya.
DINAMIKA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN: MENJAWAB TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN Nafsaka, Zayin; Kambali, Kambali; Sayudin, Sayudin; Widya Astuti, Aurelia
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v2i9.3211

Abstract

Pendidikan karakter telah menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi, tantangan terhadap pendidikan karakter semakin kompleksPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pendidikan karakter dalam perspektif Ibnu Khaldun sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan Islam modern. Pendidikan karakter menjadi isu penting dalam konteks pendidikan Islam modern yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, teknologi, dan nilai-nilai yang berubah dengan cepat. Ibnu Khaldun, seorang cendekiawan Muslim abad ke-14, memiliki pandangan yang relevan terkait pendidikan karakter yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan Islam modern. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur untuk memahami pandangan dan konsep Ibnu Khaldun tentang pendidikan karakter. Data dikumpulkan dari karya-karya Ibnu Khaldun yang berkaitan dengan pendidikan dan karakter, seperti "Muqaddimah" dan karya-karya lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun menganggap pendidikan karakter sebagai fondasi yang penting dalam menciptakan masyarakat yang berkualitas. Konsep-konsep seperti akhlak, kesadaran sosial, kepemimpinan, dan keterampilan interpersonal ditemukan dalam pandangan Ibnu Khaldun tentang pendidikan karakter. Penelitian ini membahas relevansi pandangan Ibnu Khaldun dengan tantangan pendidikan Islam modern. Melalui pemahaman konsep-konsep Ibnu Khaldun, pendidikan Islam modern dapat menghadapi tantangan dengan mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter, memperkuat kesadaran sosial, melatih kepemimpinan, dan meningkatkan keterampilan interpersonal siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman teoritis dan praktis dalam bidang pendidikan karakter dan pendidikan Islam modern. Hasil penelitian ini dapat memberikan arahan dan panduan bagi para pendidik, pengembang kurikulum, dan praktisi pendidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam modern dengan pendekatan yang berbasis pada pandangan Ibnu Khaldun tentang pendidikan karakter.
Religion in Cyberspace: Islamic Religious Education in Social Media Kambali, Kambali; Muslikh, Muslikh; Hidayat, Abas; Abdurakhman, R Nur
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3886

Abstract

Technology can give students more knowledge but can reduce moral values and social behavior. This phenomenon is a challenge faced by Islamic educators. Islam is not against the current development of digital media but provides teachings to use digital media wisely, which pays attention to morals and character. This research aims to analyze the role of Islamic religious education in social media. This research method is qualitative through a phenomenological approach. The results of the research show that through digital technology, it is hoped that it can instill religious values, and educators will continue to develop Islamic religious learning through the Internet media. The process of interaction through social media needs to pay attention to good communication ethics. Providing Islamic Religious Education is essential to avoid the behavior of Gibah, Su'udzon, Tajasuss, Slander, and Sukhriyah to provide understanding so that cyberbullying does not occur. The vulnerability of provocations through social media is that Islamic Religious Education is urgently needed to control negative provocations through social media. This research contributes to providing knowledge of the importance of Islamic religious education in social media in cyberspace.
Analysis of Multicultural Education Model Based on Islamic Values ​​in Madrasah Ibtidaiyah: Study of Curriculum Design and Learning Practices Umami, Novia Rizqiatul; Yani, Ahmad; Kambali, Kambali
Al-Mudarris Vol 8 No 2 (2025): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v8i2.10306

Abstract

This study aims to describe teachers' perceptions of multicultural education and Islamic values, integration of multicultural curriculum in the learning process, implementation of Islamic values ​​in daily learning, challenges faced, and innovations and expectations of teachers in implementing them. The research method uses qualitative descriptive, the research location is at MI Al Washliyah Perbutulan, Cirebon Regency. Data were collected through in-depth interviews, data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that multicultural education is closely related to Islamic values, such as tolerance, justice, and brotherhood, which support and complement each other. The integration of these values ​​is reflected in learning activities and extracurricular activities at school, such as cultural visits, local art exhibitions, and the implementation of social activities that encourage students to live side by side in harmony. The curriculum implemented at MI Al Washliyah Perbutulan integrates multicultural values ​​into the school's vision and educational goals, which are formulated in curriculum documents and in daily practices. In addition, the application of Islamic values ​​in learning, such as rahmah (compassion), tasamuh (tolerance), and 'adl (justice), is also applied in school activities to create an inclusive and just environment. However, challenges in implementing multicultural education still exist, especially related to limited resources, teacher understanding, and resistance to change. This study concludes that multicultural education based on Islamic teachings can create a harmonious, tolerant, and inclusive environment at MI Al Washliyah Perbutulan, by integrating local culture and social values ​​into the curriculum implemented.