Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Madaniya

Pendampingan English for Specific Purposes (ESP) bagi Siswa SMKN 4 Luwu Rahmawati Upa; Fibri Indira Lisanty; Paldy Paldy
Madaniya Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.377

Abstract

Kegiatan PKM English for Specific Purposes (ESP) diadakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ESP siswa di SMK Pertanian Luwu yang terletak di Desa Barammase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. SMK ini terdiri dari berbagai jurusan, salah satunya adalah jurusan pertanian. Permasalahan yang dihadapi mitra PKM ini adalah: 1) Pengetahuan dan kemampuan ESP siswa SMK Negeri 4 Luwu khususnya yang berkaitan dengan bahasa Inggris pertanian masih sangat rendah karena tidak adanya pembelajaran ESP pertanian di sekolah mitra dan 2) Belum adanya wadah yang dapat memfasilitasi siswa untuk memperdalam dan mempraktekkan ESP terkait bahasa Inggris Pertanian di baik sekolah mitra ataupun di luar sekolah. Solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah 1) Memberikan pengenalan tentang ESP Pertanian dalam bentuk pendampingan belajar bagi siswa di sekolah mitra untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa tentang ESP pertanian. 2) Pembentukan ESP Club sebagai wadah bagi siswa untuk mempraktekkan dan memperdalam pemahaman serta keterampilan mitra tentang ESP Pertanian. Kegiatan pengabdian ini diadakan selama 3 (tiga) bulan yang meliputi tahap 1) Persiapan, 2) Pelaksanaan Kegiatan, Pelaksanaan program ini melibatkan dua orang dosen UNCP, 4 orang mahasiswa, dan sekolah mitra (SMKN 4 Luwu), 3) Evaluasi, dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test dan on going evaluation, dan 4) Keberlanjutan Program dengan pembentukan ESP Club. Hasil luaran yang diperoleh dari pelaksanaan PKM Pendampingan English for Specific Purposes (ESP) bagi siswa SMK Negeri 4 Luwu in terdiri dari dua luaran yaitu luaran wajib dan luaran tambahan. Adapun luaran wajib adalah 1) publikasi pada jurnal ilmiah berISSN dan HKI artikel, sementara luaran tambahan adalah 1) Meningkatnya kemampuan kosakata bahasa Inggris dasar siswa terkait ESP Pertanian, 2) terbentuknya ESP Clup bagi siswa SMK Negeri 4 Luwu.
Sosialisasi Anti-Bullying: Ayo Saling Menolong Hermini Hermini; Tsamratulaeni Tsamratulaeni; Juwita Crestiani; Opik Dwi Indah; Paldy Paldy
Madaniya Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.378

Abstract

Perundungan menjadi salah satu perhatian saat ini mengingat hal ini memiliki dampak yang fatal untuk perkembangan anak usia sekolah dasar. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan perundungan dan salah satunya karena pelaku menganggap tindakan mereka bukan tindakan bullying. Permasalahan yang ada di SDN 228 Pembasean adalah kurangnya perhatian dan pengetahuan siswa tentang tindakan bullying. Untuk mengatasai hal ini maka dilaksanakan sosialisasi Anti-Bullying yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi SDN 228 Pembasean tentang tindakan bullying. Sosialisai ini dilaksanakan pada 3 tahap antara lain : (1) tahap persiapan dengan perencanaan kegiatan, persiapan materi dan penyusunan jadwal kegiatan. (2) tahap pelaksanaan dengan melakukan sosialisasi (3) tahap evaluasi dengan melihat kekurangan dan hasil capaian setelah sosialisasi. Sosialisi dilaksanakan di kelas 4 (empat) SDN 228 Pembasean kepada 24 siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan siswa mampu memahami materi yang disajikan pada sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan di SDN 228 Pembasean yang terkait verbal bullying, physical bullying, social bullying, cyber bullying, sexual bullying dan cara menghadapi bullying. Diantara keenam komponen, siswa paling baik memahami tentang cara menghadapi bullying. Sebagai rekomendasi pengajaran dan sosialisasi anti-bullying sebaiknya dilakukan pada PKM selanjutnya pada anak usia dini dan masyarakat. Selain itu untuk membekali siswa pengetahuan tentang bullying tentunya memerlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak yang berinteraksi dengan siswa antara lain guru, orang tua, dan masyarakat.
Pengembangan Produk Unggulan Rongkong Berbahan Dasar Kopi melalui Penguatan Teknologi Tepat Guna Paldy Paldy; Muhammad Rusli Baharuddin; Iin Dwi Aristy Putri
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.599

Abstract

Mitra pada PKM ini adalah Kelompok Petani Kopi di Desa Limbong Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara yang terdiri dari 10 petani. Urgensi dari pelaksanaan kegiatan PKM ini terkait permasalahan yang dihadapi mitra saat ini secara umum, ada 5 fokus permasalahan yaitu (1) rendahnya kualitas biji kopi petani, (2) rendahnya harga jual biji kopi kering di tingkat petani, (3) proses pengeringan, pemanggangan, dan pengemasan masih sederhana, (4) sistem penjualan masih konvensional dan mengandalkan pengepul, dan (5) kurangnya pengetahuan petani dalam memanfaatkan teknologi tepat guna dalam proses pengolahan kopi Rongkong. Tujuan PKM Kopi Rongkong adalah kualitas dan kuantitas biji kopi yang dihasilkan petani, adanya produk unggulan Kopi Rongkong bernilai profit, peningkatan omset petani, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan teknologi tepat guna dalam proses produksi, pengemasan, dan pemasaran. Alternatif solusi yang ditawarkan yaitu (1) Edukasi Potensi Olahan Kopi Rongkong menjadi produk Unggulan bernilai Profit, (2) Pelatihan dan Pendampingan Pengemasan Produk Higienis, (3) Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Digital Marketing, dan (4) Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna di bidang produksi, pengemasan dan pemasaran. Target Luaran dari PKM ini adalah (1) Adanya Produk Unggulan berbahan dasar kopi Rongkong seperti Kopi Instan dan Bubuk Kopi, (2) Peningkatan 25% Omset Penjualan produk berbahan dasar kopi Rongkong, dan (3) Peningkatan Pengetahuan petani dalam pemanfaatan teknologi tepat guna.