Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19465818

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Model Penanganan Stunting Permata Pomaa berbasis Pendidikan Digital dan Pengembangan GITOK (Teknologi Hidroponik Gizi) dilaksanakan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, dengan mitra sasaran yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mitra sasaran kelompok masyarakat Non-Produktif, yaitu kader Posyandu dan mitra sasaran kelompok masyarakat Produktif, yaitu UMKM Awaina. Desa ini tercatat memiliki 341 keluarga berisiko stunting yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi, kebiasaan memberikan makanan rendah gizi seperti mi instan dan minyak goreng bekas, serta faktor ekonomi yang membatasi akses terhadap makanan sehat. Pola makan anak yang tidak teratur dan kebiasaan membiarkan anak kesulitan makan tanpa solusi telah memperburuk situasi ini, serta lemahnya perekonomian masyarakat di desa tersebut, sehingga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat juga termasuk dalam daerah dengan garis kemiskinan ekstrem. UMKM Awaina telah terlibat dalam produksi pasta udang dan ikan asin. Namun, sejauh ini produksi UMKM Awaina masih sangat terbatas dan pemasarannya hanya di wilayah lokal Kota Langsa. Sebagai solusinya, program ini menghadirkan pendekatan teknologi dan pemberdayaan untuk Manajemen Stunting PERMATA POMAA berbasis Pendidikan Digital melalui pengembangan aplikasi pendidikan digital PERMATA POMAA & GITOK. Aplikasi ini memberikan informasi mengenai Menu Makanan Pendamping untuk anak, cara mengatur pola makan, pijat bayi dan pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan. Selain itu, program ini juga mendorong penggunaan kebun rumah sebagai kebun nutrisi berbasis hidroponik untuk menyediakan bahan makanan sehat yang terjangkau dan mandiri. Pelaksanaan program meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, aplikasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Rizky Mauliza; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19449710

Abstract

The Community Empowerment Program in the Implementation of the Permata Pomaa Stunting Handling Model based on Digital Education and the Development of GITOK (Hydroponic Technology Nutrition) was carried out in Simpang Lhee Village, West Langsa District, where the target partners involved in this activity were the target partners of the Non-Productive community group, namely Posyandu cadres and the target partners of the Productive community group, namely the Awaina UMKM This village was recorded as having 341 families at risk of stunting caused by the community's low understanding of nutrition, the habit of giving low-nutrition foods such as instant noodles and used cooking oil, and economic factors that limit access to healthy food. Irregular children's eating patterns and the habit of letting children have difficulty eating without solutions have worsened this situation, as well as the weak economy of the community in the village, where Simpang Lhee Village, West Langsa District is also included in the area with the extreme poverty line. Awaina UMKM has been involved in the production of shrimp paste, salted fish. However, so far the production produced by Awaina UMKM is very limited and its marketing is only in the local area of Langsa City. As a solution, this program presents a technological and empowering approach to Stunting Management PERMATA POMAA based on Digital Education through the development of the PERMATA POMAA & GITOK digital education application. This application provides information regarding the Supplementary Food Menu for children, how to regulate diets, baby massage and Tuina massage to increase appetite. In addition, the program also encourages the use of home gardens as hydroponic-based nutritional gardens to provide affordable and independent healthy food ingredients. The program implementation includes stages of socialization, training, technology application, mentoring, and periodic evaluation.
Hubungan Pola Makan Dan Picky Eating Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Lhokseumawe Rita Wahyuni; Eka Sutrisna; Husna Maulida; Putri Tia Novita; Tara Agustina
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.785

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dan Picky Eating dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong.Pada penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berjumlah 224 orang. Sampel ada penelitian ini berjumlah 143 orang. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.001 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu tidak berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha1 diterima dan Ho1 ditolak yang berarti ada hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.000 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha2 diterima dan Ho2 ditolak yang berarti ada hubungan picky eating dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting.
Hubungan Pola Makan 3 J (Jumlah, Jenis, Jadwal) Dan Perilaku Sedentari Dengan Pengendalian Gula Darah Pasien Dm Tipe 2 Setia Budi; Rizki Mauliza; Husna Maulida; Mauliana Mauliana
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1001

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM). PTM bertanggung jawab atas 70% kematian di seluruh dunia. Survei kesehatan dasar tahun 2017, 2018, dan 2019 menunjukkan angka kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat menjadi 74% kematian. Untuk mengetahui hubungan pola makan 3J (jumlah, jenis, jadwal) dan perilaku sedentari dengan pengendalian gula darah pasien DM Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Penelitian bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 97 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil uji statistik didapat bahwa nilai p-value 0,049 < 0,05 yang berarti ada hubungan jenis makanan dengan pengendalian gula darah pasien DM Tipe 2. Hasil uji statistik didapat bahwa nilai p-value 0,039 < 0,05 yang berarti ada hubungan jadwal makan dengan pengendalian gula darah pasien DM Tipe 2 di UPTD Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Peneliti menyimpulkkan bahwa jenis makanan sangat berpengaruh untuk meningkatkan kadar gula darah seperti makanan yang banyak mengandung gula yang tinggi. Sarah peneliti agar selalu menjaga makanan agar dapat mengendalikan kadar gula dalam tubuh.
HEALTH RISK ANALYSIS OF LEAD (Pb) HEAVY METAL CONTENT IN DRINKING WATER IN FLOOD-PRONE AREAS Fitriani; Syamsul Bahri; Husna Maulida; Muhammad Syahrul Manzili; Faiza Humaira
MEDALION Journal: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floods are hydrometeorological disasters that have the potential to reduce drinking water quality through the mobilization of environmental pollutants, including heavy metals such as lead (Pb). This study aims to analyze lead content in drinking water and assess the level of public health risks due to exposure through the ingestion pathway. The study uses an environmental health risk analysis approach by calculating non-carcinogenic intake (Ink) and Risk Quotient (RQ) based on the rate of water consumption, duration of exposure, frequency of exposure, and body weight of respondents. The research method uses a descriptive survey with a cross-sectional approach conducted in Peunayan Village, Nisam District, North Aceh Regency. The research sample consisted of 50 respondents with a random sampling technique. The results showed that the lead concentration was 0.0010 mg/L and this value is still below the maximum limit stipulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 492/MENKES/PER/IV/2010, which is 0.01 mg/L for lead parameters in drinking water. The calculation of non-carcinogenic intake showed a real-time value of 0.000053 mg/kg/day with a Risk Quotient (RQ) of 0.014, indicating that non-carcinogenic health risks are still in the safe category (RQ≤1). Long-term exposure projections showed an increase in intake and RQ values to 0.67 in the 50-year estimate, but remained below the risk limit. These findings indicate that although lead concentrations still meet safety standards, the potential for long-term exposure accumulation requires attention. Therefore, regular water quality monitoring, public education, and the implementation of simple water treatment technologies are important steps in preventing environmental health risks
EFFECTIVENESS OF DEEP BREATHING RELAXATION ON DEPRESSION AND QUALITY OF LIFE FOR ELDERLY HYPERTENSION Yunita Sari; Eka Sutrisna; Husna Maulida; Tarisa
MEDALION Journal: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 7 No. 2 (2026): June
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is disease chronic many​ experienced by the elderly age and can cause various problem physique and psychological , including depression and decline quality live . One of the intervention non-pharmacological methods that are easy , safe , and can be done in a way independent is technique deep breathing relaxation . Research This aim For analyze effectiveness deep breathing relaxation to level depression and quality living in the elderly hypertension . Research use design quasi-experimental with approachone-group pretest-posttest . Population study totaling 43 elderly people hypertension in Paya Punteut Village , Muara Dua District , Lhokseumawe City, with sample A total of 30 respondents were selected through technique purposive sampling . The instrument used is Geriatric Depression Scale (GDS) and World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Data analysis was performed using the Paired Sample t-test . The results of the study show that score depression experience decline from 4.90 to 3.27, while score quality life increase from 78.70 to 82.80 after intervention given . Statistical tests showed a significant difference before and after the intervention (p<0.001). Thus, deep breathing relaxation techniques are effective in reducing depression and improving quality of life in elderly hypertensive patients.