Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE ANATOMY OF STIPULES: CASE STUDIES IN DIFFERENT TYPES OF STIPULES Kamilah, Annida; Ermayanti, Ermayanti; Santri, Didi Jaya
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9089

Abstract

Stipule is an organs in plants that are small in size and usually located at the base of leaf. This research aims to determine the anatomical characteristics of stipules in seven plants with different types of stipules. The study was conducted using descriptive qualitative method. The anatomical preparations of stipules were made using two techniques: the free-hand section method to obtain paradermal sections and the paraffin method to obtain transverse sections. Based on the observation of anatomical structure, it is known that the types of constituent tissues in stipules resemble the types of constituent tissues in leaves, namely: cuticle, upper epidermis, palisade parenchyma, spongy parenchyma, vascular bundles, and lower epidermis Breadfruit (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg), Cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr.), and Rubber Plant (Ficus elastica Roxb. ex Hornem). The parenchyma is found in homogen arrangement in The Noni/Morinda citrifolia L.) and Roses (Rosa indica L.) plants, whereas in Coffee (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) and Sandbox Tree (Hura crepitans L.) plants no vascular bundles were found.  
Laju dan Kapasitas Infiltrasi pada Berbagai Tipe Habitus Tumbuhan di Taman Pendidikan Universitas Sriwijaya Damayanti, Luthfi Mei; Amizera, Susy; Santri, Didi Jaya
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.19767

Abstract

Alih fungsi lahan mengakibatkan kawasan hutan yang semula berfungsi secara alamiah sebagai penyangga ketersediaan air bersih kini berubah menjadi kawasan pemukiman hingga perindustrian. Hal ini mengakibatkan gangguan pada siklus hidrologi dan berdampak negatif terhadap keseimbangan lingkungan. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan laju infiltrasi pada berbagai tipe habitus tumbuhan serta mengkaji hubungannya dengan faktor-faktor lingkungan di Taman Pendidikan Universitas Sriwijaya. Dilaksanakan selama Desember 2024 hingga Januari 2025, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengujian laju infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada laju infiltrasi antar tipe habitus yang diteliti. Kapasitas infiltrasi tertinggi terjadi pada habitus pohon (148,76 cm/jam), diikuti semak (67,09 cm/jam), dan herba (36,03 cm/jam), yang semuanya tergolong dalam kategori sangat cepat. Sementara itu, lahan terbuka tanpa tutupan tumbuhan memiliki kapasitas infiltrasi terendah (19,76 cm/jam) dan hanya termasuk dalam kategori cepat. Variasi laju dan kapasitas infiltrasi pada setiap habitus dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kadar air tanah, tekstur tanah, suhu tanah, kelembaban tanah, dan pH tanah. Penelitian ini membuktikan bahwa keberadaan vegetasi dengan tipe habitus berbeda berperan penting dalam meningkatkan laju infiltrasi tanah, dengan habitus pohon menunjukkan kemampuan terbaik dalam memfasilitasi proses infiltrasi air ke dalam tanah.
Penguatan Kapasitas Inovatif Guru IPA melalui Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial Terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam dalam Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan Santri, Didi Jaya; Madang, Kodri; Susanti, Rahmi; Destiansari, Elvira; Rizqiani, Sakina; Nurbani, Farah Annisa; Patriot, Evelina Astra
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10936

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (KA) menuntut guru IPA untuk memiliki kemampuan inovatif dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan digital, termasuk penguasaan Koding dan pemanfaatan pembelajaran mendalam (deep learning). Namun, variasi kompetensi awal guru dan keterbatasan infrastruktur sekolah masih menjadi kendala dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam praktik pembelajaran. Program pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas inovatif guru IPA melalui pelatihan Koding dan KA, pembuatan model KA sederhana berbasis Pembelajaran Mendalam menggunakan Teachable Machine, integrasi model ke dalam PictoBlox, serta pengembangan media digital kreatif melalui Canva AI. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan pendampingan intensif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, dan analisis produk digital, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan aspek pelaksanaan, partisipasi, peningkatan keterampilan, dampak, dan kendala. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami konsep Koding dan KA, mengaplikasikan alur kerja KA berbasis pembelajaran mendalam, serta mengembangkan proyek interaktif dan media pembelajaran digital. Pelatihan ini juga mendorong kapasitas inovatif guru, terlihat dari kemampuan mereka merancang materi ajar berbasis KA yang lebih variatif dan kontekstual. Kendala seperti perbedaan perangkat, literasi digital awal, dan infrastruktur terbatas dapat diatasi melalui pendampingan bertahap dan penyesuaian materi. Secara keseluruhan, program Pelatihan Koding dan KA efektif memperkuat kompetensi inovatif guru IPA dalam mengintegrasikan Koding, KA, dan pembelajaran mendalam ke dalam praktik pedagogis.
Students’ Learning Outcomes and Activities: The Use of Video Conference during COVID-19 Pandemic Arieny, Mutiara; Tibrani, Mgs. Muhammad; Santri, Didi Jaya
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 2 (2021): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v14i2.53947

Abstract

This research was motivated by problems during the covid-19 pandemic, it showed that the students’ activity and learning outcomes of the topic of Ecosystem at Public High School  10 Palembang remain  low. Based on observations of the electronic learning process carried out at the school, the teacher mostly applies asynchronous learning, thus the interactivity between teacher and students is not performed well. This study aimed to find out the effect of using video conferencing on the topic of Ecosystem toward the activities and learning outcomes of students. This study was set up as a quasi-experiment, using a nonequivalent control group design with two groups. The experimental group (Grade 10 of MIA 2) which do e-learning using video conference and the control group (Grade 10 of MIA 4) where e-learning without using video conference. Both groups were selected randomly. Data collection instruments were learning activity observation sheets and biology learning outcomes tests. Learning activity was analyzed quantitatively, while the learning outcomes data were also run quantitatively on a prerequisite test, hypothesis testing and the N-gain test.  The results show the average percentage of experimental class learning activities increased from 39.5% to 42.5% while the control class did not increase. The Ancova test showed a significance value of 0.000 or less than = 0.05 and the N-gain test was 0.36. Based on the results, the use of video conferencing on the topic of Ecosystem significantly affected the learning outcomes improvement.