Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE ANATOMY OF STIPULES: CASE STUDIES IN DIFFERENT TYPES OF STIPULES Kamilah, Annida; Ermayanti, Ermayanti; Santri, Didi Jaya
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9089

Abstract

Stipule is an organs in plants that are small in size and usually located at the base of leaf. This research aims to determine the anatomical characteristics of stipules in seven plants with different types of stipules. The study was conducted using descriptive qualitative method. The anatomical preparations of stipules were made using two techniques: the free-hand section method to obtain paradermal sections and the paraffin method to obtain transverse sections. Based on the observation of anatomical structure, it is known that the types of constituent tissues in stipules resemble the types of constituent tissues in leaves, namely: cuticle, upper epidermis, palisade parenchyma, spongy parenchyma, vascular bundles, and lower epidermis Breadfruit (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg), Cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr.), and Rubber Plant (Ficus elastica Roxb. ex Hornem). The parenchyma is found in homogen arrangement in The Noni/Morinda citrifolia L.) and Roses (Rosa indica L.) plants, whereas in Coffee (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) and Sandbox Tree (Hura crepitans L.) plants no vascular bundles were found.  
KEANEKARAGAMAN BURUNG (ORDO PASSERIFORMES) DI KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA, SUMATRA SELATAN Aziman, Muhammad; Santri, Didi Jaya; Madang, Kodri
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat konservasi dari spesies Passeriformes masih relatif rendah dan populasinya sudah mulai menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis burung ordo passeriformes yang ditemukan di kawasan Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dan metode pulut. Hasil penelitian menunjukkan12 spesies burung ordo Passeriformes yang termasuk kedalam 9 famili yaitu Pycnonotidae, Laniidae,  Cisticolidae,  Sturnidae,  Muscicapidae,  Nectariniidae,  Artamidae,  Dicaeidae,  dan  Acanthizidae. Dengan jenisnya yaitu Lanius schach, Pycnonotus aurigaster, Acridotheres javanicus, Orthotomus ruficeps, Rhipidura javanica, Anthreptes malacensis, Nectarinia jugularis, Artamus leucorynchus, Dicaeum trochileum, Pycnonotus goiavier, Gerygone sulphurea, dan Dicaeum trigonostigma. Dua diantaranya merupakan spesies burung yang dilindungi yaitu Dicaeum trochileum dan Rhipidura javanica. Kesimpulan penelitian ini ditemukan 12 spesies burung ordo passeriformes dan 2 diantaranya merupakan spesies burung ordo passeriformes yang di lindungi.
PENYAJIAN INFORMASI TUMBUHAN BERBASIS QR CODE DI TAMAN PENDIDIKAN FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA KAMPUS INDRALAYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Santri, Didi Jaya; Septyaningrum, Sekar Ayu
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada di Taman Pendidikan FKIP Universitas Sriwijaya yang dihimpun secara efisien dalam sistem QR Code sehingga dapat diakses dengan praktis. Penelitian dilaksanakan di Taman Pendidikan FKIP Universitas Sriwijaya pada tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan ialah pengembangan atau Research and Development dengan model pengembangan 4D (four D models). Hasil penelitian ditemukan keanekaragaman jenis tumbuhan yang terdiri atas 36 jenis tumbuhan berpembuluh. Bangsa dengan anggota jenis terbanyak diwakili oleh Sapindales. Sedangkan, bangsa dengan anggota jenis paling sedikit yaitu Ebenales, Ericales, Fabales, Laurales, Magnoliales, Malphigiales, dan Zingiberales. Data hasil identifikasi disimpan dalam situs blog di internet. Data yang diunggah dibuatkan QR Code yang telah divalidasi bedasarkan perhitungan Research and Development didapatkan hasil valid sehingga dapat diakses secara praktis dan efisien. Hasil penelitian disumbangkan pada pembelajaran biologi SMA kelas X KD 3.8 menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk LKPD. Hasil validasi LKPD yang dihitung menggunakan Koefisien Kappa menunjukan hasil yang berada pada kategori layak untuk digunakan.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA IKAN HASIL TANGKAPAN DI SUNGAI ENIM Putri, Fadilla Azhra; Santri, Didi Jaya; Amizera, Susy
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan plastik oleh masyarakat di bantaran Sungai Enim menyebabkan meluasnya pencemaran mikroplastik pada air hingga biota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, ukuran, warna dan kelimpahan mikroplastik pada ikan hasil tangkapan di Sungai Enim. Sebanyak 5 jenis ikan didapatkan dari hasil tangkapan nelayan dari Sungai Enim, yakni ikan lampam (Barbonymus schwanenfeldii), gabus (Channa striata), baung (Hemibagrus nemurus), tembakang (Helostoma temminckii) dan betutu (Oxyeleotris marmorata). Ikan ini kemudian dibawa ke laboratorium dalam coolbox, kemudian dibedah untuk diambil pencernaan dan direndam dengan larutan KOH lalu di oven selama 24 jam dengan suhu 75 oC. Identifikasi mikroplastik dalam pencernaan menggunakan mikroskop stereo meliputi bentuk, ukuran, dan warna. Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel ikan mengandung mikroplastik dengan dominansi bentuk serat dan fragmen. Ukuran mikroplastik yang ditemukan antara 37.12 – 1350.97 μm. Warna mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh warna hitam dan biru. Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan. Kelimpahan mikroplastik yang diperoleh pada setiap jenis ikan berkisar antara 4 sampai 10 partikel/ikan, yang terbesar ditemukan pada ikan lampam dan yang terkecil ditemukan pada ikan baung. Hasil ini menekankan pentingnya mengurangi dan mengelola plastik untuk melindungi ekosistem perairan.
STUDI KEANEKARAGAMAN FAUNA DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGAR ALAM Maharani, Dwi; Santri, Didi Jaya; Madang, Kodri
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna di Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam. Eksplorasi jenis-jenis fauna dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung dan dokumentasi di sepanjang jalur jelajah. Hewan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan aplikasi digital berbasis android, serta literatur pendukung. Sebanyak 36 spesies fauna yang terklasifikasi dalam 16 ordo dan 26 famili tercatat dalam penelitian ini. Setiap jenis ini termasuk dalam lima kelas vertebrata utama: pisces, amfibi, reptil, aves, dan mamalia. Setiap spesies yang ditemukan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan tingkatan taksonomi, yaitu filum, kelas, ordo, suku, genus, dan spesies. Hasil klasifikasi disertai dengan deskripsi karakteristik morfologi utama masing-masing spesies. Hasil ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman fauna di kawasan Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam dan dapat menjadi acuan bagi upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut.
PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI BAHAN PANGAN OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA Prananda, Emilia; Santri, Didi Jaya; Madang, Kodri
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman sebagai bahan pangan oleh Orang Lom di Kabupaten Bangka mencerminkan kearifan lokal yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan kelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman pangan yang digunakan serta menganalisis tingkat signifikansi budayanya menggunakan Cultural Food Significance Index (CFSI). Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas ibu rumah tangga, juru masak, tokoh adat, dan individu yang diakui memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 83 jenis tanaman pangan yang tergolong ke dalam 32 suku tumbuhan. Tanaman tersebut diolah menjadi berbagai makanan tradisional, seperti kelamay, aruk, buk ajit, dan lempah darat, yang sebagian memiliki keterkaitan dengan upacara adat dan tradisi budaya Orang Lom. Berdasarkan analisis CFSI, diperoleh kategori sangat tinggi sebanyak 16 jenis tanaman, tinggi 24 jenis, sedang 20 jenis, rendah 10 jenis, sangat rendah 9 jenis, dan tidak signifikan 4 jenis. Tanaman dengan nilai sangat tinggi antara lain Singkong (Manihot esculenta), Kencur (Kaempferia galanga) dan Pepaya (Carica papaya). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional Suku Lom mengenai tanaman pangan masih lestari dan berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati serta memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA PERAIRAN DI SUNGAI ENIM Adventio, Dimas; Santri, Didi Jaya; Anggraini, Nike
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah mentah dari daerah perumahan dan kegiatan aktivitas hasil rumah tangga yang membuang sampah plastik ke pinggiran Sungai Enim menyebabkan pencemaran serius dan meningkatkan risiko kontaminasi plastik yang berdegredasi menjadi mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikroplastik pada perairan di Sungai Enim. Sampel air didapatkan di 5 stasiun daerah aktivitas masyarakat Sungai Enim. Sample air sebanyak 250 mL dicampurkan H2O2 30% 25 mL lalu diinkubasi setelah 24 jam sampel disaring menggunakan kertas Whatman lalu sampel diidentifikasi menggunakan mikroskop stereo. Identifikasi mikroplastik meliputi bentuk, ukuran, warna dan kelimpahan. Hasil analisis menunjukan bahwa sampel air mengandung mikroplastik dengan dominasi bentuk serat dan fragmen. Ukuran mikroplastik yang ditemukan antara 300 um – 1200 um. Warna mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh warna biru dan merah. Kelimpahan yang terkecil didapatkan  pada stasiun pertama yaitu 23 partikel dan terbanyak di stasiun ketiga sebesar 41 partikel. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengelolaan limbah dan edukasi masyarakat untuk menekan pencemaran mikroplastik.
PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL TANAMAN OBAT TRADISIONAL SUKU SEMENDE MARGA BERSEMA OKUS Rayyis, Muhammad Fathan; Santri, Didi Jaya; Madang, Kodri
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mendeskripsikan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Semende di Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 responden, terdiri atas 2 tokoh adat, 3 pengobat tradisional (batera), dan 5 warga yang memiliki pengetahuan turun-temurun mengenai pengobatan tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi 42 spesies tumbuhan obat dari berbagai suku yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti demam, batuk, luka, sakit perut, dan penyakit kulit. Beberapa jenis yang dominan antara lain Kemiling (Aleurites moluccanus), Bawang Behekung (Eleutherine bulbosa), Sediangin (Kalanchoe pinnata), Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), Sirih (Piper betle), Lidah Buaya (Aloe vera), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), dan Sambiloto                    (Andrographis paniculata). Bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, buah, dan batang. Cara pengolahan yang umum dilakukan meliputi perebusan, penumbukan, dan pemanasan, sedangkan penggunaannya dilakukan dengan cara diminum, dioleskan, atau ditempelkan. Analisis nilai kegunaan (Use Value/UV) menunjukkan bahwa Zingiber officinale (UV = 0,8) dan Curcuma longa (UV = 0,7) memiliki frekuensi pemanfaatan tertinggi. Nilai Cultural Importance Index (CI) pada kedua spesies tersebut juga paling tinggi, menandakan peran pentingnya dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Semende.
STUDI KEANEKARAGAMAN FAUNA DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGAR ALAM Maharani, Dwi; Santri, Didi Jaya; Madang, Kodri
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna di Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam. Eksplorasi jenis-jenis fauna dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung dan dokumentasi di sepanjang jalur jelajah. Hewan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan aplikasi digital berbasis android, serta literatur pendukung. Sebanyak 36 spesies fauna yang terklasifikasi dalam 16 ordo dan 26 famili tercatat dalam penelitian ini. Setiap jenis ini termasuk dalam lima kelas vertebrata utama: pisces, amfibi, reptil, aves, dan mamalia. Setiap spesies yang ditemukan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan tingkatan taksonomi, yaitu filum, kelas, ordo, suku, genus, dan spesies. Hasil klasifikasi disertai dengan deskripsi karakteristik morfologi utama masing-masing spesies. Hasil ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman fauna di kawasan Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam dan dapat menjadi acuan bagi upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut.
INDEKS SAPROBIK: UJI KUALITAS AIR BERDASARKAN KEBERADAAN PLANKTON DI PERAIRAN KAMBANG IWAK Kartika, Sandrina Widya; Amizera, Susy; Santri, Didi Jaya
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Kolam Retensi Kambang Iwak Palembang berdasarkan indeks saprobik plankton. Penelitian ini dilakukan pada empat titik stasiun yang ditentukan secara purposive sampling. Analisis data meliputi keanekaragaman, dominansi, dan indeks saprobik plankton. Berdasarkan hasil penelitian, plankton yang ditemukan di perairan Kolam Retensi Kambang Iwak terdiri atas enam kelas, yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Conjugatophyceae, Cyanophyceae, dan Euglenophyceae sebagai fitoplankton, serta Ciliata sebagai zooplankton. Nilai koefisien saprobik berkisar antara 1,00–1,22, yang menunjukkan fase β-mesosaprobik hingga β–meso/oligosaprobik. Hal ini mengindikasikan  bahwa  perairan  Kolam Retensi  Kambang  Iwak  Palembang  berada  pada tingkat pencemaran ringan, dengan bahan pencemar berupa organik dan anorganik.