Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE ANTESENDEN KEPUASAN KONSUMEN MELALUI KUALITAS LAYANAN ELEKTRONIK PADA PEMBELANJAAN ONLINE URBAN CONSUMER DI DKI JAKARTA Ali Wardhana; Agung Stefanus Kembau; Arief Perdana Kumaat; Tristano Aviel Sunara
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 10 No 2 (2023): JMBI UNSRAT Volume 10 Nomor 2
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v10i2.49664

Abstract

This study aims to analyze the effect of electronic service quality variables on consumer satisfaction in the context of online shopping and the antecedents of electronic service quality. This study involved 119 respondents who actively shopped online. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Partial Least Square (PLS) method. The results showed that the electronic service quality variable has a significant influence on consumer satisfaction in online shopping. In addition, there are 2 variables that have a significant influence on the quality of electronic services, namely security and compliance. However, interestingly, the results of the analysis also state that the consumer service variable has no influence on the electronic service quality variable. The results of this study indicate the importance of business actors in marketplaces or other online shopping places to ensure high service quality to increase consumer satisfaction. In addition, security and compliance must also be a major concern to improve the quality of e-services. This research provides valuable insights for marketplace industry players and other online shopping places in formulating more effective marketing strategies using security and fulfillment variables to increase customer satisfaction. Keywords: Consumer service, Security, Fulfillment, Electronic service quality, Consumer satisfaction
PEMANFAATAN TIKTOK DALAM STRATEGI PEMASARAN: STUDI KASUS NAUGHTY INDONESIA DAN PELATIHAN TIM PEMASARAN DIGITAL Antonius Felix; Devi Yurisca; Agung Stefanus Kembau; Julius Sutrisno; Fandevi Maitri
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i1.1015

Abstract

The use of social media, especially TikTok, has become an effective strategy for Naughty Indonesia in expanding its marketing reach and building close relationships with consumers. Through a proactive and creative approach, Naughty Indonesia has succeeded in building a strong brand image and increasing brand awareness among consumers. The training held for Naughty Indonesia's digital marketing team in the use of TikTok Ads also provided a deep understanding of the platform's potential as an effective marketing tool. The evaluation results showed a positive response from participants, with the majority giving a positive assessment of the quality and benefits of the activity. However, there are suggestions and inputs for further improvement and development, such as improved experiential practices and material development. In conclusion, this dedication succeeded in providing new insights for Naughty Indonesia in utilizing TikTok as an effective marketing strategy in the digital era. This not only provides benefits for the company, but also for the development of digital marketing team competencies in facing challenges and opportunities in the ever-evolving business world
Tren Belanja Online Wanita Gen-Z: Eksplorasi Faktor-Faktor di Balik Dominasi Wanita Gen-Z pada Platform Shopee Menggunakan Model UTAUT2 Gabriela Firellsya; Agung Stefanus Kembau; Devi Yurisca Bernanda; Lelly Christin
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 6, No. 1 (March 2024)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v6i1.826

Abstract

Fenomena belanja online berkembang pesat, terutama melalui platform e-commerce Shopee yang mengalami pertumbuhan signifikan. Penelitian terkini mengonfirmasi Shopee sebagai pemimpin di Indonesia dengan jumlah pengunjung terbanyak hingga Maret 2023. Keberhasilan Shopee tidak hanya tercermin dalam popularitasnya, mencapai 79% di kalangan wanita, tetapi juga dalam kemampuannya menarik generasi Z, dengan sekitar 68% dari mereka menjadikan Shopee sebagai platform e-commerce favorit. Fokus penelitian ini adalah memperluas penggunaan aplikasi e-commerce Shopee, khususnya di kalangan konsumen wanita Generasi Z (17-26 tahun) di Indonesia, dengan menguji variabel-variabel model UTAUT2. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan dengan data primer yang dikumpulkan melalui survei online dengan 166 responden. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak smartPLS 3.2.9 digunakan sebagai teknik analisis. Sampel dipilih dengan metode purposeful sampling dan formula Cochran dihitung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 10 hipotesis yang diuji, 8 hipotesis diterima sementara 2 hipotesis ditolak. Variabel hedonic motivation dan price value memiliki pengaruh signifikan pada behavioral intention, sedangkan behavioral intention juga memiliki pengaruh signifikan pada use behavior. Namun, effort expectancy dan facilitating conditions sama sekali tidak berpengaruh pada behavioral intention, sehingga kedua hipotesis ditolak. Penelitian ini memberikan manfaat dengan memberikan rekomendasi terkait model UTAUT2, yang dapat digunakan untuk membimbing pengembangan e-commerce Shopee di masa depan.
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN KONTEN DAN AFILIASI TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF: PERAN MEDIASI PEMASARAN VIRAL DAN KEPERCAYAAN Christanti Christanti; Agung Stefanus Kembau
Modus Vol. 36 No. 2 (2024): VOL 36 NO 2 (2024)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v36i2.8787

Abstract

Recently, humans have lived in an era of digitalization where technology cannot be separated from human life. Digitalization has had a significant impact on various areas of life, such as education, health, communication, and business. Through the internet, individuals can interact with each other virtually through social media. This study aims to determine and analyze the mediating effects of viral marketing and trust on the influence of content marketing and affiliate marketing on impulse buying. In the process, this study uses an explanatory quantitative approach using a questionnaire as a data collection tool. While determining the number of samples, this study applied Yamane techniques to obtain 100 samples The analysis technique carried out in this research was PLS (partial least squares) using SmartPLS 3.29 software. From data from 107 Generation Z respondents in Central Java, it can be seen that each content marketing and affiliate marketing variable has a positive and significant effect on viral marketing and impulse buying. The viral marketing variable not mediate the effect of content marketing and affiliate marketing on impulse buying, but a serial mediation effect occurs when the viral marketing variable and the trust variable are tested together to see the effect of content marketing and affiliate marketing on impulse buying. Keywords: viral marketing; trust; content marketing; affiliate marketing; impulsive Saat ini manusia hidup dalam era digitalisasi dimana teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Digitalisasi telah memberikan dampak signifikan di berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, komunikasi, hingga bisnis. Melalui internet, individu dapat berinteraksi satu sama lain secara virtual melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasaran konten dan pemasaran afiliasi yang terdapat di media sosial terhadap pembelian impulsif dengan pemasaran viral dan kepercayaan sebagai variabel mediator. Dalam prosesnya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menerapkan rumus Yamane sehingga diperoleh 100 sampel. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah PLS (Partial Least Squares) dengan menggunakan software SmartPLS 3.29. Dari data 107 responden generasi Z di Jawa Tengah dapat diketahui bahwa masing-masing variabel pemasaran konten dan pemasaran afiliasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemasaran viral dan pembelian impulsif. Variabel pemasaran viral saja tidak memediasi pengaruh pemasaran konten dan pemasaran afiliasi terhadap pembelian impulsif, namun terjadi efek mediasi serial ketika variabel pemasaran viral dan variabel kepercayaan bersama-sama diuji untuk melihat pengaruh pemasaran konten dan pemasaran afiliasi terhadap pembelian impulsif. Kata kunci: pemasaran viral; kepercayaan; pemasaran konten; pemasaran afiliasi; pembelian impulsif.
VIRTUAL INFLUENCERS AND DIGITAL ENGAGEMENT: KEY INSIGHTS FROM INDONESIA'S YOUNGER CONSUMERS Agung Stefanus Kembau; Arifmanuel Kolondam; Nancy Henrietta Jessamine Mandey
Jurnal Manajemen Pemasaran Vol. 18 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/pemasaran.18.2.123-136

Abstract

This study addresses a critical gap in digital marketing by examining the impact of virtual influencers on consumer engagement, focusing on Gen Z and Gen Y in Indonesia’s Jabodetabek region. While virtual influencers are gaining traction globally and locally, limited research has explored the factors that drive consumer interaction in diverse, digitally evolving markets like Indonesia. This study investigates the roles of perceived authenticity, content quality, and technological sophistication, with a particular emphasis on the moderating effect of digital literacy—a factor often overlooked in previous research. Data from 179 respondents were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS. The findings reveal that perceived authenticity, content quality, and technological sophistication significantly enhance consumer engagement with virtual influencers, especially among digitally literate consumers. Digital literacy plays a critical moderating role, amplifying the impact of these influencer attributes and highlighting the importance of digital fluency in consumer interactions with advanced digital personas. These insights offer a theoretical contribution to the literature on influencer marketing and provide practical guidance for Indonesian brands seeking to connect with younger, tech-savvy audiences. By prioritizing authenticity, high-quality content, and appropriate technological sophistication, brands can strategically leverage virtual influencers to cultivate deeper, more meaningful engagement in Indonesia’s rapidly evolving digital landscape.
Studi Eksploratif Strategi dan Praktik Kemitraan antara Influencer dan Brand di Indonesia Reynard Justino Nehemia Makarawung; Agung Stefanus Kembau; Julius Sutrisno; Devi Yurisca Bernanda; Derick Raditya
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v5i1.8372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dan praktik kolaborasi antara influencer dan merek di Indonesia, mengingat pertumbuhan pesat digital marketing dan peran penting influencer dalam membangun kepercayaan konsumen. Dengan menggunakan pendekatan eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 18 influencer dari berbagai niche seperti kecantikan, gaya hidup, fitness, game, dan petualangan. Temuan menunjukkan bahwa motivasi utama influencer berasal dari passion pribadi, keinginan membangun personal branding, serta keterlibatan emosional dengan audiens. Influencer menekankan pentingnya konten yang autentik dan relevan, serta kolaborasi yang didasarkan pada komunikasi terbuka dan nilai bersama. Tantangan utama yang dihadapi adalah ekspektasi merek yang tidak realistis dan kurangnya pemahaman terhadap gaya komunikasi influencer. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi literatur pemasaran digital serta implikasi praktis untuk pengelolaan kemitraan influencer-brand di Indonesia.
The Role of FOMO, Personalization, and Social Sharing in Driving Customer Engagement and Brand Loyalty: Insights from Spotify Wrapped in Indonesia Agung Stefanus Kembau; Fresi Beatrix Lendo; Antonius Felix; Youngky Vincent
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i2.7357

Abstract

This study investigates the roles of Fear of Missing Out (FOMO), personalization, and social sharing behavior in influencing customer engagement and brand loyalty, with social media activity as a moderating factor. Using Spotify Wrapped as a case study, data was collected from 205 active Spotify users in Indonesia through an online survey. Structural Equation Modeling (SEM) was employed to analyze the relationships between variables and test the moderating effect. The findings show that personalization is the strongest driver of customer engagement, followed by social sharing behavior and FOMO. Social media activity significantly amplifies the effect of FOMO on engagement, highlighting the critical role of Indonesia’s highly social and trend-driven digital culture. Additionally, customer engagement strongly mediates the relationship between these factors and brand loyalty, underscoring the importance of emotional connections in retaining users. This study contributes to understanding how digital engagement strategies, such as Spotify Wrapped, resonate in culturally specific contexts like Indonesia. The results provide actionable insights for marketers and digital platforms aiming to leverage personalization and social influence to enhance user engagement and loyalty, while acknowledging the need for further exploration in diverse markets.Penelitian ini mengkaji peran Fear of Missing Out (FOMO), personalisasi, dan perilaku berbagi di media sosial dalam memengaruhi keterlibatan pelanggan (customer engagement) dan loyalitas merek (brand loyalty), dengan aktivitas media sosial sebagai variabel moderasi. Menggunakan Spotify Wrapped sebagai studi kasus, data dikumpulkan dari 205 pengguna aktif Spotify di Indonesia melalui survei online. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel dan efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personalisasi merupakan faktor terkuat yang mendorong keterlibatan pelanggan, diikuti oleh perilaku berbagi di media sosial dan FOMO. Aktivitas media sosial secara signifikan memperkuat efek FOMO terhadap keterlibatan, yang menyoroti peran penting budaya digital Indonesia yang sangat sosial dan berorientasi pada tren. Selain itu, keterlibatan pelanggan secara kuat memediasi hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan loyalitas merek, menegaskan pentingnya koneksi emosional dalam mempertahankan pelanggan.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana strategi keterlibatan digital, seperti Spotify Wrapped, beresonansi dalam konteks budaya spesifik seperti Indonesia. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pemasar dan platform digital untuk memanfaatkan personalisasi dan pengaruh sosial dalam meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pengguna, dengan tetap mengakui perlunya eksplorasi lebih lanjut di pasar yang beragam
Signifikansi Bauran Pemasaran 8P dalam Memengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen: Studi Pada Viralitas Mixue Ice Cream & Tea Clarissa Wijaya; Agung Stefanus Kembau; Arihta Tarigan; Youngky Viencent
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i1.5936

Abstract

Keberhasilan marketing mix berpotensi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan menjadi kunci progresivitas masif suatu merek, seperti yang dialami Mixue Ice Cream & Tea yang viral di Indonesia hingga memunculkan istilah Mixue-isasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran 8P (produk, harga, promosi, proses, orang, tempat, bukti fisik, serta produktivitas dan kualitas) terhadap keputusan pembelian konsumen Mixue. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui survei online terhadap 100 responden dengan teknik purposive sampling. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis data melalui uji regresi menunjukkan bahwa variabel-variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, baik secara simultan maupun parsial. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti bahwa elemen promosi memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan pembelian, sementara harga, proses, dan bukti fisik memiliki pengaruh yang lebih kecil. Implikasi manajerial yang dapat diterapkan oleh Mixue Ice Cream & Tea meliputi penguatan strategi promosi, peninjauan harga, peningkatan proses pelayanan, serta perbaikan fasilitas fisik. Selain itu, penelitian ini juga merekomendasikan pelatihan karyawan yang lebih baik dan pemilihan lokasi strategis untuk gerai-gerai baru. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti cakupan geografis yang terbatas pada DKI Jakarta, ketergantungan pada kejujuran responden dalam survei, serta keterbatasan pada periode waktu tertentu yang mungkin tidak mencerminkan perubahan dinamika pasar di masa mendatang. Oleh karena itu, studi lanjutan yang lebih komprehensif diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian konsumen di berbagai daerah dan kondisi yang berbeda.Kata Kunci: Bauran Pemasaran 8P, Keputusan Pembelian, Mixue
PROMOSI PARIWISATA DI TENGAH DINAMIKA ISU GLOBAL: DAMPAK PANDEMIK VIRUS CORONA TERHADAP KONVERSI KAMPANYE PROMOSI PARIWISATA KOTA MANADO DI MEDIA SOSIAL Diana Maramis; Vekky Supit; Agung Stefanus Kembau
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v1i2.3244

Abstract

Pendemi virus corona tidak hanya mendistrupsi seluruh aktivitas perekonomian, namun juga secara signifikan berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Ancaman virus corona tersebut telah menimbulkan reaksi berantai atau efek domino pada sektor pariwisata, termasuk juga pada sektor-sektor penunjang pariwisata, seperti hotel dan restoran, penerbangan maupun pengusaha retail dan UMKM. Pra pandemi virus corono, Provinsi Sulawesi Utara menjadi salah daerah yang sangat menonjol dalam mengembangan destinasi wisatannya. Agresivitas promosi pariwisata bersamaan dengan dibukannya sejumlah jalur penerbangaan luar negeri secara langsung meningkatkan peluang potensi peningkatan pariwisata. Kota Manado merupakan dearah yang sangat fokus mengembangkan sejumlah destinasi wisatanya. Kota Manado berkontribusi besar dalam cakupan layanan pariwisata di daerah Sulawesi Utara. Pemerintah perlu menyiapkan sejumlah langkat tanggap dan adaptif untuk melakukan konversi promosi pariwisata sehingga capaian pertumbuhan yang selama ini diraih tidak hilang begitu saja. Jenis penelitian adalah studi kasus. Dampak pandemik virus corona secara spesifik diarahkan dalam hubungannya dengan pariwisata di Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengunakan analisis kualitatif, sementara pengambilan data berupa wawancara yang secara terbatas hanya akan dilakukan pada 3 narasumber di jajaran Pemerintah Kota Manado. Hasilnya kami menemukan bahwa Konversi promosi pariwisata di media sosial yang dilakukan oleh pemkab Kota Manado sebagai langkah adaptif di tengah promosi pariwisata di media sosial mengunakan strategi storynomic tourism diharapkan akan menjadi gaya baru dalam promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu dengan pendekatan teknik bercerita dalam sebuah konten promosi. Kata Kunci: Promosi Media Sosial, Promosi Pariwisata, Pengembangan Pariwisata The corona virus pandemic has not only disrupted all economic activities, but also has a significant impact on the social conditions of the community. The threat of the corona virus has caused a chain reaction or a domino effect in the tourism sector, including also in the tourism support sector, such as hotels and restaurants, airlines as well as retail entrepreneurs and MSMEs. Pre-corono virus pandemic, North Sulawesi Province became one of the most prominent areas in developing its tourist destinations. The aggressiveness of the promotion simultaneously with the opening of a number of foreign flights directly increases the potential for improvement. The city of Manado is an area that is very focused on developing the number of tourism. The city of Manado contributes greatly to the coverage of tourism services in the North Sulawesi area. The government needs to set a number of promotions to respond and adapt to convert so that the growth achievements achieved do not just disappear. This type of research is a case study. The impact of the corona virus pandemic is specifically directed in relation to tourism in the city of Manado. This research is descriptive using qualitative analysis, while data collection in the form of limited interviews will be carried out on 3 sources in the ranks of the Manado City Government. As a result, we found that the conversion of tourism promotion on social media carried out by the Manado City government was expected to become a new style in tourism promotion and the creative economy, namely by using storytelling techniques in a promotional campaign.Keywords: Social Media Promotion, Tourism Promotion, Tourism Development
Mengapa Pengguna Memilih Dompet Digital GoPay? Studi Tentang Pengaruh Persepsi Terhadap Kemudahan, Keamanan, Dan Manfaatnya Ivan Christian Santoso; Agung Stefanus Kembau; Julius Sutrisno
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i1.5937

Abstract

Perkembangan internet yang pesat telah mempermudah berbagai aktivitas, termasuk transaksi non-tunai melalui dompet digital. Dompet digital, seperti GoPay, berperan penting dalam mendukung transaksi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh persepsi kemudahan, keamanan, dan manfaat terhadap minat penggunaan dompet digital GoPay. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online (Google Forms) dan dianalisis menggunakan software SmartPLS 4. Populasi penelitian adalah masyarakat Jakarta yang menggunakan GoPay, dengan sampel sebanyak 94 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, keamanan, dan manfaat masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan GoPay. Kesimpulannya, pengembangan sistem pembayaran dompet digital di Indonesia perlu ditingkatkan untuk mendorong adopsi yang lebih luas. Penyedia layanan disarankan untuk terus meningkatkan sistem mereka guna mempermudah penggunaan, memperkuat keamanan, dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna. Studi ini belum mengkaji faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, regulasi pemerintah, atau tren sosial yang dapat mempengaruhi adopsi dompet digital. Penelitian masa depan disarankan untuk menggunakan pendekatan holistik dengan metode campuran kualitatif dan kuantitatif serta studi longitudinal untuk melacak perubahan perilaku pengguna dari waktu ke waktu. Kata Kunci:Persepsi Kemudahan, Persepsi Keamanan, Persepsi Manfaat, Minat Penggunaan, TAM, Dompet Digital, GoPay