Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Menilai Pengaruh Manfaat, Kepercayaan, dan Kemudahan Terhadap Adopsi Layanan Paylater: Perspektif Pengguna Shopee Paylater di Jakarta Reynhold Alward Andreas Lesilolo; Agung Stefanus Kembau; Fricilla Elsyabeth Malae
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i1.5956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh manfaat, kepercayaan, dan kemudahan terhadap keputusan penggunaan Shopee Paylater sebagai metode pembayaran alternatif cicilan di aplikasi Shopee oleh masyarakat DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatif, yang bertujuan untuk melihat hubungan sebab-akibat dan menguji hipotesis. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Form kepada sampel yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, manfaat dan kepercayaan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan penggunaan Shopee Paylater, sedangkan kemudahan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, secara simultan, manfaat, kepercayaan, dan kemudahan secara bersama-sama memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan penggunaan Shopee Paylater di DKI Jakarta. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor manfaat dan kepercayaan memainkan peran penting dalam mendorong masyarakat untuk menggunakan Shopee Paylater, sementara kemudahan perlu diperhatikan sebagai faktor pendukung.Kata Kunci:  Paylater, Manfaat, Kepercayaan, Kemudahan, Keputusan Penggunaan, Shopee Paylater
Can User-Generated Content Drive the Purchase of Sustainable Products? Exploring the Role of Persuasion Knowledge Among Young Consumers in Jakarta Agung Stefanus Kembau; Fresi Beatrix Lendo; Antonius Felix; Steffie Debbyana Wijaya
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v5i1.8309

Abstract

This study explores the significant influence of User-Generated Content (UGC) on the purchase intention for sustainable products among young consumers in Jakarta, Indonesia, with persuasion knowledge acting as a mediating factor. In an era where digital platforms are reshaping consumer behavior, especially in emerging markets, understanding the role of UGC in driving sustainable consumption is essential. While UGC's impact on general consumer behavior is well-documented, its specific effect on sustainability-driven decisions remains underexplored. This study addresses this gap by examining how young, digitally-engaged consumers interpret UGC and how their awareness of persuasive intent shapes their willingness to purchase sustainable products. Employing a quantitative approach, data was collected from 158 respondents in Jakarta, revealing that UGC significantly enhances purchase intention, with persuasion knowledge amplifying this effect. The findings underscore the pivotal role of digital content in fostering sustainable consumption and provide valuable insights for marketers looking to leverage UGC in promoting environmentally-conscious consumer behavior in Indonesia’s rapidly evolving digital ecosystem.
AI Literacy, Readiness, and Ecosystem Support in Student AI Adoption Agung Stefanus Kembau; I Gede Wisnu Satria Chandra Putra; Felliks Feiters Tampinongkol; Derick Raditya
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v5i2.9218

Abstract

Artificial intelligence has rapidly become a routine part of students’ academic workflows, reshaping how they learn, create, and complete tasks. This study examines the extent to which AI literacy and AI readiness influence AI adoption among university students, and whether an AI-supportive learning climate strengthens these relationships. Using data from 187 students in Jakarta, the research employs Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to evaluate both direct and moderating effects. The findings show that AI readiness is the strongest predictor of AI adoption, highlighting the importance of psychological preparedness, confidence, and openness toward AI tools. AI literacy also demonstrates a significant positive effect, suggesting that conceptual understanding, functional skills, and critical evaluation abilities are essential to meaningful AI integration. Furthermore, an AI-supportive learning climate positively moderates both relationships, indicating that institutional and instructional encouragement amplify the translation of literacy and readiness into actual adoption behavior. To enrich interpretation, the study also presents descriptive evidence of students’ primary purposes for using AI, which are largely tied to core academic activities such as completing assignments and understanding difficult concepts. Despite its contributions, the study is limited by its cross-sectional design, reliance on self-reported data, and focus on an urban sample. These limitations restrict causal inference and may not fully capture the diverse conditions across Indonesian higher education. Future research should incorporate longitudinal designs, broader regional samples, and mixed-method approaches to capture evolving patterns of AI engagement. Overall, the study contributes to a deeper understanding of how individual capabilities and supportive environments jointly shape AI adoption in higher education
Model Push-Pull-Mooring Dalam Memprediksi Switching Intention Konsumen Terhadap Green Cosmetic Di Platform E-Commerce Sanfransisca Sanfransisca; Agung Stefanus Kembau
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.8328

Abstract

Krisis lingkungan global mendorong meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan, termasuk kosmetik. Namun, apakah konsumen benar-benar siap beralih dari produk konvensional ke green cosmetic? Studi ini menggunakan model Push-Pull-Mooring (PPM) untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi switching intention konsumen di platform e-commerce. Metode penelitian bersifat kuantitatif, melibatkan 130 responden perempuan usia 25–34 tahun yang pernah menggunakan kosmetik konvensional. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS 4.1.1.2. Hasil menunjukkan bahwa push factors seperti ketidakpuasan terhadap kualitas dan keamanan produk konvensional berpengaruh positif dan signifikan terhadap switching intention. Sebaliknya, pull factors yang merepresentasikan daya tarik green cosmetic justru berpengaruh negatif dan signifikan, menunjukkan masih adanya hambatan dalam persepsi atau pengalaman konsumen. Mooring factors tidak terbukti signifikan sebagai moderator. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan untuk beralih lebih kuat dipicu oleh ketidakpuasan dibandingkan oleh daya tarik produk baru. Implikasi praktis dari studi ini menunjukkan pentingnya strategi pemasaran berbasis pemecahan masalah dan edukasi konsumen, serta perlunya optimalisasi platform e-commerce dalam mendukung transisi menuju konsumsi yang lebih berkelanjutan.