Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dengan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Anjir Pasar Hayatun Nufus; Frani Mariana; Putri Yuliantie; Susanti Suhartati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.544

Abstract

Berdasarkan data tahun 2024, target peserta kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar di adalah sebanyak 323 ibu hamil, namun yang berhadir hanya sebanyak 171 orang. Hal ini berarti hanya 52,9% saja ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil dari target 100%. Berdasarkan hasil wawancara singkat yang telah dilakukan kepada 10 ibu hamil, 4 ibu hamil mengakui teratur mengikuti kelas ibu hamil dan 6 ibu hamil yang menjawab tidak teratur kelas ibu hamil, dengan alasan tidak tahu apa kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang tercatat telah melakukan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas Anjir Pasar sebanyak 44 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden dalam penelitian ini tidak teratur dalam mengikuti kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 25 orang (56,8%). Sedangkan sisanya sebanyak 19 orang (45,5%) teratur. Sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pengetahuan yang baik tentang kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 29 orang (65,9%) sedangkan sisanya sebanyak 15 orang (34,1%) memiliki pengetahuan yang kurang baik. Hasil uji chi square didapatkan nilai p sebesar 0,011 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar.
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU BERSALIN DENGAN KEIKUTSERTAAN MENJADI AKSEPTOR KB PASCASALIN DI PUSKESMAS MARGASARI Erni Ariani; Istiqomah Istiqomah; Putri Yuliantie; Winda Maolinda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4467

Abstract

Latar Belakang: KB pascasalin merupakan salahsatu program Pemerintah dalam menurunkan jumlah penduduk. KB pascasalin penting untuk diikuti oleh semua wanita 0–42 hari pasca melahirkan guna menjaga jarak kehamilan, mengatur kelahiran dan mencegah kehamilan berisiko dan tidak diinginkan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB Pascasalin di Puskesmas Margasari.Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 170 orang dan Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 170 orang. Sumber data dari data sekunder ibu bersalin dari januari – oktober 2023. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square.Hasil: Usia ibu bersalin terbanyak dalam penelitian ini berada dalam rentang 20 – 35 tahun, yaitu sebanyak 109 orang. Mayoritas tingkat pendidikan ibu bersalin adalah memiliki pendidikan dasar (SD dan SMP). Keikutsertaan ibu bersalin menjadi akseptor KB pascasalin yaitu sebanyak 108 orang. Ada hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB pascasalin di Puskesmas Margasari dengan hasil signifikan (p. value <0,05)Simpulan: Ada hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB pascasalin di Puskesmas Margasari. Kata kunci: ibu bersalin, KB pascasalin, pendidikan, usia
Dukungan Kesehatan Mental Ibu Hamil untuk Mewujudkan Kesejahteraan Fisik dan Mental Jangka Panjang Putri Yuliantie; Frani Mariana; Siti Hateriah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26322

Abstract

ABSTRAK Kehamilan merupakan masa perubahan fisik dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada ibu hamil, seperti kecemasan, stres, dan depresi. Kurangnya pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan mental serta belum optimalnya dukungan keluarga dan kader kesehatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan ibu selama kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan mental, meningkatkan dukungan suami, serta memperkuat peran kader kesehatan dalam pendampingan kesehatan mental ibu hamil. Metode kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak puskesmas, skrining kesehatan mental menggunakan Self Rating Questionnaire (SRQ-20), pemberian kuesioner dukungan suami dan pengetahuan kader, edukasi kesehatan mental, serta pendampingan oleh kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar ibu hamil tidak berisiko mengalami gangguan mental emosional (78,9%), sebagian besar suami memiliki dukungan baik terhadap ibu hamil (68,4%), serta mayoritas kader memiliki pengetahuan dan sikap positif dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan keluarga serta kader kesehatan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental ibu hamil berbasis masyarakat. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kader Kesehatan, Kesehatan Mental, SRQ-20  ABSTRACT  Pregnancy is a time of physical and psychological changes that can increase the risk of mental health disorders in pregnant women, anxiety, stress, and depression. A lack of understanding of mental health among pregnant women and suboptimal support from family and health workers are among the factors that affect maternal well-being during pregnancy. This Community Service activity aims to increase knowledge of mental health among pregnant women, increase husband support, and strengthen the role of health workers in providing mental health assistance to pregnant women. The activity method is carried out through coordination with the community health center, mental health screening using the Self Rating Questionnaire, administering questionnaires on husband support and knowledge of health workers, mental health education, and support from health workers. The results of the activity showed that the majority of pregnant women were not at risk of experiencing emotional mental disorders (78.9%), most husbands had good support for pregnant women (68.4%), and the majority of health workers had knowledge and positive attitudes in supporting the mental health of pregnant women. This activity can increase the understanding and involvement of families and health workers in community-based promotive and preventive efforts for the mental health of pregnant women. Keywords: Pregnant Women, Health Cadre, Mental Health, SRQ-20
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU BERSALIN DENGAN KEIKUTSERTAAN MENJADI AKSEPTOR KB PASCASALIN DI PUSKESMAS MARGASARI Erni Ariani; Istiqomah Istiqomah; Putri Yuliantie; Winda Maolinda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4467

Abstract

Latar Belakang: KB pascasalin merupakan salahsatu program Pemerintah dalam menurunkan jumlah penduduk. KB pascasalin penting untuk diikuti oleh semua wanita 0–42 hari pasca melahirkan guna menjaga jarak kehamilan, mengatur kelahiran dan mencegah kehamilan berisiko dan tidak diinginkan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB Pascasalin di Puskesmas Margasari.Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 170 orang dan Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 170 orang. Sumber data dari data sekunder ibu bersalin dari januari – oktober 2023. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square.Hasil: Usia ibu bersalin terbanyak dalam penelitian ini berada dalam rentang 20 – 35 tahun, yaitu sebanyak 109 orang. Mayoritas tingkat pendidikan ibu bersalin adalah memiliki pendidikan dasar (SD dan SMP). Keikutsertaan ibu bersalin menjadi akseptor KB pascasalin yaitu sebanyak 108 orang. Ada hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB pascasalin di Puskesmas Margasari dengan hasil signifikan (p. value <0,05)Simpulan: Ada hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB pascasalin di Puskesmas Margasari. Kata kunci: ibu bersalin, KB pascasalin, pendidikan, usia