Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Gambaran Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan dengan Kasus Hipertensi dan Diabetes Melitus di Jawa Timur Tahun 2022 Rindy Asti Pratami; Maki Zamzam; Faridha Cahyani
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i3.1910

Abstract

Quality Service Standards or SPM are regulations regarding the type and quality of basic services that must be owned by the state, which at least are obtained by every citizen without exception. The prevalence of hypertension in East Java Province is 36.32%, while the prevalence of Diabetes Mellitus (DM) is 2.6%. This value is estimated by the large population in East Java who suffer from hypertension and DM. The purpose of this study was to describe the description of the achievement of Minimum Service Standards (MSS) indicators in the health sector in cases of hypertension and diabetes mellitus in East Java Province in 2022. The research method was a descriptive study with a retrospective design using secondary data screening on the achievement of MSS service targets in the health sector in cases of hypertension and diabetes mellitus in East Java Province. The research results obtained were that the percentage of achievement of MSS in the health sector in cases of hypertension and DM had increased from 2020 to 2022. As many as 38 regencies/cities in East Java Province had total achievement of MSS for hypertension and DM services in East Java Province at number 58% and 96%. As many as 17 out of 38 districts/cities in East Java Province whose percentage score for achievement of MSS is below the total percentage for achievement of hypertension MSS in East Java Province. Meanwhile, in the achievement of MSS DM, as many as 7 out of 38 districts/cities in East Java Province still have not reached the total percentage of achievement of the MSS DM target.
Biopsychosocial Factors Affecting Quality of Life in Post-stroke Patients: A Path Analysis Evidence from Surakarta Hospital, Central Java Zamzam, Maki; Tamtomo, Didik Gunawan; Widyaningsih, Vitri
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Basic health research shows that the prevalence of non-communicable diseases has in
Characterization of Airborne Microplastics Particles on Urban Roads: Types, Sizes, and Total Particles Wati, Mimin Setia; Akas Yekti Pulih; Zamzam, Maki; Wikurendra, Edza Aria
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i2.2025.168-176

Abstract

Introduction: Airborne microplastics are part of air pollution that can enter the body orally, through direct contact with the skin and inhalation. Microplastic pollution raises concerns about health and environmental impacts, especially in urban areas with high activity. This study aims to characterize microplastic particles suspended in the air on urban roads by identifying the type, size, and total number of particles. Methods: Sampling method was carried out systematically in four strategic locations with high traffic levels. Laboratory analysis using a combination of spectroscopy and optical microscopy techniques were carried out to identify the type of polymer contained in the particles and to measure the particle size distribution in detail. Results and Discussion: This study identified a total of 223 airborne microplastic particles across four urban sites, dominated by fiber types (>80%), likely from synthetic textiles. Particle sizes ranged from 0.2 mm to 4.8 mm, with Small Microplastics (<1 mm) comprising over 60% and posing potential respiratory health risks. The highest concentration was found at Point 2 (63 particles), influenced by high traffic and nearby industry. Conclusion: Microplastics, which are predominantly in the form of fibers, especially small (<1 mm) in size, which are easily dispersed by the wind and have the potential to endanger health through inhalation, are thought to come from tire friction and industrial and household activities.
EDUKASI STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN SENAM SEHAT MENCEGAH OBESITAS Herdiani, Novera; Zamzam, Maki; Wijaya, Satriya; Rahmawati, Yulia; Sagitaria, Salsa Bintang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48586

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat, baik di negara maju maupun berkembang. Pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup sedentari menjadi penyebab utamanya. Salah satu upaya pencegahan obesitas adalah melalui peningkatan aktivitas fisik seperti senam sehat dan pengelolaan status gizi yang tepat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang status gizi dan aktifitas fisik melalui pengukuran antropometri dan senam sehat mencegah obesitas. Metode pelaksanaan dengan beberapa metode antara lain; penyuluhan, tanya jawab, diskusi, praktik senam sehat. Sasaran peserta dalam kegiatan ini adalah santri Pondok Pesantren Sidoarjo. Hasil pengmas yang dihadiri oleh 100 santri yaitu hampir setengah berusia 14 tahun (34%), sebagian besar adalah jenis kelamin perempuan 66 orang (66%). Hasil evaluasi penilaian pretest dan posttest diketahui sebagian besar santri mengalami peningkatan pengetahuan mengenai status gizi dan aktifitas fisik melalui pengukuran antropometri dan senam sehat (95%). Status gizi menurut IMT sebagian besar adalah normal (62%). Status gizi menurut Lila sebagian besar adalah normal (87%) dan KEK (13%). Sebagian besar peserta yang memiliki lingkar perut dalam kategori normal (89%) dan sebagian kecil (11%) beresiko obesitas. Sebagian besar peserta yang melakukan aktivitas fisik dalam kategori sering (54%) dan hampir setengah (43%) dalam kategori normal. Hasil dari pengabdian ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri sadar betapa pentingnya mencegah obesitas dengan memantau status gizi dan melakukan aktifitas fisik rutin. Diharapkan, santri akan memberdayakan dan meningkatkan keterampilan santri secara berkelanjutan melalui berbagai penilaian status gizi dan pelatihan pengukuran status gizi baik langsung dan tidak langsung untuk mencegah obesitas.
An Analysis of Risk Factors Contributing to Nutritional Problems and Stress among Students at the “X” Islamic Boarding School, Sidoarjo Zamzam, Maki Zamzam
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 9 No 2 (2025): Medical Technology and Public Health Journal September 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v9i2.6491

Abstract

Students at the “X” Islamic Boarding School in Sidoarjo face nutritional problems (deficiency or excess) and stress due to academic burden, strict rules, and adaptation to a new environment. This study investigated the multifaceted relationship between nutritional intake, physical activity, nutritional knowledge, social support, counseling guidance, coping strategies, and stress levels about the nutritional status of students aged 13–17 years (n = 91) using a cross-sectional design. Data were collected through a structured questionnaire that measured academic burden, social pressure, social support, counseling services, coping success, nutritional knowledge, peer support, self-efficacy in choosing food, eating patterns, and anthropometric measurements (weight, height, and BMI/Age). Bivariate analysis revealed that academic burden (p < 0.001), social support (p = 0.035), counseling guidance (p = 0.011), and coping (p = 0.015) were significantly associated with stress, while social pressure was not (p = 0.611). Stress significantly influenced nutritional status (p=0.001), while nutritional knowledge (p=0.013), peer support (p=0.002), self-efficacy (p=0.014), and dietary patterns (p<0.001) were significantly correlated with nutritional status. In conclusion, psychosocial factors and nutritional behavior simultaneously influence the physical and mental well-being of students, so a comprehensive strategy is needed to improve student well-being that includes academic management, strengthening social support, counseling services, increasing knowledge and coping, and dietary education.  Keywords: students, nutritional problems, stress, Islamic boarding schools
ANALISIS SPASIAL SEBARAN TIKUS PEMBAWA LEPTOSPIRA DI PELABUHAN TANJUNG PERAK DAN GRESIK Syndi Munawaroh; Maki Zamzam; Mas Adhi Hardian Utama
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1788

Abstract

Berdasarkan data angka kematian akibat dari penyakit leptospirosis, Indonesia menduduki posisi teratas ketiga setelah Uruguay dan India. Bakteri leptospira muncul di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Tikus dapat memberikan dampak negatif yang signifikan pada kesehatan, salah satu penyakit yang disebabkan oleh kehadiran tikus adalah leptospirosis. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis spasial dengan data sekunder. Data didapatkan dari KKP wilayah kerja Tanjung Perak dan Gresik Data penelitian ini pada bulan Mei tahun 2023. Lokasi penelitian berada di dua titik yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Dan Pelabuhan Gresik.. Hasil penelitian terhadap tikus pembawa leptospirosis di lokasi penelitian membuktikan, bahwa dari 100 perangkap tikus dari pelabuhan tanjung perak ditemukan 17 tikus, 3 jenis yang teridentifikasi sebagai Mus Musculus, Rattus tanezumi, dan Rottus norvegicus. Sedangkan perangkap tikus yang ada di wilker Gresik mengidentifikasi hanya satu jenis tikus yang diidentifikasikan sebagai Rattus norvegicus, dan tidak menunjukkan positif leptospirosis. Analisis hasil pemetaan menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki sebaran tikus pembawa leptospirosis yang lebih banyak daripada pelabuhan Gresik. diperlukan pengendalian lebih intensif di wilayah tersebut dan rekomendasi termasuk peningkatan program pengendalian tikus, kebersihan lingkungan, dan edukasi masyarakat. Hasil ini menjadi dasar penting untuk strategi pengendalian dan pencegahan leptospirosis di Pelabuhan Tanjung Perak.
SOSIALISASI PEMANFAATAN KULIT MANGGIS SEBAGAI ALTERNATIF TANAMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI SANTRI PONDOK PESANTREN DI SIDOARJO Herdiani, Novera; Zamzam, Maki; Wijaya, Satriya; Biladi , Maslikhatul Amilatil; Tazkiyah, Fadlilatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30852

Abstract

Status gizi adalah ketika ada keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dan kebutuhan zat gizi untuk metabolisme tubuh. Obesitas adalah masalah gizi yang dihadapi banyak remaja Indonesia. Manggis adalah salah satu tanaman yang digunakan untuk mengobati obesitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan kulit manggis sebagai alternatif tanaman herbal untuk meningkatkan status gizi santri. Metode pelaksanaan dengan beberapa metode antara lain; penyuluhan, tanya jawab, diskusi, video serta pelatihan berupa praktek langsung status gizi. Sasaran peserta dalam kegiatan ini adalah santri putra dan putri Pondok Pesantren Sidoarjo. Hasil pengmas yang dihadiri oleh 61 santri yaitu hampir setengah berusia 17 tahun (33%), sebagian besar adalah jenis kelamin perempuan 40 orang (65,6%). Status gizi menurut IMT sebagian besar adalah normal (73,8%). Status gizi menurut Lila sebagian besar adalah normal (73,8%), dan obesitas (1,6%), serta underweight (16,4%). Kadar lemak yang sebagian besar adalah normal (65,6%), dan sebagian kecil adalah sangat tinggi (3,4%). Hasil evaluasi penilaian pretest dan posttest diketahui sebagian besar santri mengalami peningkatan pengetahuan mengenai penerapan pemanfaatan kulit manggis sebagai alternatif tanaman herbal untuk status gizi santri (85,3%). Sangat jelas terlihat para santri sangat terlibat dalam kegiatan ini dan aktif bertanya dan diskusi. Pelatihan penilaian status gizi lebih mudah untuk dipahami secara langsung dan santri sangat ingin mencoba secara mandiri. Sebagian besar santri (90%) memilih metode praktik langsung. Hasil dari pengabdian ini mungkin membuat santri sadar betapa pentingnya menggunakan kulit manggis sebagai alternatif tanaman herbal untuk meningkatkan status gizi. Diharapkan, santri akan memberdayakan dan meningkatkan keterampilan dalam menilai status gizi dan menerapkan penggunaan kulit manggis sebagai bahan alami untuk mencegah masalah kesehatan lebih lanjut
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MASALAH GIZI DAN STRES DI PESANTREN BURHANUL HIDAYAH SIDOARJO Zamzam, Maki; Herdiani, Novera; Algristian, Hafid; Anggraeni, Yulia; Ramadhani, Maulani Putri; Radiani, Qilmi Faradila; Wardani, Amelia Citra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37411

Abstract

Pondok pesantren Burhanul Hidayah memiliki hampir 700 santri aktif dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang tinggal di asrama. Santri menghadapi berbagai stressor karena latar belakang yang berbeda dari lingkungan sekolah lain. Status gizi santri dipengaruhi oleh kecukupan asupan gizi harian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang masalah gizi dan stres melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dengan peserta santri putra dan putri. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masalah gizi dan stres pada santri. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan kesehatan santri. Penyuluhan kesehatan harus rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan para santri.