Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Comparative Analysis of Seaweed Cultivation Production (Eucheuma spinosum) Longline Method using Rope Strecht and Circular Net Stretch: Analisis Perbandingan Produksi Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Metode Longline Menggunakan Bentangan Tali dan Bentangan Jaring Bundar Jasman, Ady; Rusdi, Rismawaty; Malik, Andi Adam; Sahabuddin, Sahabuddin; Yushra, Yushra
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v25i2.2024.71-79

Abstract

Produktivitas rumput laut dapat ditingkatkan dengan metode budidaya berkelanjutan yang tepat guna dan ramah lingkungan dalam penerapannya. Percobaan menggunakan bentangan jaring bundar adalah modifikasi dari metode longline dengan bentangan tali dan diharapkan dapat meningkatkan produksi, melindungi dari serangan hama dan thallus yang patah akibat arus, serta meminimalisir waktu dan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan membandingkan produksi rumput laut dengan metode longline menggunakan bentangan tali dan bentangan jaring bundar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen di lapangan dan wawancara pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan modifikasi bentangan jaring bundar pada penelitian ini kurang efektif untuk digunakan dalam budidaya rumput laut jenis Eucheuma spinosum. Meskipun terlihat mengalami pertumbuhan, akan tetapi, produksi dengan bentangan tali lebih tinggi dibandingkan dengan bentangan jaring bundar. Rekomendasi untuk penggunaan modifikasi jaring bundar dapat dilakukan dengan memperhatikan ukuran mesh-size jaring dan mencoba jenis jaring lain yang tidak mudah terserang hama. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah musim tanam dan kedalaman bentangan agar rumput laut tetap mendapatkan cahaya dan suplai nutrisi yang tercukupi untuk pertumbuhan.
Green Mussel Biofilter System in Vannamei Shrimp Farming Yushra, Yushra; Malik, Andi Adam; Sahabuddin, Sahabuddin; Quraisyin, Muh. Iqbal
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): December
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i4.236

Abstract

Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) farming in Pinrang Regency faces various challenges, including high mortality rates, slow growth, and attacks by various diseases, which are largely caused by poor water quality. This study aims to assess the potential of using green mussels (Perna viridis) as a biofilter to improve water quality and, in turn, enhance shrimp farming productivity. The research was conducted in Suppa District, using shrimp ponds managed with a traditional system and equipped with water reservoirs. Green mussels were used in the biofiltration system to improve water quality. The results showed that the use of green mussels significantly reduced the concentration of heavy metals such as mercury (Hg), copper (Cu), cadmium (Cd), lead (Pb), and zinc (Zn) in the pond water. This improvement in water quality contributed to an increase in shrimp production to 582 kg/ha, a significant rise compared to the previous production level of 250 kg/ha and the national average of 500 kg/ha. The biofiltration process by green mussels helped reduce pollutants and created a healthier environment for shrimp growth. These findings suggest that using green mussels as a biofilter can effectively improve water quality and Vannamei shrimp farming productivity, while providing an environmentally friendly solution to enhance production yields in the shrimp farming industry in the region.
The effect of the ratio of male to female Broodstock on the production of tilapia (Oreochromis niloticus) Seed Herman, Azman; Malik, Andi Adam; Sahabuddin, Sahabuddin; Yushra, Yushra; Rusdi, Rismawaty
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 2 (August, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i2.14980

Abstract

This research was conducted from November to December 2023 at the Production Centre of Pangkajene Fish Seed Institute, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi Province. The objective of this study was to determine the effect of the ratio of male and female broodstock on tilapia seed production, and to determine the ratio of male and female broodstock that produce the most seed production. The design used was a completely randomised design with 4 treatments and 3 replications. The data obtained were presented in the form of graphs and tables. The effect of treatment was analysed using analysis of variance (ANOVA) followed by Tukey's test. The results of the analysis showed that the ratio of male to female broodstock had a significant effect on tilapia fry production (P < 0.05) Sig = 0.034. The highest seed production was found in treatment C (1 male: 4 females) with an average production of 71,000 seeds. Treatment B (1 male: 3 females), 51,000 seeds, treatment D (1 male: 5 females), 34,000 seeds and treatment A (1 male: 1 female) with an average production of 21,000 seeds. It can be concluded that the ratio of male to female broodstock has a significant effect on the production of nila fish fry (Oreochromis niloticus). The highest fry production was obtained in the ratio 1 male; 4 females.Keywords: Broodstock; Production; Ratio; Seed; Tilapia
public awareness about climate change impacts and the importance of plastic waste management through the Climate Village Program (ProKlim) Gaffar, Syamsidar; Haryono, M Gandri; Laga, Asbar; Jabarsyah, Abdul; Firdaus, Muhammad; Roem, Muhamad; Taqwa, Amrullah; Rachmawanti, Dori; Achyani, Ratno; Alawiyah, Tuty; Irawati, Heni; Wiharyanto, Dhimas; Salim, Gazali; Yushra, Yushra; Yusuf, Muhammad Yusfi; Romdoni, Taufiq Ahmad; Kase, Ardy Andreas Bernard; Muhtar, Dian Islamia; Saputri, Resti Amelia; Rahmadania, Sabrina Nourramzy; Theresia, Theresia; Damanik, Balqis Nurmauli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/38d97k39

Abstract

Abstrak Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah pesisir yang rentan seperti Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan botol plastik bekas, telah memperburuk pencemaran plastik dan mengancam ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah plastik dan program iklim, pelatihan aksi nyata, serta evaluasi. Kegiatan edukasi di Pantai Amal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampak pencemaran plastik dari budidaya rumput laut. Diskusi interaktif mendorong warga mengevaluasi praktik lama dan mencari solusi ramah lingkungan. Siswa juga berinisiatif melakukan kampanye lingkungan di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif membangun kesadaran kolektif di wilayah pesisir. Kata Kunci: ProKlim, Pantai Amal, Iklim
IMPROVING WATER FILTERS AS AN EFFORT TO IMPROVE COASTAL COMMUNITY AWARENESS REGARDING CLEAN WATER SANITATION Irawati, Heni; Wiharyanto, Dhimas; Taqwa, Amrullah; Achyani, Ratno; Jabarsyah, Abdul; Rachmawani, Dori; Firdaus, Muhammad; Laga, Asbar; Roem, Muhammad; Salim, Gazali; Alawiyah, Tuty; Haryono, M Gandri; Gaffar, Syamsidar; Yushra, Yushra; Yusuf, Muhammad Yusfi; Muhtar, Dian Islamia; Romdoni, Taufiq Ahmad; Kase, Ardy Andreas Bernard; Zunianto, Anang; Susanto, Hermawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/a20fnw54

Abstract

Abstract Tarakan City has potential groundwater that can be utilized as a source of clean water for the community. However, its utilization is currently constrained by the poor groundwater quality, thus necessitating filtration efforts. A simple technology that can be applied is filtration using waste shells of kapah clams (Meretrix sp.), which are abundantly available in coastal area of Pantai Amal Subdistrict. This activity aims to raise community awareness about the importance of clean water sanitation while providing training on how to utilize kapah clam shells as basic materials for simple water filters. The methods used in this program include public socialization, demonstration of water filter production, and assistance to the community. The filter media used in this process are kapah clam shells combined with activated carbon, quartz sand, and gravel. The application is expected to improve groundwater quality to meet environmental health standards as stipulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2 of 2023. The result showed that kapah clam shells have been proven effective as a filtration medium, particularly in improving the physical quality of water, and can serve as an alternative solution for communities in accessing suitable clean water. Keywords: groundwater, kapah clam shells (Meretrix sp.), higiene and sanitation, environmental health   Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat. Namun saat ini pemanfaatannya masih terkendala oleh kualitas air tanah yang belum memenuhi standar baku mutu, sehingga perlu dilakukan upaya penyaringan air. Salah satu teknologi sederhana yang dapat diterapkan adalah filtrasi menggunakan limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) yang banyak tersedia di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Pantai Amal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi air bersih, sekaligus memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan limbah cangkang kapah sebagai bahan filter air sederhana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan filter air, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan filter adalah cangkang kapah yang dikombinasikan dengan arang aktif, pasir kuarsa, dan kerikil. Penggunaan filter sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas air tanah hingga memenuhi standar kesehatan lingkungan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah cangkang kapah sebagai media filter cukup efektif dalam memperbaiki kualitas air secara fisik dan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan air bersih yang layak. Kata Kunci: Air tanah, cangkang kerang kapah (Meretrix sp.), higiene dan sanitasi, kesehatan lingkungan  
INCREASING COASTAL COMMUNITY AWARENESS REGARDING PERSONAL AND ENVIRONMENTAL HEALTH IN THE BINALATUNG AREA, PANTAI AMAL VILLAGE, TARAKAN CITY Firdaus, Muhammad; Roem, Muhammad; Taqwa, Amrullah; Achyani, Ratno; Jabarsyah, Abdul; Rachmawani, Dori; Laga, Asbar; Wiharyanto, Dhimas; Irawati, Heni; Salim, Gazali; Alawiyah, Tuty; Haryono, M Gandri; Gaffar, Syamsidar; Yushra, Yushra; Yusuf, Muhammad Yusfi; Muhtar, Dian Islamia; Romdoni, Taufiq Ahmad; Kase, Ardy Andreas Bernard
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/v79jmz56

Abstract

Abstract Binalatung area in Pantai Amal Subdistrict is a coastal zone that has developed as a seaweed cultivation center and tourist destination in Tarakan City. However, the economic growth and settlement expansion in this region are not yet balanced with public awareness of environmental health and sanitation. This community engagement program aimed to raise awareness through health education, community discussion, and basic medical checkups for coastal residents. The methods involved coordination with local stakeholders, distribution of educational materials (brochures and posters), face-to-face discussions, and health services in collaboration with Pantai Amal Public Health Center. The results showed high community participation as reflected in enthusiasm during health consultations and discussions. These findings indicate that a collaborative and direct educational approach is effective in increasing public understanding of the connection between environmental conditions, personal health, and quality of life. This activity is expected to serve as a foundational intervention model for similar coastal communities. Keywords: environmental health, coastal community, sanitation, Binalatung   Abstrak   Wilayah Binalatung di Kelurahan Pantai Amal merupakan kawasan pesisir yang berkembang sebagai sentra budidaya rumput laut dan destinasi wisata Kota Tarakan. Namun, pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pemukiman di wilayah ini belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan kesehatan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, diskusi, dan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung kepada warga pesisir. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, distribusi media edukasi (brosur dan poster), diskusi tatap muka, serta layanan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Pantai Amal. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat yang ditandai dengan antusiasme dalam mengikuti pemeriksaan dan diskusi kesehatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis edukasi langsung efektif dalam membangun pemahaman warga terhadap hubungan antara kondisi lingkungan dengan kesehatan pribadi dan kualitas hidup. Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi awal yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk wilayah pesisir lainnya dengan karakteristik serupa.   Kata Kunci: kesehatan lingkungan, masyarakat pesisir, sanitasi, Binalatung