Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KAJIAN POTENSI PENINGKATAN PERMUKIMAN DI KAWASAN PESISIR DAMPAK ABRASI DENGAN PEMANFAATAN INDERAJA (Studi kasus : Pantai wisata Binalatung, Kota Tarakan) Prihartanto, Eko; Roem, Muhamad
Jurnal Harpodon Borneo Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.935 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v9i2.168

Abstract

The Tarakan island is geographically surrounded by seas has the potential to damage by abrasion. Potential occurring in areas affected by abrasion thus reducing the total land area. Reduced land area has caused difficulties in the development of human space activities  in  the  activity.  The  coastal  area  as  an  area  predominantly  inhabited  by fishermen to settle because it was easy access to the sea. Another advantage of the coastal region has a panoramic coastal give more value from the tourism sector, it is attracting tourists to visit. Tarakan city have coastal of binalatung  to tourist attractions as the beach, which is located in the Eastern city of Tarakan. Attraction area is exposed to abrasion so interesting for the case study research done on the impact of the erosion of the settlement. The study was conducted using remote sensing Google Earth, to the extent that it has impacted the analysis of abrasion, and the condition of the settlement around the attraction. Results obtained in the form of reviews the impact of the area exposed to abrasion with increased abrasion settlement that makes the area a tourist area. Keywords : Abrasion, Google Earth, Settlement.
ASOSIASI MAKROALGA DENGAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU PANJANG Roem, Muhamad; Wiharyanto, Dhimas; Darnawati, Darnawati
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.199 KB) | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i1.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi makroalga dan lamun seperti persentase penutupan, kerapatan, komposisi jenis serta asosiasi makroalga dengan lamun di Perairan Pulau Panjang. Penelitian ini dilaksanakan, pada Bulan Desember 2016 ? April 2017 bertempat di perairan Pulau Panjang. Dalam penelitian ini digunakan metode transek kuadrat secara sistematis sampling pada ekosistem lamun. Transek kuadrat yang digunakan adalah transek kuadrat berukuran 0,5 x 0,5 m dengan masing-masing 6 stasiun yang terdiri 3 sub stasiun dan masing-masing sub stasiun terdiri dari 5 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di perairan Pulau Panjang ditemukan 13 jenis makroalga yakni : Hypnea pannosa, Halimeda simulans, Padina boergensenii, Halimeda opantia, Cystoseira sp, Caulerpa sp, Halimeda cylindraca, hypnea sp, Codium sp dan Clorodesmis fastigiata, Sargassum sp, Avrainvillea ercta, Amphiroa sp, dan Caulerpa sp, sedangkan jenis lamun yang ditemukan ada 6 jenis yakni : Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichi, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium dan Enhalus acoroides. Kerapatan makroalga yang ditemukan berkisar 10.4 tegakan/m2, sedangkan lamun terdapat pada jenis Thalassia hemprichi dengan kisaran antara 634 tegakan/m2. Penutupan makroalga dan lamun pada perairan Pulau Panjang termasuk dalam kondisi baik/kaya. Asosiasi makroalga dengan lamun yang didapatkan di perairan Pulau Panjang yaitu bernilai negatif artinya saling berkompetensi (bersaing).
Pendampingan Pembuatan Produk Inovasi Berbasis Pangan Lokal Hasil Perikanan Cahyani, Reni Tri; Umami, Nurrahmi; Gusriani, Gusriani; Abdiani, Ira Maya; Roem, Muhamad; Suherman, Oki; Musrinah, Musrinah; Oktovianus, Enilin; Sari, Ayu Indah; Indriawati, Resty
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i1.4855

Abstract

Ikan merupakan sumber protein potensial bagi pencegahan stunting pada anak, Ikan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan inovatif sehingga disukai anak-anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting dalam pembuatan produk inovasi berbasis pangan lokal hasil perikanan di Desa Long Loreh, Kabupaten Malinau. Kegiatan terdiri dari 3 tahap yaitu, Koordinasi, Persiapan dan Pelaksanaan. Hasil dari kegiatan ini, peserta mampu membuat empat jenis produk inovasi berbasis surimi. Peserta mendapatkan pengetahuan sekaligus ketrampilan dalam pembuatan produk inovasi berbasis bahan lokal hasil perikanan untuk dapat diterapkan pada menu makanan sehari-hari sehingga dapat mendorong peningkatan status gizi pada anak.
ASSOCIATION BETWEEN ECHINOID AND SEAGRASS COMMUNITY IN DERAWAN ISLAND WATERS Roem, Muhamad; Setianingrum, Retno; Weliyadi, Encik
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i2.3608

Abstract

Sea urchins a biota that is often associated with seagrasses were often found in seagrass beds. The objectives of this research were to discover the condition of sea urchins and seagrass, such as diversity, uniformity, dominance in sea urchins, density, and cover on seagrass, and related to variables in this research. This research was conducted on Derawan Island. The research method that was used is a 5m x 5m (sea urchin) quadrate and 0.5m x 0.5m (seagrass) placed intentionally on 2 stations with a total of 30 quadrats. The results found 3 species of sea urchins and 4 species of seagrass. At station 1 abundance of sea urchins is 2.94 individual/m2 whereas at station 2 is 0,28 individual/m2. At station 1 seagrass density 117,33 shoot/m2 whereas station 2 is 120,13 shoot/m2. Seagrass cover at station 1 is 58,75% and at station 2 is 60,28%. The dominant sea urchin species is Diadema setosum with the following diversity values H'=0,36, E=0,3, and C=0.81. There was no significant difference between variables at each station except temperature (0.020<0.05) and DO (0.027<0.05). Variables that were correlated with sea urchins in the seagrass ecosystem are nitrate, salinity, phosphate, temperature, and pH. The association with seagrasses in Derawan Island is positive.
PELATIHAN PEMANFAATAN HASIL SAMPING PENGOLAHAN DAGING IKAN LUMAT BEKU DI KELURAHAN KARANG ANYAR PANTAI, KOTA TARAKAN Cahyani, Reni Tri; Imra, Imra; Abdiani, Ira Maya; Alawiyah, Tuty; Yulma, Yulma; Roem, Muhamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.6217

Abstract

Industri pengolahan daging ikan lumat beku dapat menghasilkan limbah padat berupa tulang ikan yang sulit terurai sehingga berpotensi mencemari lingkungan perairan. Padahal, tulang ikan diketahui mengandung zat gizi mikro seperti kalsium dan fosfor dan dapat difortifikasikan pada produk pangan untuk meningkatkan nilai gizinya. Selain itu, pengolahan produk pangan berbasis tulang ikan dapat menjadi peluang usaha untuk meningkatkan ekonomi dan produktivitas bagi masyarakat sekitar. Program ini merupakan program kedua dari serangkaian Program Kemitraan Masyarakat yang diberikan kepada mitra sasaran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra sasaran tentang pemanfaatan hasil samping pengolahan daging ikan bulan-bulan lumat beku menjadi produk pangan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah demo dan praktik langsung. Hasil dari program ini adalah mitra telah mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan produk pangan berbasis tulang ikan bulan-bulan dan dapat menghasilkan tiga produk pangan yaitu kerupuk, crackers, dan sus kering.
public awareness about climate change impacts and the importance of plastic waste management through the Climate Village Program (ProKlim) Gaffar, Syamsidar; Haryono, M Gandri; Laga, Asbar; Jabarsyah, Abdul; Firdaus, Muhammad; Roem, Muhamad; Taqwa, Amrullah; Rachmawanti, Dori; Achyani, Ratno; Alawiyah, Tuty; Irawati, Heni; Wiharyanto, Dhimas; Salim, Gazali; Yushra, Yushra; Yusuf, Muhammad Yusfi; Romdoni, Taufiq Ahmad; Kase, Ardy Andreas Bernard; Muhtar, Dian Islamia; Saputri, Resti Amelia; Rahmadania, Sabrina Nourramzy; Theresia, Theresia; Damanik, Balqis Nurmauli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/38d97k39

Abstract

Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah pesisir yang rentan seperti Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan botol plastik bekas, telah memperburuk pencemaran plastik dan mengancam ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah plastik dan program iklim, pelatihan aksi nyata, serta evaluasi. Kegiatan edukasi di Pantai Amal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampak pencemaran plastik dari budidaya rumput laut. Diskusi interaktif mendorong warga mengevaluasi praktik lama dan mencari solusi ramah lingkungan. Siswa juga berinisiatif melakukan kampanye lingkungan di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif membangun kesadaran kolektif di wilayah pesisir.
Analisis Tinggi Muka Air Kanal Bandara Kota Tarakan Akibat Pengaruh Pasang Surut Menggunakan HEC-RAS 6.0 Amiruddin, Aswar; Roem, Muhamad; Faizal, Rahmat
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.868

Abstract

Abstrak Banjir akibat air pasang atau banjir rob merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah pesisir yang menggenangi bagian daratan di wilayah pesisir yang memiliki ketinggian (elevasi) lebih rendah dari muka air laut pasang tinggi. Kejadian banjir akibat pasang ini sudah memasuki area pemukiman penduduk di beberapa titik lokasi di Tarakan termasuk di sekitar kanal bandara Kota Tarakan. Berdasarkan pengamatan lapangan terdapat pemukiman warga di sisi kiri aliran kanal bandara Kota Tarakan, sehingga genangan mengganggu aktivitas warga. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi muka air pada penampang kanal bandara Kota Tarakan akibat pasang surut dan banjir rancangan periode ulang 5 dan 10 tahunan. Metode yang digunakan untuk menganalisis tinggi muka air kanal bandara Kota Tarakan yakni menggunakan software HEC-RAS. Berdasarkan hasil analisis tinggi muka air menggunakan HEC-RAS diperoleh tinggi muka air penampang kanal bandara Kota Tarakan akibat banjir 5 tahunan dan 10 tahunan yang terjadi bersamaan dengan pasang tertinggi (HHWL) diperoleh tinggi muka air pada penampang sta 0+100 - 1+000 sebesar 3,8 m dan penampang 1+100 - 1+500 sebesar 3,81 m. Dari hasil penelitian ini maka disarankan pemerintah membangun pengendalian banjir dengan membuat tanggul dengan elevasi +4,5 m dari datum muka air terendah (LLWL). Kata kunci: Banjir rancangan, HEC-RAS, pasang surut, tinggi muka air,  Abstract Floods caused by high tides or tidal floods are one of the disasters that often occur in coastal areas that inundate the mainland areas in coastal areas that have lower elevations than the high tide sea level. The occurrence of tidal floods has entered residential areas at several locations in Tarakan, including around the Tarakan City airport canal. Based on field observations, there are residential areas on the left side of the Tarakan City airport canal, so the inundation disturbs the activities of the residents. Based on this problem, this study aims to determine the water level in the section of the Tarakan City airport canal due to tidal floods and floods with a 5-year and 10-year return period. The method used to analyze the water level of the Tarakan City airport canal is by using the HEC-RAS software. Based on the analysis results of the water level using HEC-RAS, the water level in the Tarakan City airport canal section due to a 5-year and 10-year flood that occurs simultaneously with the highest tide (HHWL) was obtained the water level at the sta 0+100 - 1+000 section is 3,8 m and the section of 1+100 - 1+500 is 3,81 m. From the results of this study, it is recommended that the government build flood control by constructing embankments with an elevation of +4,5 m from the lowest water level datum (LLWL). Keywords: Flood design, HEC-RAS, tides, water level,
public awareness about climate change impacts and the importance of plastic waste management through the Climate Village Program (ProKlim) Gaffar, Syamsidar; Haryono, M Gandri; Laga, Asbar; Jabarsyah, Abdul; Firdaus, Muhammad; Roem, Muhamad; Taqwa, Amrullah; Rachmawanti, Dori; Achyani, Ratno; Alawiyah, Tuty; Irawati, Heni; Wiharyanto, Dhimas; Salim, Gazali; Yushra, Yushra; Yusuf, Muhammad Yusfi; Romdoni, Taufiq Ahmad; Kase, Ardy Andreas Bernard; Muhtar, Dian Islamia; Saputri, Resti Amelia; Rahmadania, Sabrina Nourramzy; Theresia, Theresia; Damanik, Balqis Nurmauli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/38d97k39

Abstract

Abstrak Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah pesisir yang rentan seperti Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan botol plastik bekas, telah memperburuk pencemaran plastik dan mengancam ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah plastik dan program iklim, pelatihan aksi nyata, serta evaluasi. Kegiatan edukasi di Pantai Amal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampak pencemaran plastik dari budidaya rumput laut. Diskusi interaktif mendorong warga mengevaluasi praktik lama dan mencari solusi ramah lingkungan. Siswa juga berinisiatif melakukan kampanye lingkungan di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif membangun kesadaran kolektif di wilayah pesisir. Kata Kunci: ProKlim, Pantai Amal, Iklim
ASSOCIATION BETWEEN ECHINOID AND SEAGRASS COMMUNITY IN DERAWAN ISLAND WATERS Roem, Muhamad; Setianingrum, Retno; Weliyadi, Encik
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i2.3608

Abstract

Sea urchins a biota that is often associated with seagrasses were often found in seagrass beds. The objectives of this research were to discover the condition of sea urchins and seagrass, such as diversity, uniformity, dominance in sea urchins, density, and cover on seagrass, and related to variables in this research. This research was conducted on Derawan Island. The research method that was used is a 5m x 5m (sea urchin) quadrate and 0.5m x 0.5m (seagrass) placed intentionally on 2 stations with a total of 30 quadrats. The results found 3 species of sea urchins and 4 species of seagrass. At station 1 abundance of sea urchins is 2.94 individual/m2 whereas at station 2 is 0,28 individual/m2. At station 1 seagrass density 117,33 shoot/m2 whereas station 2 is 120,13 shoot/m2. Seagrass cover at station 1 is 58,75% and at station 2 is 60,28%. The dominant sea urchin species is Diadema setosum with the following diversity values H'=0,36, E=0,3, and C=0.81. There was no significant difference between variables at each station except temperature (0.020<0.05) and DO (0.027<0.05). Variables that were correlated with sea urchins in the seagrass ecosystem are nitrate, salinity, phosphate, temperature, and pH. The association with seagrasses in Derawan Island is positive.