Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH SABUT KELAPA DI KELURAHAN NAMU UKUR SELATAN Maharany, Rina; Sugianto, Raden Aris; Triansyah, Angga; Marpaung, Ozi Rizal; Fahrizal, Fahrizal; Najib, Zaki Abdullah; Ananda, Aulia; Saragih, Dina Arfianti; Pulungan, Delyana R; Aznur, Tifany Zia; Wahyuni, Ritna
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34085

Abstract

Dalam rangka menghadapi era new normal ini, kami melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa penyuluhan pembuatan Pupuk Organik Cair berbasis Sabut Kelapa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah Sabut Kelapa yg tidak terpakai. Metode yang digunakan dalam pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sabut Kelapa ini yaitu sistem fermentasi dengan menggunakan air 100 liter dan Campuran EM4 dengan perpaduan gula merah. Pertama yg perlu di lakukan adalah persiapan alat dan bahan, Selanjutnya siapkan air dengan Volume 100 liter, masukkan 10 kg Sabut Kelapa yg sudah di iris-iris, kemudian Larutkan gula merah ke dalam Larutan EM4 berkisar 300 ml, campurkan larutan EM4 tersebut ke dalam air yg sudah berisikan sabut kelapa, tutup toples hingga waktu yg sudah di tentukan yaitu 14 hari. Setelah fermentasi selama 7 hari buka tutup toples, coba di hirup apakah tercium aroma tape yg menandakan bahwa fermentasi tersebut berhasil di lakukan. yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu berupa satu produk pupuk organik cair berbasis sabut kelapa yg bertujuan untuk mengurangi limbah rumah tangga.
Deteksi Tepi untuk Mendeteksi Logo Asli Coca Cola dengan Menggunakan Metode Kirsch Ibrahim, Fahmy; Yasir, Amru; Wahyuni, Sri; Aznur, Tifany Zia
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 2 (2023): Artikel Periode September 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i2.3465

Abstract

The Coca-Cola Company (NYSE: KO) adalah sebuah perusahaan multinasional asal Amerika Serikat dalam bidang minuman, termasuk pabrikan, pengecer dan pemasar konsentrat minuman non alkohol dan sirup, yang bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Sejak tahun 1992, Coca-Cola Amatil yang berpusat di Sydney, Australia mengakuisisi semua perusahaan pembotolan Coca-Cola di Indonesia, kecuali Bangun Wenang Beverage Company (BWBC) yang berlokasi di Manado, Sulawesi Utara. Hasil akuisisi ini membuat perusahaan-perusahaan pembotolan tersebut menjadi satu perusahaan dengan nama Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI). Secara resmi Coca-Cola Amatil Indonesia terbagi menjadi 2 entitas legal, yaitu PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI) dan PT. Coca-Cola Distribution Indonesia (CCDI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil Metode Kirsch dalam deteksi logo asli Coca Cola menggunakan delapan Kernel. Pendeteksian logo asli coca cola secara konvensional harus memiliki tingkat ketelitian yang tinggi agar tidak ada kesalahan, namun keterbatasan indra penglihatan dapat menyebabkan kesalahan dalam deteksi logo coca cola, seiring dengan perkembangan teknologi peniliti ingin membuat suatu system yang dapat membaca tepi logo yang mana pendeteksian ini secara terkomputasi dengan begitu pendeteksian logo coca cola akan lebih efektif, dan diharapkan dapat membantu perusahan dan orang awam dalam deteksi logo coca cola yang asli
HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT STRATEGIES IN OIL PALM PLANTATION COMPANIES: A SWOT ANALYSIS APPROACH Delyana Rahmawany Pulungan; Muhammad Ari Nasution; Junita Elisabeth; Dina Arfianti Saragih; Tifany Zia Aznur; Wahyudi Maherza; Suhendri Suhendri; Purjianto; Lendra Faqrurrowzi
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 6 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i6.3609

Abstract

X is a company that has shifted its commodity from rubber to oil palm plantations. The company faces many challenges and difficulties in increasing the capacity and competence of its employees to support company productivity. The development of quality Human Resources (HR) can support various operational aspects. This study was conducted to analyze the factors influencing HR development at PT X using a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis. This study uses the SWOT analysis method to evaluate internal and external factors influencing HR development. Data were obtained through questionnaires and employee interviews at the company. A descriptive approach was used to provide an in-depth overview of the condition of HR development in the company. This study was conducted from August to October 2024. The results show that the condition of Human Resources in the company is in quadrant I, which leads to an aggressive strategy of using strengths to seize opportunities. HR development strategies include increasing training and technical assistance, focusing on modern cultivation skills, forming work groups, and increasing land productivity for optimal and sustainable results
"PULER" INNOVATION: PALM OIL MILL SOLID WASTE AS ORGANIC FERTILIZER TO SUPPORT SDG'S 12 Ika Ucha Pradifta R; Tifany Zia Aznur; Saroha Manurung; Aulia Juanda; Mahyunis; Dina Arfianti Saragih; Delyana R Pulungan; Ritna Wahyuni
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18725029

Abstract

Palm oil mill boiler ash is a solid industrial waste available in large quantities, but its utilization is still limited. This waste has alkaline properties and nutrient content that has the potential to improve the physical-chemical properties of tropical acid soils, such as pH, cation exchange capacity, and macronutrient availability, making it a potential sustainable soil ameliorant. This study aims to process organic fertilizer, namely an organomineral product based on boiler ash, with the aim of evaluating its chemical characteristics and assessing its potential application as a soil ameliorant. The analysis results show that Puler has a pH value of 9 and a nutrient composition that can improve soil quality without heavy metal concentrations above the Indonesian national standard threshold. These findings indicate that Puler can be an efficient alternative ameliorant and supports the utilization of palm oil industry waste. In addition, this puler also meets the criteria for organic fertilizer standards according to SNI 7763:2024
KOMPARASI BIAYA PENGENDALIAN GULMA DI GAWANGAN SECARA CHEMIS DAN MANUAL DI KEBUN PABATU PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II Ifma Aulya Harahap; Nurkhotimah Sinaga; Tifany Zia Aznur; Delyana Rahmawany Pulungan; Dina Arfianti Saragih
Agro Estate Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v9i2.388

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan komoditas unggulan perkebunan di Indonesia yang berkontribusi besar bagi perekonomian nasional. Salah satu tantangan utama dalam budidayanya adalah gulma yang menurunkan produktivitas melalui persaingan hara, air, dan cahaya. Umumnya, gulma dikendalikan secara manual dan chemis (kimiawi). Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya pengendalian gulma manual dan chemis di Afdeling I Kebun Pabatu PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data menggunakan Independent Sampel T-Test pada taraf α = 5%. Data penelitian berupa rencana anggaran biaya (RKAP) dan realisasi biaya pengendalian gulma tahun 2022–2024. Hasil menunjukkan rata- rata biaya pengendalian chemis sebesar Rp2.154,15/pokok, sedangkan manual Rp1.609,25/pokok. Selisih biaya Rp544,9 memperlihatkan bahwa pengendalian chemis lebih tinggi dibanding manual. Namun, uji T membuktikan bahwa perbedaan tidak signifikan secara statistik (T-hitung 1,953 < T-tabel 2,776). Dengan demikian, biaya kedua metode relatif setara. Dari sisi teknis, chemis lebih cepat dilaksanakan, sedangkan manual lebih ramah lingkungan. Temuan ini memberikan dasar bagi perusahaan dalam menentukan strategi pengendalian gulma yang sesuai kondisi kebun, curah hujan, tenaga kerja, dan anggaran yang tersedia.