Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi Stunting Menggunakan Metode Brainstorming dan Audiovisual terhadap Pengetahuan Ibu di Puskesmas Jayapura Utara: Stunting Education Using Brainstroming and Audiovisual Methods on Mother’s Knowledge at North Jayapura Health Center Siti Mulyani; Maxsi Irmanto; Sarni R. Bela
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4207

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh untuk mencapai pertumbuhan normal yang diakibatkan oleh status gizi kurang dalam periode waktu lama. Pencegahan serta penanganan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak stunting agar tidak berlanjut pada anak selanjutnya. Pemberian edukasi pada ibu dapat dilakukan menggunakan metode brainstorming dan audiovisual. Tujuan: Untuk Mengetahui Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Setelah Edukasi Stunting Menggunakan Metode Brainstorming Dan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu di Puskesmas Jayapura Utara. Metode: Desain penelitian adalah quasy experimental dengan desain penelitian pre-test-post-test control group design. Responden penelitian terdiri dari 134 ibu yang memiliki balita stunting yang terdiri dari dua kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 67 responden penelitian. Data pengetahuan ibu mengenai stunting dikumpulkan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Pemberian edukasi gizi mengenai stunting dilakukan dengan metode brainstorming (curah pendapat) menggunakan alat bantu leaflet. Pemberian edukasi gizi mengenai stunting dengan metode audiovisual dilakukan menggunakan film ilustrasi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Jayapura Utara pada bulan Agustus Tahun 2022. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Median pada skor pengetahuan ibu pada saat dilakukan intervensi mengalami peningkatan pada kedua kelompok kontrol brainstorming dan audiovisual dengan hasil masing-masing nilai median untuk skor pengetahuan kelompok audiovisual pre-test dengan nilai 13 dan post-test dengan nilai median 19. Sedangkan untuk kelompok brainstorming nilai median pre-test 14 dan nilai median post-test 19. Analisis statistik menggunakan uji beda Wilcoxon menunjukkan bahwa H0 ditolak atau ada perbedaan signifikan antara pengetahuan ibu mengenai stunting pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p=0,000). Kesimpulan: Ada perbedaan pemberian edukasi dengan metode brainstorming dan audiovisual sama-sama dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Jayapura Utara.
Sexual transactions as a means of acquiring drugs among inmates in Papua, Indonesia Fatiah, Mona Safitri; Tambing, Yane; Irjayanti, Apriyana; Bela, Sarni Rante Allo; Irmanto, Maxsi; Mollet, Genoveva C C; Sirait, Evelyn Gyan
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v7i2.13827

Abstract

Transactional sex has been recognized as a significant element hindering the reduction of drug usage in Papua, Indonesia. The national objective for drug usage reduction was established at 1.67% for 2024; nevertheless, this target remains unfulfilled. This research investigated the correlation between transactional sex and substance abuse among female and adolescent prisoners in Papua Province. A case-control approach was utilized, employing primary data gathered from May to September 2023 at the Special Correctional Institution for Juveniles (LPKA) and the Women’s Correctional Institution (LPP) in Papua. The research population consisted of 85 offenders incarcerated from 2021 to 2023. A total of 26 cases (drug users) and 59 controls (non-users) were included using total sampling, in a 1:2 ratio. Data were gathered using a modified version of the Rapid Survey Questionnaire on Injecting Drug User Behavior (SCP Penasun). Analysis was conducted using STATA version 14, employing multivariate logistic regression to identify related factors. In all, 30.6% of participants were identified as drug users according to case-control selection, rather than as an estimation of population-level prevalence. Inmates who indicated participation in transactional sex exhibited increased odds of drug acquisition (adjusted OR: 1.59; 95% CI: 0.46–5.39) after controlling for work status, past-year drug usage, and duration of use. The findings suggest a possible trend of heightened drug acquisition among inmates engaged in transactional sex, although the correlation remains ambiguous. Consequently, integrated therapies targeting both substance use and sexual risk behaviors are crucial in custodial environments.
Analisis situasi kejadian stunting pada bayi di bawah lima tahun (balita) Fatiah, Mona Safitri; Irjayanti, Apriyana; Irmanto, Maxsi; Tambing, Yane; Bela, Sarni Rante Allo
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.20785

Abstract

Proporsi kejadian stunting di Kabupaten Paniai tahun 2022 terbilang cukup tinggi, yaitu 45.2% sehingga perlu upaya penurunan dengan cara kegiatan Analisis Situasi (Ansis). Tujuan: pendampingan Perguruan Tinggi (PT) melalui analisis situasi Kabupaten Paniai. Metode: kegiatan dilakukan selama lebih kurang empat bulan, yaitu: 20 Juli – 20 November 2022 di Kabupaten Paniai. Data yang digunakan pada kegiatan ini merupakan data sekunder, dimana data yang sudah ada dianalisis menggunakan Software STATA 16. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa: tanya jawab (wawancara dengan pemegang program gizi Dinkes Kab. Paniai) dan Metode pengumpulan data. Hasil: demografi penduduk Kabupaten Paniai, yaitu 45% penduduk berjenis kelamin perempuan dengan status perkawinan terbanyak menikah (65%) dan sumber penghasilan utama sebagai petani 82%. Proporsi keluarga risiko stunting masih tinggi di Kabupaten Paniai sekitar 1,84% hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang terbilang cukup rendah proporsinya yaitu: pemberian MP-ASI (14,7%), pemanfaatan posyandu (!0,4%), penggunaan alat kontrasepsi (0,39%), rumah tidak layak huni (42,4%). Hasil wawancara ditemukan, efektivitas TPPS belum berjalan secara maksimal.
Penyuluhan dan Demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Sikat Gigi di SD Kampung Simporo Kabupaten Jayapura Irjayanti, Apriyana; Tambing, Yane; Bela, Sarni Rante Allo; Irmanto, Maxsi; Rumaropen, Nofa Falentina
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1857

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior at school is a behavior that is practiced by students, teachers, and the whole community in the school environment, based on awareness that allows individuals to independently improve health, prevent disease and play an active role in creating a healthy environment. This counseling and demonstration service activity aims to increase students' knowledge about the importance of clean and healthy living behavior in the school environment in order to create a healthy school. The community service was carried out on Friday, 19 August 2022 at Kampung Simporo Elementary School, Jayapura with a total of 39 elementary school students, using counseling methods and demonstrating how to wash hands with soap and brush their teeth accompanied by a discussion and question and answer session after finished presenting short material and playing an animated video. The form of evaluating the success of this activity is by direct observation of students in practicing how to wash their hands with soap and brush their teeth whether they are in accordance with the steps conveyed during counseling. The results show that all students are able to apply the material that has been delivered, seen during the demonstration activities they can practice it well at each stage. It is hoped that with this activity students, teachers, and the community around the school will be able to improve health and prevent disease and play an active role in creating a healthy environment.
Status gizi siswa sekolah dasar sebelum program makan bergizi gratis di SD Negeri Inpres Skouw Sae Kota Jayapura Nur, Syaharuddin; Irmanto, Maxsi; Fatiah, Mona Safitri
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2025): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i3.2818

Abstract

Background: The nutritional status of elementary school children is an important indicator of health and human resource capacity. Baseline data are needed prior to the implementation of the Free Nutritious Meal Program (MBG), particularly in border areas facing limited food access, logistical distribution challenges, and socio-economic disparities compared to urban regions. Such data are also relevant to support national policies on stunting reduction and the MBG program as a government strategy to improve child nutrition.Objectives: To describe the nutritional status of students at SD Negeri Skouw Sae and analyze its association with sex, age, ethnicity, recent illness, and parental occupation, while providing baseline data for evaluating the effectiveness of the MBG program in border areas.Methods: A cross-sectional study was conducted among 121 active students. Inclusion criteria were all actively enrolled students, while exclusion criteria included children with chronic diseases that might affect anthropometric measurements. Nutritional status was assessed using Body Mass Index-for-Age (BMI-for-Age) based on WHO 2007 standards. This indicator was chosen because it is practical for school-based surveillance, reliable for assessing school-age children’s nutrition, and internationally recommended as a primary parameter for nutrition monitoring. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of α=0,05 in SPSS version 22.Results: Most students (89,3%) had good nutritional status, while 10,7% were classified as undernourished. Bivariate analysis with the Chi-square test did not reveal significant associations between nutritional status and sex, age, ethnicity, parental occupation, or recent illness. These findings are descriptive and should be interpreted with caution, as the analysis did not control for covariates.Conclusion: The majority of students at SD Negeri Skouw Sae had good nutritional status (89,3%) prior to the implementation of the MBG program. No significant associations were found between nutritional status and demographic factors (sex, age, ethnicity, parental occupation) or short-term health factors (recent illness). These descriptive findings provide important baseline data for monitoring and evaluating the effectiveness of the MBG program in border areas of Papua and highlight the need for further studies considering dietary intake and school environment factors.
The Relationship Between Physical Activity and Fruit and Vegetable Consumption Habits and Obesity in College Students in Papua Province Ayomi, Mina Blandina; Sitorus, Rena Fadila Siska; Mamoribo, Sherly Novita; Irmanto, Maxsi
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.128-136

Abstract

Background: Obesity is a growing health problem, including among university students. The Indonesian government, through the Healthy Living Community Movement (GERMAS), promotes healthy lifestyles as a preventative measure against non-communicable diseases, including obesity. This study aims to determine the relationship between physical activity, fruit and vegetable consumption, and the incidence of obesity among university students in Papua Province. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The respondents were 127 university students studying in Jayapura City, selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and Body Mass Index (BMI) measurements, and analyzed using the Chi-Square test. Results: The results of the study showed a significant relationship between physical activity (p = 0.028, < 0.05) with a relative risk (RP) value of 3.119, and fruit and vegetable consumption (p = 0.005, < 0.05) with an RP value of 3.160, in relation to obesity. Activities within the Healthy Living Community Movement are mandatory for students as a form of prevention against non-communicable diseases. The movement, which encourages physical activity and the consumption of fruits and vegetables, should be implemented as a regular program at both public and private universities in Papua Province. University leaders in charge of student affairs are required to allocate regular funds to support this initiative.
Peningkatan Pengetahuan Remaja GKI Siloam tentang Pengenalan Alat Reproduksi Pria dan Wanita Pada Remaja melalui Implementasi Game Tebak Gambar Bela, Sarni Rante Allo; Fatiah, Mona Safitri; Mollet, Genoveva Chatleen C; Tambing, Yane; Irjayanti, Apriyana; Irmanto, Maxsi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9343

Abstract

Rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja berkontribusi terhadap perilaku berisiko dan kehamilan usia dini, sehingga diperlukan edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, dimana 78% remaja yang ada di lingkungan Persekutuan Anak Remaja (PAR) GKI Siloam Waena memiliki pengetahuan rendah tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi melalui permainan tebak gambar pada remaja Persekutuan Anak Remaja GKI Siloam Waena, Jayapura. Metode menggunakan Participatory Action Research dengan tahapan perencanaan, tindakan, dan evaluasi pada 93 peserta usia 10–17 tahun. Intervensi meliputi penyampaian materi, permainan edukatif berbasis visual, diskusi kelompok, dan tanya jawab anonim. Hasil pre-post test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan pengetahuan tentang alat reproduksi antara laki-laki dan perempuan, namun perempuan memiliki skor lebih tinggi pada materi payudara dan hubungan seksual. Pendekatan interaktif meningkatkan partisipasi dan keberanian bertanya, sehingga layak diterapkan sebagai model edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis komunitas.