Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Megeguritan: Media Pendidikan Karakter Generasi Muda Dalam Menghadapi Arus Budaya Global (Studi Kasus Di Desa Pakraman Bresela Payangan Gianyar) Ida Bagus Brata; I Komang Sudirga
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 2 (2019): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i2.705

Abstract

Dewasa ini timbul kekhawatiran di kalangan masyarakat terhadap kelakuan generasi muda akibat pengaruh globalisasi, sehingga dituntut terciptanya sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, imtak (iman dan takwa) untuk terwujudnya insan cerdas berakhlak mulia tidak tercerabut dari akar budaya bangsanya. Tulisan ini bertujuan mengkaji Megeguritan sebagai Media Pendidikan Karakter bagi Generasi Muda dalam menghadapi Arus Budaya Global. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah induktif kualitatif dengan pendekatan eksploratif dalam latar yang alamiah. Hasil kajian menunjukkan: Megeguritan merupakan karya sastra tradisional dan klasik masyarakat Bali. Geguritan merupakan sebuah wujud kebudayaan, yaitu kebudayaan yang berbentuk karya sastra Bali. Di dalam karya sastra ini banyak mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang sangat baik bagi perkembangan manusia, khususnya bagi generasi muda, terutama di dalam menghadapi dinamika masyarakat dalam peradaban global. Pada kenyataannya tidak ada masyarakat yang dapat bersembunyi atau menghindar dari tekanan arus budaya global. Kuatnya arus budaya global tidak terlepas dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi, telekomunikasi, dan transportasi. Untuk mengantisipasi pengaruh negatif akibat globalisasi, maka setiap bangsa harus berusaha memprotek dirinya agar jangan tergerus oleh budaya global tersebut. Generasi muda merupakan aset bangsa, wajib dijaga agar tetap memiliki jati diri yang kokoh jangan sampai terseret arus negatif budaya global.
NILAI KETELADANAN PAHLAWAN A.A.GDE ANOM MUDITA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN RI UNTUK MEMBANGUN PATRIOTISME MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH Ida Bagus Brata; I Ketut Laba Sumarjiana; Ida Bagus Nyoman Wartha
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 2: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i2.3762

Abstract

Kajian ini bertujuan memperkenalkan tokoh lokal dalam pembelajaran sejarah sekaligus membangun persepsi siswa tentang kiprah pejuang lokal dalam mempertahankan kemerdekaan bangsanya. Kajian ini menggunakan metode sejarah dan metode penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Informan penelitian terdiri dari berbagai personal dalam posisi informal dan formal, seperti tokoh puri, teman seperjuangan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa yang terseleksi secara purposive. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkap bahwa masih minim pembahasan materi sejarah lokal, guru sejarah kerap terjebak pada materi ajar yang tertuang dalam buku paket mata pelajaran. Guru kurang berani mengembangkan materi berbasis kearifan lokal, dengan dalih mengejar capaian kurikulum. Guru melaksanakan pembinaan melalui penerapan kedisiplinan dengan menanamkan dasar motivasi dan nilai-nilai keteladanan tokoh lokal, tujuannya agar siswa mampu mencontoh sikap keteladanan pelaku sejarah lokal, terutama dalam memupuk semangat patriotisme. Pembelajaran sejarah dengan berbasis tokoh lokal dapat membangun persepsi peserta didik tentang keteladanan tokoh untuk dapat dipraktikan dalam mengantisipasi dinamika masyarakat sebagai akibat semakin masifnya pengaruh arus kebudayaan global.
Membangun Karakter Profil Pelajar Pancasila Berlandaskan Tri Hita Karana dalam Perspektif Kehidupan Global Ida Bagus Rai; I Made Sila; Ida Bagus Brata; I Made Sutika
Mimbar Ilmu Vol. 27 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v27i3.54307

Abstract

Kondisi masyarakat Indonesia pada saat ini telah menunjukkan adanya suatu distorsi pada nilai–nilai keadilan dan kemanusiaan. Realitas yang terjadi sangat paradoks antara harapan dan kenyataan, dimana manusia kehilangan kendali untuk mencari hubungan yang harmonis. Diperlukan landasan yang kuat untuk mencapai hubungan yang harmonis dalam hal ini dikonseptualisasikan dalam ajaran Tri Hita Karana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profil Pelajar Pancasila yang berlandaskan pada konsepsi kehidupan Tri Hita Karana sebagai pedoman dan nilai kearian lokal masyarakat Bali. Penulisan artikel ini merupakan studi pustaka dimana tema atau topik dilakukan dengan mengkaji teori yang berkaitan dengan tema atau topik terkait karakter profil pelajar dan Tri Hita Karana. Proses pengumpulan data studi literature meliputi editing, organizing, dan finding. Hasil penelitian ini penunjukan bahwa proses pendidikan karakter melalui konsep pengajaran Tri Hita Karana di sekolah terdapat implikasi terhadap pembuatan Karakter atau ketahanan individu partisipan didik ataupun siswa. Ajaran Tri Hita Karana menekankan bahwa umat manusia selalu berupaya untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dengan alam dan lingkungannya.
Museum: Media of Non-Formal Education in Intruding Character Values Strengthening the National Self Ida Bagus Brata; Ida Bagus Rai; Lianda Dewi Sartika; Ida Bagus Nyoman Wartha
Mimbar Ilmu Vol. 27 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v27i3.54321

Abstract

Museums are scientific information service providers based on data and facts presented through collections as part of a scientific study. This study aims to analyses museum as a medium of non-formal education in instilling character to strengthen national identity. The study in this paper is classified as a descriptive-exploratory type of study. This study uses a literature review approach and data study through the internet network, combined with field studies by visiting the Bali Museum as a research locus where cultural heritage is stored. Data analyses divided into three stages, namely: data reduction, data presentation, concluding/verification. The study results show that museums are perceived as non-profit institutions that prioritize social goals, such as education. Museums as a place for cultural studies while having recreation can foster thinking skills in children. The eyes are the windows to the soul that can stimulate active, creative, critical, and innovative thinking, thus giving rise to intelligence in understanding the character values ​​that lie behind a collection of cultural heritage to strengthen national identity. The Bali Museum is the pride of the Balinese people having a fundamental role in instilling character values ​​in maintaining national identity and identity.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Gending Rare sebagai Upaya Melestarikan Kearifan Lokal Bali Ida Bagus Brata
Diakronika Vol 19 No 1 (2019): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.408 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol19-iss1/80

Abstract

This study aims to find out the values ​​of character education that can be transferred through gending rare to early childhood as an effort to preserve Bali local wisdom. The present study concerns on: what values ​​of character can be educated through gending rare in an effort to preserve Bali local wisdom; part of character education values in gending rare that can be carried out in an effort to preserve local wisdom; when will the value of character education in gending rare as an effort to preserve local wisdom be carried out; how gending rare rhythms can instill character education as an effort to preserve local wisdom in early childhood. This study uses a qualitative descriptive method. The results showed that the value of character education that can be educated through gending rare can be of individual and social dimensions. The value of individual character education, such as religious, hard work, independence, responsibility, tough, humble, honesty, helpful, and cheerful. While those that are social, such as love the homeland, care for the environment, and togetherness. These character values ​​are part of the universal value of local wisdom that is important to be instilled in the process of forming children's personality from an early age. The value of character education in gending rare can be done at home, at school, and in the community; when parents bathe the child, when the child is fed, when sleeping the child, when playing with peers, with caregivers or with their parents. It generally sung by parents with melodious rhythms and with joyful rhythms.
Sosialisasi Sejarah Pariwisata Bali untuk Meningkatkan Literasi Budaya Lianda Dewi Sartika; Ida Bagus Brata; Sri Datuti; I Putu Adi Saputra
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6650

Abstract

Desa Ubud merupakan salah satu destinasi wisata wajib bagi para wisatawan mancanegara sehingga Ubud mendapatkan julukan sebagai kampung internasional. Masyarakat Ubud yang berkaitan erat dengan pergaulan masyarakat global tidak boleh sampai melupakan adat istiadat dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi budaya bagi para siswa dan menambah kompetensi penyusunan modul ajar bagi para guru di SMA Negeri 1 Ubud. Melalui kegiatan literasi budaya para siswa diajak mengenali dan melestarikan budayanya sendiri yang sejatinya adalah identitas dan jati diri sebagai orang Bali. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari 40 siswa dan 30 guru. Adapun metode yang digunakan dalam program pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan yang terdiri dari analisis kebutuhan, perencanaan program pengabdian (menentukan jenis kegiatan pengabdian dan narasumber), pelaksanaan program pengabdian (sosialisasi dan pendampingan pembuatan modul ajar), serta evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan literasi budaya siswa sebesar 40% dan guru sudah terampil dalam membuat modul ajar dengan mengintegrasikan literasi budaya ke dalam pembelajaran.
MUSEUM SUBAK: MENJAGA IDENTITAS BUDAYA AGRARIS DI TENGAH GEMPURAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI BALI Ida Bagus Brata; Lianda Dewi Sartika
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9814

Abstract

Museum sejatinya dapat diposisikan sebagai konstruksi identitas lokal dan nasional. Dalam perannya menjaga warisan sejarah lokal dan nasional, museum subak dapat menjadi lembaga otentifikasi identitas lokal dan nasional di masa silam dan sekaligus memproyeksikannya ke masa depan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejauh mana museum subak dapat dijadikan wahana untuk menjaga identitas budaya agraris di tengah maraknya alih fungsi lahan pertanian di Bali. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen yang selanjutnya diolah secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: subak sebagai warisan budaya petani Bali yang bernilai luhur penting dilestarikan. Membangun kesadaran masa lalu bukan hanya bertujuan mempertahankan nilai-nilai lama, namun disertai pembinaan untuk mengembangkan terhadap unsur-unsur yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan masa kini maupun masa depan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memertahankan subak agar tetap eksis dalam mengantisipasi perkembangan global, seperti melalui wadah koordinasi antar subak dalam praktik pertanian di lapangan, terutama untuk menghindari timbulnya konflik karena air, koordinasi berkenaan dengan pola tanam, mendorong subak agar dapat berkembang menjadi suatu lembaga yang berorientasi agribisnis untuk meningkatkan pendapatan petani sangat penting dilakukan. Mengadakan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan untuk meningkatkan sumber daya manusia anggota subak, khususnya pimpinan-pimpinan subak. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah adanya kebijakan yang melibatkan petani untuk dapat mencegah atau setidaknya dapat mengurangi percepatan alih fungsi lahan.
Pendidikan Sejarah Memperkokoh Identitas, Jati Diri dan Karakter Bangsa Ida Bagus Brata; Ida Bagus Rai
Widya Accarya Vol 14 No 2 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.2.1433.106-117

Abstract

Pendidikan karakter sejatinya adalah suatu upaya untuk menangani krisis moral yang dewasa ini terjadi. Pusat kurikulum merumuskan ±18 nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan sejarah memperkokoh identitas, jati diri dan karakter bangsa. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Metode sejarah. Metode sejarah memiliki empat tahapan kerja, yaitu: heruistik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa melalui pendidikan sejarah, nilai-nilai itu dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Pembelajaran sejarah dalam mendukung pendidikan karakter menempati posisi strategis, dalam pembentukan identitas dan jati diri bangsa yang bermartabat dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Melalui materi pembelajaran sejarah yang mengandung nilai-nilai heroik, keteladanan, patriotisme, nasionalisme, dan pantang menyerah dapat dijadikan sebagai dasar dalam proses pendidikan karakter. Pembelajaran sejarah bukan mengajarkan kebohongan, kemunafikan atau fitnah. Pendidikan sejarah dalam memperkokoh pendidikan karakter, yaitu berusaha mengoptimalkan nilai-nilai karakter yang baik melalui sifat, sikap, akhlak mulia, perilaku luhur, jujur, saling menghargai, bertanggung jawab yang ditunjukkan tokoh dapat dijadikan rujukan dan modal dasar pengembangan individu dan watak bangsa ke depan dalam persaingan global yang semakin kompetitif
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) GUNA PENINGKATAN PANGKAT GURU DI SMA NEGERI 10 DENPASAR Rulianto; Lianda Dewi Sartika; Sri Datuti; Ida Bagus Brata
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Mahadi Vol. 5 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyamahadi.v5i1.4314

Abstract

Classroom action research (PTK) is one of the requirements for teacher promotion. However, many teachers have difficulty designing and implementing PTK. The purpose of this service is to provide assistance to teachers in creating and implementing PTK in order to fulfill the requirements for promotion. The approach used is direct assistance to teachers who need assistance in designing and implementing PTK. During the mentoring process, ongoing evaluation, feedback and discussions are carried out between the mentor and the teacher being mentored. Initial results show an increase in the quality of PTK design and implementation after receiving assistance. Teachers become more aware of the procedures and techniques for preparing PTK. It is hoped that in the future this assistance can continue to be carried out to increase teacher competence in making PTK as one of the requirements for promotion.
STRATEGI MENGHADAPI TANTANGAN ARUS BUDAYA GLOBAL MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA ruli, Rulianto; Ida Bagus Brata; Ida Bagus Nym Wartha
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v12i2.783

Abstract

This article was compiled based on the results of a study aimed at knowing and understanding the Strategy to Face the Challenges of Global Cultural Flow through Cultural Education Based on Culture. This study uses a qualitative method. Data obtained through observation, interviews, documentation, and literature study, in a natural setting. Data analysis was carried out through three activities simultaneously, namely: data reduction, data presentation, and conclusions or verification. The results of the study indicate that the world of education is currently facing the challenges of global cultural currents, namely the process and system of economic expansion of a transnational free market economy that has penetrated into various fields of life such as politics, religion, socio-culture, including education. In the era of openness marked by the dynamics of local, national, and global communities that have the potential to cause various impacts it is impossible to avoid. Therefore, it is important for a nation to have character and identity in the face of global cultural currents, in order to remain firmly established on the noble values ??of the nation's culture. Culture-based character education can be used as an educational strategy and symbolic investment strategy accompanied by efforts to create a conducive social environment through a tri center of education (family, school, and community). Reviving local cultural values ??in certain packages is one cultural approach to empowerment. Thus the revitalization of local cultural values ??in the era of globalization plays an important role. This needs to be done considering the cultural behavior among children and adolescents has begun to change along with the growing pressure of global cultural currents.