Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Potensi Usaha Kebab Sayur Sebagai Produk Makanan Sehat Untuk Pendidikan Usaha Pangan Kreatif Bagi Mahasiswa Gizi Di Universitas Bina Bangsa Nisri Ina Zahrah; Defi Selvianita; Yania Febsi; Ade Salma Yunia Rachmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.2661

Abstract

Konsumsi buah dan sayur yang cukup sesuai anjuran (> 5 porsi sehari) pada masyarakat Indonesia masih tergolong sangat rendah yaitu 3,3%. Sehingga perlu adanya pemecahan masalah terkait konsumsi serat melalui inovasi produk berbahan dasar tinggi serat untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi sumber serat, seperti kebab sayur. Pendidikan terkait usaha di bidang pangan kreatif mendorong mahasiswa gizi dalam menciptakan usaha produk makanan yang bergizi dan inovatif dari bahan pangan lokal yang tersedia. Kebab sayur diharapkan menjadi produk yang dapat membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhan serat dengan konsumsi sayur yang menjadi bahan utama pada kebab sayur. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari penjualan kebab sayur oleh mahasiswa S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bina Bangsa melalui kegiatan bazar kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi pada usaha kebab sayur yang dilakukan oleh mahasiswa S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan sebagai bagian dari pendidikan kewirausahaan. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis kelayakan usaha dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kebab sayur layak untuk dikembangkan dan strategi berdasarkan hasil analisis SWOT dapat mendukung perkembangan usaha kebab sayur. Inovasi produk dibutuhkan untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha kebab sayur ini.
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA Febsi, Yania; Ernawati, Ernawati; Indriani, Farihah; Pratamaningtyas, Susanti
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 3 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3719

Abstract

Nutritional problems in adolescents remain a serious public health issue in both developed and developing countries, including Indonesia. Nutritional problems in adolescents are not limited to malnutrition, but also include overnutrition and obesity. The purpose of this study was to identify several factors associated with the nutritional status of adolescents. A cross-sectional study design was used in this study. The research was conducted at a high school in Banjar Regency. The research was conducted in April 2024. The research population consisted of 10th and 11th grade students. The sample consisted of 53 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument used was a research questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods. The results showed a relationship between sleep duration (p value: 0.035) and physical activity (p value: 0.004) with nutritional status in adolescents. It is recommended that adolescents maintain a balanced diet, engage in physical activity, reduce sedentary behavior by limiting smartphone use, and ensure they get at least 8 hours of sleep per day. Keywords: Sleep Duration, Nutrition, Adolescents
EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN RABIES DI DESA SUKAWANA, KECAMATAN CURUG, KOTA SERANG Rastia Ningsih; Rizal Maulana Hasby; Yania Febsi; Dewi Surani; Yulistiani Yulistiani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2936-2940

Abstract

Hewan yang terinfeksi virus rabies dapat menularkan penyakit akut rabies kepada manusia. Tindakan ini bertujuan untuk menginformasikan dan mengedukasi masyarakat tentang tanda, gejala, dan perawatan medis terkait dengan gigitan hewan yang berpotensi rabies. Sebanyak 35 orang mengikuti kegiatan KIE yang digelar di Desa Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang. Melalui kegiatan KIE rabies, masyarakat memperoleh pemahaman tentang cara pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PELAYANAN GIZI DAN KIA DI KOTA PADANG Febsi, Yania; Achadi, Endang L
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.404

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 dapat berdampak negatif pada berbagai sektor layanan publik, terutama sektor kesehatan, khususnya layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA). Di Indonesia, pandemi COVID-19 berpotensi menurunkan jumlah kunjungan ke layanan gizi dan KIA dan memperburuk masalah gizi dan kesehatan yang sudah ada.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program gizi dan kesehatan ibu dan anak di Kota Padang sebelum dan dalam masa pandemi.Metode: Desain studi menggunakan studi deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan mengelompokkan dua kelompok yaitu sebelum pandemi untuk data di bulan Januari 2019 hingga Februari 2020 dan selama pandemi untuk data bulan Maret-Desember 2020. Penelitian ini menggunakan data skunder milik Dinas Kesehatan Kota Padang.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kenaikan jumlah kasus COVID-19 baru setiap bulannya di Kota Padang, dimana mencapai puncaknya pada bulan Oktober 2020. Program gizi yang paling dipengaruhi oleh pandemi adalah kunjungan balita ke posyandu untuk ditimbang (D/S) dan mendapat pelayanan kesehatan/gizi. Terjadi penurunan tajam, dari 61,5% (Maret 2020) menjadi 5,2% (April 2020). Persentase balita yang mengalami kenaikan berat badan pada yang ditimbang (N/D) menurun dari 80,9% (Mei 2020) menjadi 67,7% (Juni 2020). Program KIA juga mengalami penurunan di KN lengkap dari 99,1% (Maret 2020) turun menjadi 77,7% (April 2020). Untuk K1 terjadi penurunan yaitu 7,9% (Januari 2020) turun menjadi 4,5% (Mei 2020). Kemudian K4 yaitu dari maret 2020 6,9% turun menjadi 6,1% di bulan april 2020.Kesimpulan: Telah terjadi penurunan cakupan program gizi maupun KIA di masa pandemi COVID-19. Direkomendasikan agar pelayanan kesehatan tetap dilaksanakan secara optimal dengan menerapkan protokol kesehatan.