Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MENGUPAS FILOSOFI PETIK LAUT SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI LAUT BERBASIS ADAT Reni Latifa; Fikky Dian Roqobih; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4619

Abstract

Penelitian ini mengkaji filosofi tradisi Petik Laut sebagai strategi konservasi berbasis adat di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur dalam 8 tahun terakhir (2017-2025), penelitian ini mengeksplorasi makna spiritual, sosial dan ekologis dari tradisi Petik Laut yang dilakukan oleh masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Petik Laut memiliki peran signifikan dalam pelestarian lingkungan laut yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Ritual ini tidak hanya sekedar ungkapan syukur, tetapi juga mengandung filosofi konservasi yang mendalam yaitu meliputi larangan penangkapan ikan berlebihan, penghormatan terhadap ekosistem laut, dan pemberdayaan pengetahuan lokal. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam upaya konservasi modern yang menunjukkan pentingnya mengintegrasikan tradisi budaya dengan pendekatan ilmiah dalam pengelolaan sumber daya laut. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan baru tentang potensi kearifan lokal dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan menawarkan perspektif alternatif dalam strategi konservasi global
Tradisi Mendhak Sanggring: Potret Pelestarian Budaya dan Konservasi Alam Serta Lingkungan di Desa Tlemang, Lamongan Eva Widya Puspita Sari; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4664

Abstract

Tradisi Mendhak Sanggring di Desa Tlemang, Lamongan, merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur yang tinggi. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih jelas mengenai tradisi Mendhak Sanggring sebagai potret pelestarian budaya dan konservasi alam dan lingkungan, serta mengungkap tujuan dan nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa Tradisi Mendhak Sanggring merupakan salah satu upaya pelestarian budaya yang ada di Desa Tlemang, Lamongan. Tradisi ini, yang telah diwariskan secara turun-temurun, bukan sekadar ritual biasa, melainkan sebuah manifestasi kearifan lokal yang menjaga identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat. Di samping perannya sebagai pelestari budaya, Tradisi Mendhak Sanggring juga memiliki kontribusi signifikan dalam upaya konservasi lingkungan. Aktivitas "dhuduk sendang", yang melibatkan pembersihan mata air, bukan sekadar simbolis, melainkan cerminan kesadaran ekologis yang mendalam. Melalui tradisi ini, masyarakat secara aktif diajak untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam, khususnya air sebagai kebutuhan pokok.
Labuh Sesaji sebagai Bentuk Ekologi Spiritual dalam Konservasi Alam Kabupaten Magetan Annastasya Shofi Muliani; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4666

Abstract

Ritual Labuh Sesaji di Telaga Sarangan merupakan tradisi budaya yang kaya akan nilai-nilai ekologi spiritual dan konservasi alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ritual Labuh Sesaji dalam membangun kesadaran ekologi spiritual dan mendukung upaya konservasi alam di Kabupaten Magetan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber tertulis dengan kata kunci “Labuh Sesaji”, “Larung Sesaji Magetan”, “Kearifan Lokal Magetan”, “Konservasi Alam”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Labuh Sesaji bukan hanya sekadar tradisi budaya, tetapi juga wujud nyata dari ekologi spiritual yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Dalam aspek konservasi alam, Labuh Sesaji berperan melalui gotong royong, pelarungan sesaji, dan ekowisata, di mana masyarakat diajarkan menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab spiritual dan sosial. Meskipun demikian, pelestarian tradisi ini menghadapi tantangan seperti modernisasi, globalisasi, dan berkurangnya minat generasi muda. Untuk menjaga keberlangsungan Labuh Sesaji, diperlukan upaya berkelanjutan seperti meningkatkan pengalaman budaya, menyebarkan pengetahuan budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan lokal, serta dukungan pemerintah dan pemanfaatan budaya sebagai daya tarik wisata.
Dampak Sedekah Laut yang Bisa menjadi Gerakan Konservasi Lingkungan di Rembang Liliana, Sal Sabila; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4771

Abstract

Tradisi di dalam sebuah desa, perkumpulan atau sebagainya yang mana pasti melekat pada diri warga untuk melakukannya setiap tahun, bulan ataupun hari. Sedekah laut sangat berhubungan dengan tradisi yang dilakukan oleh warga Rembang untuk menunjukkan rasa terimakasih kepada Tuhan yang maha ESA atas hasil laut yang melimpah. Indonesia yang memiliki ragam budaya, tradisi, bahasa, suku, golongan dan lainya dalam proses sedekah laut ini lebih cenderung ke bentuk ritual adat yang dilakukan masyarakat pesisir pantai umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan banyak informasi tentang konservasi lingkungan yang berkaitan dengan sedekah laut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan studi literatur yang mana mencari berbagai informasi mengenai sedekah laut. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa dalam sebuah tradisi sedekah laut terdapat sisi positif dan negatifnya. Dampak positif dari sedekah laut ini astinya tidak jauh dari dampak konservasi bagi lingkungan. Dampak negative dari sedekah laut merupakan sebuah acuan dari leluhur yang telah dilaksanakan sejak puluhan tahun yang lalu.
The Potential of Snake Plant (Sansevieria trifasciata) Extract as an Anti-Pollution Product Proboningtyas, Endah; Dian Roqobih, Fikky
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 22 No. 1, Januari 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v22i1.920

Abstract

Air pollution is one of the major environmental issues that directly affects human health, particularly in enclosed spaces with limited air circulation. Several studies have shown that indoor air contaminant levels are often higher than those found outdoors. Meanwhile, the use of conventional air filtration devices tends to be expensive and less environmentally friendly. This article aims to evaluate the effectiveness of Sansevieria trifasciata (commonly known as snake plant) in reducing indoor air pollution through a literature review approach. The review involved the examination of 15 scientific articles from national and international journals. After screening based on inclusion criteria, 11 articles were selected for further analysis. The results indicate that Sansevieria trifasciata can reduce carbon monoxide (CO) levels by up to 84.18%, absorb formaldehyde up to 30%, and capture other harmful compounds such as benzene and ammonia. These findings suggest that the snake plant has the potential to serve as a natural, economical, and sustainable solution for improving indoor air quality.
Inovasi minyak jelantah dan sereh (cymbopogon citratus) sebagai bahan pembuatan eco-friendly antibacterial soap Firdaus, Ridjal; Ramadhanti, Roviana Ayu; Wardana, Rizky Amelia; Sabilatuzzahra, Putri Alifiyah; Roqobih, Fikky Dian; Subekti, Hasan; Qosyim, Ahmad
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i2.512

Abstract

Pembuangan minyak jelantah sebagai limbah rumah tangga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan, sehingga diperlukan inovasi dalam pemanfaatan limbah menjadi produk yang lebih bernilai guna dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas, manfaat, kelemahan serta potensi inovasi dari pembuatan sabun ramah lingkungan berbahan dasar minyak jelantah dan ekstrak sereh (Cymbopogon citratus) sebagai zat aktif antibakteri alami. Metode yang digunakan adalah metode kajian literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber ilmiah buku, prosiding seminar, dan artikel ilmiah tahun 2015-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa sabun memiliki pH yang aman, mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta karakteristik sensorik yang diterima baik oleh pengguna. Namun, kualitas sabun sangat bergantung pada proses pemurnian minyak yang tepat untuk menghindari sisa senyawa berbahaya. Berbagai inovasi, seperti penggunaan adsorben alami dan penambahan eco enzyme, dapat meningkatkan mutu dan keamanan sabun. Dengan demikian, pemanfaatan minyak jelantah dan sereh dalam pembuatan sabun merupakan langkah inovatif yang mendukung pengurangan limbah, peningkatan kesehatan masyarakat, dan penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan
Revitalisasi Lahan Gersang dengan Limbah Dapur: Aplikasi Air Cucian Beras dan Kulit Bawang Xena Safara, Shelvya; Suci Ramadhani, Laili; Puspitasari, Dini; Isnaini Wiswari, Nova; Dian Roqobih, Fikky; Qosyim, Ahmad; Subekti, Hasan
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.11664

Abstract

Tanah gersang menjadi kendala utama dalam pertumbuhan tanaman karena kekurangan air dan unsur hara yang dibutuhkan selama fase awal pertumbuhan, terutama pada tahap perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air cucian beras sebagai pupuk organik cair dalam mendukung proses perkecambahan pada tanah gersang serta mengkaji potensinya saat dikombinasikan dengan limbah kulit bawang merah. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dengan pendekatan kualitatif dari berbagai sumber ilmiah yang relevan antara tahun 2015–2025 sebanyak 16 jurnal. Sumber literatur diperoleh melalui basis data online seperti Google Scholar, ResearchGate, dan portal jurnal universitas, dengan kata kunci “air cucian beras,” “kulit bawang merah,” “pupuk organik cair,” “pertumbuhan kecambah,” dan “tanah gersang.” Hasil kajian menunjukkan bahwa air cucian beras mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, vitamin B, fosfor, dan kalium yang mampu meningkatkan aktivitas enzim dan mendukung imbibisi. Sementara itu, kulit bawang merah kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, auksin, dan giberelin yang mampu merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Kombinasi keduanya terbukti memberikan hasil pertumbuhan yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan perlakuan tunggal. Penelitian pada tanaman bayam, sawi, dan seledri menunjukkan peningkatan signifikan dalam tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah rumah tangga ini dapat menjadi alternatif pupuk cair yang murah, ramah lingkungan, dan efektif untuk pertanian berkelanjutan, khususnya di lahan marginal.
Studi Literatur : Potensi Ekstrak Bioaktif dari Daun Kemangi (Ocimum basillicum) sebagai Gel Anti-Acne Kamilia Zukhrufillah, Dinda; Rosdiana, Laily; Roqobih, Fikky Dian
Usadha Vol 4 No 2 (2025): Usadha : Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v4i02.9901

Abstract

Acne is a common skin problem, particularly during adolescence. It can affect both appearance and skin health. Literature studies suggest that basil leaf extract has potential as an active ingredient in anti-acne gel due to its antibacterial and anti-inflammatory properties. This article aims to identify the antibacterial potential and activity of basil leaf extract against Staphylococcus epidermidis bacteria and to develop an anti-acne gel using this natural ingredient. The research method employed is a qualitative, non-experimental study using a systematic review approach. The literature review results indicate that basil leaf extract is promising as an active ingredient for anti-acne gel due to its antibacterial and anti-inflammatory properties. Active compounds in basil leaves, such as essential oils, flavonoids, and tannins, have been proven to reduce inflammation, inhibit the growth of acne-causing bacteria, and improve overall skin condition. However, attention must be given to the extract's concentration and the potential for irritation on sensitive skin. In conclusion, gel containing basil leaf extract holds potential as a natural solution for acne treatment. Nevertheless, its use should be carefully considered for individuals with sensitive skin.
Literature Review: Potensi Daun Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Obat Penurun Kadar Kolesterol Nur Aini, Ika; Laily, Rosdiana; Fikky Dian , Roqobih
Usadha Vol 3 No 2 (2024): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v3i2.9140

Abstract

  Cholesterol is a fat or lipid from the sterol group produced by the body. The higher the cholesterol level in the blood, the greater the risk of atherosclerosis, which is the first step in triggering other cardiovascular diseases such as hypertension, coronary heart disease, and even stroke and death. One of the synthetic drugs commonly used to treat high cholesterol is statins, especially atorvastatin. However, long-term use of atorvastatin can cause several side effects, including muscle pain, liver damage, type 2 diabetes, and digestive disorders. Because of the risk of these side effects, many people turn to herbal-based alternative treatments which are considered safer. Self-medication can be done to reduce high cholesterol levels. Self-medication is a community effort to obtain and use traditional medicine independently. One of the traditional medicines that is believed to lower cholesterol levels is soursop leaves. This research aims to look at the potential of soursop leaves as a medicine to lower cholesterol levels and provide a choice for people who want to reduce their cholesterol levels, especially for sufferers of hypercholesterolemia. This article is a literature review article using the literature review study method. A literature search was carried out using the Google Scholar database, namely articles or guidelines on the potential of soursop leaves as a medicine to lower cholesterol levels published in the last 10 years. The research results show that soursop leaves have a significant effect on reducing cholesterol levels. So soursop leaves can be considered a safe and effective herbal treatment for hypercholesterolemia.
Rodentisida Nabati Singkong Mentah (Manihot esculenta) sebagai Alternatif Pengendalian Hama Tikus Viony, Manasye; Rosdiana, Laily; Roqobih, Fikky
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 9 No 2 (2023): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v9i2.37901

Abstract

Rats are nuisance animals that can damage the economy and bring diseases to humans. To control rat populations, rodenticides are often used that contain toxic chemicals that are not environmentally friendly. However, there is an alternative to reducing the use of rodenticides, namely using vegetable rodenticides made from natural ingredients such as cassava which contains cyanide acid. Cyanide acid is very dangerous and can cause illness and even death if ingested. This research is a literature review. Research conducted by Fazriyawati and Rahmawati used 50 male white mice of Mus musculus species as samples. Samples were treated with cassava rodenticide doses of 40 grams, 60 grams, 80 grams, and 100 grams. The results showed that the highest mice mortality occurred at a dose of 100 grams with an average bait consumption of 62.48 grams and a mice mortality percentage of 60%. Thus, the conclusion of this study is that raw cassava has the potential as an effective vegetable rodenticide. Keywords: Mice, Plant-based Rodenticide, Raw Cassava