Claim Missing Document
Check
Articles

Menggali Kearifan Lokal: Tradisi Nyadran Dam Bagong Dalam Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Lingkungan Nabila Hanin Fitriani; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4385

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya, adat istiadat, suku, agama, dan ras, memiliki tradisi yang unik di setiap daerah. Salah satu tradisi yang menonjol adalah Nyadran Dam Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang merupakan ritual simbolik yang mengedepankan rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada leluhur, khususnya Adipati Ageng Minak Sopal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, pelaksanaan, dan nilai- nilai yang terkandung dalam tradisi Nyadran, serta perannya dalam konservasi lingkungan dan keberlanjutan sosial masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis data sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyadran tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pelaksanaan tradisi ini, masyarakat Trenggalek menunjukkan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah dan berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, tradisi Nyadran Dam Bagong berkontribusi pada pengembangan pariwisata lokal dan pelestarian budaya, serta menciptakan hubungan harmonis antara manusia dan alam.
LELANG BANDENG KAWAKAN SEBAGAI WUJUD KEARIFAN LOKAL DALAM KONSERVASI SUMBER DAYA PERIKANAN DI SIDOARJO Novita Azzahra Ramadhina; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4405

Abstract

Tradisi Lelang Bandeng Kawakan yang telah berlangsung sejak 1962 di Sidoarjo merupakan inisiatif lokal yang menggabungkan nilai ekonomi, budaya, dan sosial dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tradisi tersebut terhadap konservasi perikanan dan keberlanjutan ekosistem perairan. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara dengan petani tambak dan masyarakat lokal, ditemukan bahwa lelang ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mendorong praktik perikanan berkelanjutan. Partisipasi masyarakat dalam lelang memperkuat ikatan sosial dan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam, khususnya ikan bandeng sebagai simbol kekayaan lokal. Selain itu, penerapan budidaya berkelanjutan dan pengelolaan limbah turut memperkecil dampak lingkungan. Tradisi ini juga berpotensi meningkatkan daya saing produk bandeng, menarik investasi, dan menciptakan peluang ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
PEWARNA ALAMI BATIK SENDANG LAMONGAN: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DALAM UPAYA KONSERVASI ALAM Naurah Fakhrina; Enny Susiyawati; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4443

Abstract

Batik Sendang Lamongan merupakan batik yang diproduksi oleh masyarakat Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Batik tersebut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai estetika dan identitas yang khas melalui corak dan tata warna yang digunakan. Penggunaan pewarna alami yang diperoleh dari tumbuhan seperti pohon mengkudu, pohon thom, babakan tinggi, babakan kulit mahoni, dan lainnya nenjadi alternatif ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pewarna sintesis yang sering berdampak pada penjemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara untuk menggali persepsi dan tantangan pada proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pewarna alami tidak hanya menjaga keaslian tradisi batik, tetapi juga mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan secara signifikan. Keberlanjutan sumber daya diperkuat dengan budidaya dan penanaman kembali tanaman pewarna, serta edukasi menyeluruh mengenai batik pewarna alami. Meskipun terdapat tantangan pada proses produksinya seperti warna alami yang dihasilkan tidak akan bisa sama dan biaya produksi yang lebih tinggi, penggunaan pewarna alami ini terbukti dapat meningkatkan kualitas produk dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, sehingga inovasi tersebut juga dapat menjadi sumber acuan bagi daerah lain.
Mitos Gunung Kelud Dalam Perspektif Konservasi: Menjaga Ekosistem Melalui Narasi Budaya Arum Ramadina; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitasari; Enny Susiawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4475

Abstract

Mitos Lembu Suro di Gunung Kelud telah lama menjadi bagian integral dari praktik konservasi lokal, namun belum banyak dikaji secara terstruktur dalam konteks scientific community. Penelitian ini bertujuan menggali sejauh mana narasi budaya tersebut memengaruhi perilaku pelestarian ekosistem di lereng Gunung Kelud, serta merumuskan implikasi integrasi kearifan lokal ke dalam strategi konservasi modern. Dengan desain mixed methods non-eksperimen, data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner online pada 14 responden dewasa, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara semi-terstruktur dengan tiga narasumber kunci (Juru Kunci, warga desa, dan generasi muda). Hasil menunjukkan bahwa > 92 % responden meyakini larangan memburu hewan dan menebang pohon keramat, serta 100 % percaya pada konsepsi karma; wawancara mengungkap bahwa mitos Lembu Suro dan ritual Larung Sesaji menanamkan kontrol sosial informal yang efektif menjaga kelestarian flora dan fauna. Studi ini menegaskan korelasi positif antara kepercayaan tradisional dan kepatuhan konservasi, meski terbatasnya sampel dan potensi bias sosial menjadi catatan. Implikasi penelitian mencakup rekomendasi penguatan dokumentasi adat, pengembangan modul pembelajaran SSI berbasis cerita lokal, dan perluasan wawancara ke kelompok masyarakat lebih luas untuk memperkuat validitas.
Peran Pemuda dalam Konservasi Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Upacara Larung Sembonyo di Trenggalek Shalkha Hanifi; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4481

Abstract

Upacara Larung Sembonyo merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Trenggalek yang memadukan nilai spiritual, sosial, dan ekologis, namun korelasi empiris antara ritual ini dengan efektivitas konservasi sumber daya pesisir masih sangat minim. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran Larung Sembonyo sebagai mekanisme sosial-ekologis dalam meningkatkan konservasi sumber daya alam. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode campuran dengan menggabungkan metode kualitatif yang didapatkan melalui wawancara dengan pemuda yang aktif mengikuti kegiatan upacara untuk melakukan analisis dalam mengidentifikasi persepsi dan makna konservasi, dan metode kuantitatif yang didapatkan melalui kuisioner kepada 25 pemuda di Kabupaten Trenggalek untuk mengukur pengetahuan dan sikap mereka terhadap upacara ini. Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui penelitian ini diketahui bahwa Upacara Larung Sembonyo memiliki hubungan keterkaitan antara budaya dengan kearifan lokal yang ada di Trenggalek. Implikasinya adalah masyarakat di Trenggalek dapat melaksanakan budaya ini dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama generasi muda untuk dapat meningkatkan nilai – nilai budaya dan wisata yang ada di sana.
NYADRAN SEBAGAI SARANA PELESTARIAN LINGKUNGAN : STUDI NILAI LINGKUNGAN DALAM TRADISI BUDAYA MASYARAKAT SIDOARJO Aliya Rachma Firdauzi; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4495

Abstract

Nyadran merupakan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir di Sidoarjo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual spiritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai konservasi lingkungan yang tercermin dalam berbagai praktik budaya yang dilakukan masyarakat. Namun, modernisasi menyebabkan pergeseran makna ekologis dalam pelaksanaannya. Diperlukan strategi pelestarian melalui edukasi, program konservasi, dan kolaborasi diperlukan agar Nyadran tetap berperan dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Nyadran berperan dalam pelestarian lingkungan serta nilai-nilai ekologis yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review (SLR) dengan menggunakan data basis Google Scholar dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berkontribusi dalam konservasi lingkungan melalui kegiatan pembersihan lingkungan, ungkapan syukur atas hasil laut, dan edukasi ekologis tetapi terdapat pengaruh modernisasi pada aspek perayaan dan hiburan yang lebih dominan.
PANTANGAN MAKAN IKAN LELE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI AKUATIK DI LAMONGAN Annyla Dwi Santika; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4578

Abstract

Mitos merupakan bagian dari warisan budaya yang membentuk nilai dan kepercayaan masyarakat. Di Lamongan, terdapat mitos larangan mengonsumsi ikan lele yang berasal dari kisah Boyopatih, santri Sunan Giri yang diselamatkan ikan lele dan bersumpah tidak memakannya. Penelitian ini mengkaji hubungan mitos ini dengan dinamika sosial, budaya, dan konservasi sumber daya alam menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa mitos ini menciptakan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun dan berhubungan dengan tradisi ziarah ke makam Boyopatih. Dari aspek ekologi, mitos ini berkontribusi terhadap konservasi ikan lele dengan mengurangi eksploitasi. Meskipun modernisasi mengubah cara pandang masyarakat, nilai kearifan lokal tetap penting dalam menjaga keseimbangan budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengharmoniskan tradisi dan rasionalitas demi keberlanjutan ekosistem serta identitas budaya Lamongan.
MENGUPAS FILOSOFI PETIK LAUT SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI LAUT BERBASIS ADAT Reni Latifa; Fikky Dian Roqobih; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4619

Abstract

Penelitian ini mengkaji filosofi tradisi Petik Laut sebagai strategi konservasi berbasis adat di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur dalam 8 tahun terakhir (2017-2025), penelitian ini mengeksplorasi makna spiritual, sosial dan ekologis dari tradisi Petik Laut yang dilakukan oleh masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Petik Laut memiliki peran signifikan dalam pelestarian lingkungan laut yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Ritual ini tidak hanya sekedar ungkapan syukur, tetapi juga mengandung filosofi konservasi yang mendalam yaitu meliputi larangan penangkapan ikan berlebihan, penghormatan terhadap ekosistem laut, dan pemberdayaan pengetahuan lokal. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam upaya konservasi modern yang menunjukkan pentingnya mengintegrasikan tradisi budaya dengan pendekatan ilmiah dalam pengelolaan sumber daya laut. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan baru tentang potensi kearifan lokal dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan menawarkan perspektif alternatif dalam strategi konservasi global
Dilemma of Conservation and Exploitation: The Threat of Ecosystem Damage on Nusa Kambangan Island as the Lungs of Java Zhalfa Salsabila Rudianto Putri; Kirana Nabila Putri Agrivani; Nuur Muchlis Tsalaatsa; Dyah Astriani; Fikky Dian Roqobih
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 18 NO 1, JULI 2026
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jhm.v18i1.50919

Abstract

This article examines the dilemma between conservation and exploitation on Nusa Kambangan Island, a protected nature reserve in Java. A systematic literature review (SLR) was conducted by searching nationally accredited Indonesian journals using keywords such as “Nusa Kambangan,” “conservation,”, “karst ecosystem,” and “mangrove.” A preliminary 34 publications were screened based on relevance, year (2016–2025), language, and source credibility, resulting in seven selected articles that met the inclusion criteria. The findings indicate that Nusa Kambangan harbors critical ecosystems including lowland tropical forests, karst cave systems, and the Segara Anakan mangroves, which collectively support biodiversity and ecological balance. Pressures from deforestation, limestone mining, prison operations, and water pollution have led to ecosystem degradation. Conservation efforts through government regulations, ecosystem rehabilitation, and local wisdom-based management have been implemented but face challenges. An integrated governance-based management strategy is recommended to align conservation and development interests.
Pelatihan Penerapan Asesmen dalam Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Guru-Guru IPA Wahyu Budi Sabtiawan; Elok Sudibyo; Dhita Ayu Permata Sari; Aris Rudi Purnomo; Fikky Dian Roqobih; Kiki Septaria; Alya Rifda Pramesti; Iffah Nur Fauziah
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n2.p42-53

Abstract

Sinkronisasi antara asesmen dengan kurikulum adalah aspek yang substansi dalam proses belajar mengajar. Telah dilakukan suatu pendampingan penerapan asesmen dalam implementasi suatu kurikulum. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas dari pendampingan tersebut yang didasarkan atas capaian pemahaman, keterampilan, dan respon guru. Metode pelaksanaan dilakukan secara blended (syncronous dan asyncronous) yang dibagi menjadi empat tahap, yaitu persiapan, pemaparan materi, pelatihan dan pendampingan, dan evaluasi. Efektivitas dari pendampingan tergambar dari peningkatan meningkatkan pemahaman guru IPA, yang ditandai dengan kenaikan signifikan skor rata-rata dari 43,00 menjadi 76,00 (p < 0,001). Selain itu, Peserta juga berhasil merancang dan menerapkan instrumen asesmen pada implementasi Kurikulum Merdeka. Respon peserta terhadap kegiatan juga sangat positif, dengan tingkat kepuasan mencapai di atas 90% pada hampir seluruh aspek. Dengan demikian, kegiatan pendampingan dapat dikatakan efektif, dan memberikan dampak positif bagi komunitas guru mitra melalui lembar kerja yang dapat digunakan sebagai panduan guru dalam merancang dan menerapkan asesmen.
Co-Authors Achmad Choirul Fatikhin Ahmad Fauzi Hendratmoko Ahmad Qosyim AHMAD QOSYIM Aliya Rachma Firdauzi Alya Rifda Pramesti Annastasya Shofi Muliani Annyla Dwi Santika Arbiana, Barika Arika Nadia Zalfa Aris Rudi Purnomo Arum Ramadina Clara Marlena Cindy Zalianty Dhita Ayu Permata Sari Divani Mutiara DYAH ASTRIANI ELOK SUDIBYO Elok Sudibyo Enny Susiawati Enny Susiyawati Eva Widya Puspita Sari Fadilah Nurlailatun Nisa' Farah Novianti Balqis Fatimatuz Zahro Fatiya Nur Rosyidah Feriyanto Feriyanto Firdaus, Ridjal Fitriyani, Anik Gita Bella Aprilia Haq, Muhammad Dani Izzul HASAN SUBEKTI Iffah Nur Fauziah Irsyad Izzuddin Arrauf Isnaini Wiswari, Nova Kamilia Zukhrufillah, Dinda KIKI SEPTARIA Kirana Nabila Putri Agrivani LAILY ROSDIANA Laily, Rosdiana Liliana, Sal Sabila Lyvia Lailia Arnandita Mellandri, Alief Dwi Minarsih, Ni Made Marlin Muhamad Ridjal Firdaus Nabila Hanin Fitriani Narayya Tricha Sabina Naurah Fakhrina Ninik Puspito Rini Nisa, Alyyah Fikrotun Novita Azzahra Ramadhina Nur Aini, Ika Nuur Muchlis Tsalaatsa Olinda Maharani Aqilla Putri Proboningtyas, Endah Purnomo, Aris Rudi Puspitasari, Dini Putri Alifiyah Sabilatuzzahra Ramadhanti, Roviana Ayu Reni Ambarwati Reni Ambarwati Reni Latifa Risky Dwi Afandy Rizky Amelia Wardana Rosdiana , Laily Rosdiana, Laily Roviana Ayu Ramadhanti Sabilatuzzahra, Putri Alifiyah Safitri, Yohana Salsabila, Putri Avianita Sapti Puspitaini Sapti Puspitarini Sapti Puspitasari Shalkha Hanifi Soffa Zahara Suci Ramadhani, Laili Susiyawati, Enny Viony, Manasye Wahono Widodo Wahyu Budi Sabtiawan Wardana, Rizky Amelia Xena Safara, Shelvya Yurizka Melia Sari Zhalfa Salsabila Rudianto Putri