Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendidikan Keluarga dalam Hadist Jisman Jisman; Ilyas Husti; Sudirman Sudirman; Nurhadi Nurhadi
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : At-Tajdid : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i1.16003

Abstract

Pendidikan keluarga adalah sesuatu yang mendasar didalam Islam, hal itu simetris dengan pandangan Islam yang menempatkan keluarga sebagai hal yang utama pula. dalam keluarga diperoleh pengetahuan dasar – dasar Agama, suami Istri akan saling melengkapi satu sama lainnya. Suami berkewajiban mendidik istri sesuai tuntutan Agama, suami istri harus berlomba untuk saling melengkapi satu sama lain.Keberhasilan pndidikan dalam keluarga menjadi modal keberhasilan pendidikan masyarakat. Banyak hadist hadits Rasulullah yang dapat dipetik sebagai normanorma dalam pendidikan keluarga, termasuk tentang bagaimana mendidik anakanak agar mereka menjadi anak yg shaleh. Banyak juga hadits hadits bagaimana mendidik Istri. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur dengan mengumpulkan data dan informasi terkait pentingnya pendidikan keluarga dan praktik pengasuhan. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang urgensi pola pendidkan keluarga dalam kaitannya dengan kestabilan dan keharmonisan serta tumbuh kembang anak dan memberikan pemahaman tentang kebutuhan anak yang harus dipenuhi oleh orang tua, meliputi kebutuhan pendidikan, panutan, keamanan (fisik/psikologis) dan gambaran pendidikan. dengan visi fase perkembangan anak sehingga model pendidikan yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Perkembangan Model Integrasi Pendidikan dalam Hadist dan Penerapannya M iqbal lubis; Ilyas Husti; Nurhadi Nurhadi
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2022): April 2022
Publisher : At-Tajdid : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v2i2.16028

Abstract

Integrasi terhadap pemahaman hadis perlu dilakukan dalam konteks kekinian salah satunya adalah dengan melakukan model integrasi pendidikan dalam hadis yang merupakan konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan untuk menghasilkan pemahaman baru atas ajaran Islam baik dalam al-Qur’an maupun Hadis. Tujuan dari makalah ini adalah menjelaskan bagaimana konsep model integrasi pendidikan dalam hadis pada pembelajaran dan perkembangannya. Metode penelitian dengan menggunakan konten analisis dengan pendekatan kualitatif, data di ambil dari buku-buku, jurnal penelitian, website sebagai sumber utama dan situs-situs atau sejarah yang berkaitan sebagai sumber pendukung. Adapun hasil dari makalah ini adalah Model integrasi pendidikan dalam hadis pada pembelajaran dan penerapannya yang berkembang sesuai dengan perkembangan pemahaman yang lebih kompleks luas dan secara rasional empiris dapat diakui, di sisi lain hal tersebut memberikan sumbangan tersendiri bagi kritik hadis, dimana adanya temuan ilmiah (fakta ilmiah). Model integrasi pendidikan dalam hadis yang berkembang dalam tulisan ini adalah model integrasi interkoneksi yang di gagas oleh Amin Abdullah dan Syamsul anwar.
ETIKA KEKUASAAN MENURUT AL QUR’AN (STUDI TERHADAP PRINSIP MUSYAWARAH DALAM TAFSIR JAMI’UL BAYAN FI TAFSIR AL QUR’AN) Ilyas Husti
Jurnal An-Nur Vol 4, No 1 (2015): Jurnal An-Nur
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v4i1.2050

Abstract

The Qur'an is the holy book that serves as a guide and mentor of man towards the good life and a safe . There is no problem whatsoever in people's lives are not getting the guidance and attention from the Koran . One that is considered important by the Qur'an is the ethics of power . Ethics power is ethical judge actions that must be obeyed by every leader if it wanted to implement the principles of true leadership . One of ethics Pneting in power is running principles of deliberation . Deliberation is a basic principle in which there is no absolute truth in power , and everyone can give sumbngsih thoughts for the future progress . With the principle of consultation , Islam has uproot kesemana - menaan and irregularities committed by the leaders
Media Pembelajaran Wasilah /الوسلة , Amtsal/الأمثال, Kitab/الكتاب, Qalam/القلم Sakolan Sakolan; Ilyas Husti; Zaitun Zaitun
Jurnal An-Nur Vol 11, No 1 (2022): Jurnal An-Nur Juni 2022
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v11i1.18415

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep media pembelajaran wasilah, amtsal, kitab dan Qalam. Dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, tulisan ini merujuk kepada referensi-referensi dari buku dan artikel jurnal. Melalui pendekatan kepustakaan, tulisan ini memberikan informasi bahwa dengan adanya media pembelajaran maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran. Dengan tersedianya media pembelajaran, guru pendidik dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yangemosional yang sehat diantara peserta didik.
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADITS Wandra Arasdi; Ilyas Husti; Nurhadi Nurhadi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR)
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i1.3481

Abstract

This research aims to determine the quality management of Islamic Religious Education from a hadith perspective using a qualitative descriptive research method with a thematic approach, namely by collecting hadiths related to the quality management of Islamic Religious Education. The results of the research show that the term quality management in Arabic is often referred to as ihsan, ihsan is good deeds that are quality, good and beautiful. Thus, ihsan is a benchmark in describing quality management in Islamic Religious Education subjects. The way to realize ihsan from a hadith perspective is that all components involved in the educational process must do the following things: firstly improve the Islamic Religious Education learning process, secondly carry out the learning process optimally, thirdly the learning process must be carried out in a focused manner, fourthly all those involved in the provision of education do not look at age or age, all five of those involved in the provision of education are people who have good competence. These five things can be used as references in improving the quality of Islamic Religious Education.
THE CRISIS OF MUSLIM FAMILY RESILIENCE IN THE AL-QURAN PERSPECTIVE: SOLUTIONS AND STRATEGIES IN THE DIGITAL ERA Nurafni; Hidayatullah Ismail; Ilyas Husti
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 4 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i4.3114

Abstract

Muslim family resilienceis an essential element in maintaining the sustainability of a based societyIslamic values. In the midst of cultural and technological transformation, the family is the first fortress for its members to maintain noble morals, faith and spiritual values ​​taught inAl-Qur'an. The importance of this resilience is not only to face the challenges of the times, but also to build a generation that is steadfast in faith and contributes positively to the people. The Koran positions the family as an institution that must maintain its strength through love, responsibility and harmony between members. This resilience allows families to live life with the principles of justice and togetherness even though they are faced with various tests, including influencedigital age. By making the family the center of character formation and religious learning, Islamic values ​​can continue to be passed on with full vitality from one generation to the next.
The Crisis of Muslim Family Resilience in the Al-Quran Perspective: Solutions and Strategies in the Digital Era Nurafni; Hidayatullah Ismail; Ilyas Husti
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/4ttb7059

Abstract

Ketahanan keluarga muslim merupakan unsur penting dalam menjaga keberlanjutan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Di tengah transformasi budaya dan teknologi, keluarga merupakan benteng pertama bagi anggotanya untuk memelihara akhlak mulia, keimanan dan nilai-nilai spiritual yang diajarkan dalam Al-Qur'an. Pentingnya ketahanan ini tidak hanya untuk menghadapi tantangan zaman, tetapi juga untuk membangun generasi yang teguh imannya dan berkontribusi positif bagi umat. Al-Qur'an memposisikan keluarga sebagai institusi yang harus menjaga kekuatannya melalui kasih sayang, tanggung jawab dan keharmonisan antar anggotanya. Ketahanan ini memungkinkan keluarga untuk menjalani kehidupan dengan prinsip keadilan dan kebersamaan meskipun dihadapkan pada berbagai ujian, termasuk pengaruh era digital. Dengan menjadikan keluarga sebagai pusat pembentukan karakter dan pembelajaran agama, nilai-nilai Islam dapat terus diwariskan dengan penuh vitalitas dari satu generasi ke generasi berikutnya