Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING Epti yorita; Rati Rosita; Rina Rina; Desi Widiyanti; Rolita Efriani
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 5 No 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v5i1.1321

Abstract

Permasalahan: Penurunan angka stunting menjadi 14% merupakan salah satu program prioritas pemerintah, namun angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 19%, di Provinsi Bnegkulu 18% termasuk di Kota Bnegkulu. Stunting memberikan dampak jangka panjang berupa gangguan perkembangan kognitif, penurunan produktivitas, serta rendahnya capaian akademik anak. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kondisi lahir, status gizi, karakteristik ibu seperti usia kehamilan, paritas, serta pengetahuan ibu dalam pola asuh anak/terbukti meningkatkan risiko stunting. Tujuan Penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Metode Penelitian: desain penelitian cross sectional   dengan sampel ibu hamil di wilayah Puskesmas Sidomulyo, Jalan Gedang, dan Kampung Bali berjumlah 78 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara univariat, bi variat dengan chi square dan multi variat dengan regresi logistic. Hasil: ada hubungan pendidikan, paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting nilai p=0.00. Tidak ada hubungan Usia dengan pengetahauan ibu hamil nilai p=0.1. Kesimpulan: Ada hubungan pendidikan, paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Pemberi pelayanan kesehatn harus menekankan focus edukasi pada kelompok risiko tinggi dan factor demografi sebagai Upaya pencegahan stunting yang dimulai pada masa kehamilan.
Formation of A Group of Women of Fertilizing Age (Wus) Caring for Stunting and Prevention of Early Marriage Elly Wahyuni; Mariati Mariati; Lusi Andriani; Rina Rina
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v2i3.220

Abstract

43.5% of stunting cases in Indonesia occur in children under 3 years of age whose mothers are aged between 14-15 years, while 22.4% occur with mothers aged between 16-17 years. The proportion of women of childbearing age (WUS) who were at risk of experiencing CED in Indonesia in 2017 was 10.7%, while the proportion of pregnant women who were at risk of experiencing CED was 14.8%. Based on an analysis of the situation in Tumbuan Village, Lubuk Sandi District, data was obtained that the population = 2021 people, the number of families = 573 families, the number of couples of childbearing age (PUS) = 306 couples while the number of teenagers 12-19 years = 285 people. With the high number of stunting sufferers in Tumbuan Village, and the large number of Women of Childbearing Age, we intend to carry out activities to form a group of women of childbearing age (WUS) to care about stunting and prevent early marriage in Tumbuan Village. In this research, pre-test and post-test methods were used. This service activity was carried out by forming a Group of Women of Childbearing Age (WUS) Caring for Editing and Preventing Early Marriage. The results of this community service showed an increase in the knowledge of the WUS group in Tumbuan Village, Lubuk Sandi District with an average increase of 4.8.
DAUN SIRIH MERAH DAN PENYEMBUHAN LUKA RINA RINA; ICE AMELIA; EPTI YORITA; ROLITA EFRIANI; SUSILO DAMARINI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i1.8524

Abstract

Komplikasi pada persalinan spontan pervaginam adalah perdarahan dan infeksi nifas akibat rupture perineum, sehingga diperlukan tindakan untuk mengurangi cedera perineum dan spincter anal dengan mengatur arah dan tingkat kerusakan jaringan melalui efisiotomi. Walaupun tindakan efisiotomi bukan merupakan prosedur rutin dalam Tindakan kebidanan namun ini sering dilakukan pada ibu bersalin primigravida maupun multigravida. Infeksi nifas pada pasien dengan luka efisiotomi terjadi akibat masuknya bakteri melalui luka yang terbuka, sehingga diperlukan tindakan pencegahan mellaui pemeliharaan hygiene genetalia melalui terapi non farmalokogi. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan dengan mengimplementasikan rebusan daun sirih merah guna mempercepat penyembuhan luka perineum kepada ibu nifas. Desain penelitian studi kasus, Subjek penelitian Ibu postpartum normal engan luka efisiotomi derajat II. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023 di PMB “Y” Kota Bengkulu. Bahan penelitian berupa 25 gram daun sirih merah yang direbus dengan 500 ml air selama sekitar 10 menit hingga menghasilkan air rebusan berwarna kemerahan. Penilaian penyembuhan luka perineum dengan skala REEDA Hasil penelitian mendapatkan bahwa terjadi penurunan skala dari skor 11 sebelum intervensi menjadi 0 pada hari kelima setelah intervensi. Ini berarti aplikasi rebusan air daun sirih merah pada luka perineum dapat mempercepat penyembuhan luka perineum. Disarankan kepada pemberi pelayanan kesehatan agar dapat memberikan air rebusan daun sirih untuk mempempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
Penggunaan Media Video Tutorial Untuk Meningkatkan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Antropometri Anggun Fadillah; Agung Riyadi; Lela Hartini; Mariati Mariati; Rina Rina
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.1-8

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 adalah 21,5% dan ini belum  mencapai target nasional 14% (SKI, 2023). Prevalensi stunting di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu sebesar 0,44% pada tahun 2024 dan angka ini jauh berbeda dibandingkan prevalensi stunting nasional. Pengukuran antropometri digunakan untuk mendeteksi stunting. Ketidakterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri dapat menyebabkan kesalahan klasifikasi status gizi anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penyuluhan media video terhadap keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Desain penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 31 kader yang dipilih secara random sampling. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media video berdurasi 25 menit. Data dikumpulkan menggunakan daftar tilik dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian didapatkan peningkatann keterampilan kader dalam pengukuran antropometri  dengan mean keterampilan sebelum yaitu (60,13) dan sesudah (81,97)  dengan beda mean (21,84) dan  p-value = 0,0001, yang berati ada pengaruh penyuluhan media video terhadap keteampilan kader dalam pengukuran antropometri di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penyuluhan dengan menggunakan media video terbukti efektif meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri. Media ini dapat digunakan sebagai sarana edukatif yang efisien dan mudah diakses oleh kader Posyandu. Kata Kunci: antropometri,kader, keterampilan, media video, posyandu
DETERMINAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI Hertya Rowdhatul Jannah; Desi Widiyanti; Rina Rina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.51902

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri yang terjadi saat mentruasi, hal ini disebabkan karena adanya kontraksi otot uterus sewaktu pengeluaran darah mentruasi yang dapat berlangsung antara 32-48 jam. Menurut WHO angka dismenorea di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalami dismenorea. Angka dismenorea di Indonesia sebesar 64,25%, dan angka dismenorea di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu sebesar 61 kasus (25%), di SMP Negeri 11 Kota Bengkulu sebesar 52 kasus (22%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan derajat dismenorea pada remaja putri di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 11 Kota Bengkulu tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan uji chi-square dan jumlah sampel 113 remaja putri, teknik pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability Sampling diambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 57 remaja putri dengan IMT tidak normal hampir seluruh (87,7%) mengalami disminorea sedang, dari 56 remaja dengan IMT normal sebagian besar (55,4%) mengalami disminorea ringan. Terdapat hubungan indeks massa tubuh (p-value=0,000), riwayat keluarga          (p-value=0,006), usia menarche (p-value=0,018) dan siklus menstruasi (p-value0,002<0,05) dengan derajat dismenorea. Indeks massa tubuh yang paling berhubungan dengan derajat dismenorea. Penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja putri diharapkan menjaga indeks massa tubuh dengan cara mengatur pola makan, status gizi dan melakukan olahraga secara teratur agar bisa membantu menurunkan angka kejadian dismenorea.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Vindiasari, Dita; Rina, Rina; Dewi, Ratna
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/ygk0tv88

Abstract

KEIK meirupakan gambaran status gizi ibu di masa yang lalu, keikurangan zat gizi pada masa keicil akan meinyeibabkan beintuk tubuh yang kurus dan peindeik (stunting) (Simbolon, eit al., 2018). WHO meincatat 40% keimatian ibu di neigara beirkeimbang yang beirkaitan deingan KEIK deingan preiveileinsi teirbanyak dari kasus teirseibut kareina KEIK yang meinyeibabkan status gizi kurang. Peineilitian ini beirtujuan untuk meingeitahui faktor-faktor yang beirhubungan deingan keijadian keikurangan eineirgi kronis pada ibu hamil di wilayah keirja Puskeismas Jeimbatan Keicil Kota Beingkulu tahun 2024. Jeinis peineilitian pada peineilitian ini adalah surveiy analitik deingan peindeikatan cross seictional, sampeil dalam peineilitian ini adalah seiluruh ibu hamil di wilayah keirja Puskeismas Jeimbatan Keicil Kota Beingkulu beirjumlah 103 ibu hamil. Teiknik peingambilan sampeil meinggunakan teiknik total sampling, uji statistik yang digunakan adalah chi squarei. Beirdasarkan hasil uji statistik chi squarei dimana didapatkan bahwa peindidikan deingan p-valuei 0.000 < 0.05, peindapatan deingan p-valuei 0.001 < 0.05, riwayat peinyakit infeiksi deingan p-valuei 0.000 < 0.05, dan paritas deingan p-valuei 0.602 > 0.05, yang artinya ada hubungan tingkat peindidikan, peindapatan, dan riwayat peinyakit infeiksi deingan keijadian KEIK, seidangkan tidak ada hubungan paritas deingan keijadian KEIK pada ibu hamil di wilayah keirja Puskeismas Jeimbatan Keicil Kota Beingkulu. Diharapkan pihak Puskeismas dapat meiningkatkan program peinanganan KEIK pada ibu hamil dan melakukan deteksi dini faktor-faktor yang menyebabkan KEK pada ibu hamil.