Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Contestation of Customary and Islamic Law: Mangupa and Tuor in Horja Ritual at Tapanuli Muslim Community Wedding Fatahuddin Aziz Siregar; Ibrahim Siregar; Suheri Sahputra Rangkuti
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 57 No 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v57i2.1330

Abstract

This article discusses the change from custom to sharia with contestation of discourse between culture and religion in the horja ritual at the wedding of the Tapanuli Muslim community. Horja rituals that were initially based on local customs and traditions have undergone significant changes due to the influence of Islam. This article analyzes how the contestation between tradition and religion occurs and affects cultural identity. This type of research uses qualitative research with an ethnographic approach. This ethnographic approach is used to see how strong cultural and religious practices are attached to the wedding horja ritual of the Tapanuli Muslim community. This study found that cultural and religious contestation in the marriage horja ritual of the Tapanuli Muslim community targeted two cultural contents, namely, mangupa and the determination of tuor (offering). The authority of religious figures who managed to seize the influence of society to create a change in culture, namely from custom to sharia. These changes include replacing cultural practices, mantras, and symbols with Islamic practices and prayers and emphasizing Islamic religious teachings and practices in marriage ceremonies, mangupa, and tuor (offering). Contestation between indigenous and religious leaders arose to maintain control over culture and spiritual values. In addition, the role of Islamic religious figures has also penetrated the cultural domain. Artikel ini membahas perubahan adat ke syari’at menggunakan pendekatan kontestasi wacana antara budaya dan agama dalam ritual horja pada pernikahan masyarakat Muslim Tapanuli. Ritual horja yang awalnya didasarkan pada adat dan tradisi lokal telah mengalami perubahan signifikan akibat pengaruh agama Islam. Artikel ini menganalisis bagaimana kontestasi antara tradisi dan agama berlangsung dan memengaruhi identitas budaya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk melihat seberapa kuat praktik kebudayaan dan agama melekat pada ritual horja pernikahan masyarakat muslim Tapanuli. Penelitian ini menemukan bahwa kontestasi budaya dan agama dalam ritual horja perkawinan masyarakat muslim Tapanuli menyasar dua konten kebudayaan, yaitu mangupa dan penetapan tuor (seserahan). Otoritas tokoh agama yang begitu kuat berhasil merebut pengaruh masyarakat sehingga menciptakan perubahan dalam budaya, yaitu dari adat ke syari’at. Perubahan ini mencakup penggantian praktik, mantra dan simbol budaya dengan praktik dan doa-doa Islam serta penekanan pada ajaran dan praktik agama Islam khususnya pada konten mangupa dan tuor dalam horja pernikahan. Kontestasi antara tokoh adat dan tokoh agama muncul dalam upaya mempertahankan kendali atas budaya dan ajaran agama. Selain itu, peran tokoh agama Islam juga sudah merambah domain kebudayaan.
ECO-SPIRITUAL BASED ON MAQA>S}ID AL-SHARI>'AH: The New Relationship of Man with the Environment Siregar, Ibrahim; Rangkuti, Suheri Sahputra
AL-TAHRIR Vol 23 No 1 (2023): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v23i1.5833

Abstract

Theoretically, Islamic doctrines can adapt to the situation and conditions of reality. However, in Islamic history, it isn't easy to find studies about the importance of establishing a relationship with nature or the environment in which that reality stands. This research offers a paradigm that bridges the new relationship between humans and the environment. At this level, the author builds a paradigm with a multidisciplinary approach. Methodologically, maqa>s}id al-shari>'ah is used as a paradigm foundation and umbrella for human actions when responding to their environment. This study found that the maqa>s}id al-shari>'ah-based eco-spiritual paradigm is embodied in spiritual actions in the form of sacralization and ecological contemplativeness. Explicatively, sacralization and ecological contemplativeness are applied based on the principles of Islamic ethics, al-insija>m (harmony), al-iqtis}a>d (equality), al-ta'a>nu>q (interdependency), and al-tanz}i>f (cleaning). 
Universalism of Islamic Scholarly Tradition: New Directions for Islamic Studies Siregar, Ibrahim; Rangkuti, Suheri Sahputra
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v7i2.8050

Abstract

AbstractThe universalism of the Islamic scholarly tradition is seen as one of the keys in responding to some challenges and opportunities that come along with an increasingly connected modernity. This research examines the evolution of Islamic thought from a period of disintegration to integration and underscores the importance of the universalist approach in uniting different schools and views within the Islamic world. The type of research used in this study is library research using a paradigmatic philosophical-historical analysis approach. The research combines three approaches: philosophical, historical, and paradigmatic analysis. In this context, philosophical analysis explores concepts related to universalism in Islam. The data in this research were obtained through a literature study. Researchers are involved in in-depth reading several books, papers, articles, and classical texts relevant to the past understandings of universalism. These data are also used for perspective enrichment. The results of this study show the originality of tradition and modernity as historical roots and a foothold departing from the discussion of universalism of the Islamic scientific tradition. In addition, the results of this study also emphasize three methods of approach to produce universalism of the scientific tradition, namely: ideological criticism, historical analysis, and structural analysis. Universalisme tradisi keilmuan Islam dipandang sebagai salah satu kunci untuk menanggapi tantangan dan peluang yang datang bersama dengan modernitas yang semakin terhubung. Penelitian ini membahas tentang evolusi pemikiran Islam dari periode disintegrasi ke integrasi dan menggarisbawahi pentingnya pendekatan universalisme dalam menyatukan berbagai aliran dan pandangan di dunia Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan analisis filosofis-historis paradigmatik. Penelitian ini menggabungkan tiga pendekatan: analisis filosofis, historis, dan paradigmatik. Dalam konteks ini, ketiga pendekatan tersebut dipergunakan untuk mengeksplorasi konsep-konsep yang berkaitan dengan universalisme dalam Islam. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka, yang melibatkan pengumpulan buku, makalah, artikel, dan teks klasik yang relevan dengan topik penelitian yang mencerminkan pemahaman masa lalu tentang universalisme, juga digunakan untuk pengayaan perspektif. Hasil penelitian ini menunjukkan orisinalitas tradisi dan modernitas sebagai akar sejarah dan pijakan berangkat dari pembahasan universalisme tradisi ilmiah Islam. Selain itu, hasil penelitian ini juga menekankan tiga metode pendekatan untuk menghasilkan universalisme tradisi ilmiah, yaitu: kritik ideologis, analisis sejarah, dan analisis struktural.
Penggunaan Information And Comunication Tecnology (ICT) Dalam Strategi Pembelajaran Fatima, Ira Pebri; Siregar, Nurhidayani; Siregar, Fitriani; Rangkuti, Suheri Sahputra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10104

Abstract

Penggunaan ICT dalam strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan manfaat dan menimbulkan masalah. Permasalahan melibatkan aksesibilitas, gangguan teknologi, dankurangnya keterampilan guru. Diperlukan perencanaan cermat, pelatihan guru, dan pertimbangan etis agar manfaatnya lebih dominan. Dalam era globalisasi, integrasi ICT di kelas menjadi mendesak untuk menjawab tantangan zaman. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan teknologi, dan implementasi ICT dianggap sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang lebih relevan. Namun, tantangan melibatkan keterampilan guru dan kesenjangan akses teknologi siswa. Evaluasi pembelajaran berbasis ICT dengan Computer Based Test (CBT) di mata pelajaran PAI memajukan dunia pendidikan. Penggunaan media sosial, pembelajaran kolaboratif, dan evaluasi dengan aplikasi online menjadi strategi efektif.