Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Attoriolong

Dinamika Perdagangan Kopra di Kepulauan Selayar, 1946-1949 Anwar, Sukardy; Bosra, Mustari; Patahuddin, Patahuddin
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui latarbelakang perdagangan kopra di Selayar pada masa Republik Indonesia Serikat, perkembangan perdagangan kopra dan tata kelola niaga per-kopra-an serta dampak perdagangan kopra pada masa Pemerintahan Republik Indonesia Serikat terhadap masyarakat di Selayar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perdagangan kopra di Selayar pada tahun 1946-1949 sangat tinggi terutama harga kopra di pasaran dunia, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat Selayar memperluas lahan tanaman kelapa. Peran Selayar dalam perdagangan internasional menjadikan masyarakatnya sejahtera pada masa itu karena harga kopra yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun dilain sisi juga secara tidak langsung membuat masyarakat Selayar menjadi malas dalam mata pencaharian lain karena mereka hanya fokus dalam hal memperbanyak pohon kelapa dan mengelolah kopra. 
K.H. Muhammad Arbia Karib: Pendidik dan Ulama di Bantaeng 1948-2018 Wardana, Haerul; Bosra, Mustari; Bustan, Bustan
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menceriterakan perjalanan hidup seorang tokoh dari masa kecil hingga wafat, menjadi seorang pendidik dari pertama kali menjadi seorang honorer hingga menjadi kepala sekolah, menjadi seorang ulama di Kabupaten Bantaeng dari 1948-2018. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan beberapa tahapan kerja, yaitu  heuristik ( pengumpulan data) kritik eksternal dan kritik internal, interpertasi dan penyajian serta historiografi (penulisan) yang merupakan pengungkapan kisah sejarah secara tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa K.H Muhammad lahir pada tahun 1948 dan wafat pada 2018. Perjalanan K.H Muhammad Arbia Karib dalam dunia pendidikan dimulai dari menjadi tenaga honorer hingga menjadi seorang kepala sekolah. Pergerakan dalam dakwah Islam dimulai dengan bergabung di Muhammadiyah, BAZNAS dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bantaeng.
Pembangunan Jalan Raya Di Kerajaan Soppeng, 1923-1930 Aldy, Aldy; Patahuddin, Patahuddin; Bosra, Mustari
Attoriolong Vol 19, No 1 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan latar belakang pembangunan jalan raya di Kerajaan Soppeng dan tujuan serta dampak yang ditimbulkan dari adanya jalan raya pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan raya yang dubangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1923 dilatar belakangi oleh dekatnya wilayah Kerajaan Soppeng dengan pusat perdagangan yakni Kerajaan Wajo, Tujuan dari dibangunnya jalan raya tersebut tidak lepas dari kepentingan ekonomi dan politik pemerintah Belanda untuk menguasai  kekayaan alam yang ada di Kerajaan Soppeng dan semakin mempermuda Belanda untuk membatasi ruang gerak masyarakat Kerajaan Soppeng, Adapun dampak ekonomi yang ditimbulkan tentunya lebih menguntungkan pihak Belanda itu sendiri, dan adanya politik etis membuat masyarakat yang dipekerjakan mendapatkan sedikit upah dari adanya pembangunan infrastruktur jalan raya ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan kerja yaitu: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitif.
Perbankan Syariah Pembiayaan Rakyat Syariah Surya Sejati Palleko Takalar, 1994-2019 Harjianty A.R, Suci Nurul; Bosra, Mustari; Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan Bagaimana gambaran umum bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia, Bagaimana latar belakang berdirinya bank  pembiayaan rakyat syariah Palleko – Takalar, serta dampak keberadaan bank pembiayaan rakyat syariah surya sejati Palleko Takalar. Penulisan skripsi ini digolongkan sebagai Sejarah Perbankan Islam yang memusatkan Bank Islam Syariah sebagai bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak mulai dikembangkannya sistem perbankan syariah, dalam dua dekade pengembangan keuangan syariah, sudah banyak pencapaian kemajuan, baik dari aspek kelembagaan dan infrastruktur penunjang, perangkat regulasi dan sistem pengawasan, maupun kesadaran dan literasi masyarakat terhadap serta layanan jasa keuangan syariah dan lembaga keuangan sebagai intermediasi yang berprinsip Islam. Walaupun bank syariah masih baru, namun bank syariah memiliki peran penting dalam ekonomi. Tugas utamanya  adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana tersebut kepada peminjam, kemudian digunakan untuk ditanamkan pada sektor produksi atau investasi, disamping digunakan untuk aktivitas membeli barang dan jasa jasa sehingga aktivitas ekonomi dapat tumbuh dan berkembang serta meningkatkan standar kehidupan Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah  yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Adapun daftar Informan yang di wawancarai yaitu Bapak Mustari Bosra dan Ibu Junaedah selaku manager bank syariah beserta stafnya.
Penggunaan Media Film Dokumenter dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Bone Wahyuni, Riska; Amirullah, Amirullah; Bosra, Mustari
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone pada Mata Pelajaran Sejarah melalui penggunaan Media Film Dokumenter. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah peserta didik 25 orang, yakni terdiri dari 12 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Siklus I dilaksanakan 3 kali pertemuan dan Siklus II dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan lembar observasi.Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar sejarah peserta didik setelah penggunaan media film dokumenter, yaitu pada siklus I menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar peserta didik yakni 70,36% berada pada kategori sedang. Siklus II menunjukkan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 83,92% berada pada kategori tinggi.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film dokumenter dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone.
Diaspora : Studi Tentang Peran Sosial Ekonomi Dan Politik Suku Bugis di Kabupaten Indragiri Hilir, 1998-2018. Aulia E.M, Andi; Bosra, Mustari; Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang dilakukan oleh suku Bugis baik antar sesama suku Bugis maupun dengan suku lainnya, serta peran yang dihadirkan suku Bugis dalam bidang ekonomi dan politik di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan historis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa suku Bugis dapat beradaptasi dan berinteraksi secara baik dan damai dengan masyarakat Melayu yang merupakan suku asli di Kabupaten Indragiri Hilir, termasuk juga dengan masyarakat perantau lainnya yang berasal dari Pulau Jawa, Kalimantan dan sebagainya. Di Kabupaten Indragiri Hilir, suku Bugis sangat berperan penting dalam bidang ekonomi dan politik. Mereka menjadi pemilik lahan-lahan perkebunan dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan daerah. Bagi suku Bugis, Siri’ merupakan jiwa dan harga diri mereka, budaya nilai-nilai luhur sebagai pendorong untuk bisa menetap dan sukses ditanah perantauan. Hal ini menegaskan bahwa suku Bugis tetap memegang teguh budaya dan nilai-nilai luhur dimanapun berada.
RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng, 2015-2020. Ayu Adriawati; Patahuddin Patahuddin; Mustari Bosra
Attoriolong Vol 20, No 1 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan latar belakang berdirinya RSUD Latemmamala di Kabupaten Soppeng, perkembangan RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng serta peranan  RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng.Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Latemmamala merupakan satu-satunya rumah sakit yang ada di Kabupaten Soppeng yang didirikan pertama kali tahun 1943 dengan nama RSU Watansoppeng. Kemudian kembali mengalami perubahan nama tahun 1991. Dengan kondisi geografis yang jauh dari pusat pemerintahan Provinsi serta jumlah penduduk dan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin tinggi maka rumah sakit ini berpindah tempat tahun 2015 dengan menggunakan nama yang baru yakni RSUD Latemmamala. Dalam perkembangannya sejak tahun 2015 sampai tahun 2020 RSUD Latemmamala terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana serta peningkatan SDM yang berperan dalam melakukan pelayanan kesehatan yang maksimal, serta memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan yang terus meningkat. RSUD Latemmamala di Kabupaten Soppeng memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Soppeng diantaranya menjadi pusat pelayanan kesehatan, melakukan kegiatan promosi kesehatan, serta dampak dalam bidang penddikan yakni sebagai tempat mengembangkan SDM unggul dalam bidang kesehatan.Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan ilmu sejarah dengan tahapan: (1)Heuristik, penelitian ini menggunakan kajian pustaka yang diperoleh di RSUD Latemmamala, Perpustakaan Prodi Pendidikan Sejarah serta sumber pustaka milik pribadi(2)Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.
Upacara Adat Siklus Hidup Masyarakat Adat Marena di Kabupaten Enrekang, 1953-2018. Nur Atika; Mustari Bosra; Ahmadin Ahmadin
Attoriolong Vol 20, No 1 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penenlitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upacara adat  Masyarakat Adat Marena di Enrekang (1953-2018) dengan menguraikan bagaimana latar belakang terbentuknya masyarakat adat, wujud dan dinamika upacara adat siklus hidup  Masyarakat Adat Marena, dampak upacara adat siklus hidup pada masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahap yakni: heuristik (pengumpulan data dan sumber), kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan kritik ekstren, interprestasi atau penafsiran dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Marena adalah sebuah tempat di mana bermukim masyarakat adat yang disebut dengan Masyarakat Adat Marena sesuai dengan tempat bermukimnya. orang yang pertama kali ada di wilayah ini bernama Pagunturan (laki-laki) dan Paccanono (perempuan). Keturunan dari pasangan inilah yang kemudian disebut orang Marena. Menurut kepercayaan orang Marena Paccanno berasal dari To Malendung, orang yang tidak Nampak. Seiring dengan berjalannya waktu mengalami banyak perubahan diantaranya pada masa Belanda, masa DI/TII, masa orde baru dan bahkan sampai sekarang mengalami perubahan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat adat Marena masih melaksanakan tradisi diantaranya Mangpadali, Manganta, Mangpaotting, Lolo Barangngapa dan Lolo Lise’, Mangbongi-bongi tomate. yang didukung dengan adanya pemangku adat di masing-masing batu ariri sebagai pemegang peranan penting untuk terlaksanya tradisi dalam masyarakat tersebut.
Muhammadiyah di Kabupaten Barru 1927-2020 Nur Syaldi; Mustari Bosra; Jumadi Jumadi
Attoriolong Vol 20, No 1 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah di Kabupaten Barru 1927-2020, Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar, dibimbing oleh Mustari Bosra dan Jumadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang hadirnya Muhammadiyah di Barru sampai pada perkembangan dan kemajuan yang dialami, serta peran Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat Barru. Adapun metode yang digunakan adalah metode sejarah yang melalui beberapa tahapan, yaitu: Heuristik (pengumpulan data dan sumber), kritik sumber (kritik internal dan kritik eksternal), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Hadirnya Muhammadiyah di Barru dilatar belakangi oleh dua faktor, yaitu: pengamalan ajaran Islam yang tidak murni dan lemahnya sistem pendidikan Islam. 2) Muhammadiyah masuk di Barru pada tahun 1927 melalui tiga jalur atau wilayah basis persebaran, yang dibawa oleh tiga orang pedagang yang masing-masing berasal dari wilayah basis itu sendiri, antara lain: di Kampung Baru dibawa oleh At-Tamimi, Takkalasi dibawa oleh H. Abd. Kadir, dan di Ele (Tanete) dibawa oleh Takim Dg Koro. Pada 1930 Muhammadiyah telah dikukuhkan di Barru dan sejak dibentuknya itu Muhammadiyah terus mengembangkan gerakannya dengan merealisasikan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 3) Peran Muhammadiyah di Barru, diantaranya dalam bidang dakwah dan tabligh Muhammadiyah mengajarkan konsep ajaran agama secara murni yang bersumber pada Al-Qur'an dan Hadits. Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah menyediakan fasilitas dan pengajaran Islam kepada masyarakat. Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Muhammadiyah memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dan menjalin kerjasama dengan masyarakat dan instansi pemerintah sebagai upaya untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Pembangunan dan Pemakmuran Masjid Besar Raudhatusshalihin Bontonompo, 1961-2021 Kajian Sejarah Kebudayaan Islam Fitriani A, Nur; Bosra, Mustari; Najamuddin, Najamuddin
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembangunan Masjid Besar Raudhatusshalihin Bontonompo, perkembangan dan fungsi Masjid Besar Raudhatusshalihin Bontonompo serta dampak keberadaan Masjid besar raudhatusshalihin Bontonompo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yakni : heuristik yakni pengumpulan data dan sumber, kritik sumber terdiri dari kritik intern dan ekstern, interpretasi atau penafsiran dan tahapan terakhir yakni hsitriografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid tua di bangun pada tahun 1301 H/1884 M atas kerja sama seorang ulama H. Abdul Rahman dengan Anrong Guru Poli selaku pemerintah adat saat itu yang didukung oleh Karaengta Tukajannangngang sebagai Karaeng Bontonompo (Wakil Pemerintah Kerajaan Gowa Bontonompo). Pembangunan Masjid Besar ini menggunakan waktu selama 10 tahun lebih. Awal pembangunannya dilakukan pada tahun 1961 dan penyelesaiannya pada tahun 1974. Status masjid jamik ini dipakai kurang 21 tahun, yakni 1974 sampai lewat pertengahan tahun 1995. Pada tahun 1995 status Masjid Jamik berubah menjadi Masjid Besar Raudhatusshalihin Bontonompo.