Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimalisasi Kesehatan Kulit melalui Edukasi dan Deteksi Dini Gula Darah Sewaktu, HbA1c, dan Hidrasi Kulit di Kota Bambu, Jakarta: Optimizing Skin Health through Education and Early Detection of Random Blood Glucose, HbA1c, and Hydration in Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Novia Yudhitiara; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Fiqi Afrizal Bachri; Kenzie Rafif Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.119

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan metabolik memiliki kaitan erat dengan kondisi kulit, khususnya melalui pengaruh kadar gula darah sewaktu (GDS) dan hemoglobin A1c (HbA1c) terhadap hidrasi kulit. Gangguan metabolik kronis, seperti hiperglikemia, dapat mempercepat proses kerusakan kolagen dan elastin sehingga berdampak pada penurunan kelembapan serta fungsi protektif kulit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini gangguan metabolik dan kaitannya dengan kesehatan kulit. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Edukasi interaktif diberikan terkait manajemen gula darah dan perawatan kulit, dilanjutkan dengan pemeriksaan GDS menggunakan glucometer portabel, HbA1c melalui analisis laboratorium, serta hidrasi kulit dengan hidrometer digital. Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata GDS sebesar 98,29 mg/dL dan HbA1c 4,58%, keduanya masih dalam kategori normal pada sebagian besar peserta. Sementara itu, rata-rata hidrasi kulit adalah 58,71%, dengan distribusi terbanyak pada kategori lembab dan sedikit lembab. Temuan ini menunjukkan bahwa kontrol metabolik yang baik berhubungan dengan kondisi hidrasi kulit yang relatif terjaga. Kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining terpadu yang menghubungkan aspek metabolik dengan kesehatan kulit. Kesimpulan: Upaya promotif dan preventif melalui edukasi, pemeriksaan sederhana, serta tindak lanjut berbasis komunitas diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan
Optimalisasi Kesadaran Masyarakat melalui Edukasi dan Skrining Serum Kreatinin serta eLFG di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta: Optimizing Community Awareness through Education and Screening of Serum Creatinine and eGFR in Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Frisca; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Brandon Alexander Setiady; Louis Anthony
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.120

Abstract

Pendahuluan: Fungsi ginjal memiliki peran vital dalam menjaga homeostasis tubuh, sehingga deteksi dini gangguan ginjal menjadi langkah penting sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ginjal melalui edukasi serta pemeriksaan serum kreatinin dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel darah vena untuk analisis kreatinin, kemudian hasilnya digunakan untuk menghitung eLFG dengan rumus CKD-EPI. Hasil: Hasil menunjukkan nilai rata-rata kadar kreatinin adalah 0,93 mg/dL dan nilai eLFG rata-rata sebesar 99,26 mL/min/1,73m². Mayoritas peserta  berada dalam kategori normal, namun sebagian kecil menunjukkan penurunan fungsi ginjal derajat ringan. Kesimpulan: Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan skrining sederhana di tingkat komunitas untuk mendeteksi individu berisiko sejak dini. Pendekatan berbasis komunitas memungkinkan intervensi promotif dan preventif dilakukan lebih cepat guna menurunkan risiko penyakit ginjal kronis di wilayah perkotaan
Edukasi dan Skrining Kadar SGOT dan SGPT sebagai Deteksi Dini Gangguan Fungsi Hati di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta : Education and Screening of SGOT and SGPT for Early Detection of Liver Function Disorder in Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Yonathan Adi Purnomo; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Kresna Bambang Fajarivaldi; Muhammad Rifat Umar Alwini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.121

Abstract

Pendahuluan: Gangguan fungsi hati merupakan masalah kesehatan yang sering tidak disadari sejak awal karena gejalanya muncul secara perlahan. Pemeriksaan enzim hati, terutama Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), menjadi metode sederhana yang dapat memberikan gambaran awal kondisi hati. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati melalui edukasi dan pemeriksaan kadar SGOT serta SGPT. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta yang mengikuti penyuluhan interaktif dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan darah vena kemudian dianalisis di laboratorium untuk menilai kadar SGOT dan SGPT. Hasil: Hasil menunjukkan rata-rata kadar SGOT sebesar 21,50 U/L dan SGPT 22,75 U/L, dengan distribusi nilai terkonsentrasi pada rentang 15–25 U/L. Mayoritas peserta memiliki hasil dalam batas normal, meskipun terdapat variasi individu dengan nilai mendekati batas atas yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa pemeriksaan enzim hati sederhana efektif digunakan untuk deteksi dini gangguan hati di masyarakat. Dengan integrasi edukasi mengenai pola hidup sehat, langkah promotif dan preventif dapat dijalankan untuk menekan risiko penyakit hati kronis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.