Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Prevalence of Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) Producing Gut Bacterial Flora Among Patients in Dr. Soetomo Hospital and Primary Health Centre in Surabaya Naelasari, Dian Neni; Koendhori, Eko Budi; Dewanti, Linda; Sarassari, Rosantia; Kuntaman, K
Folia Medica Indonesiana Vol. 54, No. 4
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The extended-spectrum b-lactamase (ESBL) producer bacteria until now were mostly identified in hospital environment. The aim of this study was to analyze the prevalence of ESBL-producing gut flora and distribution of ESBL encoding genes between hospitalized patient in Tropical Wards of Dr. Soetomo Hospital and patient from a primary health centre (PHC) as community environment in Surabaya. Thiry rectal swab samples from hospital of Dr. Soetomo patients and from PHC (60 samples in total) were collected for this study. Samples were screened in MacConkey agar supplemented with 2 mg/L of cefotaxim, incubated at 37ºC for 24 hours. Then the growing colony were confirmed with Disk Diffusion Synergy test (DDST) for diagnosis of ESBL producer. The identified ESBL producers were then identified the bacteria species by biochemical method. ESBL gene were detected by PCR with specific primers. The results showed that there was not difference of positif nuber of ESBL-producing bacteria gut floral between patients of Dr.Soetomo Hospital, 25/30 (83.3%) and PHC, 11/30 (36.7%) (p=1). The pattern of ESBL gene distributions among samples from hospital showed that SHV was 12%, TEM was 36%, and CTX-M was 80%, and from PHC were SHV 18.2%, TEM 27,3% and CTX-M 81,8%. Statistical analysis showed that the pattern was not significantly different among hospitals and PHC samples as shown by SHV gene (p=0,631), TEM (p= 0.715), and CTX -M (p=1). From each ESBL gene, the dominant genes that found producing ESBL were the CTX-M genes followed by TEM and SHV genes. The prevalence of ESBL producersin intestinal flora of both the hospital (83,3%) and the PHC (36,7%) was very high. There was not significant difference between the prevalence of ESBL producer in gut flora of hospitalized patients compared to PHC. There was found other patterns of ESBL gene combinations in the hospital of SHV+CTX-M genes, TEM+CTX-M, SHV+TEM+CTX-M genes and PHC, the combination pattern of SHV+CTX-M, TEM+CTX-M.
Hubungan Edukasi Gizi Seimbang Melalui Media Video Animasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja di SMPI Rahmatullah Al-Ma’arif Darek Kecamatan Praya Barat Daya Naelasari, Dian Neni; Nurmaningsih, Nurmaningsih; Saputra, lalu Muhammad Reza; Amnan, Amnan
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wwr6j977

Abstract

Anak usia sekolah merupakan sasaran yang tepat untuk memberikan intervensi edukasi gizi seimbang karena perkembangan sel-sel organ otak mulai terbentuk pada masa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan edukasi gizi seimbang melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-experimental pre-test, post-test design. Jumlah populasi dari penelitian ini sebanyak 166 orang remaja dengan total sampel penelitian sebanyak 117 orang remaja sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisisi bivariat dan univariat pada sampel penelitian ini sebelum diberikan intervensi edukasi gizi seimbang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan remaja termasuk dalam karakteristik tingkat rendah dengan nilai 82,91%, setelah di berikan intervensi edukasi gizi seimbang melalui media video animasi, tingkat pengetahuan remaja mengalami peningkatan dengan nilai 88,89% kemudian hasil dari analisis bivariat dilakukan uji korelasi dengan menggunakan komputer aplikasi (SPSS), setelah dilakukan uji korelasi pada penelitian ini hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel dapat dilihat dari nilai p-value = 0,001 (a<0,05) dan perolehan hasil perhitungan rs= 0.455 artinya terdapat hubungan yang kuat antara edukasi gizi seimbang melalui media video animasi dengan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja di SMPI Rahmatullah Al-Ma’arif Darek