Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN HASIL PENELITIAN : PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA PADA MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI CMHN DI DESA KALEGEN KECAMATAN BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2016 Erna Erawati; Sri Adiyati; Angga Sugiarto
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.756 KB) | DOI: 10.31983/link.v13i2.2928

Abstract

Desa Kalegen merupakan daerah rural dengan luas wilayah 2,26 km2 dan tingkat kepadatanpenduduk 1130 dan pernah mengalami bencana tanah longsor. Musibah, penyakit merupakanstressor yang dapat memicu dan berisiko gangguan jiwa bila tidak bisa ditangani dengan baik.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan hasil penelitian mengenaipendidikan kesehatan jiwa masyarakat melalui implementasi Community Mental Health Nursing(CMHN) sehingga diharapkan masyarakat memiliki koping yang adaptif. Kegiatan dilakukan selama50 jam di enam dusun di Desa Kalegen Kecamatan Bandongan kabupaten Magelang. Tim dosenmenerapkan metode ceramah tanya jawab serta roleplay latihan menghadapi permasalahan terkaitkesehatan jiwa yang dihadapi. Hasil kegiatan ini efektif bagi masyarakat dalam menanamkankesadaran akan pentingnya sehat jiwa, sehingga mereka yang sehat bertambah sehat denganterpenuhinya tugas perkembangan, yang kelompok risiko tidak menjadi gangguan. Terdapat 180anggota masyarakat setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, terjadi penurunan gejalastress melalui Self Reporting Questionnairre (SRQ). Hasil pengabdian masyarakat inimengimplementasikan visi dan misi program studi keperawatan Magelang dan memberikan bekalkepada mahasiswa sebagai alat terapeutik dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa. Perubahanpengetahuan dan kemampuan dalam menangani stress dan akan bermakna jika masyarakatmelakukan latihan secara konsisten.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan jiwa ;
THE TENDENCY OF PERSONALITY DISORDER SCREENING IN EARLY ADULTHOOD Erna Erawati; Moh Ridwan; Susi Roestyati Talib; Lulut Handayani
IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) Vol 5, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijiet.v5i1.1816

Abstract

A personality disorder is often under-diagnosed in the normal population. It is important to detect personality disorder through screening at an early stage. This study was carried out to assess the tendency of personality disorder at an early stage.  A descriptive quantitative study was adopted. The sampling technique used in this research was consecutive sampling. Data were analyzed using descriptive and frequencies to describe the demographic characteristics and the tendency of personality disorder based on cluster. There was 546 late adolescence in the normal population. Of these, 49 met the criteria for the inclusion criteria. The result showed that the majority of the participants were girls (86%), with age 20 years (60%). This study also showed that the high-risk personality disorder was dominantly by narcissistic (57%) in Cluster B and the least dominant of high-risk personality was avoidant (4%) in Cluster C. The results of this study provide important information for the normal population to prevent actual personality disorder among people at an early stage. These findings also recommended further research to determine the extent of personality disorder type and its influence on the normal population.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN FOKUS STUDI HARGA DIRI RENDAH DI RSJ. PROF. dr. SOEROJO MAGELANG Eka Nur Eni; Erna Erawati; Angga Sugiarto; Suyanta Suyanta
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1571

Abstract

Salah satu masalah keperawatan harga diri rendah yang banyak dijumpai pada klien skizofrenia adalah harga diri rendah. Harga diri rendah adalah suatu perasaan dalam diri seseorang yang menganggap bahwa dirinya itu negatif. Harga diri yang tinggi dapat ditunjukkan dengan seseorang mampu menghadapi lingkungan secara aktif, beradaptasi secara efektif untuk berubah dan cenderung merasa aman. Tujuan penelitian menggambarkan pengelelolaan asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi pada klien skizofrenia dengan fokus studi harga diri rendah dengan intervensi mengidentifikasi aspek dan kemampuan positif melalui afirmasi positif. Afirmasi positif merupakan penguatan dalam diri secara positif dengan cara mengungkapkan kalimat yang positif seperti sedang berdoa. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik, langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan mencari data pada rekam medik. Subjek penelitian berjumlah 1 responden berumur 27 tahun. Instrument yang digunakan adaalah dengan Rosenberg’s Self-Esteem Scale untuk mengukur tingkat harga diri klien sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan skor harga diri dari kategori rendah menjadi kategori normal.
NURSING STUDENTS’ BARRIERS IN CARING FOR SCHIZOPHRENIA PATIENTS WITH VIOLENCE RISK Erna Erawati
Belitung Nursing Journal Vol. 2 No. 6 (2016): November - December
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.301 KB) | DOI: 10.33546/bnj.32

Abstract

Background: There is a general consensus that schizophrenia patients have a greater risk to become violent. Caring for schizophrenia patients with risk of violence presents difficult clinical challenges, and it complicates the efforts of nursing student. Analysis of nursing student' barriers may lead to improve nursing management of risk of violence. Objective: The aim of this study is to explore the nursing student barriers in for caring schizophrenia patients with violence risk. Method: A total sample of 22 nursing students completed their experience through reflective diary during clinical placements. The qualitative data were explored by thematic content analysis method using NVivo. Results: Three themes were emerged from the data included: emotions, personal experience, and inadequate communication skills. Conclusion: These themes reflected the barrier of the nursing students when they applied nursing care toward schizophrenia patient with violence risk. Knowing the barriers is very important for successful violence risk management for nursing student.
STUDI KASUS AKTIVITAS MENGGAMBAR DALAM MENGONTROL GEJALA HALUSINASI DI RSJ PROF. DR. SOERODJO MAGELANG Novianti Saptarani; Erna Erawati; Angga Sugiarto; S Suyanta
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v3i1.428

Abstract

Latar Belakang :halusinasi merupakan salah satu dari gejala gangguan jiwa yaitu dimana klien mengalami perubahan persepsi sensori : merasakan sensori yang tidak nyata berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penghiduan. Intervensi pada halusinasi yaitu untuk mengontrol gejala pada halusinasi diantaranya dengan melakukan aktivitas menggambar. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui asuhan keperawatan jiwa dengan perubahan persepsi sensori : hausinasi pendengran dengan intervensi aktivitas menggambar Metode : penelitian ini menggunakan metode deskritif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan selama 5 hari pada klien rawat inap di RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang, yang telah didiagnosa skizofrenia dengan fokus perubahan persepsi sensori halusinasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumen,. Instrumen penelitian menggunakan format PSYRAT (Psychotic Symptom Rating Scale) yang terdiri dari 11 pertanyaan dan format asuhan keperawatan jiwa. Hasil : dari penelitian terdapat penurunan gejala halusinasi setelah dilakukan aktivitas menggambar yang diukur dengan PSYRAT (Psychotic Symptom Rating Scale). Kesimpulan : dalam menerapkan aktivitas gambar efektif untuk mengontrol gejala halusinasi, namun terdapat faktor faktor yang mempengaruhi aktivitas menggambar
PENERAPAN HASIL PENELITIAN PSIKOEDUKASI DALAM PENURUNAN MASALAH PSIKOSOSIAL KELUARGA PASCA BENCANA DI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PROMOTIP, PREVENTIP, KURATIP DAN REHABILITATIP DI DUSUN JEMBLUNG, DESA SAMPANG, KECAMATAN KARANGKOBAR, KABUPATEN BANJARNEGARA Erna Erawati; Suharsono Suharsono; Suyanta Suyanta; Wiwin Reni Rachmawati; Siti Arifah; Moh Hanafi
Jurnal LINK Vol 12, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.381 KB) | DOI: 10.31983/link.v12i1.419

Abstract

As a part of management disaster, the intervention of psycho education has been done by a nurse in Diploma IV nursing program as dedication to community. The aims of  dedication to community is to explore the effect of psycho education among survivor of landslide in Banjarnegara in decreasing psychosocial problem. Method: We used psycho education as intervention and After implementation for 50 hours with technique of focus group discussion there was a significant decrease in psychosocial problem among family with survivor of landslide. We recommended that psycho education become of disaster management.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONCEPT AND ACADEMIC PROCRASTINATION IN NURSING STUDENTS OF POLYTECHNIC KEMENKES SEMARANG Rikka Nur Anggraeni; Erna Erawati; Yeni Yulistanti; Suyanta Suyanta
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i1.1554

Abstract

Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademik memiliki tanggung jawab utama terhadap tugas akademiknya. Banyak ditemukan mahasiswa yang melakukan penundaan mengerjakan tugas akademik atau disebut dengan prokrastinasi akademik. Berbagai faktor yang menjadi penyebab mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang melakukan penundaan, salah satunya adalah faktor dalam individu itu sendiri atau disebut sebagai konsep diri. Penelitian ini disusun untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Jenis penelitian ini penelitian menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mencari hubungan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik. Responden penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 150 mahasiswa dengan teknik multistage random sampling yang memadukan teknik cluster sampling dan proportionate stratified random sampling . Variabel konsep diri diukur dengan kuesioner skala konsep diri yang berjumlah 25 item dan variabel prokrastinasi akademik diukur dengan kuesioner prokrastinasi akademik yang berjumlah 30 item. Kedua variabel dianalisis dengan uji korelasi Kendall Tau. Hasil analisis korelasi kedua variabel diperoleh hasil r= (-0,187) dengan Sig. (2-tailed) 0,002 (p<0,05), sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik mahasiswa. Artinya, apabila konsep diri mahasiswa meningkat, maka akan diikuti dengan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa yang menurun. Begitu pula sebaliknya, apabila konsep diri mahasiswa menurun, maka berpotensi terjadi peningkatan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa.
Penerapan Manajemen Halusinasi Melalui Edukasi Latihan Distraksi Husniah, Jihan Zalfa; Erawati, Erna; Sugiarto, Angga; Suyanta, Suyanta
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 6, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v6i2.14356

Abstract

Pasien halusinasi merupakan gangguan yang banyak terjadi pada pasien skizofrenia. Halusinasi merupakan masalah gangguan jiwa, yang dapat diartikan sebagai gangguan persepsi sensori tanpa adanya stimulus yang nyata. Memberikan intervensi kepada pasien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dan menurunkan tingkat halusinasi pendengaran dengan cara mendistraksi halusinasi dengan melakukan aktivitas terjadwal melalui pendekatan spiritual dzikir. Sehingga pasien dapat membiasakan diri untuk mengontrol halusinasi melalui pendekatan spiritual berzikir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan menggunakan proses asuhan keperawatan yang memfokuskan pada asuhan keperawatan kepada pasien skizofrenia dengan masalah gangguan persepsi sensori. Instrumen yang digunakan adalah format asuhan keperawatan dan didukung format Psychotic Symptom Rating Scale (PSYRATS). Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan dilakukan tindakan keperawatan dan cara mengontrol halusinasi dengan pendekatan spiritual yaitu berdzikir dapat memberikan efek yang positif diantaranya pasien dapat lebih tenang dan dapat mengontrol halusinasinya.
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KECEMASAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER ODGJ Suharsono; Rantika; Erna Erawati; Suyanta
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 4 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i4.313

Abstract

Latar belakang : Gangguan jiwa merupakan keadaan seseorang yang mengalami masalah dalam pemikiran kehidupan, interaksi dengan orang lain, dan perilaku terhadap dirinya. Penyebab gangguan jiwa pada umumnya terjadi karena kekecewaan mendalam, trauma psikis dalam kehidupan maupun stress berkepanjangan. Keluarga sebagai caregiver mempunyai peran penting dalam merawat dan mendampingi kehidupan ODGJ. Sebagai caregiver, keluarga tak lepas dari dampak diskriminasi masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan beban tekanan mental pada dirinya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kecemasan keluarga sebagai caregiver ODGJ. Metodologi : Penelitian ini merupakan penilitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan quasi eksperiment dengan one group pretest – posttest design without control group. Responden pada penelitian ini adalah caregiver ODGJ yang berada di wilayah kerja Puskesmas Borobudur. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara pusposive sampling dan didapatkan hasil sebanyak 32 responden. Uji statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kecemasan keluarga sebagai caregiver ODGJ dengan nilai p value <0,005 Kesimpulan: Terdapat pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kecemasan keluarga sebagai caregiver ODGJ.
Implementation of Anti-Stroke Exercises to Address Stroke Prevention in Villages Erawati, Erna; Ridwan, Moh.; Triredjeki, Hermani; Talib, Susi Tentrem Roestyati; Hastuti, Tulus Puji
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i1.4720

Abstract

Stroke remains a leading cause of disability and death, particularly in village areas where access to health education and preventive services is limited. While physical activity is known to reduce stroke risk, structured, community-based prevention programs are rarely implemented or studied in village settings. This study evaluates the implementation of anti-stroke exercises for stroke prevention in a village in Magelang, Central Java. A qualitative descriptive approach was used. Data were collected through focus group discussions and semi-structured interviews with village residents, community health workers, and local leaders in three village villages where the anti-stroke exercise program had been introduced. Thematic analysis was used to interpret the data. Participants reported increased awareness of stroke risk factors and the importance of physical activity. The exercise sessions were generally well-received and promoted social interaction among participants. Three key points for implementing anti-stroke exercises in rural areas aimed at preventing stroke were identified: early detection, education, and community participation. The program contributed to stroke prevention efforts by raising awareness and encouraging healthier lifestyles in village communities. Community engagement and leadership played crucial roles in the success of implementation. To strengthen the program, ongoing facilitator training, integration into broader public health strategies, and government support are needed. Regular monitoring and community feedback can help sustain and scale the initiative effectively.