Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

LOMBA VIDEO PENDEK KONSERVASI MANGROVE UNTUK PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN GENERASI MUDA Nurnaningsih Hamzah; Abdul Sakti; Dewi Fitriani; Niken Puji Rahayu; Sahindomi Bana; Zakiah Uslinawaty
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.852

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, keberlanjutan ekosistem tersebut masih menghadapi berbagai tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, pembangunan kawasan pesisir, pencemaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi mangrove. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan generasi muda melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana kampanye konservasi mangrove. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa dan pelajar dari berbagai latar belakang yang memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan dan media digital, dengan melibatkan 15 peserta dalam kegiatan lomba video pendek “Satu Menit Selamatkan Mangrove”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi konservasi mangrove, penyusunan konsep dan produksi video, publikasi kampanye digital melalui Instagram, penilaian karya, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menghasilkan 15 video edukatif bertema konservasi mangrove. Kampanye digital yang dilakukan melalui Instagram mampu menjangkau sekitar 5.400 akun dan memperoleh sekitar 3.200 interaksi digital berupa tanda suka, komentar, dan berbagi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa lomba video pendek berbasis media digital dapat menjadi strategi edukasi lingkungan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi muda. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi generasi muda dalam penyebarluasan pesan konservasi mangrove serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui evaluasi literasi lingkungan yang lebih terukur.
REHABILITASI MANGROVE TELUK KENDARI BERBASIS EDUKASI LINGKUNGAN DAN KOLABORASI MULTIPIHAK Nurhayati Hadjar; Abdul Sakti; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Abigael Kabe; Lade Ahmaliun
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.853

Abstract

Ekosistem mangrove di Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pesisir, tetapi kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan yang ditandai dengan berkurangnya tutupan mangrove sebesar 15% per tahun, kerusakan habitat akibat pembangunan dan konversi lahan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung rehabilitasi mangrove melalui edukasi lingkungan, aksi penanaman, dan penguatan kolaborasi multipihak berbasis Campus-Based Environmental Stewardship. Kegiatan melibatkan 250 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, siswa sekolah menengah atas, perwakilan instansi pemerintah, masyarakat, serta tujuh mitra strategis dalam bidang lingkungan dan rehabilitasi pesisir. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai fungsi ekologis mangrove, demonstrasi teknik penanaman, praktik penanaman bibit, evaluasi pemahaman melalui kuis, serta penguatan jejaring konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menanam 500 bibit mangrove yang terdiri atas Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Bruguiera gymnorrhiza. Peningkatan pengetahuan peserta terlihat melalui kuis berhadiah yang memuat 20 pertanyaan tentang materi sosialisasi, dengan siswa sekolah menengah atas menjadi kelompok yang paling aktif dan paling banyak memberikan jawaban benar. Kolaborasi tersebut mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara kampus, pemerintah, sekolah, masyarakat, dan mitra lingkungan dalam pelaksanaan konservasi pesisir berkelanjutan secara bersama. Kegiatan ini meningkatkan keterlibatan peserta dalam konservasi, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan mendukung pemulihan kawasan pesisir. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pemantauan pertumbuhan bibit, pemeliharaan rutin, pendampingan berkala, serta perluasan kemitraan dan edukasi konservasi kepada siswa sekolah menengah pertama.
Technical guidance on the use of Sengon and Jabon Logging Waste as Renewable Fuel to increase the Economic Value of the Andalambe Village Forest Farmers Group, Konawe, Indonesia Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Sitti Noorbaini Sarmin; Nurrohana Ahmad; Lies Indriyani; Sahindomi Bana; Basrudin; Nurhayati Hadjar; Agus Setiawan; abigael Kabe; Nurnaningsih Hamzah; Aura Charismailliah; Alfan Ananta Julianda; La Ode Muh. Jaffar Efendi
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v5i1.1662

Abstract

The International Collaborative Community Service Program, conducted by the Forestry Study Program of the Faculty of Forestry and Environmental Sciences in collaboration with the University of Technology of Mara, Malaysia, aims to: Provide training on utilizing sengon/jabon wood waste (harvested) by converting it into wood pellets as a renewable energy source; and Increase the economic value of community forests by improving the quality of primary wood and creating value-added products from waste. This community service activity is implemented through outreach and practical training on making wood pellets from sengon/jabon waste, introducing the potential of wood waste as a renewable energy source. Techniques for collecting, drying, and shredding wood waste, as well as the process of molding the shredded waste into pellets, are also covered. After this activity, community forest farmer groups can utilize and convert previously unused waste from sengon and jabon felling into wood pellet products. Environmental benefits include more sustainable forest management and reduced wood waste, which can otherwise pollute the environment. The expected benefits for the partner (UiTM) include applying existing knowledge and technology in the context of international community service and strengthening collaborative networks.
The application of medicinal plants in the local community of Gantara Forest, Southeast Sulawesi, Indonesia NURNANINGSIH HAMZAH; HUSNA HUSNA; RUSLIN RUSLIN; MUHAMMAD ARBA
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 12 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d231254

Abstract

Abstract. Hamzah N, Husna, Ruslin, Arba M. 2022. The application of medicinal plants in the local community of Gantara Forest, Southeast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 23: 6557-6563. The local community around Forest Management Unit (FMU) Gantara (Gantara Forest) has traditionally utilized medicinal plants, especially people in Liwu Metingki Village of Muna District, Southeast Sulawesi Province, Indonesia, yet the least information on its application has been recorded. This study investigated the traditional application of medicinal plants by the local community nearby Gantara Forest, specifically Liwu Metingki Village. Exploratory research was implemented using the multi-method approach of field observation and a semi-structured interview with 17 traditional practitioners living around Gantara Forest. The study successfully collected and identified 34 potential medicinal plants in 20 families to treat 21 diseases. Most plants have a habitus of the tree (39%), which 67% of the local community apply as traditional herbs. Boiling has become the most popular practice in using medicinal plants of the local community (45%) to obtain benefits from the plants against internal diseases (37%). This finding demonstrates the vital role of sustainable management of Gantara Forest for human health. With this finding, the community is strongly expected to understand the significant role of medicinal plants, so they can attempt to protect the plants by, for example, planting them in their yards.