Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) Asal Desa Pao Kecamatan Tombolo Pao KabupatenN Gowa Dengan Metode ABTS Putri Indah Sari; Tahirah Hasan; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.776

Abstract

Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun pucuk merah (Szygium Myrtifolium Walp.) Asal Desa Pao Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Daun pucuk merah berpotensi sebagai antioksidan karena mengandung senyawa fenolik yang dapat meredam radikal bebas sehingga berpeluang sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol daun pucuk merah (Szygium Myrtifolium Walp.) dengan metode ABTS. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia daun pucuk merah dengan cara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%. Uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 741 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun pucuk merah dengan metode ABTS diperoleh nilai IC50 sebesar 3,5987 ± 0,077 μg/mL dan pembanding asam askorbat diperoleh nilai IC50 sebesar 1,4136 ± 0,196 μg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun pucuk merah 0,39 kali dari aktivitas antioksidan asam askorbat.
Uji Kadar Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) Asal Kabupaten Bone dengan Metode DPPH Wa Yusniawati; Tahirah Hasan; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.824

Abstract

kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa fenolik dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kadar fenolik total dan menentukan nilai IC50 ekstrak etanol rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) asal Kabupaten Bone dengan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia kunyit hitam dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penetapan kadar fenolik total dengan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 764 nm dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 505 nm. Hasil analisis kadar fenolik total ekstrak etanol kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) asal Kabupaten Bone diperoleh kadar rata-rata 25,058 mg EAG/g sampel dan hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) diperoleh nilai IC50 sebesar 56,630 + 0,468 μg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) 0,028 kali asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 1,607 + 0,0916 μg/mL.
Skrining Fitokimia dan uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum L.) dengan Metode ABTS Riska Damayanti; Tahirah Hasan; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.869

Abstract

ABSTRAK Bawang putih (Allium sativum L.) diidentifikasi memiliki kandungan senyawa metaboilt sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa dan mentukan nilai IC50 ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dengan metode ABTS. Simplisia bawang putih di ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% lalu dilanjutkan skrining fitokimia menggunakan berbagai pereaksi yang spesifik dan uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang putih mengandung golongan senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid dan saponin. Pengujian aktivitas antioksidan terhadap radikal ABTS menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 740 nm. Hasil analisis menunjukan bahwa ekstrak etanol bawang putih memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 187,682 ± 0.06670 µg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) yaitu 0,0129 kali dari aktivitas antioksidan asam askorbat IC50 sebesar 2,427 ± 0,01014 µg/mL Kata Kunci: ABTS, Antioksidan; Asam Askorbat; Bawang Putih (Allium sativum L.); Skrining Fitokimia ABSTRACT Research has shown that secondary metabolic products found in garlic (Allium sativum L.) have potential use as antioxidants. This study uses the ABTS technique to identify the class of chemicals and calculate the IC50 value of an ethanol extract of garlic (Allium sativum L.). After macerating the garlic simplicia in 96% ethanol, the phytochemicals were screened using a variety of specialized reagents, and the antioxidant activity was assessed using the ABTS technique. Garlic ethanol extract includes alkaloid, terpenoid, flavonoid, and saponin components, according to the results of phytochemical screening. ABTS radicals were tested for antioxidant activity using a visible spectrophotometer set to 740 nm. The study findings indicate that the ethanol extract of garlic contains 187.682 ± 0.06670 µg/mL of antioxidant activity. The action of antioxidants Keywords: ABTS, Antioxidant; Ascorbic Acid; Garlic (Allium sativum L.); Phytochemical Screening
Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70 % Bunga Kamboja Jepang (Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult) dengan Metode DPPH Musniati M.A Ramli; Tahira Hasan; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 2: Volume 3 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i2.1070

Abstract

Penelitian penetapan kadar flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70 % bunga kamboja jepang (Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult dengan metode DPPH telah dilakukan. Pelaksanaan penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan kadar flavonoid total serta nilai IC50 ekstrak etanol 70 % bunga kamboja jepang (Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult menggunakan metode DPPH.  Metode penelitian mencakup ekstraksi bunga kamboja jepang dengan memanfaatkan etanol 70 % menggunakan cara maserasi. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 428 nm dengan baku standar kuarsetin.  Hasil analisis kadar flavonoid total ekstrak etanol bunga kamboja jepang yakni kadar rata-rata 29,3333 %. Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga kamboja jepang dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 505 nm. Berdasar pada hasil analisis tersebut, diperoleh informasi bahwasanya ekstrak etanol 70 % bunga kamboja jepang mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 mencapai 30,673 ± 1,077 ppm serta nilai IC50 pembanding asam askorbat adalah 2,077 ± 0,03 ppm. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70 % bunga kamboja jepang mencapai 0,067 kali dari nilai IC50 pembanding asam askorbat.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L. ) Asal pinrang terhadap Staphylococcus aureus Nur Zhafirah; Jasmiadi Jasmiadi; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1318

Abstract

Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit, salah satu tanaman yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini sebagai bahan obat-obatan adalah tanaman kemangi. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sehingga perlu dikembangkan dengan menguji pada bagian bunga pada tanaman kemangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas dari ekstrak bunga kemangi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi bunga kemangi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar yang menggunakan kertas cakram dengan konsentrasi 20%, 50%, 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunga kemangi yang diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% diperoleh ekstrak sebanyak 53,60 gram dengan persentasi rendamen sebesar 26,8%. Ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar memiliki diameter zona hambat yaitu untuk konsentrasi 20% sebesar 10,11mm; kemudian 50% sebesar 12,79mm; dan konsentrasi 75% sebesar 17,48mm. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kata Kunci: Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L.); Bakteri Staphylococcus aureus; Antibakteri
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Siti Hajar Puaq Tudeq Hasan; Nur Alim; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1372

Abstract

Biji alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan nilai IC50 ekstrak biji alpukat berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dan refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 505 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat secara maserasi dan refluks di peroleh nilai IC50 masing-masing sebesar 38.857 ± 0.1937 μg/mL dan 35.946 ± 0.1225 μg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji alpukat secara maserasi dan refluks 0.0570 dan 0.0617 kali asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 2.219 ± 0.0028 μg/mL
Skirining Fitokimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Daun Nam-nam (cynometra cauliflora) Asal Kabupaten Halmahera Selatan Saina Muhamad; Nur Alim; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1677

Abstract

Flavonoid merupakan kelompok senyawa bioaktif yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antijamur yang signifikan. Tanaman nam-nam termasuk dalam jenis tanaman obat yang memiliki potensi farmakologis, terutama sebagai agen antioksidan, antibakteri, dan antifungal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan skrining senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Selanjutnya dilakukan uji kualitatif senyawa flavonoid, kemudian penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan mengandung senyawa metabolit sekunder meliputi flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin, serta memiliki kadar flavonoid total rata-rata sebesar 34,5863 ppm Perbedaan tempat tumbuh dapat berpengaruh pada kandungan kadar flavonoid total ekstrak daun nam-nam. Kata Kunci: Skrining, Flavonoid total, Nam-nam (Cynometra cauliflora L.)
Uji Aktivitas Antijamur Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Asal Nusa Tenggara Timur Terhadap Jamur Candida albicans. Nurweintia MD Toro; Nur Ida; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1744

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab didiasis, sariawan, lesi pada kulit, kandiduria bahkan dapat menjadi komplikasi kanker. Tumbuhan keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam kelompok herbal kecil dengan tinggi maksimal hingga 40 cm dan umbinya berbentuk bulat dengan diameter hingga 2 cm. Skrining fitokimia merupakan cara untuk mengidentifikasi bioaktif yang belum tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan yang dapat dengan cepat memisahkan antara bahan alam yang tidak memiliki kandungan fitokimia tertentu. Kandungan kimia dari keladi tikus yaitu alkaloid, steroid, flavonoid, glikodisa dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan piper disk didalam media agar yang telah diinokulasikan dengan jamur. Kata Kunci: Candida albicans,kandidiasis,keladi tikus,skrining fitokimia. Hasil penelitian didapatkan daya hambatan yang terbentuk pada ektrak daun keladi tikus: 16,53 mm, kontrol positif: 19,22 mm dan kontrol negatif: 5,33 mm.
Uji Aktivitas Ekstrak Rempah Masakan Coto Makassar Terhadap penurunan Tekanan Darah Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Regina Zalsa; Nur Alfia Irfayanti; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1923

Abstract

Uji aktivitas antihipertensi dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi senyawa tanaman obat dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman yang biasa dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional adalah jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, sereh, ketumbar, lada, pala, dan jintan, yang merupakan komposisi dari bumbu masakan coto makassar. Tanaman ini banyak manfaat karena mengandung senyawa seperti flavonoid, allicin, dan piperin. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan melihat penurunan tekanan darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini menggunakan metode prepost design dengan metode ekstraksi refluks yang menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebbanyak 15 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yang diinduksi prednison dan NaCl selama 14 hari secara oral. Kelompok I, II, III, masing-masing diberi ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. pemerian dilakukan dengan dosis berulang selama 7 hari, kelompok IV diberi captopril sebagai control positif dan kelompok V diberi Na-CMC sebagai control negative. Tekanan darah diukur menggunakan alat Tail Cuff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah coto makassar konsentrasi 1%, 5%, dan 10% dapat menggunakan tekanan darah pada tikus putih.
Skrining Fitokimia, Analisis Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total yang Berpotensi sebagai Antihipirtensi pada Daun Kelapa (Cocos nucifera L) Wafiq Azisah Ramadhani; Nur Alim; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada daun kelapa (Cocos nucifera L) melalui skrining fitokimia, serta menentukan kadarfenolik dan flavonoid total yang berpotensi sebagai antihipertensi. Metode ekstraksi yang digunakan adlah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, fenolik dan glikosida menggunakan pereaksi spesifik masing-masing. Analisis kadar fenolik total ditetapkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunkan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan dengan metode kompleksasi AlCl3 menggunakan kuarsetin sebagai standar. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid,tanin, saponin, steroid, fenolik dan glikosida. Hasil analisis fenolik total menunjukkan kadar sebesar 44,2282 mgGAE/g ekstrak, sedangkan kadar flavonoid total sebesar 17,4359 mgQE/g ekstrak. Keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid ini berpotensi memberikan aktivitas biologis sebagai antihipertensi melalui mekanisme antioksidan dan vasodilatasi. Penelitian ini memperkuat pemanfaatan daun kelapa sebagai sumber senyawa bioaktif yang mendukung perkembangan obat herbal antihipertensi. Kata Kunci: Antihipertensi, Cocos nucifera, Fenolik total, Flavonoid total, Skrining fitokimia