Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum L.) dengan Metode ABTS Damayanti, Riska; Hasan, Tahirah; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.869

Abstract

ABSTRAK Bawang putih (Allium sativum L.) diidentifikasi memiliki kandungan senyawa metaboilt sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa dan mentukan nilai IC50 ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dengan metode ABTS. Simplisia bawang putih di ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% lalu dilanjutkan skrining fitokimia menggunakan berbagai pereaksi yang spesifik dan uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang putih mengandung golongan senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid dan saponin. Pengujian aktivitas antioksidan terhadap radikal ABTS menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 740 nm. Hasil analisis menunjukan bahwa ekstrak etanol bawang putih memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 187,682 ± 0.06670 µg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) yaitu 0,0129 kali dari aktivitas antioksidan asam askorbat IC50 sebesar 2,427 ± 0,01014 µg/mL Kata Kunci: ABTS, Antioksidan; Asam Askorbat; Bawang Putih (Allium sativum L.); Skrining Fitokimia ABSTRACT Research has shown that secondary metabolic products found in garlic (Allium sativum L.) have potential use as antioxidants. This study uses the ABTS technique to identify the class of chemicals and calculate the IC50 value of an ethanol extract of garlic (Allium sativum L.). After macerating the garlic simplicia in 96% ethanol, the phytochemicals were screened using a variety of specialized reagents, and the antioxidant activity was assessed using the ABTS technique. Garlic ethanol extract includes alkaloid, terpenoid, flavonoid, and saponin components, according to the results of phytochemical screening. ABTS radicals were tested for antioxidant activity using a visible spectrophotometer set to 740 nm. The study findings indicate that the ethanol extract of garlic contains 187.682 ± 0.06670 µg/mL of antioxidant activity. The action of antioxidants Keywords: ABTS, Antioxidant; Ascorbic Acid; Garlic (Allium sativum L.); Phytochemical Screening
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L. ) Asal pinrang terhadap Staphylococcus aureus Zhafirah, Nur; Jasmiadi, Jasmiadi; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1318

Abstract

Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit, salah satu tanaman yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini sebagai bahan obat-obatan adalah tanaman kemangi. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sehingga perlu dikembangkan dengan menguji pada bagian bunga pada tanaman kemangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas dari ekstrak bunga kemangi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi bunga kemangi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar yang menggunakan kertas cakram dengan konsentrasi 20%, 50%, 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunga kemangi yang diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% diperoleh ekstrak sebanyak 53,60 gram dengan persentasi rendamen sebesar 26,8%. Ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar memiliki diameter zona hambat yaitu untuk konsentrasi 20% sebesar 10,11mm; kemudian 50% sebesar 12,79mm; dan konsentrasi 75% sebesar 17,48mm. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kata Kunci: Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L.); Bakteri Staphylococcus aureus; Antibakteri
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Hasan, Siti Hajar Puaq Tudeq; Alim, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1372

Abstract

Biji alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan nilai IC50 ekstrak biji alpukat berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dan refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 505 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat secara maserasi dan refluks di peroleh nilai IC50 masing-masing sebesar 38.857 ± 0.1937 μg/mL dan 35.946 ± 0.1225 μg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji alpukat secara maserasi dan refluks 0.0570 dan 0.0617 kali asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 2.219 ± 0.0028 μg/mL
Skirining Fitokimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Daun Nam-nam (cynometra cauliflora) Asal Kabupaten Halmahera Selatan Muhamad, Saina; Alim, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1677

Abstract

Flavonoid merupakan kelompok senyawa bioaktif yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antijamur yang signifikan. Tanaman nam-nam termasuk dalam jenis tanaman obat yang memiliki potensi farmakologis, terutama sebagai agen antioksidan, antibakteri, dan antifungal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan skrining senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Selanjutnya dilakukan uji kualitatif senyawa flavonoid, kemudian penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan mengandung senyawa metabolit sekunder meliputi flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin, serta memiliki kadar flavonoid total rata-rata sebesar 34,5863 ppm Perbedaan tempat tumbuh dapat berpengaruh pada kandungan kadar flavonoid total ekstrak daun nam-nam. Kata Kunci: Skrining, Flavonoid total, Nam-nam (Cynometra cauliflora L.)
Uji Aktivitas Antijamur Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Asal Nusa Tenggara Timur Terhadap Jamur Candida albicans. MD Toro, Nurweintia; Ida, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1744

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab didiasis, sariawan, lesi pada kulit, kandiduria bahkan dapat menjadi komplikasi kanker. Tumbuhan keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam kelompok herbal kecil dengan tinggi maksimal hingga 40 cm dan umbinya berbentuk bulat dengan diameter hingga 2 cm. Skrining fitokimia merupakan cara untuk mengidentifikasi bioaktif yang belum tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan yang dapat dengan cepat memisahkan antara bahan alam yang tidak memiliki kandungan fitokimia tertentu. Kandungan kimia dari keladi tikus yaitu alkaloid, steroid, flavonoid, glikodisa dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan piper disk didalam media agar yang telah diinokulasikan dengan jamur. Kata Kunci: Candida albicans,kandidiasis,keladi tikus,skrining fitokimia. Hasil penelitian didapatkan daya hambatan yang terbentuk pada ektrak daun keladi tikus: 16,53 mm, kontrol positif: 19,22 mm dan kontrol negatif: 5,33 mm.
Uji Aktivitas Ekstrak Rempah Masakan Coto Makassar Terhadap penurunan Tekanan Darah Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Zalsa, Regina; Irfayanti, Nur Alfia; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1923

Abstract

Uji aktivitas antihipertensi dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi senyawa tanaman obat dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman yang biasa dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional adalah jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, sereh, ketumbar, lada, pala, dan jintan, yang merupakan komposisi dari bumbu masakan coto makassar. Tanaman ini banyak manfaat karena mengandung senyawa seperti flavonoid, allicin, dan piperin. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan melihat penurunan tekanan darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini menggunakan metode prepost design dengan metode ekstraksi refluks yang menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebbanyak 15 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yang diinduksi prednison dan NaCl selama 14 hari secara oral. Kelompok I, II, III, masing-masing diberi ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. pemerian dilakukan dengan dosis berulang selama 7 hari, kelompok IV diberi captopril sebagai control positif dan kelompok V diberi Na-CMC sebagai control negative. Tekanan darah diukur menggunakan alat Tail Cuff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah coto makassar konsentrasi 1%, 5%, dan 10% dapat menggunakan tekanan darah pada tikus putih.
Skrining Fitokimia, Analisis Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total yang Berpotensi sebagai Antihipirtensi pada Daun Kelapa (Cocos nucifera L) Ramadhani, Wafiq Azisah; Alim, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada daun kelapa (Cocos nucifera L) melalui skrining fitokimia, serta menentukan kadarfenolik dan flavonoid total yang berpotensi sebagai antihipertensi. Metode ekstraksi yang digunakan adlah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, fenolik dan glikosida menggunakan pereaksi spesifik masing-masing. Analisis kadar fenolik total ditetapkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunkan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan dengan metode kompleksasi AlCl3 menggunakan kuarsetin sebagai standar. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid,tanin, saponin, steroid, fenolik dan glikosida. Hasil analisis fenolik total menunjukkan kadar sebesar 44,2282 mgGAE/g ekstrak, sedangkan kadar flavonoid total sebesar 17,4359 mgQE/g ekstrak. Keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid ini berpotensi memberikan aktivitas biologis sebagai antihipertensi melalui mekanisme antioksidan dan vasodilatasi. Penelitian ini memperkuat pemanfaatan daun kelapa sebagai sumber senyawa bioaktif yang mendukung perkembangan obat herbal antihipertensi. Kata Kunci: Antihipertensi, Cocos nucifera, Fenolik total, Flavonoid total, Skrining fitokimia
Formulasi Clay Mask Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior) serta Potensinya sebagai Antibakteri dan Antioksidan Arifin, Arfiani; Iqbal, Muhammad; Amri, Ayu Wandira A Baso
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1017

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama pada daunnya mengandung senyawa flavonoid yang mampu bertindak sebagai antibakteri dan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun kecombrang yang memenuhi syarat mutu fisik, untuk mengetahui efek iritasi dari sediaan clay mask pada kulit serta untuk mengetahui potensi antibakteri dan antioksidan pada sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang didapatkan dibuat dalam sediaan clay mask yang sebelumnya dilakukan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menggunakan metode dilusi cair dan diperoleh konsentrasi FI (1,5%), FII (2,5%), FIII (5%). Pengujian iritasi menggunakan metode patch test dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang diperoleh sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang memenuhi syarat mutu fisik, tidak terdapat iritasi, dan hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes diperoleh diameter zona hambat FI (12,89 ± 1,10), FII (14,28 ± 0,89), dan FIII (16,06 ± 0,89) dengan kategori kuat serta hasil pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang FI (93,184 ± 0,11), FII (90,798 ± 0,11), dan FIII (87,209 ± 0,04) dengan kategori kuat. Hasil analisis statistik pengujian aktivitas antibakteri menggunakan Analisis Varians (ANAVA) menunjukkan ketiga formula berbeda secara signifikan (nilai sig. < 0,05) dan hasil analisis statistik pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ketiga formula tidak terdapat perbedaan nyata antar perlakuan terhadap aktivitas antioksidan karena nilai sig. > 0.05.
Antioxidant Activity Test of Combination Extract from Roselle Flower (Hibiscus sabdariffa L.) and Basil Leaf (Ocimum sanctum L.) in Vitro Using the DPPH Method Muhammad Iqbal
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5268

Abstract

Antioxidants are substances that can provide protection against endogenous and exogenous oxidative stress by capturing free radicals. Antioxidants are molecules that can inhibit the oxidation of other molecules. Antioxidants are generally phenolic or flavonoid compounds that are spread throughout the medicinal plant parts, including rosela and basil. Roselle petals contain anthocyanins that act as antioxidants by reducing free radicals that attack body molecules. Flavonoids from basil leaves have antioxidant effects by scavenging free radicals. This study aims to determine the antioxidant activity of a combination of rosela flower extract and basil leaf extract. The stages of the research method include 500 g of roselle flowers and basil leaves each extracted using 70% ethanol by maceration method and the combination of roselle flower extract and basil leaf extract was tested for antioxidant activity in vitro using 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazine (DPPH) receptor. The results showed that the yield of roselle flower extract was 13.28% and basil leaf extract was 12.52%. The results of the in vitro antioxidant activity test showed that the combination of roselle flower and basil leaf extracts with a ratio of 1:1, 1:2, and 2:1 had strong antioxidant activity with IC50 values of 70.33 µg/ml, 56.92 µg/ml, and 57.90 µg/ml, respectively.