Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Pekerjaan Ibu Dan Riwayat ASI Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Maimanah; Fadhiyah Noor Anisa; Laurensia Yunita; Desilestia Dwi Salmarini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.331

Abstract

Latar Belakang: Angka stunting di kota Banjarmasin pada tahun 2022 didapatkan sekitar 2.460 balita stunting, ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya.Puskesmas Pekauman terdata memiliki balita terbanyak di Banjarmasin. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pekerjaan Ibu Dan Riwayat ASI Eksklusif Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain cross sectional. Jumlah sampel 30 orang tua balita. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunkan checklist dan pemeriksaan antropometri, serta dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar ibu balita adalah tidak bekerja yang berjumlah 19 ibu (63,33 %), dan balita yang ASI Eksklusif sebanyak 18 balita (60 %). Hasil uji chi-Square pada hubungan riwayat ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Pekauman diperoleh p-value 0,421 (≥0,005) yaitu Ha ditolak. Hasil uji chi-Square pada hubungan pekerjaan ibu terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Pekauman diperoleh p-value 0,000 (≥0,005) yaitu Ha diterima. Simpulan: Tidak adanya hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian Stunting dan adanya hubungan riwayat ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di puskesmas Pekauman Banjarmasin.
Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Siti Farah Diba; Ika Avrilina Haryono; Fadhiyah Noor Anisa; Nurul Hidayah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.354

Abstract

Asupan nutrisi yang tidak mencukupi pada ibu hamil dapat memicu gangguan kesehatan. Gangguan gizi yang paling sering terjadi pada ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK). Berdasarkan data Puskesmas Sungai Jingah tahun 2023 jumlah ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 35 orang dan pada tahun 2024 ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 12 orang. Mengetahui determinan yang mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah. Penelitian Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel Accidental Sampling sebanyak 30 responden menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan hasil uji Fisher’s Exact Test dengan (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,407), usia (p=0,290), status ekonomi (p=0,004), dan jarak kehamilan (p=0,628). Ada pengaruh antara status ekonomi dengan kejadian KEK dan tidak ada pengaruh antara pengetahuan, usia, dan jarak kehamilan dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
Asuhan Kebidanan Dengan Pemberian Makanan Tinggi Protein Pada Ibu Nifas Post SC Di RS. Sultan Suriansyah Banjarmasin Meysella Aisya; Sarkiah; Novalia Widiya Ningrum; Fadhiyah Noor Anisa
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.396

Abstract

Latar Belakang: Tingginya jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea (SC) baik atas permintaan sendiri maupun indikasi medis, memerlukan perhatian khusus dalam hal pemulihan pasca operasi. Makanan tinggi protein terbukti berperan penting dalam mempercepat proses penyembuhan luka jahitan pasca SC, sehingga penting untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan ibu nifas. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan makanan tinggi protein di rumah sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami masalah secara mendalam melalui kontak langsung. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode SOAP (Subjektif, Objektif, Asesmen, dan Rencana), yang melibatkan pengumpulan data subjektif dari pasien, observasi objektif kondisi klinis, asesmen terhadap kebutuhan dan perkembangan penyembuhan, serta perencanaan intervensi yang tepat. Hasil: Ibu post SC 1 hari yang lalu, diberikan makanan tinggi protein berupa telur rebus sebanyak 4 butir per hari, baik pada pagi maupun malam, selama periode 14 hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa luka jahitan pada ibu nifas sembuh dalam waktu 7 hari, dengan penampilan klinis yang menunjukkan proses penyembuhan yang cepat dan efektif. Simpulan: Asuhan yang diberikan pada Ibu Nifas dengan pemberian makanan tinggi protein selama 14 hari waktu penyembuhan dalam jangka 7 hari
FAKTOR – FAKTOR BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PUSKESMAS TAMPANG TUMBANG ANJIR Lina Juliana Sitinjak; Lisda Handayani; Fadhiyah Noor Anisa; Frani Mariana
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 1 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i1.2522

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang terpenting dan sangat dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan. Faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan dalam pemberian ASI Eksklusif seperti pengetahuan ibu dan sikap serta promosi susu formula sebagai pengganti ASI. berdasarkan hasil wawancara dari 15 Ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan hanya 2 orang ibu yang memberikan ASI Eksklusif, 13 orang ibu lainnya sudah memberikan susu formula. Menganalisis Faktor-faktor berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Wilayah Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. Penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan pendekatan cross sectional. dengan menggunakan Total sampling yaitu sebanyak 45 ibu yang mepunyai anak usia 7-12 bulan. penelitian diketahui bahwa pengetahuan, dukungan keluarga serta promosi susu formula berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif. Pengetahuan didapatkan p value 0,001, dukungan keluarga p-value 0,004 sedangkan promosi susu formula didapatkan p value 0,004. Ada hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan promosi susu formula terhadap pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pengetahuan, pemberian ASI Eksklusif, Promosi susu formula
NUGGET KALAKAI (STENOCHLAENA PALUTRIS) UNTUK PERBAIKAN GIZI PADA BALITA UNDERWEIGHT DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENTOT KABUPATEN BARITO TIMUR Kamula, Ari Natal; Fitri Yuliana; Fadhiyah Noor Anisa
Midwifery And Complementary Care Vol 2 No 2 (2023): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v2i2.375

Abstract

Background: Nutritional status is an expression of the balance of nutrients with the body's needs. Imbalance between nutrients and body needs will cause underweight in toddlers. Based on Riskesdas 2021, stunting toddlers in Central Kalimantan are 27.67%. Improving nutrition in underweight toddlers can be done with innovations in the form of kalakai nuggets (Stenochlaena Palutris). Objective: Analyzing the effect of kalakai nuggets as a nutritional improvement in underweight toddlers in the working area of the Bentot Health Center. Methods: This type of research usesquasi experimentalwith pretest and posttest control one group design. The sampling technique in this study used purposive sampling Results: The majority of underweight toddlers are male by 65% with ages 1-2 years by 56%. Toddlers who are underweight before giving Kalakai nuggets have an average of 8.56. Underweight toddlers after administration of kalakai nuggets averaged 8.72. Based on the data obtained, a normality test was carried out with the results of the Asymp value. Sig (2-tailed) is 0.002<0.05. Wilcoxon test results with a significance value of 0.000 <0.05(p < 0.05). Conclusion: The research results show significant difference between giving Nugget Kalakai to underweight toddlers. Giving kalakai nuggets is effective for gaining weight in underweight toddlers in the working area of the Bentot Health Center UPTD. Keywords: Nugget Kalakai, Underweight, Toddler
Relationship between type of delivery and colostrum production from postpartum mothers at Dr.H.Moch Ansari Saleh Hospital, Banjarmasin Cantika Cantika; Fadhiyah Noor Anisa; Fitri Yuliana; Sarkiah Sarkiah
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Colostrum is a yellowish liquid that is produced from pregnancy to 4 days postpartum. However, colostrum cannot be secreted directly because levels of the hormone estrogen are still high. Delays in expressing colostrum can affect exclusive breastfeeding. The choice of type of delivery has an impact on the occurrence of colostrum production in postpartum mothers. Mothers who give birth normally have the opportunity to immediately give colostrum to their babies through the IMD process or early contact. This study aims to analyze the relationship between type of delivery and colostrum expenditure at RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. This type of research is quantitative with a cross sectional design. The respondents in this study were 108 postpartum mothers, taken using a purposive sampling technique as many as 37 people, then analyzed using the Chi-Square test. Data was obtained from 37 postpartum mothers based on the most age characteristics, namely <20 and >35 years (51%), multiparous parity 21 people (57%), nutritional status ≥23.5 cm (97%), basic level education as many as 25 people (67.6%), SC delivery (59.5%). The highest colostrum production is >120 minutes. The results of Chi-Square analysis obtained valuesp value0.000 (p<0.05)which means accepting the alternative hypothesis, meaning that there is a real relationship between the type of delivery and colostrum expenditure. It can be concluded that there is a relationship between the type of delivery and colostrum expenditure. This is because the SC type of delivery slows down the time of colostrum expulsion, occurring at >120 minutes.