Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Harapan dan Self-Compassion pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme Solihin, St Aisyah Humairah; Mayangsari, Putri; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6801

Abstract

Diagnosis gangguan autisme pada anak sering kali menjadi kabar yang menyedihkan bagi ibu dan dapat menyebabkan stres. Namun, ibu yang memiliki harapan mampu bangkit dari kesedihannya. Self-compassion dapat membantu ibu menyikapi diri dengan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi harapan dan self-compassion pada ibu yang memiliki anak autisme. Responden dalam penelitian ini adalah dua ibu yang merawat anak dengan gangguan autisme. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fenomenologi, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan analisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ibu menggunakan berbagai cara untuk membantu anak seperti terapi agar ketertinggalan anak dapat terkejar sesuai usia tahapan perkembangan anak regular. Ibu dapat membangun harapan sesuai dengan kondisi anak. Setelah ibu memberi penanganan terapi dan harapan ibu tercapai, ibu dapat membangun harapan baru seperti kemandirian anak. Dalam proses mendampingi anak, ibu membutuhkan sikap self-compassion untuk tetap menjaga kesehatan mental. Ibu yang memiliki dukungan keluarga dapat memiliki sikap self-compassion dengan aspek positif sedangakan ibu yang kurang dukungan dari lingkungan akan menyikapi self-compassion dengan aspek negatif. Harapan dan self-compession pada ibu yang memiliki anak autisme perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan implikasi berupa data dan informasi yang berguna bagi orang tua, terutama ibu, dalam menghadapi diagnosis autisme pada anak.
Pemberian Gawai Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Ibu Bekerja) Pawiloi, Andi Baeduri; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7732

Abstract

Gawai tidak seharusnya digunakan oleh anak usia dini, tetapi saat ini kebanyakan ibu memilih untuk memberikan gawai pada anak yang masih tergolong anak usia dini karena beberapa alasan salah satunya karena tidak ingin diganggu saat bekerja dan ingin secepatnya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif ibu yang bekerja memberikan gawai pada anak usia dini, faktor-faktor yang memengaruhi motif ibu, dan dampak penggunaan gawai pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Responden dalam penelitian ini melibatkan 2 orang ibu bekerja yang memiliki anak usia dini dan 4 orang keluarga responden sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ibu yang bekerja memberikan gawai pada anak usia dini ada dua, yaitu motif biogenik dan motif sosiogenik. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi motif ibu memberikan gawai pada anak usia dini, yaitu pengetahuan dan pekerjaan ibu. Pemberian gawai pada anak usia dini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif pada perkembangan kognitif anak usia dini, yaitu anak belajar tentang agama dan meniru gerakan melalui penggunaan gawai, sedangkan dampak negatifnya, yaitu berpengaruh pada perkembangan bahasa, perkembangan sosial, disregulasi emosi, kesehatan mata, bahkan sampai membuat anak usia dini menjadi kecanduan terhadap gawai.
Membangun Kedekatan Dan Motivasi Belajar Anak Melalui Program Kegiatan Literasi Binaan Rumah Zakat Kurniati Zainuddin; Perdana Kusuma; Amir; Arwini Ramadhani; Rifqa Anisa Khaeruddin
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dalam membangun kedekatan dan motivasi belajar anak-anak (TK hingga kelas 6 SD) melalui Program Kegiatan Literasi Binaan Rumah Zakat. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan dan minat literasi di Indonesia, Padahal, literasi dan motivasi belajar adalah fondasi krusial bagi keberhasilan hidup dan perkembangan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Literasi Binaan Rumah Zakat telah berjalan dengan baik melalui serangkaian kegiatan terstruktur yang berfokus pada peningkatan kemampuan literasi, penguatan karakter, serta dukungan psikososial. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Literasi (Membaca dan Menulis), yang berfokus pada pembiasaan membaca rutin, peningkatan pemahaman kritis, dan pengembangan kreativitas, Mengaji Bersama (Iqro dan Al-Qur’an), untuk membekali anak dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, Kegiatan Menari, yang berfungsi sebagai strategi literasi budaya untuk memperkuat jati diri dan nilai sosial, dan Bermain Games, sebagai sarana utama untuk memicu daya cipta dan memperoleh pengetahuan baru. Secara keseluruhan, kegiatan literasi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak, tetapi juga berhasil membangun kedekatan, memicu motivasi belajar, serta mengembangkan karakter inovatif dan kreatif, yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Peningkatan Kesadaran Mindful Consumption Dalam Mengurangi Sampah Rumah Tangga Melalui Psikoedukasi Pada Mahasiswa Kost Asniar Khumas; Nasywa Nur Fitrah; Fina Nadzifah Rahman; Kurniati Zainuddin; Haerani Nur
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.13848

Abstract

Kebiasaan konsumsi mahasiswa kost cenderung mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan biaya rendah, sehingga berkontribusi pada meningkatnya produksi sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik dan kemasan sekali pakai. Rendahnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah menyebabkan pola konsumsi sehari-hari menjadi salah satu sumber utama timbulan sampah. Program psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai mindful consumption sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga. Kegiatan dilakukan melalui penyebaran poster edukatif di platform TikTok dan dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas mahasiswa belum mempertimbangkan aspek lingkungan dalam keputusan konsumsi dan belum konsisten dalam mengelola sampah. Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran peserta mengenai hubungan antara pola konsumsi dan jumlah sampah yang dihasilkan. Peserta menunjukkan niat untuk mengubah perilaku, seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa wadah pribadi, memilah sampah, dan mengurangi pembelian impulsif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis konten digital efektif dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih mindful dan berkelanjutan pada mahasiswa kost.
Peningkatan Kesadaran Mindful Consumption Dalam Mengurangi Sampah Rumah Tangga Melalui Psikoedukasi Pada Mahasiswa Kost Asniar Khumas; Nasywa Nur Fitrah; Fina Nadzifah Rahman; Kurniati Zainuddin; Haerani Nur
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.13848

Abstract

Kebiasaan konsumsi mahasiswa kost cenderung mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan biaya rendah, sehingga berkontribusi pada meningkatnya produksi sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik dan kemasan sekali pakai. Rendahnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah menyebabkan pola konsumsi sehari-hari menjadi salah satu sumber utama timbulan sampah. Program psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai mindful consumption sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga. Kegiatan dilakukan melalui penyebaran poster edukatif di platform TikTok dan dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas mahasiswa belum mempertimbangkan aspek lingkungan dalam keputusan konsumsi dan belum konsisten dalam mengelola sampah. Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran peserta mengenai hubungan antara pola konsumsi dan jumlah sampah yang dihasilkan. Peserta menunjukkan niat untuk mengubah perilaku, seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa wadah pribadi, memilah sampah, dan mengurangi pembelian impulsif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis konten digital efektif dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih mindful dan berkelanjutan pada mahasiswa kost.
Pengaruh Kecenderungan Celebrity Worship Terhadap Subjective Well Being Pada Penggemar K-Pop Dewasa Awal di Makassar Anisah Mubarakah; Kurniati Zainuddin; Perdana Kusuma
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18047133

Abstract

K-Pop music has become a global phenomenon that influences many aspects of its fans' lives. Since liking K-Pop, many fans have felt happiness and well-being or subjective well-being. Subjective well-being is an evaluation of life satisfaction carried out by individuals, which includes life satisfaction, happiness and pleasant experiences. This research aims to determine the influence of celebrity worship tendencies on subjective well-being among K-Pop fans in Makassar. This research used quantitative methods with research respondents totaling 142 early adult K-Pop fans in Makassar City aged 18 to 25 years. The measuring instruments used in this research were the CAS scale with a reliability of 0.910, the SWLS scale with a reliability of 0.840 and the SPANE scale with a reliability value of 0.766 for positive affect and 0.738 for negative affect. Test the hypothesis using a Spearman rank using the SPSS version 26.0 application with a result of sig = 0.037. The results of this study show that there is no influence between social entertainment, intense personal and borderline pathological celebrity worship on subjective well-being. The implication of this research is that K-Pop fans are expected to pay attention to the limits of idolizing celebrities to prevent obsessions that are detrimental to subjective well-being, as well as contributing to theory and practice related to the phenomenon of celebrity worship in the context of K-Pop fans.
Kritik Diri dan Meyakinkan Diri pada Mahasiswa: Peran Dukungan Sosial dan Lama Masa Studi Feri Andriadi; Kurniati Zainuddin; Irdianti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17952

Abstract

Kritik diri merupakan kecenderungan individu untuk mengevaluasi diri secara negatif berdasarkan standar personal yang tinggi. Pada mahasiswa tingkat akhir, kondisi ini kerap muncul seiring meningkatnya tuntutan akademik selama penyusunan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan lama masa studi terhadap kritik diri mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini melibatkan 420 mahasiswa aktif semester 7–14 Universitas Negeri Makassar yang sedang menyusun skripsi, dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Forms of Self-Criticism/Attacking & Self-Reassuring Scale dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap kritik diri dan terhadap meyakinkan diri. Sebaliknya, lama masa studi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial tetap berperan dalam menurunkan kecenderungan kritik diri mahasiswa, namun pada saat yang sama berkaitan dengan penurunan kemampuan meyakinkan diri, sementara lama masa studi tidak memiliki pengaruh secara langsung. Hasil ini mendorong perlunya program pendampingan mahasiswa akhir yang tidak hanya memperkuat dukungan sosial, tetapi juga melatih meyakinkan diri agar mahasiswa mampu mengelola kritik diri secara mandiri saat menghadapi tekanan akademik.