Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Harapan Orang Tua Dengan Fear Of Failure Pada Mahasiswa tingkat Akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Nurbaiyana; Kurniati Zainuddin; Eka sufartianingsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i2.3129

Abstract

Fear of failure merupakan perasaan cemas yang dialami oleh individu sehingga berpengaruh pada menurunnya kepercayaan diri dan cenderung menghindari situasi-situasi yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi harapan orang tua dengan fear of failure pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Responden penelitian ini berjumlah 186 Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar dan sedang memprogramkan skripsi. Alat ukur yang digunakan adalah Performace Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur variabel fear of failure dan Perception of Parental Expectation Inventory untuk mengukur variabel persepsi harapan orang tua. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji regresi linear sederhana. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi fear of failure dengan persepsi harapan orang tua sebesar 0,188 ( 18,8%) yang dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh antara variabel Persepsi harapan orang tua terhadap variabel Fear of failure tapi tidak bersifat kuat karena hanya 18,8% . Sementara itu, koefisien determinan memiliki nilai sebesar 0,035 yang artinya persepsi harapan orang tua hanya memberikan pengaruh sebesar 3,5% terhadap fear of failure, sedangkan 96,5% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Dampak dari penelitian ini sebagai salah satu sumber referensi yang dapat memberikan kontribusi kepada orang lain mengenai fear of failure dan persepsi harapan orang tua.
Harapan dan Self-Compassion pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme Solihin, St Aisyah Humairah; Mayangsari, Putri; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6801

Abstract

Diagnosis gangguan autisme pada anak sering kali menjadi kabar yang menyedihkan bagi ibu dan dapat menyebabkan stres. Namun, ibu yang memiliki harapan mampu bangkit dari kesedihannya. Self-compassion dapat membantu ibu menyikapi diri dengan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi harapan dan self-compassion pada ibu yang memiliki anak autisme. Responden dalam penelitian ini adalah dua ibu yang merawat anak dengan gangguan autisme. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fenomenologi, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan analisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ibu menggunakan berbagai cara untuk membantu anak seperti terapi agar ketertinggalan anak dapat terkejar sesuai usia tahapan perkembangan anak regular. Ibu dapat membangun harapan sesuai dengan kondisi anak. Setelah ibu memberi penanganan terapi dan harapan ibu tercapai, ibu dapat membangun harapan baru seperti kemandirian anak. Dalam proses mendampingi anak, ibu membutuhkan sikap self-compassion untuk tetap menjaga kesehatan mental. Ibu yang memiliki dukungan keluarga dapat memiliki sikap self-compassion dengan aspek positif sedangakan ibu yang kurang dukungan dari lingkungan akan menyikapi self-compassion dengan aspek negatif. Harapan dan self-compession pada ibu yang memiliki anak autisme perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan implikasi berupa data dan informasi yang berguna bagi orang tua, terutama ibu, dalam menghadapi diagnosis autisme pada anak.
Pemberian Gawai Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Ibu Bekerja) Pawiloi, Andi Baeduri; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7732

Abstract

Gawai tidak seharusnya digunakan oleh anak usia dini, tetapi saat ini kebanyakan ibu memilih untuk memberikan gawai pada anak yang masih tergolong anak usia dini karena beberapa alasan salah satunya karena tidak ingin diganggu saat bekerja dan ingin secepatnya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif ibu yang bekerja memberikan gawai pada anak usia dini, faktor-faktor yang memengaruhi motif ibu, dan dampak penggunaan gawai pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Responden dalam penelitian ini melibatkan 2 orang ibu bekerja yang memiliki anak usia dini dan 4 orang keluarga responden sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ibu yang bekerja memberikan gawai pada anak usia dini ada dua, yaitu motif biogenik dan motif sosiogenik. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi motif ibu memberikan gawai pada anak usia dini, yaitu pengetahuan dan pekerjaan ibu. Pemberian gawai pada anak usia dini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif pada perkembangan kognitif anak usia dini, yaitu anak belajar tentang agama dan meniru gerakan melalui penggunaan gawai, sedangkan dampak negatifnya, yaitu berpengaruh pada perkembangan bahasa, perkembangan sosial, disregulasi emosi, kesehatan mata, bahkan sampai membuat anak usia dini menjadi kecanduan terhadap gawai.
Membangun Kedekatan Dan Motivasi Belajar Anak Melalui Program Kegiatan Literasi Binaan Rumah Zakat Kurniati Zainuddin; Perdana Kusuma; Amir; Arwini Ramadhani; Rifqa Anisa Khaeruddin
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dalam membangun kedekatan dan motivasi belajar anak-anak (TK hingga kelas 6 SD) melalui Program Kegiatan Literasi Binaan Rumah Zakat. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan dan minat literasi di Indonesia, Padahal, literasi dan motivasi belajar adalah fondasi krusial bagi keberhasilan hidup dan perkembangan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Literasi Binaan Rumah Zakat telah berjalan dengan baik melalui serangkaian kegiatan terstruktur yang berfokus pada peningkatan kemampuan literasi, penguatan karakter, serta dukungan psikososial. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Literasi (Membaca dan Menulis), yang berfokus pada pembiasaan membaca rutin, peningkatan pemahaman kritis, dan pengembangan kreativitas, Mengaji Bersama (Iqro dan Al-Qur’an), untuk membekali anak dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, Kegiatan Menari, yang berfungsi sebagai strategi literasi budaya untuk memperkuat jati diri dan nilai sosial, dan Bermain Games, sebagai sarana utama untuk memicu daya cipta dan memperoleh pengetahuan baru. Secara keseluruhan, kegiatan literasi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak, tetapi juga berhasil membangun kedekatan, memicu motivasi belajar, serta mengembangkan karakter inovatif dan kreatif, yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Peningkatan Kesadaran Mindful Consumption Dalam Mengurangi Sampah Rumah Tangga Melalui Psikoedukasi Pada Mahasiswa Kost Asniar Khumas; Nasywa Nur Fitrah; Fina Nadzifah Rahman; Kurniati Zainuddin; Haerani Nur
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.13848

Abstract

Kebiasaan konsumsi mahasiswa kost cenderung mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan biaya rendah, sehingga berkontribusi pada meningkatnya produksi sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik dan kemasan sekali pakai. Rendahnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah menyebabkan pola konsumsi sehari-hari menjadi salah satu sumber utama timbulan sampah. Program psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai mindful consumption sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga. Kegiatan dilakukan melalui penyebaran poster edukatif di platform TikTok dan dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas mahasiswa belum mempertimbangkan aspek lingkungan dalam keputusan konsumsi dan belum konsisten dalam mengelola sampah. Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran peserta mengenai hubungan antara pola konsumsi dan jumlah sampah yang dihasilkan. Peserta menunjukkan niat untuk mengubah perilaku, seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa wadah pribadi, memilah sampah, dan mengurangi pembelian impulsif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis konten digital efektif dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih mindful dan berkelanjutan pada mahasiswa kost.
Peningkatan Kesadaran Mindful Consumption Dalam Mengurangi Sampah Rumah Tangga Melalui Psikoedukasi Pada Mahasiswa Kost Asniar Khumas; Nasywa Nur Fitrah; Fina Nadzifah Rahman; Kurniati Zainuddin; Haerani Nur
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.13848

Abstract

Kebiasaan konsumsi mahasiswa kost cenderung mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan biaya rendah, sehingga berkontribusi pada meningkatnya produksi sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik dan kemasan sekali pakai. Rendahnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah menyebabkan pola konsumsi sehari-hari menjadi salah satu sumber utama timbulan sampah. Program psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai mindful consumption sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga. Kegiatan dilakukan melalui penyebaran poster edukatif di platform TikTok dan dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas mahasiswa belum mempertimbangkan aspek lingkungan dalam keputusan konsumsi dan belum konsisten dalam mengelola sampah. Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran peserta mengenai hubungan antara pola konsumsi dan jumlah sampah yang dihasilkan. Peserta menunjukkan niat untuk mengubah perilaku, seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa wadah pribadi, memilah sampah, dan mengurangi pembelian impulsif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis konten digital efektif dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih mindful dan berkelanjutan pada mahasiswa kost.
Profil Self-compassionPada Pekerja Sosial Di Lingkungan Pondok Sosial Kota Makassar: Studi Deskriptif Kurniati Zainuddin; Muhammad Ihsan; Nurul Awaliyah Khalik; Vinky Glenda Putra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15827

Abstract

Pekerja sosial di Lembaga Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Liponsos) menghadapi tuntutan kerja yang berat akibat tingginya jumlah klien dan keragaman kasus, sehingga berpotensi mengalami tekanan emosional dan kelelahan. Kondisi ini menempatkan mereka pada risiko gangguan kesejahteraan psikologis, sehingga diperlukan kemampuan internal yang dapat melindungi kesehatan mental, salah satunya melalui self-compassion. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat self-compassion pada pekerja sosial di Liponsos Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 23 pekerja sosial. Pengukuran dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale versi adaptasi Indonesia, dan analisis data menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, median, modus, serta kategorisasi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-compassion secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Seluruh subskala, yaitu self-kindness, common humanity, mindfulness, self-judgment, isolation, dan overidentification, juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja sosial memiliki kemampuan dasar untuk menerima diri dan mengelola tekanan emosional, namun kapasitas tersebut belum optimal sebagai pelindung terhadap risiko stres dan burnout. Penelitian ini menegaskan perlunya program penguatan self-compassion guna meningkatkan ketahanan emosional dan kualitas kesejahteraan psikologis pekerja sosial.