Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengenalan Computational Thinking dan Aplikasinya dalam Pembelajaran IPA SMP Eli Trisnowati; Eko Juliyanto; Nuryunita Dewantari; Siswanto Siswanto
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.633 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i2.4514

Abstract

Pada era abad 21, proses pembelajaran harus disesuaikan dengan nilai-nilai yang patut untuk dikembangkan di abad 21. Salah satu cara berpikir yang penting adalah berpikir komputasional (computational thinking). Akan tetapi, hasil observasi yang dilakukan oleh tim kepada guru-guru MGMP IPA kota Magelang masih banyak guru yang kesulitan melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pembelajaran abad 21. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan pada guru IPA SMP dalam penggunaan aplikasi digital scratch, sehingga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melatihkan computational thinking peserta didik. Kegiatan Pengabdian dilakukan dalam ruang virtual zoom demi kelancaran dan kesehatan seluruh tim dan peserta. Hasil pendampingan, guru dapat membuat simulasi kinematika gerak pada materi IPA SMP dengan menggunakan aplikasi Scratch. Hasil evaluasi peserta pendampingan merasa bahwa materi tentang pembuatan simulasi menggunakan aplikasi Scratch sangat bagus untuk diterapkan di SMP dan kemampuan materi tim cukup baik. Akan tetapi rencana penerapan dalam pembelajaran masih perlu dikaji dengan melihat kemampuan peserta didik di masing-masing sekolah.
PEMANFAATAN TUMBUHAN SIRIH HIJAU SEBAGAI HAND SANITIZER ALAMI GUNA PENCEGAHAN COVID-19 DI DUSUN SUROJOYO Lilis Oktavia; Titin Budiarti; Dyah Rahmawati; Eli Trisnowati
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.262 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3624

Abstract

Tumbuhan sirih hijau sudah sejak lama digunakan sebagai obat tradisional. Ekstrak daun sirih hijau mengandung antiseptik alami yang bebas alkohol. Daun sirih hijau memiliki kemampuan antiseptik, antioksidan dan fungisida, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Tujuan dari kegiatan pemberdayaan ini agar masyarakat Dusun Surojoyo dapat dengan mudah membuat hand sanitizer sendiri di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai guna dari tumbuhan sirih hijau tersebut sebagai hand sanitizer alami. Program kegiatan pemberdayaan ini dilakukan secara daring melalui whatsapp group masyarakat Dusun Surojoyo. Pelaksanaan program pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahapan yang meliputi tahap pembuatan video pengolahan tumbuhan sirih hijau sebagai hand sanitizer alami, tahap sosialisasi dan tahap diskusi. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan kreativitas masyarakat dusun setempat akan pemanfaatan tumbuhan sirih hijau. Selain itu, respon positif juga ditunjukkan oleh masyarakat terhadap pelaksanaan program kegiatan ini.
Distribution of the Fraunhofer Diffraction Intensity by a Rectangular Slit Using a Razor Blade Eli Trisnowati; Putut Marwoto; Retno Sri Iswari; Edy Cahyono
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2022): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i3.1284

Abstract

This research was conducted by making a rectangular slit using a razor blade as a narrow gap in the Fraunhofer diffraction experiment. The intensity distribution measurement on the resulting diffraction pattern uses a voltage divider circuit. This circuit takes advantage of the nature of the LDR, which changes resistance when exposed to light. Experiments show that a diffraction pattern screen when a 560 nm coherent light passes through a narrow rectangular slit made of razor cut. We measured the narrow gap using a tracker application with the resulting gap size (0.3564 x 0.4677) mm. The ratio of the intensity distribution of the x-axis bright pattern on the Fraunhofer diffraction by a rectangular slit with slit size height x width = (0.4677 x 0.3564) mm from b = -5p to 5p (maximum 4, maximum 3, maximum 2, maximum 1, central maximum, maximum 1, maximum 2, maximum 3, maximum 4) is 0.000873; 0.000763; 0.005395; 0.020583; 1; 0.039658; 0.008088; 0.002554; 0.001218. The ratio of the intensity distribution of the y-axis bright pattern on the Fraunhofer diffraction by a rectangular slit with slit size height x width = (0.4677 x 0.3564) mm from g = -5p  to 5p (maximum 4, maximum 3, maximum 2, maximum 1, central maximum, maximum 1, maximum 2, maximum 3, maximum 4) is 0.001890; 0.001469; 0.002447; 0.040516; 1; 0.037141; 0.006482; 0.001690; 0.000440. This study indicates that diffraction experiments and the measurement of the diffraction pattern’s intensity can be carried out with simple materials and equipment and can be used in the correct experiment.
Comparison Analysis of Junior High School Science Textbooks in Indonesia and Singapore View from Nature of Science (NoS) Aspects Sumi Sumarni; Sri Haryati; Eli Trisnowati; Siswanto Siswanto; Moch. Malik Al Firdaus; Suwito Singgih
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2022): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i4.1638

Abstract

Scientific literacy can prepare quality human resources who can develop the ability to think logically and creatively, solve problems, be critical, master technology and be adaptive in the face of change and face the times. A vital component to improving students' scientific literacy is understanding the Nature of Science (NoS), which must be emphasized in science learning. The purpose of this study is to obtain a comparison of content and explain aspects of NoS in science textbooks in Indonesia and Singapore. The research approach used is descriptive qualitative with content analysis design. This research focuses on science books for Junior High School Class IX Semester 1 Curriculum 2013 Revised Edition 2018, Integrated Science Books for Junior High School Class IX Curriculum 2013 Revised Edition 2018, and Lower Secondary Science Matters Textbook Volume B 2nd Edition 2013. The data collection techniques are by reviewing documents with non-test instruments in the form of observation guidelines for assessing textbooks based on the NoS aspect developed by Abd-El-Khalick et al., (2008). The data analysis technique uses the fixed comparison method by Moleong (2014). The results obtained are that the textbooks from the two countries have represented several relevant aspects of NoS. Still, the theoretically-driven elements have not been found in the three books, and the existing components have not been well described. Science textbooks in Singapore get a higher score than science textbooks in Indonesia. Still, the availability of the NoS aspect of science textbooks in Indonesia is more than that of science textbooks in Singapore.
Pelatihan Pengelolaan Laboratorium IPA bagi Guru SMP/MTs Kecamatan Windusari Riva Ismawati; Eli Trisnowati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.831 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.278

Abstract

ABSTRACTLearning science in junior high schools cannot be separated from activities in the laboratory. Professional laboratory managers are an important aspect to support the ongoing science learning process. The results of observations at partner schools found that laboratory managers still had low knowledge about the competence of school laboratory personnel. IPA laboratories in partner schools have not been used according to their functions. In addition, the tools and materials available have not been handled properly so that they are not maintained, and cannot be used optimally. The objectives of this service are: a) participants understand the organizational structure and tasks of laboratory personnel, b) participants can develop, implement, evaluate laboratory work programs; c) participants can apply occupational safety health in the laboratory; d) participants can carry out maintenance and maintenance of tools and materials. Implementation methods include lectures, discussions, practices, and assignments. Evaluation of the service implementation is carried out at the end of the activity to find out the participants' responses to the activities that have been carried out. The result of this service activity is the increasing skills of trainees in managing the science laboratory.Keywords: training, management, science laboratory.  ABSTRAKPembelajaran IPA di SMP tidak dapat dipisahkan dari kegiatan di laboratorium. Pengelola laboratorium yang professional merupakan aspek penting sebagai pendukung berlangsungnya proses pembelajaran IPA. Hasil observasi di sekolah mitra diketahui pengelola laboratorium masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai kompetensi tenaga laboratorium sekolah. Laboratorium IPA di sekolah mitra belum digunakan sesuai dengan fungsinya. Selain itu, alat dan bahan yang tersedia belum ditangani dengan baik sehingga tidak terawat, dan tidak dapat difungsikan secara optimal.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah a) peserta memahami struktur organisasi dan tugas tenaga laboratorium, b) peserta dapat menyusun, melaksanakan, mengevaluasi program kerja laboratorium;  c) peserta dapat menerapkan kesehatan keselamatan kerja di laboratorium; d) peserta dapat melakukan perawatan serta pemeliharaan alat dan bahan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, praktik, dan penugasan. Evaluasi pelaksanaan pengabdian dilakukan diakhir kegiatan untuk mengetahui tanggapan peserta terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya keterampilan peserta pelatihan dalam mengelola laboratorium IPA. Kata Kunci: pelatihan, pengelolaan, laboratorium IPA.
Pengenalan Desain Pembelajaran Flip Classroom untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pasca Pandemi Eli Trisnowati; Eko Juliyanto; Nuryunita Dewantari
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/abdipraja.v3i2.6470

Abstract

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selalu mengalami perubahan khususnya pembelajaran pascapandemi yang menuntut siswa dan guru untuk beradaptasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Hal ini menyebabkan guru tidak fokus dalam mendesain pembelajaran untuk dapat membekali keterampilan abad 21 pada siswa dan siswa masih sulit untuk beradaptasi dengan materi dan waktu pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis di lapangan maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengenalan pembelajaran flip classroom. Desain pembelajaran flip classroom dilatihkan untuk dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran pascapandemi dalam aspek waktu dan capaian pembelajaran. Kegiatan ini menggunakan metode partisipasi dan diskusi, serta praktek desain pembelajaran. Pelaksanaan program pengabdian ini mencakup beberapa tahap kegiatan yakni tahap persiapan materi, tahap pelaksanaan program dan tahap evaluasi kegiatan. Pelaksanaan program dilakukan di SMP N 2 Magelang dalam forum musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) IPA Kota Magelang dengan 33 orang guru. Hasil evaluasi kegiatan secara umum bernilai baik baik kebermaknaan program maupun respon terhadap materi dan penguasaan materi tim pengabdian.
Analisis Konsep Termodinamika pada Produksi Kerupuk Sebagai Bentuk Kearifan Lokal di Magelang Jawa Tengah Eli Trisnowati; Desika Rosiana Putri; Sabilla Safa Annisa Qurrota; Filda Khoirun Nikmah; Danysa Mulyaningrum
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i1.795

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu produk pendamping makanan utama yang familiar di kalangan masyarakat yang dalam pengolahannya harus menggunakan proses khusus dan menggunakan bahan baku yang tepat. Persediaan bahan baku adalah komponen paling penting dari setiap proses manufaktur karena kelangkaan bahan baku selama produksi dapat menghambat kelangsungannya dan menyebabkan kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan konsep hukum termodinamika dalam kearifan lokal berupa kerupuk. Penelitian ini dilakukan di pabrik kerupuk yang berada di Grabag, Magelang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur mengenai hukum termodinamika yang terdapat dalam proses pembuatan kerupuk. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa produksi kerupuk ini menerapkan konsep perpindahan kalor secara radiasi pada saat kerupuk dijemur. Ketika kerupuk digoreng, konsep termodinamika yang berlaku adalah hukum I termodinamika tentang perubahan volume dan suhu akibat dari pemberian kalor terhadap sistem dan hukum II termodinamika tentang perpindahan kalor dari suhu tinggi menuju suhu yang lebih rendah.
Analisis Hukum Termodinamika pada Pembuatan Batu Bata di Magelang, Jawa Tengah Intan Zahrani Mufidah; Eli Trisnowati; Keisya Meifiyanti Salsabila; Choirul Muniroh; Fitri Dea Mawa Risqi; Rizki Kurniawan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1053

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena memiliki alasan utama untuk mengetahui peran pengusaha batu bata dalam kegiatan pengembangan SDM di daerah Magelang Jawa Tengah, dimana usaha batu bata yang dijalankan memiliki peran penting dalam distribusi dan pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa dan mengidentifikasikan hukum termodinamika pada proses pembuatan batu bata. Penelitian ini dilakukan di pabrik batu bata sederhana yang terletak di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan study literatur yang berhubungan dengan termodinamika yang terdapat dalam proses pembuatan batu bata. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada proses pembuatannya menggunakan konsep hukum II termodinamika pada pembakarannya yaitu proses perpindahan kalor secara radiasi dan konduksi. Selain konsep termodinamika terdapat unsur STEM dalam pembuatan dan pembakaran batu bata yaitu secara manual dan mesin. Kalor juga berpengaruh dalam pembakaran batu bata dalam pengembangan usaha daerah, semakin banyak kalor yang dihasilkan maka waktu yang digunakan untuk pembuatan batu bata menjadi semakin cepat, sebaliknya apabila kalor yang dihasilkan sedikit maka waktu pembuatan batu bata menjadi semakin lama. Penelitian ini signifikan sebab dapat menambah wawasan para pembaca terutama pada materi termodinamika dan meningkatkan proses pembuatan batu bata ini supaya dapat berkembang lagi seiring meningkatnya zaman yang sudah modern ini.
Profile of Pre-Service Physics Teachers’ Scientific Literacy Based on Competence Aspects Firdaus Firdaus; Wiyanto Wiyanto; Ngurah Made Darma Putra; Wiwi Isnaeni; Sri Jumini; Eli Trisnowati
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of scientific information impacts students' ability to solve problems in daily life based on each student's ability to manage the information. This study aims to analyze and describe the scientific literacy of pre-service teachers in the physics education study program in the second semester. This research method is a descriptive method with a quantitative approach. The data collection technique is a test using a test sheet instrument containing 11 questions about scientific literacy, which consists of 3 aspects: explaining phenomena scientifically, evaluating and designing scientific investigations, and interpreting data and evidence scientifically. Experts have validated the instruments used. The results showed that the overall scientific literacy competence of students was in a low category. One indicator shows the value in the medium category, while the other indicators show the low category. These results indicate that students' scientific literacy skills need to be improved. These findings can be used as a basis for evaluating the learning process by emphasizing the development of students' scientific literacy skills.
Trends in Religious-Based School Selection: Analysis of Parental Motivation Sri Haryati; Sukarno Sukarno; Siswanto Siswanto; Eli Trisnowati
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5329

Abstract

The rise in parents choosing religion-based schools, specifically Islamic schools, reflects a trend warranting further investigation to inform educational policy and school management. Understanding the motivations driving these choices is essential to align educational practices with parental expectations. This study utilized a quantitative survey approach, sampling 126 parents from various Islamic schools in (region or demographics). A 47-item questionnaire assessed intrinsic motivations (e.g., desire for religious knowledge, moral development, academic performance) and extrinsic motivations (e.g., school environment, curriculum, regulations). Findings reveal that the primary intrinsic motivation among parents is fostering noble morals in their children, while the leading extrinsic factor is the presence of well-defined school regulations. Additional factors, including the quality of religious instruction and alignment with the school’s vision and mission, also significantly influence parental decisions. These results highlight critical motivational patterns among parents that shape their educational choices, suggesting that both intrinsic and extrinsic motivations are pivotal. Understanding these factors provides actionable insights for administrators and policymakers to adapt school offerings to meet parental expectations. This study contributes to the limited literature on motivations for choosing religion-based education, offering practical implications for Islamic school administration and policy formulation aimed at enhancing educational outcomes through alignment with family priorities.